Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Guru Akidah Akhlak dalam Pembentukan Akhlak Siswa di Mts Ma’arif Karangasem Bali Ali Mustofa; Ali Firman Ali Firman
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2021): Maret
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v12i1.43

Abstract

Akhlak adalah suatu yang sangat penting. Penelitian ini membahas penerapan strategi pembelajaran guru akidah akhlak dalam pembentukan akhlak siswa di MTs Ma’arif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi guru akidah akhlak, akhlak siswa, dan faktor pendukung dan penghambat dalam pembentukan akhlak. Untuk mendapatkan jawaban terhadap permasalahan di atas maka penulis melakukan penelitian dengan kualitatif, Setelah melakukan analisis terhadap data yang diperoleh maka hasilnya menunjukkan adanya peningkatan akhlak siswa di MTs Ma’arif, yang meliputi sifat al-amanah (setia, jujur dan dapat dipercaya), al-wafa (menepati janji), tawadhu’ (rendah hati) dan benar/jujur. Semua itu bisa dicapai melalui penerapan strategi pembelajaran dengan berbagai macam strategi pembelajaran yaitu strategi pembelajaran langsung, inkuiri dan kooperatif. Adapun proses penerapan strategi pembelajaran tersebut yang secara umum dilakukan melalui tiga tahap yaitu tahap permulaan (praintruksional), tahap pengajaran (intruksional) dan tahap penilaian tindak lanjut.Implikasi dalam penelitian ini adalah, berbagai proses penerapan strategi pembelajaran guru akidah akhlak dalam pembentukan akhlak siswa di MTs Ma’arif harus tetap diterapkan, dan ditingkatkan dengan berbagai kreativitas yang mampu menunjang proses pembinaan akhlak mulia bagi peserta didik. Selain itu, upaya maksimal yang telah dilakukan guru akidah akhlak dalam pembentukan akhlak mulia peserta didik juga perlu inovasi dengan semakin menggali potensi-potensi sumber daya pendidikan yang ada guna pembinaan yang berkelanjutan. Dukungan seluruh aspek pendidikan hendaklah sejalan dengan program pembentukan yang dilakukan guru akidah akhlak, turutama keteladanan, pembiasaan dan pengawasan dalam lingkungan keluarga, masyarakat dan sekolah.
METODE KETELADANAN PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Ali Mustofa
CENDEKIA: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Hasan Jufri Bawean

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37348/cendekia.v5i1.63

Abstract

Based on phenomena At present, children experience an exemplary crisis. This happened because, at least the mass media raised the theme of exemplary figures for children. Television shows, for example, are dominated by entertainment programs in various variations, soap operas, or celebrity gossip shows that cannot be expected to provide examples of Islamic life as a whole. In this exemplary crisis, educators are an important base. Therefore, educators must have high awareness, to be role models in the process of forming Islamic moral character of children. The results of this study prove that: exemplary in education is an effective method / way of preparing children in terms of morals, mental and social. Psychologically exemplary as a method of Islamic education because it sees basically human beings from a young age already have a sense of wanting to imitate the movements or behavior of parents, teachers, and the environment. In this regard parents are required, the teacher has qualities that are exemplary as practiced by the Prophet. like the nature of patience, affection, morality, tawadhu ', zuhud and just.
Tafsir Surat Ar-Rahman Ayat 1-4 : Karakteristik Guru Ali Mustofa; Ragil Saifulloh
Qolamuna : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2017): Juli 2017
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.332 KB)

Abstract

Artikel ini membahas karakteristik guru dalam pendidikan Islam perspektif tafsir al-Qur’an surat ar-Rahman ayat 1-4 yaitu; pada ayat 1, maka dapat diketahui karakteristik seorang guru yang berjiwa Rahman terhadap murid dan berhati ikhlash dalam menjalankan tugas mengajarnya. Pada ayat 2, dapat diketahui bahwa seorang guru selain berjiwa rahman dalam menjalankan tugas mengajarnya juga dituntut untuk berilmu (‘aalim) atau menguasai materi yang diajarkan pada murid, termasuk menguasai berbagai metode dalam ilmu pendidikan. Pada ayat 3, kita ketahui bahwa guru yang baik ialah orang sabar dan suka menasehati, memberi pengertian, mengingatkan muridnya yang terlanjur bersalah atau melanggar. Pada ayat 4, guru berkarakteristik sebagai seorang perancang pengajaran (Designer of instruction), yaitu seorang guru berperan aktif dalam mengarahkan murid atau peserta didiknya kepada target yang akan dicapai dalam pembelajaran. Kata Kunci: Karakteristik Guru, Surat Ar-Rahman 1-4
The Implementation of Jigsaw to Improve Madrasah Tsanawiyah Students’ Fiqih Achievement Qurrotul Ainiyah; Ali Mustofa
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 4 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v14i4.2331

Abstract

Learning fiqih needs more time to make students understand and practice it. One of the successes of learning process is learning model. Jigsaw as leaning model causes students actively involved in learning process therefore, it increases their cognitive, affective, and psychomotor ability. This research was aimed to describe the implementation of jigsaw as model and the improvement of students’ fiqih ability at a private Madrasah Tsanawiyah Mojokerto. This study used qualitative descriptive. The data was collected by observation, documentation, and interview.  Data then was analyzed with interactive model, such as collecting, display, condensation, and verification data. The research result were the implementation of the model consisted of five stages, namely identification of problems; representation of problems; implementation of problem solving plans, implementing plans and assessing solution results. The results were the cognitive aspect (knowledge) was increasing students learning achievement in terms of their daily test scores. The affective aspect (attitude) was the student became more enthusiastic in participating the teaching and learning process. Meanwhile, from the psychomotor aspect (skills) was the students became more self-confidence to appear in front of the class. The conclusion is the implementation of jigsaw in fiqih learning is in accordance with theory, and it causes the students are more accomplished.