Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Jahe Dan Kayumanis Dalam Fermentasi Minuman Fungsional antonia nani cahyanti; Anisa Rachmasari
TEMATIK Vol. 4 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v4i2.10310

Abstract

Minuman fungsional merupakan bagian dari pangan fungsional yang memiliki fungsi utama sebagai penyedia nutrisi dan fungsi kesehatan yang harus dibuktikan secara ilmiah. Pangan fungsional terutama hasil dari proses fermentasi dinilai mampu mengatasi berbagai dampak pola makan yang berkaitan dengan meningkatnya berbagai macam penyakit, terutama penyakit degeneratif. Definisi pangan fungsional menurut The International Life Sciences Institute (ILSI) dalam Handito et al. (2020) adalah pangan yang karena mengandung senyawa yang aktif secara fisiologis, dapat memberikan keuntungan kesehatan di luar zat-zat gizi dasar. Sedangkan Badan Peneliti Obat dan Makanan (BPOM) menetapkan definisi pangan fungsional sebagai pangan olahan yang mengandung satu atau lebih komponen fungsional yang berdasarkan kajian ilmiah mempunyai fungsi fisiologis tertentu, terbukti tidak membahayakan dan aman bagi esehatan (BPOM, 2005). Karena pangan fungsional bukan sebagai treatment yang efeknya harus dirasakan segera seperti halnya obat, maka pangan fungsional hanya berfungsi sebagai pengurang resiko terhadap penyakit, manfaatnya dirasakan perlahan dan bertahap.
Peningkatan Keterampilan Pembuatan Soygurt Nangka Berempah Bagi Siswa SMA Muhammadiyah 4 Kendal Anisa Rachma Sari; Antonia Nani Cahyanti; Bhisma Aulia Rahman; Shania Dara Puspita
TEMATIK Vol. 5 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v5i1.11028

Abstract

Keterbatasan sumber daya guru di SMA Muhammadiyah 4 Kendal menyebabkan keterampilan siswa untuk berwirausaha kurang mewadahi dalam memperkuat kompetensi lulusan yang tidak melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi. Tujuan kegiatan adalah mensosialisasi dan mendemonstrasikan pembuatan soygurt nangka berempah sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa. Metode pelaksanaan kegiatan dimulai dengan survei, koordinasi, persiapan, pembagian kuisioner pre-test, penyampaian materi, mendemonstrasi pembuatan soygurt nangka berempah serta evaluasi kegiatan melalui pembagian kusioner post-test dan meminta testimoni kegiatan serta produk pada peserta. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 10,26% setelah mengikuti kegiatan tersebut. Peserta dengan tingkat pemahaman sangat tinggi meningkat sebesar 33,33%. Bioteknologi pangan yang ditawarkan dalam kegiatan dapat menarik sebanyak 35,71% siswa untuk berwirausaha. Berdasarkan hasil dari kegiatan yang telah dilakukan, peserta yang awalnya belum mengerti dan belum pernah membuat soygurt nangka berempah menjadi lebih memahami dan menjadi memiliki gambaran dalam pembuatan soygurt nangka berempah.
Sosialisasi Pembuatan Abon Dan Petis Ikan di Smkn 4 Kendal Maria Sudjatinah; Iswoyo; Cornelius Hari Wibowo; antonia nani cahyanti
TEMATIK Vol. 5 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tematik.v5i2.12101

Abstract

Telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMK N 4 Kendal yang terletak di Jl, Raya Soekarno Hatta, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Mitra dipilih, cocok dalam kegiatan pengabdian karena mempunyai beberapa program keahlian salah satunya Tata Boga, dan kegiatan ini relevan dengan tujuannya untuk meningkatkan softskill dan hardskill para siswa di sekolah tersebut. Dipilih pengolahan ikan lele menjadi abon dan petis lele untuk memberikan wawasan dalam meningkatkan nilai tambah lele segar dengan menggunakan peralatan yang sederhana namun menerapkan teknologi pengolahan pangan hasil perikanan dalam memperpanjang daya simpan ikan yang akan berdampak terhadap nilai ekonomi dan efisiensi pemanfaatan hasil perikanan. Hasil kegiatan ini adalah sebagian siswa yang awalnya belum memahami dan belum pernah membuat abon dan petis ikan lele menjadi lebih memahami dan menjadi memiliki gambaran dalam pembuatan produk tersebut. Inovasi berikut teknologi pembuatan yang disampaikan memberikanmotivasi bagi siswa untuk membuat dan mengembangkan pengolahan ikan lele khususnya
Edukasi Bahaya Penggunaan Styrofoam, Resiko Kesehatan   dan Mitigasinya untuk Siswa SMK N 4 Kendal Cornelius Hari Wibowo; Maria Sudjatinah; Iswoyo; Antonia Nani Cahyanti
TEMATIK Vol. 6 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tematik.v6i1.13153

Abstract

Penggunaan styrofoam (polistirena busa) sebagai wadah makanan sangat umum karena keunggulan praktis dan ekonomisnya. Namun material ini berpotensi melepaskan monomer berbahaya seperti stirena dan benzena yang berdampak negatif bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Studi awal di SMKN 4 Kendal menunjukkan bahwa 67,7% siswa belum memahami bahaya umum styrofoam, 97,1% tidak mengetahui kandungan bahaya penyusunnya dan 76,5% tidak menyadari resiko kesehatannya. Tingkat pengetahuan yang rendah ini mendasari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi komprehensif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan lingkungan siswa melalui intervensi edukasi oleh tim multidisiplin dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang. Metode pelaksanaan melibatkan observasi awal, persiapan materi dan penyampaian materi (sosialisasi) kepada 34 siswa kelas XII, diikuti evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-tes. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pasca-sosialisasi. Pemahaman siswa tentang bahaya umum meningkat dari 32,4% menjadi 100%, pengetahuan tentang kandungan bahan penyususn meningkat dari 2,9% menjadi 100% dan kesadaran akan resiko kesehatan jangka pendek/panjang meningkat dari 23,5% menjadi 100%. Data ini mengindikasikan bahwa metode sosialisasi yang diterapkan sangat efektif dalam transferinformasi, menegaskan keberhasilakn program dalam meningkatkan kesadaran kritis siswa terhadap bahaya styrofoam dan cara penggunaan yang aman. Kata kunci : styrofoam, wadah makanan, bahaya kesehatan, sosialisasi, pengabdian masyarakat