Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Gravitasi

Pengukuran Frekuensi Alami Tanah dan Bangunan Akibat Gempabumi Dengan Menggunakan Alat Accelerometer di Kota Palu Fadil, Muhammad; Rusydi, M.; Sabhan, Sabhan
Gravitasi Vol. 15 No. 2 (2016)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/gravitasi.v15i2.9430

Abstract

ABSTRAK Telah di lakukan penelitian untuk mengetahui nilai frekuensi alami tanah dan bangunan serta untuk mengetahui potensi terjadinya resonansi yang di alami oleh bangunan di Kota Palu, khususnya di bagian timur Sungai Palu. Pengukuran dilakukan terhadap mikrotremor menggunakan alat Accelerometer. Pengolahan data menggunakan program Geopsy dengan analisis HVSR (Horizontal To Vertical Spectral Ratio). Nilai rata-rata frekuensi alami bangunan mempunyai nilai frekuensi alami sekitar (1,1 – 3,1) Hz. Ada 70.59% bangunan yang sisanya berpotensi mengalami resonansi.Kata Kunci: Frekuensi, Mikrotremor, Accelerometer.
Penentuan Currie Point Depth (CPD) Pada Lapangan Panasbumi Daerah Bora Provinsi Sulawesi Tengah Menggunakan Data Geomagnet (Magnetik) Wahyulani, Sri; Efendi, Rustan; Sabhan, Sabhan
Gravitasi Vol. 16 No. 1 (2017)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.219 KB) | DOI: 10.22487/gravitasi.v16i1.9470

Abstract

ABSTRAK Penelitian untuk mengetahui sumber Currie Point Depth (CPD) lapisan bawah permukaan yakni kedalaman atas (Zt), kedalaman tengah (Zo) dan kedalaman basal (Zb) telah dilakukan di Lapangan PanasBumi Bora, Kabupaten Sigi Biromaru dengan menggunakan analisis spektrum data geomagnet. Tahapan dalam pengukuran anomali magnet adalah akuisisi data lapangan, koreksi IGRF dan koreksi variasi harian, dan pembuatan peta kontur anomali. Nilai anomali magnet tinggi (1700 nT) dan anomali magnet rendah (-200) diperoleh berdasarkan peta kontur anomali magnet. Teknik yang digunakan dalam peneliian ini adalah analisis spektrum untuk memperoleh kedalaman diperoleh dai sema lintasan untuk kedalaman atas, kedalaman tengah dan kedalaman basal adalah berturut-turut sebesar -1,15 km, -4,00 km dan 3,57 km. Kata Kunci : anomali magnetik, Analisis Spektrum, Currie Depth Point (CPD)
Determination ofCoherenceandPhaseDifferencebetween Wind versus Current60 mand Current 60 mversusCurrent 100 mUsingCrossCorrelation in OmbaiStrait, East Nusa Tenggara Sabhan, Sabhan
Gravitasi Vol. 13 No. 1 (2014)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/gravitasi.v13i1.4442

Abstract

Abstract   Data analysis was performed to see coherence and phase difference between the wind versus current 60 m and current 60 m versus current 100 m using cross correlation in Ombai Strait, East Nusa Tenggara. Velocity components U and V of wind and current of wind data and the current were filtered in order to obtain new data on the initial data at any position of t from xt-n  to xt+n. Energy spectrum density of the filter result is determined to examine the fluctuations of wind energy and real currents. Cross-correlation between wind versus current 60 m and current 60 m versus current 100 m is to determine the coherence and the phase difference of the data with the same time interval. Low coherence values in the cross-correlation between the Zonal Wind and the Zonal current at a depth of 60 m indicates that the fluctuations between the Zonal Wind and the zonal current depth of 60 m does not have a strong correlation with the largest coherence value that is 0.55 with a time leg 34 days. With fluctuation current at a depth of 60 m precedes wind fluctuation with a phase difference of 34 days. Keywords: coherence, phase difference, Ombai Strait