Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Implementasi pembiasaan pesantren untuk pembentukan karakter religius anak di lembaga pembinaan kelas IIa Bandung Sulistijaningsih, Sri; Nurikhsan, Juntika; Nurdin, Encep; Sabri, M.
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 4 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020243513

Abstract

Pendidikan karakter merupakan dasar bagi suatu bangsa untuk mampu bertahan ditengah perkembangan zaman. Bangsa yang memiliki karakter kuat akan mampu mencapai puncak peradaban dunia. Saat ini banyak anak muda mengalami penurunan karakter akibat pergaulan yang tidak tepat sehingga berakhir di Lembaga pembinaan khusus anak kelas IIA Bandung. Tujuan pembinaan adalah kegiatan untuk meningkatkan kualitas, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, intelektual, sikap dan perilaku, pelatihan keterampilan, profesional, serta kesehatan jasmani dan rohani. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa anak binaan di LPKA IIA Bandung mengalami banyak tantangan dalam proses pembiasaan karakter religious. Hal ini terjadi karena mereka tidak terbiasa untuk melakukan kegiatan berbasis keagamaan sebelumnya. Dengan meningkatnya karakter religius anak binaan berbasis pesantren, diharapkan akan menjadi lebih produktif dan menjadi warga negara bertanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan program pembinaan karakter di lembaga-lembaga serupa, serta memberikan rekomendasi untuk peningkatan kualitas pembinaan karakter religius di Indonesia.
ENERGY ABSORPTION AND DEFORMATION PATTERN ANALYSIS OF CRASH BOX WITH TAPERED WALL ANGLE AND TRIGGER CIRCLES UNDER QUASI-STATIC LOADING M. Sabri; Otniel Wahana Christian Simanjuntak
DINAMIS Vol. 11 No. 1 (2023): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/dinamis.v11i1.12156

Abstract

Crash box merupakan sistem keselamatan pasif yang digunakan untuk mengurangi tingkat keparahan kecelakaan yang dialami penumpang atau bagian kendaraan yang vital akibat tabrakan. Penelitian ini meninjau pengaruh variasi sudut tirus dinding dan trigger circles pada crash box berpenampang lingkaran (circular) terhadap penyerapan energi dan pola deformasi pada uji simulasi pembebanan quasi-static. Penelitian dilakukan dengan software berbasis Finite Element Method (FEM). Variasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu crash box dengan sudut tirus 1° dan 5,7° dan letak trigger circles A, B, C dan D dengan material crash box Aluminium 6061-T4. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pola deformasi yang terbentuk adalah pola aksial dengan mode campuran (concertina + diamond). Deformasi mode campuran terjadi pada crash box sudut tirus 1° dan 5,7°. Penyerapan dengan kemampuan menyerap energi terbesar pada crash box dengan sudut tirus (α) 5,7° sebesar 3124,0 J.
BUKTI AWAL PERSEBARAN BUDAYA AUSTRONESIA DI SESE, SULAWESI BARAT: TINJAUAN BERDASARKAN DATA ARKEOLOGI Nani Somba; Chalid AS; Hasrianti; Andi Muhammad Yusuf; M. Sabri; Ersa Dwi Saputra; Syahruddin Mansyur
Naditira Widya Vol. 17 No. 2 (2023): Naditira Widya Volume 17 Nomor 2 Oktober Tahun 2023
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian terhadap sebaran situs-situs dengan indikasi tinggalan arkeologis dari bangsa penutur bahasa Austronesia di Mamuju selama ini fokusnya di sepanjang daerah aliran sungai Karama. Sejumlah situs di daerah aliran Sungai Simboro juga mengandung data arkeologi semacam, tetapi belum ada penelitian arkeologi yang dilakukan di sini. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persebaran budaya Austronesia di daerah aliran Sungai Simboro, terutama di kawasan Sese. Pengumpulan data primer dilakukan dengan survei arkeologi di lima situs terbuka yaitu, Gattungan, Demmanapa, Koronganak, Talopi, dan Kayu Colo, serta perekaman koordinat situs-situs memakai global positioning system. Selanjutnya, titik-titik koordinat diolah untuk membuat peta sebaran situs menggunakan software pemetaan geographic information system. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui studi pustaka dan arsip, serta wawancara terbuka terhadap tokoh-tokoh masyarakat lokal. Analisis data survei dilakukan secara makroskopis, serta perbandingan analogis dengan data etnografi dan kajian sumber sejarah. Hasil survei di kelima situs terbuka tersebut adalah data arkeologis berupa fragmen gerabah, fragmen keramik, beliung, batu ike (bark-cloth beater), lumpang batu, manik-manik, artefak logam, dan cangkang kerang. Fragmen gerabah ditemukan di kelima situs di Sese. Fragmen keramik ditemukan di empat situs, kecuali situs Koronganak. Alat batu ditemukan di situs-situs Gattungan, Demmanapa, dan Kayu Colo. Perhiasan berupa manik-manik ditemukan di situs-situs Gattungan dan Kayu Colo. Peralatan logam dan cangkang kerang ditemukan di situs-situs Gattungan dan Kayu Colo. Variabilitas data arkeologi dan etnografi menunjukkan karakter budaya neolitik dari masa prasejarah berlanjut hingga ke masa sejarah di kawasan Sese, dan merupakan bukti signifikan kehadiran bangsa penutur bahasa Austronesia di daerah aliran sungai Simboro. Many sites in the Simboro River basin provide potential archaeological remains of the Austronesian-speaking peoples, but no research has been carried out there. This research aims to understand the spread of Austronesian culture in the Simboro River basin, specifically in the Sese region. Primary data collection was carried out by archaeological surveys at five open sites i.e., Gattungan, Demmanapa, Koronganak, Talopi, and Kayu Colo. Secondary data was collected through library and archive studies, and open interviews with local community figures. Archaeological data was analysed macroscopically, supported by analogical comparisons with ethnographic data and historical source studies. The survey yielded potsherds, stone tools including hand adzes, bark-cloth beaters, stone mortars, beads, metal artifacts, and shells. The variability of archaeological and ethnographic data shows that the neolithic cultural characteristics from the prehistoric period continued into the historical period in the Sese area and is significant evidence of the presence of Austronesian-language speakers in the Simboro River basin.