Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Uji Kekuatan Tarik Komposit Epoksi Diperkuat Serat Daun Nanas (Ananas comosus) Berdasarkan Variasi Fraksi Volume Serat Boangmanalu, Eka Putra Dairi; Saragi, Jandri Fan HT; Pratama, Angga Bahri; Sahat, Sahat; Bangun, Positron
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i2.507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi fraksi volume serat daun nanas (10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%) terhadap sifat tarik komposit berbasis resin epoksi. Serat daun nanas terlebih dahulu diberi perlakuan alkali menggunakan larutan NaOH 5% untuk meningkatkan kekasaran permukaan dan adhesi dengan matriks. Proses pembuatan spesimen dilakukan dengan metode hand lay-up, dan pengujian tarik mengacu pada standar ASTM D638. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan fraksi volume serat hingga 30% menghasilkan kekuatan tarik maksimum sebesar 49,3 MPa. Nilai modulus Young juga meningkat hingga fraksi tersebut, kemudian menurun pada komposisi serat yang lebih tinggi akibat terbentuknya void dan aglomerasi serat.
Pengurangan Setup dan Penentuan Ukuran Lot Sistem Produksi Pengolahan Kopi Ekspor dengan Model Integrasi Sitompul, Sahat Dapottua; Sahat, Sahat; Sihite, Josef Franklin
Journal of Collaborative Industrial Management (JCIM) Vol. 1 No. 4 (2025): Journal of Collaborative Industrial Management
Publisher : Publika Bersama Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada 10 tahun terakhir ini persaingan antar perusahaan (entitas bisnis) semakin tajam. Perusahaan berupaya secara terus menerus menekan biaya produksi dan meningkatkan kualitas produknya. Pengembangan kerjasama dengan pemasok merupakan salah satu upaya yang banyak dilakukan perusahaan untuk mencapai maksud tersebut. Sekarang ini tidak ada satu perusahaan pun yang dapat membuat produknya tanpa keterlibatan pemasok. Kerjasama dalam penentuan kebijakan pada perusahaan pemasok dan pemanufaktur dalam hal persediaan menciptakan suatu jaringan sistem produksi (production system network (PSN)) yang memiliki pola hubungan kolaboratif (collaborative relationship). Hubungan ini menciptakan suatu inovasi dalam sistem manufaktur yang tentunya membawa manfaat bagi kedua belah pihak. Koordinasi antara pemasok dan pemanufaktur dalam penentuan kebijakan persediaan diperlukan agar perusahaan dapat menghemat biaya, terutama pada biaya setup per unit, biaya pemesanan per unit, dan biaya transportasi per unit. Penentuan kebijakan persediaan sebagai hasil kerjasama antara pemasok dan pemanufaktur menciptakan perlunya penentuan ukuran lot gabungan. Tujuan penelitian adalah mendapatkan model penentuan ukuran lot gabungan yang memperhitungkan aspek pengurangan setup dan perbaikan kualitas produksi. Hasil peramalan permintaan dimasa yang akan merupakan dasar perhitungan dalam perencanaan produksi, pengendalian inventory dan menghitung biaya pengadaan bahan baku yang paling ekonomis.
Thermal Effectiveness Analysis of Lube Oil Cooler Fan with Capacity of 40.332 Kg/S with Pressure of 5 Bar Pratama, Angga Bahri; Razak, Abdul; Sahat, Sahat; Manurung, Nelson; Ginting, Berta Br; Sinaga, Franklin Taruyun Hudeardo; Zumhari, Zumhari
Journal La Multiapp Vol. 7 No. 3 (2026): Journal La Multiapp
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamultiapp.v7i3.841

Abstract

The Lube Oil Cooler Fan is an essential component in the lubrication system of a gas turbine because it maintains lubricating oil temperature within a safe operating range. This study aims to analyze the thermal performance and effectiveness of the Lube Oil Cooler Fan on Gas Turbine GT 1.1 at PT XYZ. The study employed a descriptive quantitative approach using field observation data and heat transfer calculations. The analysis was conducted through the Log Mean Temperature Difference method and heat exchanger effectiveness approach by considering fluid temperature changes, mass flow rates, thermophysical properties, flow characteristics, convective heat transfer coefficients, overall heat transfer coefficient, heat transfer rate, and thermal effectiveness. The results show that the lubricating oil temperature decreased from 61°C to 49°C, while the cooling air temperature increased from 32°C to 53.5°C. The tube side heat transfer coefficient was 40.71 W/m²°C, the shell side heat transfer coefficient was 308 W/m²°C, and the overall heat transfer coefficient was 30.61 W/m²°C. The calculated heat transfer rate was 992.57 W or approximately 0.993 kW. The lubricating oil was identified as the minimum heat capacity fluid, with a heat capacity rate of 33.13 kW/°C. The thermal effectiveness of the Lube Oil Cooler Fan was 41.4%, indicating that the cooler was able to perform its cooling function, although its performance remained moderate. Routine monitoring, stable airflow control, and periodic cleaning are recommended to improve thermal performance.
Efficiency and Performance Analysis of the Design and Construction of a 30 Kg/Hour Coffee Grinding Machine Sinaga, Franklin Taruyun Hudeardo; Saragi, Jandri Fan HT; Boangmanalu, Eka Putra Dairi; Pratama, Angga Bahri; Sahat, Sahat
Journal La Multiapp Vol. 7 No. 3 (2026): Journal La Multiapp
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamultiapp.v7i3.1416

Abstract

This study aims to evaluate the performance of a disk mill coffee grinding machine with a design capacity of 30 kg per hour for small and medium scale coffee processing. The machine was developed as a practical gasoline powered grinder to support coffee processing activities, particularly in areas where access to electricity may be limited. A performance test was conducted using roasted coffee beans with three input loads, namely 500 g, 750 g, and 1000 g. The observed parameters included grinding time, grinding capacity, product yield, residual material, material loss, material conversion efficiency, energy efficiency, and grinding quality based on particle size distribution. The results show that the machine achieved an average grinding capacity of 29.68 kg per hour, which is close to the intended capacity of 30 kg per hour. The average product yield and material conversion efficiency reached 94.55 percent, while the average material loss was 1.11 percent. However, residual material remained at 4.00 percent, indicating that the grinding chamber and discharge system still require improvement. The energy efficiency was reported at 73.8 percent, although the engine power specification needs further clarification. In terms of grinding quality, 70 percent of the particles were within the desired range of 500 to 700 micrometers. These findings indicate that the machine is technically feasible for small scale coffee production, but further refinement is needed to improve material discharge, reduce residual particles, and strengthen particle size consistency.
Evaluasi Kinerja Mesin Kiln Berdasarkan Overall Equipment Effectiveness (OEE) sebagai Dasar Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) di PT XYZ Bahri Pratama, Angga; Boangmanalu, Eka Putra Dairi; Sahat, Sahat; Saragi, Jandri Fan HT
IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Vol 5 No 1 (2026): April
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajtma.v5i1.425

Abstract

The kiln machine demonstrates high operational effectiveness and infrequent breakdowns; however, this performance does not correlate linearly with the resulting product quality. The presence of yield losses—the discrepancy between actual specification-compliant output and total output—indicates production inefficiency, particularly regarding quality. This study aims to analyze the effectiveness of the kiln machine in activated carbon production at PT. XYZ uses the Overall Equipment Effectiveness (OEE) approach and proposes implementing Total Productive Maintenance (TPM) to minimize losses. The methodology involves measuring three primary OEE components: Availability Ratio, Performance Efficiency Ratio, and Rate of Quality Product. Analysis results reveal an average OEE value of 64.1%, which remains significantly below the Japan Institute of Plant Maintenance ideal standard of 85%. This suboptimal OEE value is primarily driven by a low Rate of Quality Product at 56.89% due to high yield losses. By implementing TPM, the company is expected to enhance kiln machine effectiveness through structured maintenance, autonomous operator maintenance, and comprehensive operational quality optimization, thereby improving overall manufacturing productivity.
Analisis Efisiensi Turbin Pada STG-20 di PLTP XYZ Pratama, Angga Bahri; Saragi, Jandri Fan HT; Boangmanalu, Eka Putra Dairi; Sahat, Sahat
Jurnal INOVATOR Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v7i1.304

Abstract

Panas bumi merupakan salah satu sumber daya terbarukan yang paling potensial untuk Indonesia. Cara pemanfatannya adalah dengan membuat sumur dengan kedalaman mencapai titik panas bumi, lalu panas bumi tersebut dialirkan melalui pipa-pipa untuk memutar turbin agar dapat membuat generator bergerak dan menghasilkan energi listrik. Efisiensi dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara daya keluaran (output) terhadap daya masukan (input) dalam suatu proses. Efisiensi merupakan persamaan yang penting dalam termodinamika untuk mengetahui seberapa baik konversi energi yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi turbin di PLTP XYZ, kemudian dianalisis. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 8 Maret 2024 dari jam 08:00 – 12:00 WIB, dan data yang diambil atau yang dianalisis diambil berdasarkan beban generator dari yang tertinggi. Hasil dari analisis didapatkan efisiensi turbin paling besar yaitu 95,79% pada jam 10:00 WIB. Efisiensi terendah yang didapatkan terjadi pada jam 12:00 WIB, yaitu 86.92%. Efisiensi turbin yang tidak stabil dapat disebabkan oleh berbagai faktor, dan solusi untuk meningkatkan efisiensi juga bervariasi tergantung pada penyebabnya, seperti memantau kinerja turbin secara berkala, menyesuaikan aliran uap sesuai dengan beban, dan melakukan perawatan preventif secara berkala. Secara umum, kinerja turbin masih dalam kategori normal, karena efisiensi yang dihasilkan masih di atas 80%.
Uji Kekuatan Tarik Komposit Epoksi Diperkuat Serat Daun Nanas (Ananas comosus) Berdasarkan Variasi Fraksi Volume Serat Boangmanalu, Eka Putra Dairi; Saragi, Jandri Fan HT; Pratama, Angga Bahri; Sahat, Sahat; Bangun, Positron
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i2.507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi fraksi volume serat daun nanas (10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%) terhadap sifat tarik komposit berbasis resin epoksi. Serat daun nanas terlebih dahulu diberi perlakuan alkali menggunakan larutan NaOH 5% untuk meningkatkan kekasaran permukaan dan adhesi dengan matriks. Proses pembuatan spesimen dilakukan dengan metode hand lay-up, dan pengujian tarik mengacu pada standar ASTM D638. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan fraksi volume serat hingga 30% menghasilkan kekuatan tarik maksimum sebesar 49,3 MPa. Nilai modulus Young juga meningkat hingga fraksi tersebut, kemudian menurun pada komposisi serat yang lebih tinggi akibat terbentuknya void dan aglomerasi serat.