Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

TARI TABUT SEBAGAI MANIFESTASI BUDAYA MASYARAKAT KOTA BENGKULU SYIELVI DWI FEBRIANTY; NINON SYOFIA
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 6, No 2 (2020): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v6i2.427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tari Tabut sebagai manifestasi budaya masyarakat Kota Bengkulu. Tari Tabut merupakan rekayasa simbolik yang bersumber dari budaya Tabut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan analisis. Teori yang digunakan adalah teori manifestasi yang dikemukakan oleh La Ode Malim dan teori budaya yang dikemukakan oleh E.B Tylor. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah mengenalkan budaya Tabut melalui tarian yang hampir selalu ditampilkan setiap tahunnya dalam perayaan Tabut dan beberapa even besar lainnya baik di dalam maupun di luar Kota Bengkulu. 
TARI TABUT SEBAGAI MANIFESTASI BUDAYA MASYARAKAT KOTA BENGKULU Syielvi Dwi Febrianty; Asril Asril; Erlinda Erlinda
Melayu Arts and Performance Journal Vol 3, No 2 (2020): Melayu Art and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v3i2.1335

Abstract

This research aims at discussing Tabut dance as the cultural manifestation of Bengkulu people. Tabut dance is a creation dance sourced from Tabut ritual, namely a ritual sourced from Syiah Islam, but it has grown and developed into the typical culture of Bengkulu people. Various rituals in Tabut were symbolically arranged into a new dance namely Tabut dance. This Tabut dance is perfomed every year in Tabut celebration and several other big events whether it’s inside the Bengkulu city or outside the city. This research is a qualitative research with descriptive and analytical natures. Result achieved in this research is that Tabut dance is the cultural manifestation of Bengkulu people based on the rituals existing on Tabut ritual that is than actualized into a creation dance.Keywords: Tabut dance, Tabut ritual, cultural manifestation, Bengkulu people.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membahas tari Tabut sebagai manifestasi budaya masyarakat Kota Bengkulu. Tari Tabut merupakan tari kreasi yang bersumber dari ritual Tabut, yaitu suatu ritual yang berasal dari Islam Syiah, tetapi telah tumbuhdan berkembang menjadi budaya khas masyarakat Kota Bengkulu. Berbagai ritusyang ada di dalam Tabut ditata secara simbolik menjadi tarian baru, yaitu tari Tabut. Tari Tabut ini ditampilkan setiap tahunnya dalam perayaan Tabut dan beberapa event besar lainnya baik di dalam maupun di luar Kota Bengkulu. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan analisis. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalahbahwa tari Tabut merupakan menifestasi budaya masyarakat Kota Bengkulu yangberakar dari ritus-ritus yang ada pada ritual Tabut yang diwujudkan dalam bentuktarian kreasi.Kata Kunci: Tari Tabut, ritual Tabut, manifestasi budaya, masyarakat Kota Bengkulu.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF BERBASIS KETERAMPILAN KERJA UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN KERJA MAHASISWA PENDIDIKAN VOKASIONAL TATA RIAS Syielvi Dwi Febrianty; Ririn Amaliah Putri Sarah; Suaida Suaida; Merdila Nuril Fahmi; Wirma Surya; Suci Fajrina
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10635

Abstract

This study is motivated by the suboptimal work readiness of students in Beauty Education, which tends to be dominated by technical skills and lacks development in social and professional aspects. The study aims to analyze the effectiveness of inclusive learning based on work skills in improving students’ work readiness. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a pretest–posttest control group. The participants consisted of 60 students divided into an experimental group and a control group, with 30 students in each group. The instruments used included a work readiness questionnaire, observation sheets, and documentation. The research procedures involved pretest administration, implementation of inclusive learning based on work skills through diverse client simulations, task differentiation, and reflective learning activities, followed by posttest administration. Data analysis was conducted using normality testing (sig. > 0.05), homogeneity testing (sig. = 0.213), paired sample t-test, independent sample t-test, and N-Gain analysis. The results showed that the average work readiness score of the experimental group increased from 65.20 to 85.40, while the control group increased from 64.80 to 74.10. The t-test results indicated a significant difference between groups (p = 0.000 < 0.05). The N-Gain score for the experimental group was 0.58 (moderate–high category), while the control group obtained 0.27 (low–moderate category). The findings conclude that inclusive learning based on work skills is effective in comprehensively improving students’ work readiness across cognitive, affective, psychomotor, and social aspects. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kesiapan kerja mahasiswa Pendidikan vokasional tata rias yang masih didominasi aspek teknis dan kurang pada aspek sosial-profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran inklusif berbasis keterampilan kerja dalam meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen pretest–posttest control group. Subjek penelitian berjumlah 60 mahasiswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing 30 mahasiswa. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner kesiapan kerja, lembar observasi, dan dokumentasi. Tahapan penelitian meliputi pretest, pelaksanaan pembelajaran inklusif berbasis keterampilan kerja melalui simulasi klien beragam, diferensiasi tugas, dan refleksi pengalaman belajar, serta posttest. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas (sig. > 0,05), uji homogenitas (sig. = 0,213), paired sample t-test, independent sample t-test, serta analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kesiapan kerja kelompok eksperimen meningkat dari 65,20 menjadi 85,40, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 64,80 menjadi 74,10. Hasil uji t menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p = 0,000 < 0,05). Nilai N-Gain pada kelompok eksperimen sebesar 0,58 (kategori sedang–tinggi), sedangkan kelompok kontrol sebesar 0,27 (kategori rendah–sedang). Simpulan penelitian ini adalah bahwa pembelajaran inklusif berbasis keterampilan kerja efektif dalam meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa secara komprehensif pada aspek kognitif, afektif, psikomotor, dan sosial.  
Eksistensi Tari Tanduak Dalam Kehidupan Sosial Dan Budaya Masyarakat Nagari Lubuak Tarok Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatera Barat Latrid Novdillah; Eva Riyanti; Auliana Mukhti Maghfirah; Syielvi Dwi Febrianty
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1377

Abstract

Penelitian ini membahas eksistensi Tari Tanduak dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Nagari Lubuak Tarok Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatera Barat. Tari Tanduak merupakan kesenian tradisional yang berakar dari gerakan silek Minangkabau. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan eksistensi Tari Tanduak dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Nagari Lubuak Tarok, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi. Analisis pada penelitian ini menggunakan teori Y. Sumandiyo Hadi yang memandang tari dari perspektif sosiologi dan antropologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Tanduak tetap eksis sebagai warisan budaya yang masih dipertahankan dan dipentaskan dalam berbagai kegiatan adat dan budaya, seperti Bakaua Adat, Batagak Panghulu, Alek Nagari, dan penyambutan tamu. Eksistensi Tari Tanduak juga terlihat dari tetap dipertahankannya unsur-unsur pertunjukan serta nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya, seperti penghormatan, kebersamaan, musyawarah, dan penghargaan terhadap warisan leluhur. Keberlangsungannya didukung oleh proses pewarisan kepada generasi muda, peran tokoh adat, seniman, masyarakat, dan pemerintah daerah. Meskipun menghadapi tantangan akibat perkembangan zaman dan berkurangnya minat generasi muda, Tari Tanduak tetap menjadi identitas budaya masyarakat Nagari Lubuak Tarok.
Minat Generasi Muda Terhadap Kesenian Tari di Desa Kuala Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Laila Luqyana; Muhammad Fikri; Firdaus Firdaus; Syielvi Dwi Febrianty
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0fdavq32

Abstract

This study aims to determine the condition of youth interest in dance arts and the factors that hinder youth interest in dance arts in Kuala Merbau Village, Pulau Merbau District, Kepulauan Meranti Regency. This research employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results showed that youth interest in dance arts is relatively low, as indicated by declining participation, irregular training activities, and reduced involvement in cultural art activities. The factors inhibiting youth interest include limited facilities and infrastructure, a shortage of dance instructors and art administrators, financial constraints, the influence of gadgets and social media, the social environment, and the lack of cultural art activities in the village. The study concludes that the low interest of young people in dance arts is influenced by various interrelated factors, requiring collaborative efforts to preserve dance arts as part of local cultural heritage.
Strategi Pemasaran Jasa Salon Dalam Menarik Konsumen Di Kota Padang Panjang Indah Mayang Sari; Syielvi Dwi Febrianty; Ririn Amaliah Putri Sarah; Idun Ariastuti
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i8.1455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi pemasaran jasa salon serta menganalisis pengaruhnya terhadap minat konsumen di Kota Padang Panjang. Keunikan penelitian ini terletak pada analisis strategi pemasaran berdasarkan klasifikasi salon kategori atas, menengah, dan bawah, sehingga menunjukkan perbedaan penerapan bauran pemasaran jasa (7P) sesuai karakteristik usaha dan segmentasi pasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pemilik salon, karyawan, dan konsumen pada Salon Oasis, Neni Anin Salon, dan Salon Umi Kaka. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap salon menerapkan strategi pemasaran yang berbeda sesuai dengan target konsumennya. Salon kategori atas menekankan kualitas layanan, fasilitas modern, dan pengalaman pelanggan; salon kategori menengah mengutamakan keseimbangan antara harga dan kualitas pelayanan; sedangkan salon kategori bawah lebih berfokus pada keterjangkauan harga dan hubungan personal dengan pelanggan. Faktor yang paling memengaruhi minat konsumen meliputi kualitas produk dan pelayanan, kesesuaian harga dengan manfaat yang diterima, kenyamanan fasilitas, efektivitas promosi, kompetensi sumber daya manusia, proses pelayanan, serta bukti fisik salon. Penelitian ini juga menemukan bahwa efektivitas strategi pemasaran ditentukan oleh kemampuan salon menyesuaikan unsur bauran pemasaran jasa dengan kebutuhan dan karakteristik segmen pasar, bukan semata-mata oleh kelengkapan fasilitas atau besarnya skala usaha.
Pelatihan Makeup Fresh Look pada Remaja Sebagai Upaya Peningkatan Kepercayaan Diri Siswi SMA 1 Pariangan Tanah Datar Syielvi Dwi Febrianty; Idun Ariastuti; Nadiatul Fitri Hasanah; Fidia Safira; Riri Gustini
Batoboh Vol 10, No 2 (2025): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v10i2.4870

Abstract

Penggunaan kosmetik pada remaja perempuan mengalami peningkatan seiring perkembangan media digital dan budaya visual. Namun, kurangnya pengetahuan mengenai teknik, etika, serta keamanan penggunaan makeup yang sesuai usia berpotensi menimbulkan dampak negatif, baik secara fisik maupun psikologis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan makeup fresh look kepada siswi SMA 1 Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, sebagai upaya meningkatkan keterampilan dasar tata rias yang sehat, proporsional, dan sesuai karakter remaja. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-edukatif melalui ceramah interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Tata Rias ISI Padangpanjang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep riasan natural, pemilihan produk yang aman bagi kulit remaja, serta peningkatan kepercayaan diri dalam berpenampilan. Pelatihan ini juga membuka wawasan peserta terhadap potensi keterampilan tata rias sebagai bagian dari pengembangan diri dan peluang ekonomi kreatif di masa depan
The Creative Efforts of the Arra’Sye Pelayangan Community in Promoting and Developing the Arab-Malay Zapin Dance in Jambi City Cynthia Pahni Maharani; Eva Riyanti; Adjuoktoza Rovylendes; Syielvi Dwi Febrianty
Melayu Arts and Performance Journal Vol 8, No 2 (2025): Melayu Arts and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v8i2.5502

Abstract

This study examines the creativity of the Arra’sye Pelayangan community in developing the Arab-Malay Zapin dance in Jambi City. The Arab-Malay Zapin is a performing art resulting from the cultural interaction between Arab and Malay traditions, carrying strong historical, aesthetic, and religious values within the Pelayangan community. The aim of this research is to analyze the creative strategies employed by the community to preserve and further develop the dance so that it remains relevant within contemporary cultural contexts. This study utilizes a qualitative approach with data collected through interviews, observation, and documentation. The analysis is based on theories of creativity and dance form. The findings show that the Arra’sye Pelayangan community has introduced innovations in movement structure, floor patterns, musical accompaniment, costumes, and performance presentation while maintaining the authenticity of traditional values. The community also ensures regeneration through regular training and by involving local youth in various performances. Additionally, contemporary adaptations in aesthetics and staging are implemented to enhance the appeal of the dance to younger audiences. These creative efforts demonstrate that traditional performing arts can continue to grow through a balanced approach that integrates cultural preservation with contemporary artistic needs.