Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penerapan Manajemen Risiko di Ruang Filing Rumah Sakit Almira Kusumaningrum; Maya Weka Santi; Indah Muflihatin; Sabran Sabran
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.2379

Abstract

Risk management is important to prevent and avoid occupational health and safety hazards, so a study is needed to analyze the application of management in the filing room. This study is a literature review. The results of the study show that 3 articles (17.6%) have implemented and have safety risk management procedures; 11 articles (64.7%) have implemented it but it is still not optimal, and 3 articles (17.6%) have not implemented it and there are no procedures. The cause of the risk that most often occurs in the filing room is the ergonomic factor, which is 41.17%. The risk that often occurs in the filing room is respiratory problems (52.94%) which is included in the moderate risk level. The highest risk control is requiring officers to use personal protective equipment (52.94%). It was concluded that most hospitals have implemented risk management but it is not optimal, ergonomics is the main cause, respiratory disorders are the main risk.Keywords: risk management; occupational health and safety; filing room ABSTRAK Manajemen risiko penting untuk mencegah dan menghindari risiko bahaya kesehatan dan keselamatan kerja, sehingga diperlukan studi untuk menganalisis penerapan manajemen di ruang filing. Studi ini merupakan literature review. Hasil studi menunjukkan bahwa 3 artikel (17,6%) sudah menerapkan dan ada prosedur manajemen risiko keselamatan; 11 artikel (64,7%) sudah menerapkan namun masih belum optimal, dan 3 artikel (17,6%) belum menerapkan dan belum ada prosedur. Penyebab risiko yang paling sering terjadi di ruang filing adalah faktor ergonomi yaitu 41,17%. Risiko yang sering terjadi di ruang filing adalah gangguan pernapasan (52,94%) yang termasuk dalam tingkat risiko moderate. Pengendalian risiko tertinggi yaitu mewajibkan petugas menggunaan alat pelindung diri (52,94%). Disimpulkan bahwa sebagian besar rumah sakit sudah menerapkan manajemen risiko namun belum optimal, ergonomi merupakan penyebab utama, gangguan pernapasan merupakan risiko utama. Kata kunci: manajemen risiko; keselamatan dan kesehatan kerja; ruang filing
Kerahasiaan Rekam Medis dalam Pelaksanaan Pelepasan Informasi Rekam Medis di Rumah Sakit : Literature Review indah muflihatin; alifia tirta ramadhanti; demiawan rachmatta putro mudiono; selvia juwita swari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i3.3158

Abstract

Document of medical records are owned by health care facilities and the contents of medical records are owned by patients. Release of medical record information must be carried out with the approval from the leader of hospital, based on terms and conditions. Implementation in several hospitals still found problems which could resulting the leakage of medical records. The aims of this study is analyzing the release of medical record based on 3 factors, such as man, facilities, and methods. This is literature review research which uses articles on the online databases of Google Scholar, Crossref, Garuda Portal, and Microsoft Academic. Search and selection resulted in 24 selected articles. The results of the study explain that in the man factor the medical record officer becomes a facilitator in releasing medical record information. Facilities factor, the requirements that must be attached are official permit from suppliant. Method factor, the information release procedure begins with the submission of requirements, processing the request, and submitting the results to the applicant. Problems that often occur in the release of medical record information consist of incomplete requirements, medical record officers did not comprehend the procedure, and Standard Operating Procedures were not yet available. Suggestions for improvements which could be made include providing training to medical record officers, making x-banners of flow and procedures for releasing medical record information, and reinforcing or updating Standard Operating Procedures.
Analysis of Filling in the Inpatient Medical Record Files at Arjasa Health Center Jember Rossalina Adi Wijayanti; Hikmatus Surur; Novita Nuraini; Indah Muflihatin
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2: June 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1347.033 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i2.484

Abstract

The Medical record form is an important means of communication because it records detailed data about all actions taken by medical officers. The activities of filling in medical records in Arjasa Health Center are applied less sufficiently. This can be seen from some incomplete filling of the medical record. It impacts the process of classification, and diseases coding, reporting, and claims submission. This study aims to analyze the filling of medical records files in the Arjasa Health Center, Jember Regency. This type of research is qualitative research. The data collections are interviews, observations, documentation, and questionnaires. There 5 subjects of the study which consist of medical record officer, nurse, midwife, nutrition officer, and doctor. The results show several factors that cause incomplete filling of the medical records are the absence of medical record training for officers, SOP, qualified officer, punishment and reward for officers’ performance. The efforts to solve these problems obtained by brainstorming include conducting medical record training, recruiting officers based on the qualifications, creating and socializing SOP, providing punishment or reward to officers with good performance in filling in the files completely and appropriately.  Abstrak: Formulir rekam medis merupakan sarana komunikasi yang penting karena didalamnya tercatat data rinci mengenai semua tindakan yang dilakukan tenaga medis. Kegiatan pengisian berkas rekam medis di Puskesmas Arjasa masih belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari beberapa berkas rekam medis yang masih belum terisi secara lengkap. Dampak dari pengisian berkas rekam medis yang tidak lengkap yaitu dapat menghambat proses pengklasifikasian dan kodefikasi penyakit, terhambatnya kegiatan pelaporan dan pengajuan klaim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengisian berkas rekam medis di Puskesmas Arjasa Kabupaten Jember. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi dan kuesioner. Subyek penelitian berjumlah 5 orang yang terdiri dari petugas rekam medis, perawat, bidan, petugas gizi serta Dokter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor yang dapat dapat menyebabkan ketidaklengkapan pengisian berkas rekam medis diantaranya belum pernah diadakannya suatu pelatihan terkait dengan pentingnya pengisian rekam medis secara lengkap, pendidikan petugas masih ada yang belum sesuai kualifikasi pendidikan RM, tidak ada SOP tentang pengisian berk;as rekam medis, tidak ada punishment dan reward bagi petugas sebagai bentuk motivasi dalam mengisi berkas rekam medis. Upaya penyelesaian masalah yang didapatkan dengan menggunakan brainstorming antara lain mengadakan pelatihan rekam medis, merekrut petugas sesuai kualifikasi Rekam Medis, membuat serta melakukan sosialisasi SOP tentang pengisian berkas rekam medis, memberikan punishment atau reward kepada petugas yang mengisikan berkas rekam medis secara lengkap dan tepat.
Analisis Faktor Risiko Gagal Ginjal Kronis Berdasarkan Rekam Medis Pasien Rawat Inap di RSUD Blambangan Banyuwangi Ervina Rachmawati; Anisah Mahshunah; Novita Nuraini; Indah Muflihatin
ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7 No 2 (2026): Februari
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/arteri.v7i2.657

Abstract

Chronic kidney disease is a condition in which the structure or function of the kidneys slowly declines over several months to years, this has the potential to cause permanent kidney damage. Cases of chronic kidney disease at the Blambangan Regional General Hospital, cases of chronic kidney disease morbidity always rank in the top 10 diseases and mortality cases always increase in 2021-2023. This study aims to analyze risk factors for chronic kidney disease between age, gender, family history, history of diabetes mellitus, history of hypertension, history of obesity, and history of smoking habits. Data collection uses observation of medical records. The research sample consisted of 94 case samples and 94 control samples using simple random sampling technique. Data analysis used univariate and bivariate with chi square test with α 0.05. The results showed that the age variable (p value = 0.036), family history (p value= 0.001), history of diabetes mellitus (p value = 0.020), history of hypertension (p value = 0.003), history of obesity (p value= 0.005), and a history of smoking habits (p value = 0.016) was associated with the incidence of CKD. While the gender variable (p value = 0.883) was not associated with the incidence of CKD. This study concludes that those aged ≥ 50 years with, a family history, history of diabetes mellitus, history of hypertension, history of obesity, and history of smoking habits are at risk of developing CKD. Health workers need to provide education to the community, especially at-risk populations such as people aged ≥ 50 years and have a family history of CKD who are advised to control blood sugar, blood pressure, and body weight, and avoid smoking habits
Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Pemantauan Kasus Stunting di Desa Kemuning Lor Kabupaten Jember Demiawan Rachmatta Putro Mudiono; Indah Muflihatin; Andri Permana Wicaksono
Journal of Community Development Vol. 3 No. 3 (2023): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v3i3.118

Abstract

In 2016, around 22.9% or 154.8 million children worldwide suffered from stunting at the age of under 5 years. Stunting is defined as the length or height below the standard. Stunting is measured by a z-score of height and age of more than 2 standard deviations which is below the World Health Organization (WHO) Child Growth Standards. Based on the results of observations on November 25, 2022 in Kemuning Lor Village, the community service team found that cadres and mothers could be said to be of productive age with an average of already having smartphones which were underutilized in monitoring the nutritional status of toddlers. In community service activities, an application was developed that is useful in reducing and monitoring the number of stunting cases in Kemuning Lor Village, Jember Regency. The implementation methods carried out in this community service activity are literature (literary study), location surveys, application design and outreach. As for the results of this community service activity, 90% of posyandu cadres feel helped by the baby nutrition monitoring application. In the future this application will be integrated from each region so that stunting cases in Jember Regency can be monitored through one application.
Analisis Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja Petugas Filing di RSD Nganjuk Kusuma Ayu Ningrum; Indah Muflihatin; Efri Tri Ardianti; Angga Rahagiyanto
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.658

Abstract

Ruang filing merupakan tempat yang digunakan untuk menyimpan rekam medis. Proses filing rekam medis dapat mengakibatkan potensi kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja diakibatkan karena pencahayaan yang kurang terang, tidak adanya tangga kecil yang digunakan untuk mengambil berkas, berkas yang menumpuk pada atas rak dan menumpuk pada lantai, dan tidak terdapat ventilasi udara. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis risiko kesehatan dan keselaamatan kerja petugas rekam medis di bagian filing rekam medis dengan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assassment, Risk Control). Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan brainstorming. Subjek penelitian ini 5 orang petugas filing rekam medis, kepala rekam medis, dan Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahaya fisik disebabkan karena ketidaksesuaian pencahayaan, kelembapan, dan kebisingan. Adanya debu pada berkas rekam medis sebagai penyebab bahaya biologi. Bahaya ergonomic disebabkan karena ruangan filing yang kurang luas dan banyaknya staples pada berkas sebagai penyebab bahaya mekanik. Selain itu, bahaya listrik disebabkan karena adanya kabel yang berserakan. Berdasarkan hasil penilaian risiko menunjukkan bahwa terdapat 13 risiko kerja dengan hasil penialian 2 risiko high (tinggi), 4 risiko moderate (sedang), 7 risiko low (rendah). Upaya pengendalian risiko yang dilakukan dengan pembersihan secara general, melakukan desain ulang terhadap ruang rekam medis, menambahkan exhaust fan, dan mengganti bahan berbahaya dengan bahan yang lebih aman.
Redesain Ruang Filling dengan Pendekatan Ergonomi di RSUD Dr. Soedomo Trenggalek Atha Rasendriya Salsabila; Indah Muflihatin; Gamasiano Alfiansyah; Gandu Eko Julianto Suyoso
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.673

Abstract

Ruang fillling di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedomo Trenggalek belum ergonomis dikarenakan ukuran luas ruangan yang belum sesuai dengan standar Permenkes Nomor 43 Tahun 2019. Banyak rekam medis yang disimpan dalam kardus karena rak penuh, tempat duduk dan meja kerja yang digunakan petugas belum sesuai dengan antropometri petugas. Hal ini mempengaruhi kenyamanan para pegawai, dengan keadaan ruangan yang seperti itu pekerjaan menjadi tidak nyaman. Tujuan di penelitian ini adalah untuk menganalisis keadaan dan memperbarui desain ruang filling dengan ilmu ergonomi di RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Hasil dari penelitian ini adalah kondisi ruangan yang kurang memadai, jumlah rak rekam medis yang tidak seimbang dengan jumlah dokumen serta tempat duduk dan area kerja yang tidak sesuai dengan antropometri petugas. Peneliti memvisualisasikan dalam bentuk desain rak rekam medis, meja kerja, kursi kerja dan ruang filling yang ergonomis. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu desain ruangan baru dengan luas 52 m², desain rak rekam medis, meja dan kursi kerja sesuai antropometri petugas. Saran dari peneliti perlu penambahan jumlah rak agar sesuai dengan luas ruangan yang ada dan dapat menyimpan semua dokumen rekam medis.