Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI GEOMETRI JALAN ANGKUT PADA PENAMBANGAN BATU ANDESIT DESA KALISARI KECAMATAN BANYUGLUGUR KABUPATEN SITUBONDO Yudho Dwi Galih Cahyono; Fiqhih Hadi Saputra
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1985

Abstract

Jalan angkut dari front penambangan menuju area crusher di PT.Bukit Kalisari Artha Makmur merupakan jalan angkut dua jalur. Setelah dilakukan pengamatan terdapat beberapa segmen pada jalan tambang yang lebar jalannya belum memenuhi standar. Melalui penelitian ini akan dilakukan Evaluasi mengenai geometri jalan angkut berdasarkan spesifikasi alat angkut terbesar yang melewati jalan tambang.selanjutnya dari Evaluasi tersebut dapat diketahui hasil yang nantinya akan digunakan untuk perbaikan jalan pada area tambang. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini meliputi evaluasi geometri jalan, serta factor yang mempengaruhi kondisi jalan sehingga jalan tersebut mengalami kerusakan.
PENGARUH PELAPUKAN TERHADAP KEKUATAN BATUAN ANDESIT Melkianus .A Tamanak; Theo Berhitu; Dandi Gusti Ode; Yudho Dwi Galih Cahyono
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1028

Abstract

Batuan adalah kompleks atau kumpulan dari mineral sejenis atau tidak sejenis yang terikat secara gembur ataupun padat. Ada beberapa jenis batuan salah satu batuan yaitu batuan andesit dimana batuan ini merupakan salah satu jenis batuan beku. Batuan andesit merupakan batuan intermediet yang terjadi hasil pendinginan magma pada permukaan bumi ataupun aktivitas gunung api akibat perbedaan suhu pada saat pendinginan. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kekuatan batuan diantaranya adalah faktor pelapukan batuan. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kekuatan batuan andesit fresh atau yang belum dipengaruhi oleh pelapukan dan batuan andesit lapuk atau yang sudah di pengaruhi oleh pelapukan. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengamatan di lapangan secara langsung dan di laboratorium untuk pengujian kuat tekan dengan menggunakan UCS (Uniaxial Compressive Strength). Beberapa sampel batuan andesit yang di ambil dari bekas tambang batu pasir di Desa Manduro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan pengujian UCS di peroleh hasil kuat tekan batuan pada sampel batuan andesit lapuk 01 sebesar 42,35 MPa, sampel 02 sebesar 41,07 MPa, sampel 03 sebesar 39,12. Sedangkan hasil kuat tekan batuan pada sampel batuan andesit fresh 01 sebesar 115,15 MPa, sampel 02 sebesar 72,73 MPa, sampel 03 sebesar 78,24 MPa. Dari hasil tersebut dapat di simpulkan bahwa perbedaan nilai kuat tekan pada batuan andesit dapat dipengaruhi oleh pengaruh pelapukan.
ANALISIS PROBABILITAS KELONGSORAN LERENG KESELURUHAN LOWWALL BERDASARKAN METODE MONTE CARLO DI PT. PERKASA INAKAKERTA, KALIMANTAN TIMUR Noche Lorensius Sairdekut; Yazid Fanani; Yudho Dwi Galih C.
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.2064

Abstract

PT. Perkasa Inakakerta adalah salah satu anak perusahaan grup dari Bayan Resource yang bergerak dalam bidang penambangan terbuka. PT. Perkasa Inakakerta terletak di kecamatan bengalon, kabupaten kutai timur, provinsi kalimantan timur. Kegiatan penambangan yang dilakukan PT. Perkasa Inakakerta dapat mempengaruhi kestabilan lereng pada wilayah penambangan. Oleh karena itu diperlukan analisis kemantapan lereng untuk mendapatkan rekomendasi faktor keamanan dan probabilitas kelongsoran. Analisa kemantapan lereng menggunakan metode kesetimbangan batas bishop. Perhitungan faktor keamanan dan probabilitas kelongsoran berdasarkan metode monte carlo dan menggunakan bantuan perangkat lunak slide 6.0. Dari hasil analisa, didapatkan rekomendasi faktor keamanan lereng dan probabilitas kelongsoran yaitu, untuk lereng tunggal rekomendasinya adalah tinggi 10 meter dan sudut 55° pada kondisi setengah jenuh dengan Faktor keamanan (deterministic = 1.186, mean = 1.175) dan nilai probabilitas kelongsoran yaitu 40.200%. Sementara untuk lereng keseluruhan lowwall, rekomendasinya pada tinggi 105 meter dengan sudut 21° pada kondisi setengah jenuh dan kondisi kering. Nilai faktor keamanan (deterministic = 1.478, mean = 1.460) dan nilai probabilitas kelongsoran = 4.3% pada kondisi setengah jenuh, dan pada kondisi kering, faktor keamanan (deterministic = 1.520, mean = 1.515) dan nilai PK = 2.3%.
Mining design and short-term production scheduling by using 3D modeler in Coal mining at PT. Internasional Prima Coal, Palaran District, Samarinda City, East Kalimantan Province Theo Berhitu; Fanani Yazid; Yudho Dwi Galih Cahyono
Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelititan dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Adhi Tama Suraba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jemt.2022.v2i2.2885

Abstract

PT. International Prima Coal is a subsidiary of a combination of two companies, namely PT. Bukit Asam (Persero) Tbk and PT. Mega Raya Kusuma which is engaged in coal mining in East Kalimantan, with an area of 3,238 hectares of Mining Business Permit in Bantuas and Handil Bakti Villages, Palaran District, Samarinda City which is planning to open a new block, namely North Eagle 3 block for the sustainability of coal production. This is the background for the author to research mining design and production schedule. This study aims to analyze resources and reserves, design mining, determine the combination of tools and monthly production scheduling. The research method used is qualitative and quantitative methods. the quantitative method will produce data such as the value of resources and reserves, slope geometry, SR (Stripping Ratio), and the amount of production per month. The qualitative method will produce data such as haul road designs, mining methods, mining sequences. Based on the results of modeling of coal deposits in the northern pit eagle 3 has 3 seams (Q050, Q070, Q080) with a total measured resource calculated by the polygon method is 726,898 tons. The design of the mining pit limit at an elevation of 0 masl is the contour of the Q070 seam structure with a total coal reserve of 66,516 tons and OB 651,952 bcm with SR 10. The haul road is made of 2 lanes with a straight road width of 9 m and a bend road width of 18 m. The form of drainage that is made is a channel with a trapezoid shape and a settling pond. The mining method used is open pit with down-dip excavation. Mining sequences and production schedules are divided into 4 mining sequences to obtain a production target of ±16,000 tons/month.
Technical Planning of Ventilation System to Support Development W Undercut in 2021 at PT. Freeport Indonesia Underground Mining Yudho Dwi Galih Cahyono
Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelititan dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Adhi Tama Suraba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jemt.2020.v1i1.1141

Abstract

Ventilation is an attempt to drain clean air into the mine and remove dirty air out of the mine. The main components of a mine ventilation system are intake, working, and exhaust. Intake is a tunnel and wells system where air flows from the surface into the mine. The purpose of the ventilation system in an underground mine is to provide and drain clean air into the mine for breathing and comfort of mine workers. Based on the Ventilation Design Criteria used by PTFI, the minimum airflow level required for every mine worker is 0.033 m3 / s / worker. Based on PTFI Ventilation Design Criteria, the minimum level in diluting smoke of heavy equipment diesel engine is 5 m3 / min or 0.08 m3 / s / kW. PT Freeport Indonesia is currently developing new underground mines namely Grasberg Block Caving (GBC) and Deep Mill Level Zone (DMLZ) which will be mined using the block caving method.
Productivity Analysis of Raisebore RB-50X for Raise Slot Drilling at Extraction level GBC PT. Freeport Indonesia R J Kakisina; Yudho Dwi Galih Cahyono
Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelititan dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Adhi Tama Suraba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jemt.2021.v2i1.2169

Abstract

PT Freeport Indonesia is the largest gold and copper mine in Indonesia, located in Mimika Regency, Papua Province. In its operation, PT. Freeport Indonesia applies two mining systems, namely open pit mining and underground mining. Underground Mine at PT. Freeport Indonesia consists of DOZ, Big Gosan, DMLZ, Kucing Liar, and GBC, with one of the methods applied by PT. Freeport Indonesia is a block caving method. The Grasberg Block Cave mine has entered the production stage since September 2018, but in its operation the GBC Mine is still developing its operational area to meet production targets (development). The development cycle (cycle development), which is the main operation carried out, namely drilling and blasting, loading transporting (mucking hauling), primary support, and secondary support. To support the main operations, it is necessary to have main support consisting of access and area, ventilation, water and water, electricity, pull of tests, surveys, and dewatering. In the blasting process at the drawbell, one free face is needed which functions as the direction of rock collapsing in the blasting process on the drawbell. Making free face or commonly known as slot raise using a rasiebore machine from PT. Redpath for slot raise drilling. Meanwhile, in the drilling stage, the slot raise has a problem that has resulted in delays in the drilling process for the RB-50X raisebore tool. The impact of the delay in making the slot raise resulted in not achieving the production target due to a delay in the blasting process, where the blasting process in the drawbell area functions to break the rock so that it falls and can be transported to the crusher to enter the rock sizing process.
PENGARUH PELAPUKAN TERHADAP KETAHANAN BATU DASIT PADA UJI KUAT TEKAN UNIAKSIAL (UCS) Erni Irmawati; Gia Cintha Olinge Soares; Maria Frumensia Gastramat; Yudho Dwi Galih Cahyono
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batuan merupakan kumpulan dari mineral yang kemudian diklasifikasikan menurut kumpulan mineral tersebut. Batuan terdiri dari beberapa jenis atau kategori berdasarkan proses pembentukannya, salah satunya adalah batuan dasit yang merupakan salah satu jenis dari kategori batuan beku. Batuan dasit merupakan batuan yang termasuk kelas intermediet yang merupakan hasil pendinginan magma di permukaan bumi ataupun adanya aktivitas gunung api yang diakibatkan oleh adanya perbedaan suhu saat pendinginan. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi ketahanan batuan antara lain adalah faktor pelapukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan ketahanan batuan dasit berdasarkan derajat pelapukannya. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengamatan di lapangan secara langsung dan uji laboratorium untuk pengujian kuat tekan dengan menggunakan UCS (Uniaxial Compressive Strength) untuk mengetahui ketahanan batuan. Sampel batuan dasit di ambil dari sekitar lokasi Air Terjun Air Besar di Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Provinsi Maluku. Berdasarkan hasil pengujian UCS di peroleh hasil kuat tekan batuan pada sampel batuan dasit segar memiliki nilai kuat tekan sebesar 42,77 MPa – 45,19 MPa, batuan dasit lapuk ringan memiliki kuat tekan sebesar 29,71 MPa – 31,32 MPa dan batuan dasit lapuk sedang memiliki kuat tekan sebesar 18,31 MPa - 22,16 MPa. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa perbedaan nilai kuat tekan pada batuan dasit dipengaruhi oleh derajat pelapukan.
Analisis Pengaruh Skala Terhadap Terhadap Uji Kuat Tekan Uniaksial Pada Batu Andesit Yudho Dwi Galih Cahyono; Lakon Utamakno; Sylvesiana Ayunida Sasti; Gabriela Vionny Yama; Muhammad Fathurrosyidi; Sigit Allobunga
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi batuan secara umum memiliki sifat homogen, kontinu dan isotrop. Namun kondisi dilapangan batuan memiliki sifat heterogen, diskontinu dan anisotrop. Kondisi ini dipengaruhi oleh perbedaan skala batuan antara di laboratorium dan di alam. Salah satu pengujian untuk mengetahui perbedaan sifat tersebut dengan melakukan uji kuat tekan uniaksial. Sedangkan batuan yang digunakan adalah batuan Andesit yang merupakan jenis batuan beku. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh skala terhadap kuat tekan uniaksial. Penelitian dilakukan di Laboratorium. Hasil  pengaruh skala terhadap kuat tekan uniaksial menunjukkan bahwa semakin besar ukuran contoh maka semakin rendah nilai kuat tekan yang diperoleh. Pada ukuran contoh 40 mm, 50 mm, dan 60 mm memiliki kekuatan batuan berturut-turut 46,592 MPa, 44.47 MPa, dan 37,83 MPa. sedangkan  tingkat pengaruhnya cukup signifikan untuk jenis batuan andesit juka dibandingkan dengan batuan dolomit yang tergolong batuan sedimen
ANALISIS KUALITAS MASSA BATUAN DENGAN METODE ROCK MASS RATING (RMR) PADA BATUGAMPING Bryan Caesar Mahaputra Beko; Jackie Angkie; Dahniel Mahmud; Johanis Aristo Rawul; Patrick Andreas Guna; Yudho Dwi Galih Cahyono
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batugamping adalah batuan sedimen yang sebagian besar disusun oleh kalsium karbonat yang berasal dari sisa-sisa organisme laut seperti kerang, siput laut, dan koral yang sudah mati. Batugamping terbentuk secara organik, secara mekanik maupun secara kimia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas massa batuan berdasarkan metode RMR pada Batugamping. Rock Mass Rating (RMR) adalah salah satu metode klasifikasi massa batuan yang digunakan untuk mengetahui kualitas suatu massa batuan (Bieniawski, 1989). Metode RMR mengacu pada 5 parameter utama yaitu kuat tekan batuan utuh, Rock Quality Designation, spasi diskontinuitas, kondisi diskontinuitas, dan kondisi air tanah sehingga mendapatkan hasil analisis untuk mengetahui kemantapan suatu lereng yang dilihat dari kualitas massa batuannya. Dari hasil penelitian nilai RMR pada tiap lereng batugamping yang didapatkan adalah 52, 57, dan 62, termasuuk dalam kelas massa batuan II dan III.
PENGARUH EFEK SKALA PADA UJI UCS DALAM MENENTUKAN KESTABILAN PILAR Yudho Dwi Galih Cahyono; Lakon Utamakno; Hendra Bahar; Heni Siska Wiyanti
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan penambangan dengan metode room and pillar menjadikan pilar sebagai penyangga. Dalam menentukan kondisi pilar yang aman maka diperlukan perihutungan yang tepat. Salah satu metode penentuan kondisi pilar yang aman maka digunakan perihitungan dari uji Uniaxial Compressive Strength (UCS)  dengan berbagai ukuran contoh. Kemudian dari hasil uji UCS dilakukan analisis kestabilan pilar untuk mendapatkan Faktor Feamanan (FK) yang stabil dengan metode Probabilitas Kemantapan (PK). Hasil perhitungan kemantapan pilar adalah untuk ukuran contoh 42 mm, probabilitas kemantapan sebesar 86 % mantap dan 11 % tidak mantap kemudian ukuran contoh 65 mm probabilitas kemantapan 76 % mantap dan 24. Sedangkan untuk ukuran contoh 95 mm probabilitas kemantapan adalah 68% mantap dan 32 % tidak mantap. Faktor yang berpengaruh dalam penilaian Probabilitas Kemantapan (PK) pada pilar  sama dengan penilaian Faktor Keamanan (FK) adalah dimensi pilar, distribusi tegangan, kekuatan pilar dan kehadiran bidang diskontinu.
Co-Authors Adhe Gusti Hotman Agus Budianto Agustinus Ghebree Tola Suryatmodjo Aldy Elriq Syahputra aldy maulana Alfian Maulana Andyel Chaeza Adya Enggiarta Anggraini, Illa Firda Anok, Klotilda Delfiana Aprilia Dwi Astuti Aprilia Dwi Astuti, Aprilia Dwi Ariyanto, Kevin Dave Arrina Khanifa Atawolo, Yuliano Eldianto Aulia, Firman Avellyn Shinthya Sari Bahar, Hendra Billi Hanok Wambukomo Bryan Caesar Mahaputra Beko Cahyadi Kamal Hidayatulloh Da Costa, Jose Ogelivio Agapito Dahniel Mahmud Dandi Gusti Ode Dewa Rizalzi Abdillah Dewi, Melly Shintia Dhymas Wahyu Tri Saputra Dias, Evie Noviany Dinoy, Edward Dony, Anggy Dessyana Dyah Aziz Suwitaningsih Eka Nurohman Hadi Prasetyono Erni Irmawati Erong, Filda Nanda Oktaviani Faath Ghifary Radlia Widodo Fanani, Yazid Fiqhih Hadi Saputra Firdausyanto, Afdol Firmansyah Firmansyah Firmansyah Fitra Alif Sairozi Gabriela Vionny Yama Gabriela Viony Yama Geri Wiranda Romadhan Gia Cintha Olinge Soares Grains Silvester Sapan Heni Siska Wiyanti Imelda Yuni Pratiwi Imelda Yuni Pratiwi Intan Lestari Iqbal Arif Frimansyah Jackie Angkie Johanis Aristo Rawul Kemong, Beny Jeckson Klotilda Delfiana Anok Kurniawan Abdullah Kusdarini, Esthi Lakon Utamakno Lakon Utamakno Lakon Utamakno Lakon Utamakno Leba, Elton Pe M. A. Tamanak Mabuat, Imelda Srilestari Makmara, Meilinda Marasabesy, Zukipli Maria Frumensia Gastramat Melkianus .A Tamanak Melly Ayu Saputri Moch Fahni Mahendra Muhammad Fathurrosyidi Nahklah Amiroh Risyda Chaq Nani, Dionesius Noche Lorensius Sairdekut Octaviana, Iva Nurul Patrick Andreas Guna Pradana, Denis Rocky Putri, Fairus Atika Redanto R J Kakisina R. H. K. Putri Rabin, Serin Ramadhani, Eka Rizky Ratih Hardini Kusuma Putri Regita Cahyani Samal Rinaldhie Guntur Dharmansyah Rumbiak, Viona Saleky, Dewy Belavista Sani, Yance Santosa, Fadel Haritsa Putra Seftian Mahendra Serin Rabin Sigit Allobunga Silva, Avelar I. N. Dc. E. Supriyanto, Adi Sutiray, Joseph Alexon Dwine Sylvesiana Ayunida Sasti Tampaty, Yohanes Gilbert Theo Berhitu Theo Berhitu Titirloloby, Aloysius Wahono, Jeremy Gievani Wahyu Saputra Wakim, Adi Paulus Wendy Muhammad Ibnu Faridh Zuhri, Syarifudin Zuhrotus Sa'adah