Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Buletin Utama Teknik

EVALUASI KEKUATAN DAN KEKAKUAN BEKISTING DINDING GESER AKIBAT TEKANAN LATERAL BETON SEGAR PADA PROYEK PODOMORO CITY DELI MEDAN Eva Marsella Simaibang; Irwan Irwan; Kamaluddin Lubis; Nuril Mahda; Denny Meisandy Hutauruk
Buletin Utama Teknik Vol 18, No 2 (2023): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton membutuhkan suatu bekisting untuk mendapatkan bentuk dan ukuran yang direncanakan. Perencanaan pembuatan bekisting beton harus memperhitungkan kekuatan dan kekakuan dari bekisting beton tersebut akibat gaya-gaya yang ditimbulkan dari penuangan beton segar ke dalam bekisting. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengevaluasi kekuatan dan kekakuan bekisting dinding geser akibat tekanan lateral beton segar pada saat pekerjaan pengecoran berlangsung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi (pengamatan) langsung di lapangan serta mencari data dari perusahaan yang melaksanakan proyek. Pemeriksaan kekuatan, kekakuan, dan tegangan geser pada bekisting dinding geser ditinjau dari perhitungan berdasarkan SK-SNI T-15-1991-03. Hasil penelitian menunjukkan dari  tinjauan syarat kekuatan dengan jarak tiang vertikal, l = 250 mm lizin = 348,583 mm, dengan jarak perangkai yaitu l1 = 350 mm, l2 = 900 mm, l3 = 1100 mm lizin =1570,125 mm dan  jarak pen pusat l =750 mm lizin = 1241,293 mm. Berdasarkan tinjauan syarat kekakuan dengan jarak tiang perangkai (l) = = 250 mm lizin = 275,879 mm, dengan jarak perangkai yaitu l1 = 350 mm, l2 = 900 mm, l3 = 1100 mm lizin = 1644,372  mm dan jarak pen pusat (l) =750 mm lizin = 1115,878  mm. Berdasarkan perhitungan tegangan geser pada tiang vertikal τ = 10,3 N/mm2 τizin = 21,20 N/mm2, sedangkan pada tiang perangkai τ = 12,264 N/mm2 τizin = 100 N/mm2. Dengan demikian syarat kekutan, kekakuan, dan tegangan geser pada bekisting dinding geser terpenuhi.
RASIO INELASTIS STRUKTUR GEDUNG TIDAK SIMETRIS HORIZONTAL AKIBAT GETARAN GEMPA Denny Meisandy Hutauruk
Buletin Utama Teknik Vol 13, No 3 (2018): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab utama terjadinya torsi pada bangunan selama getaran gempa terjadi ialah akibat tidak simetrisnya distribusi massa dan kekakuan. Elemen penahan lateral harus mampu menahan berbagai jenis karakterisik gempa yang terjadi. Kurva backbone (backbone curve) dan gabungan kurva histeresisnya (hysteretic curve) menggambarkan model serbaguna dari perilaku siklik struktur beton bertulang dan memodelkan perilaku penurunan regangan selama pemberian beban. Parameter pembentuk kurva backbone diantaranya ialah kapasitas rotasi plastis. Pada penelitian ini akan dilakukan studi parametrik pada model bangunan dengan elemen penahan lateral berupa dinding geser dengan variasi eksentrisitas kekakuan yang dipengaruhi kapasitas rotasi plastis secara 2D untuk melihat rotasi struktur melalui tinjauan rasio simpangan inelastis yang terjadi pada dinding fleksibel (flexible wall) dan dinding yang lebih kaku (stiff wall). Perbedaan simpangan pada kedua dinding (fleksibel dan kaku) meyebabkan rotasi pada lantai. Struktur tersebut akan dianalisis dengan program Ruaumoko dalam kondisi inelastis dengan metode analisis time history dan diberikan eksitasi gempa. Rasio simpangan inelastis pada sisi kaku dapat mencapai 27% dan pada sisi fleksibel dapat mencapai 20%.