Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : Prologia

E-Wom Oleh Kalangan Milenial Terhadap Akun @makansampaikenyang Sebagai Pemberi Rekomendasi Kuliner Chintya Viviana; Diah Ayu Candraningrum
Prologia Vol 2, No 2 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i2.3587

Abstract

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, maka dari itu manusia selalu melakukan interaksi melalui komunikasi dengan manusia lainnya. Dalam era modern ini, kegiatan komunikasi didukung oleh adanya kemajuan di bidang teknologi dan melahirkan media baru, seperti media sosial. Adanya media sosial memungkinkan penggunanya untuk dapat mengakses informasi dengan cepat dan mudah. Kemudian muncul tokoh yang disebut sebagai food blogger sebagai akibat dari adanya perkembangan teknologi memberikan pengaruh dalam berbagai bidang, salah satunya adalah bidang kuliner, makanan kini dianggap memiliki nilai estetika dan dijadikan sebagai objek foto, kemudian diberi ulasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini yang disoroti adalah followers yang termasuk dalam generasi milenial. Simpulan yang peneliti dapatkan adalah Instagram merupakan media sosial yang sangat akrab di kalangan generasi milenial, selain itu kepopuleran food blogger tak lepas dari peranan sekelompok orang yang menjadi followersnya, hal tersebut juga didukung oleh adanya pemasaran dari mulut ke mulut, dalam konteks ini electronic word of mouth yang berperan karena pemasaran akun food blogger dilakukan oleh followers melalui media sosial Instagram. Food blogger juga berupaya melakukan interaksi melalui fitur yang ada di Instagram agar lebih akrab dengan para followersnya. 
Efektivitas Iklan Produk Burgushi Melalui Instagram Ads Terhadap Minat Beli Generasi Milenial Sugiarto Alwen Lestiono; Diah Ayu Candraningrum
Prologia Vol 6, No 1 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i1.10296

Abstract

Technological developments are increasingly developing and increasingly sophisticated. Sending a message is made easier because of social media. Initially, social media was widely used as a means of sending messages quickly, but over time social media has also been used as a means for marketing and business within a company. In this study, researchers will examine the Burgushi Restaurant. Burgushi is a restaurant that serves food in the form of sushi combined with burgers. In this case, Burgushi uses Instagram media to advertise its products. Here the author wants to examine the effectiveness of Burgushi Product Ads through Instagram Ads on Millennial Generation Purchase Interest. This study aims to measure the effectiveness of advertisements through Instagram ads in attracting millennial buying interest. The theoretical basis used is marketing communication theory, advertising, advertising effectiveness, marketing, New Media, buying interest, and Millennial Generation. The approach in this research uses quantitative research. The method in this study uses a survey research method by distributing questionnaires to millennials. The sampling technique and population were purposive sampling. The sample used in this study were 100 respondents. The data collection method used was a questionnaire and used a Likert scale. The techniques used in data processing and analysis are editing, codeting, tabulation. The data validity technique used validity test, reliability test, normality test. Perkembangan teknologi semakin berkembang dan semakin canggih. Dalam mengirim suatu pesan menjadi dipermudah karena adanya media sosial. Awalnya media sosial banyak dimanfaatkan sebagai sarana mengirim pesan dengan cepat, namun seiring berjalannya waktu sosial media juga dijadikan sarana untuk pemasaran dan bisnis dalam suatu perusahaan. Dalam penelitian ini peneliti akan meneliti Restoran Burgushi. Burgushi merupakan restoran yang menyajikan makanan berupa sushi yang di kombinasikan dengan burger. Dalam hal ini Burgushi menggunakan media Instagram dalam mengiklankan produknya. Disini penulis ingin meneliti efektivitas Iklan Produk Burgushi Melalui Instagram Ads Terhadap Minat Beli Generasi Milenial. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keefektivitasan iklan melalui Instagram ads dalam menarik minat beli kaum milenial. Landasan teori yang digunakan adalah teori komunikasi pemasaran, periklanan, efektivitas iklan, pemasaran, New Media, minat beli, dan Generasi Milenial. pendekatan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Metode pada penelitian ini menggunakan metode penelitian survei dengan cara menyebarkan angket kepada kaum milenial. Teknik pengambilan sample dan populasi adalah purposive sampling. Sample yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan menggunakan skala likert. Teknik yang digunakan dalam pengolahan dan analisis data adalah editing, codeting, tabulasi. Teknik keabsahan data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas.
Analisis Strategi Kreatif Iklan Yellow Fit di Media Sosial Instagram dalam Melakukan Positioning Sebagai “#1 Diet & Healthy Catering” Keshena Sutiady; Diah Ayu Candraningrum
Prologia Vol 6, No 1 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i1.10330

Abstract

Digitalization has changed many aspects in the business world, one of which is the world of advertising. This change makes every business actor must be able to adapt to the progress of the times so as not to be forgotten by society. Same thing with the world of advertising which has to be more creative every day. One business that applies a creative strategy is Yellow Fit. This study aims to determine the creative advertising strategy carried out by the diet food catering company Yellow Fit. The main theory used is the theory of creative advertising strategy, marketing communication, and brand positioning. The research method used is a qualitative method with a descriptive case study approach. Data collection was carried out by in-depth interviews, literature study, and observation. The results of this study indicate that Yellow Fit uses generic creative strategies and brand positioning in doing digital marketing on their Instagram social media. Digitalisasi telah mengubah banyak aspek dalam dunia bisnis, salah satunya adalah dunia periklanan. Perubahan ini membuat setiap pelaku usaha harus mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman agar tidak dilupakan oleh masyarakat. Sama hal nya dengan dunia periklanan yang harus menjadi lebih kreatif setiap hari. Salah satu bisnis yang menerapkan strategi kreatif adalah Yellow Fit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi kreatif periklanan yang dilakukan oleh perusahaan katering makanan diet Yellow Fit. Teori utama yang digunakan adalah teori strategi kreatif periklanan, komunikasi pemasaran, dan brand positioning. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, studi kepustakaan, dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Yellow Fit menggunakan strategi kreatif generik dan brand positioning dalam melakukan pemasaran digital di media sosial instagram mereka.
Analisis Resepsi Konten Berbagi Uang di Akun TikTok @Williesalim Jacobus, Gabrielle Angelica; Candraningrum, Diah Ayu
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33403

Abstract

In Indonesia, social media penetration is very significant, with 76.8% of the internet user population using social media, or equivalent to 202.35 million users. One of the most widely used platforms is TikTok, making Indonesia the second country with the largest active users in the world with 99.1 million users in 2022. One interesting phenomenon on TikTok is the trend of money-sharing content. This kind of content often attracts attention because of the element of surprise, strong emotions, and inspirational values ​​conveyed. This study analyzes audience perceptions of the quality of money-sharing content on the TikTok account @Williesalim. A qualitative approach was used to analyze how audiences assess the elements of authenticity, credibility, interactivity, visual appeal, and script of money-sharing content. The results show differences in reception, some audiences appreciate transparency and emotional responses, while others criticize the content as manipulative. These findings reveal that content quality is analyzed based on audience perceptions of the credibility and moral values ​​conveyed, providing guidance for content creators to create more meaningful content. Di Indonesia, penetrasi media sosial sangat signifikan, dengan 76,8% dari populasi pengguna internet menggunakan media sosial, atau setara dengan 202,35 juta pengguna. Salah satu platform yang paling banyak digunakan adalah TikTok, menjadikan Indonesia sebagai negara kedua dengan pengguna aktif terbesar di dunia sebanyak 99,1 juta pengguna pada 2022. Salah satu fenomena yang menarik di TikTok adalah tren konten berbagi uang. Konten seperti ini sering menarik perhatian karena unsur kejutan, emosi yang kuat, dan nilai inspiratif yang disampaikan. Penelitian ini menganalisis persepsi audiens terhadap kualitas konten berbagi uang di akun TikTok @Williesalim. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis bagaimana audiens menilai elemen keaslian, kredibilitas, interaktivitas, daya tarik visual, dan naskah konten berbagi uang. Hasil menunjukkan adanya perbedaan resepsi, sebagian audiens mengapresiasi transparansi dan respon emosional, sementara lainnya mengkritik konten sebagai manipulatif. Temuan ini mengungkap bahwa kualitas konten dianalisis berdasarkan persepsi audiens terhadap kredibilitas dan nilai moral yang disampaikan, memberikan panduan bagi kreator konten untuk menciptakan konten yang lebih bermakna.
Dampak Antusiasme Penggemar Konser Online BTS terhadap Euforia Korean Wave di Media Sosial Fanbase BTS di Indonesia Martanu, Gavrila Claudia; Candraningrum, Diah Ayu
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33405

Abstract

Korean Wave or Hallyu phenomenon has become a global cultural trend which has attracted the attention of the global community, especially through music groups such as BTS. This study seeks to examine the impact of the enthusiasm regarding BTS Online concert fans on the euphoria of the Korean Wave on social media. Using a questionnaires were distributed to collect data using quantitative techniques means of obtaining data. In this research, Parasocial Interaction Theory is used to explain the strong relationship between Bangtan Seonyeondan (BTS) fans and the group, even though only through digital platforms such as social media and Online concerts. The population of this study consisted of Instagram followers accounts of Bangtan Seonyeondan (BTS) fans in Indonesia with a sample of 100 individuals determined through calculations using the Slovin's formula. The results of the study show that there is an influence of the enthusiasm of BTS Online Concert fans on the euphoria of the Korean Wave on BTS Fanbase social media in Indonesia. Through the findings of statistical tests carried out, the R Square value is 0.680, this shows indicating an effect of the independent variable. (fan enthusiasm) on the outcome variable (Korean Wave) of 68.0%. FFenomena Korean Wave atau Hallyu telah menjadi salah satu tren budaya global yang menarik perhatian masyarakat internasional, terutama melalui grup musik seperti BTS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antusiasme penggemar konser Online BTS terhadap euforia Korean Wave di media sosial, dengan pendekatan kuantitatif, data diperoleh melalui penyebaran kuesioner sebagai sarana untuk mendapatkan data. Dalam penelitian ini digunakan Teori Interaksi Parasosial untuk menjelaskan adanya hubungan yang kuat di antara penggemar Bangtan Seonyeondan (BTS) dengan grup tersebut, meskipun hanya melalui platform digital seperti media sosial dan konser Online. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari pengikut akun Instagram penggemar Bangtan Seonyeondan (BTS) di Indonesia dengan sampel berjumlah 100 orang yang didapat melalui perhitungan dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antusiasme penggemar konser Online BTS terhadap euforia Korean Wave di media sosial Fanbase BTS di Indonesia. Melalui hasil uji statistik yang dilakukan, nilai R Square merujuk pada 0,680, ini mengindikasikan bahwa terdapat pengaruh dari variabel independen (antusiasme penggemar) pada variabel dependen (Korean Wave) senilai 68,0 %.
Penerapan Elemen STEPPS di Instagram Reels Moira Workshop Lavender, Lavender; Candraningrum, Diah Ayu
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33410

Abstract

Social media, particularly Instagram, plays a significant role in helping companies and small businesses promote their products or services through features like Reels, which can quickly reach a broad audience. Digital marketing has now become a new trend known as viral marketing, a strategy that relies on word-of-mouth promotion through the internet. This study focuses on the utilization of Instagram Reels by Moira Workshop, which successfully attracted 800 participants within its first six months of operation. The objective of this research is to analyze the implementation of viral marketing in digital marketing at Moira Workshop. The study adopts the STEPPS framework: Social Currency, Trigger, Emotion, Practical Value, Public, and Stories. Using a qualitative approach and case study method, data were collected through interviews, observations, and literature reviews. The findings reveal that Moira Workshop has applied all elements of the STEPPS framework in its Instagram Reels. The results indicate that viral marketing plays a crucial role in digital marketing, particularly in rapidly expanding audience reach. Emotion and practical value emerged as key factors in the success of this viral marketing strategy. Media sosial khususnya Instagram membantu perusahaan dan usaha bisnis kecil untuk mempromosikan produk atau layanan melalui fitur seperti Reels, yang mampu menjangkau audiens secara luas dengan cepat. Pemasaran digital kini menjadi tren baru yang dikenal sebagai viral marketing, yaitu strategi pemasaran dari mulut ke mulut melalui jaringan internet. Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan Instagram Reels oleh Moira Workshop, yang berhasil menarik 800 peserta dalam enam bulan pertama sejak didirikan. Tujuan dalam melakukan penelitian ini, yaitu menganalisis bagaimana implementasi viral marketing dalam pemasaran digital di Moira Workshop. Penelitian ini menggunakan konsep STEPPS: Social Currency, Trigger, Emotion, Practical Value, Public, Stories. Pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Penelitian ini menemukan bahwa Moira Workshop telah melaksanakan seluruh elemen STEPPS dalam Instagram Reels. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viral marketing memiliki peran penting dalam pemasaran digital, terutama dalam meningkatkan jangkauan audiens secara cepat. Faktor emotion dan practical value menjadi elemen kunci keberhasilan viral marketing ini. 
Dinamika Tren K-Fashion pada Gaya Berpakaian Penggemar Perempuan K-Pop Sari, Junita; Candraningrum, Diah Ayu
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33421

Abstract

The development of the globalization era has an impact on the field of information and communication technology which is progressing very rapidly. The emergence of the internet and social media as new media has made people, especially young people, switch from seeking information using mass media or print media to using social media. Through these media, everyone can access information easily and quickly, one of which is the K-Fashion trend. Fashion is a form of nonverbal communication as a means to express oneself. This research aims to find out how the development of K-Fashion in the dressing style of female K-Pop fans by using the theory of technological determinism, new media, and the concept of nonverbal communication. This research uses a descriptive qualitative approach with phenomenological methods. Based on the results of the study, female K-Pop fans use clothes by following K-Fashion trends because they are inspired by idols, actresses, and actors. This research is expected to contribute to the depiction of K-Fashion trends in the dressing style of K-Pop female fans. Berkembangnya era globalisasi memberikan dampak pada bidang teknologi informasi dan komunikasi yang mengalami kemajuan sangat pesat. Munculnya internet dan media sosial sebagai media baru membuat masyarakat terutama anak muda beralih dari mencari informasi menggunakan media massa atau media cetak menjadi menggunakan media sosial. Melalui media tersebut, setiap orang dapat mengakses informasi dengan mudah dan cepat, salah satunya adalah tren K-Fashion. Fesyen merupakan bentuk dari komunikasi nonverbal sebagai sarana untuk mengekspresikan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan K-Fashion pada gaya berpakaian penggemar perempuan K-Pop dengan menggunakan teori determinisme teknologi, media baru, dan konsep komunikasi nonverbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi. Berdasarkan hasil penelitian, penggemar perempuan K-Pop menggunakan pakaian dengan mengikuti tren K-Fashion karena, terinspirasi idola, aktris, dan aktor. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada penggambaran tren K-Fashion dalam gaya berpakaian penggemar perempuan K-Pop.