Yurnalis Yurnalis
Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Padangpanjang Jln. Bahder Johan Padangpanjang. 27128

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Bentuk Pertunjukan dan Makna Teks Seni Tutur Bak'ba dalam Masyarakat Desa Simpang Parit Kabupaten Merangin Provinsi Jambi Lirna Viony; Asril Asril; Yurnalis Yurnalis
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 27, No 1 (2025): Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ekspresi.v27i1.4661

Abstract

Bak’ba merupakan salah satu seni bertutur kata yang tumbuh dan berkembang di Desa Simpang Parit. Bak’ba termasuk pada jenis sastra lisan berupa pantun yang dinyanyikan dengan irama. Bak’ba berfungsi sebagai media menyampaikan pesan dan media hiburan. Awalnya, pertunjukan Bak’ba hanya diiringi dengan gendang Melayu. Seiring berjalannya waktu, Bak’ba mengalami perkembangan dalam bentuk penambahan alat musik seperti viul, gong, dan ketuk. Teks pantun yang disampaikan dalam Bak’ba menggunakan bahasa daerah Desa Simpang Parit yang mengandung makna tentang percintaan, kesedihan, kegembiraan, sindiran, nasihat-nasihat kehidupan maupun informasi teraktual yang ada di lingkungan masyarakat Desa Simpang Parit. Penelitian ini mengkaji tentang Bentuk Pertunjukan dan Makna Teks Seni Tutur Bak’ba dalam Masyarakat Desa Simpang Parit, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk pertunjukan dan makna teks seni tutur Bak’ba. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara observasi, dokumentasi, dan wawancara di lapangan untuk mendapatkan hasil penelitian sesuai konteks yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang bentuk pertunjukan meliputi unsur dan struktur pertunjukan dan makna yang terkandung pada teks seni tutur Bak’ba memiliki makna denotatif dan makna konotatif. Kata kunci: Bak’ba, Bentuk Pertunjukan, Makna Teks
Struktur Musikal dan Fungsi Sosial Gandang Sarunai di Kabupaten Solok Selatan Dika Rizki Anshari; Sriyanto Sriyanto; Yurnalis Yurnalis
Jurnal Musik Etnik Nusantara Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v6i1.30920

Abstract

Gandang Sarunai merupakan salah satu kesenian tradisional Minangkabau yang masih bertahan dalam kehidupan masyarakat Solok Selatan. Kesenian ini memadukan permainan instrumen gandang sebagai pengatur ritme dan sarunai sebagai pembawa melodi dalam berbagai aktivitas adat dan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur musikal Gandang Sarunai serta menganalisis fungsi sosialnya dalam kehidupan masyarakat Solok Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan seniman, tokoh adat, serta masyarakat pendukung, dan studi dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur musikal Gandang Sarunai dibangun melalui hubungan ritmis antara gandang dan melodi improvisatif sarunai yang bersifat fleksibel sesuai konteks pertunjukan. Struktur penyajiannya terdiri atas bagian pembuka, pengembangan, klimaks, dan penutup. Dalam kehidupan masyarakat, Gandang Sarunai memiliki fungsi sosial sebagai sarana pengiring upacara adat, media hiburan, sarana pewarisan nilai budaya, penguat solidaritas sosial, serta penanda identitas budaya masyarakat Solok Selatan. Keberadaan kesenian ini menunjukkan bahwa musik tradisional tetap memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan budaya di tengah perubahan sosial masyarakat modern.