Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Koneksi

Makna Citra Diri Perempuan Bertato yang Berhijab Callista Renata Yasim; Diah Ayu Candraningrum
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6149

Abstract

Tato adalah salah satu manifestasi dari komunikasi. Komunikasi artifaktual adalah bentuk komunikasi non-verbal yang berlangsung melalui berbagai artefak. Dalam hal ini termasuk tato yang digambar dalam pesan tubuh seseorang dan ditujukan kepada mereka yang menyaksikan dan memberikan pernyataan tentang fenomena kontroversial ini. Pemakai tato bertentangan dengan stigma jilbab, namun kemudian hadir seorang gadis dengan tato dahi yang tiba-tiba menjadi perhatian warganet melalui foto-foto yang diunggah ke media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang bertato dan mengenakan jilbab memiliki makna sendiri. Dan citra diri di masyarakat dengan kehadiran tato yang telah menyebabkan citra diri wanita menjadi negatif. Meskipun telah terselubung dan juga berdampak pada komentar pro dan kontra.
Pengaruh Motif Penggunaan Media Baru Tiktok terhadap Personal Branding Generasi Milenial di Instagram Debra Ruth; Diah Ayu Candraningrum
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i2.8093

Abstract

Tiktok is a new form of new media that serves to provide support in the form of editing. It includes features such as songs and facial effects when creating content videos that last for 30-60 seconds. Different from Instagram, it is a platform of social media that aims to publish photos and videos. Along with the increasing popularity of Tiktok in 2019, a teen named Prabowo Mondardo or better known by his Instagram account @bowo_allpennliebe became viral in Indonesia due to his content videos that was edited from Tiktok and became viral in his Instagram account. Based on that phenomenon, now millennials are also up with the trend; where they create videos from Tiktok and then upload it on Instagram. The purpose of this study is to find out the effect between the use of Tiktok and determine which factor gave the most impact on millennial’s personal branding on Instagram. This research uses a quantitative approach that is assisted with data processing from Statistical Package for Social Science version 26. The results of this study indicate that millennials tend to use Tiktok to fulfill their entertainment needs, and factor that gave the most impact on their personal branding on Instagram is having standard; If they possess the same moral values and beliefs that are relatable to others (followers), thus cause them to achieve fame on Instagram.Aplikasi Tiktok merupakan suatu bentuk media baru yang berfungsi untuk menyediakan dukungan berupa fitur edit seperti lagu dan efek pada wajah dalam pembuatan video berdurasi 30-60 detik. Sedangkan media sosial Instagram merupakan media sosial yang bertujuan untuk mempublikasi foto dan video. Seiring dengan meningkatnya popularitas Tiktok di tahun 2019, seorang remaja bernama Prabowo Mondardo atau lebih dikenal dengan akun Instagramnya @bowo_allpennliebe menjadi viral di Indonesia. Konten video yang dipublikasi di akun Instagramnya berasal dari Tiktok. Berdasarkan fenomena tersebut, kini generasi muda ikut mengikuti tren tersebut, dimana anak-anak muda menciptakan video dari Tiktok dan mengunggahnya di Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara motif penggunaan aplikasi Tiktok terhadap faktor yang paling efektif dalam pembentukan personal branding generasi milenial di Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang dibantu dengan pengolahan data dari Statistical Package for Social Science versi 26. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa generasi milenial cenderung menggunakan Tiktok untuk memenuhi kebutuhan hiburan. Faktor yang paling efektif dalam pembentukan personal brandingdi Instagram adalah dimensi standar yaitu ketika pengguna menganut nilai moral dan kepercayaan yang setara dengan pengikut mereka, hal tersebut dapat membuat mereka lebih di kenal di Instagram.
Propaganda Film Kartun “The Ducktators” Pada Perang Dunia II (Studi Makna Denotasi-Konotasi) Keren Hapukh; Hadi Artomo; Diah Ayu Candraningrum
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2019

Abstract

Perang Dunia II menjadi pertarungan militer terbesar yang pernah terjadi di dunia. Propaganda menjadi salah satu alat yang digunakan pada masa Perang Dunia II dengan kemenangan sebagai tujuan utamanya. Film kartun hitam-putih “The Ducktators” merupakan film anak-anak yang digunakan sebagai alat propaganda pada Perang Dunia II oleh Amerika Serikat. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan adanya pesan propaganda dalam film kartun anak-anak yang berjudul “The Ducktators”. Terdapati lima konsep teknik propaganda yang pada tiap masing-masing teknik dijabarkan menjadi tiga. Dengan demikian total keseluruhan teknik yang digunakan yakni lima belas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan analisis denotasi-konotasi Roland Barthes. Hasil penelitian, yaitu adanya pesan-pesan propaganda, seperti penggambaran tiga tokoh Perang Dunia II, yaitu Adolf Hitler, Benito Mussolini, dan Hideki Tojo. Hasil penelitian lain terkait teknik propaganda misalnya, teknik persuasif-symbol, sering munculnya lambang swastika yang mewakili simbol Nazi pada film kartun. Propaganda pada film menjadi salah satu alat perang yang digunakan pada Perang Dunia II saat itu. Namun, tidak hanya pada saat Perang Dunia II saja, propaganda dalam media massa sampai hari ini masih dapat dijumpai.
Riset Evaluasi Gaya Komunikasi The Equalitarian Style Merry Riana Dalam Pembentukan Karakter Anak Devita Obadja; Diah Ayu Candraningrum
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3896

Abstract

Merry Riana Learning Centre merupakan salah satu jasa edukasi yang bergerak di bidang pembentukan karakter. Sesuai dengan nama perusahaan, jasa edukasi ini dikelola oleh Merry Riana langsung. Beliau merupakan seorang speaker, motivator, dan seorang pengusaha. Progam-program ini disajikan bagi anak-anak usia 8 hingga 19 tahun. Untuk berkomunikasi dengan anak-anak belia seperti itu, membutuhkan gaya komunikasi tersendiri bagi Merry Riana agar dapat menjalin komunikasi dengan anak didiknya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gaya komunikasi the equalitarian style Merry Riana dalam membentuk karakter anak didiknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gaya komunikasi the equalitarian style Merry Riana dalam pembentukan karakter anak di Merry Riana Learning Centre. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kredibilitas dan penetrasi sosial, serta menggunakan teori gaya komunikasi The Equalitarian Style. Jenis penelitian yang digunakan adalah menggunakan kualitatif deskriptif dengan strategi penelitian fenomenologi. Temuan penelitian ini menghasilkan bahwa gaya komunikasi the equalitarian Merry Riana sudah ideal dalam menjalin komunikasi dan membentuk karakter seorang anak. Merry Riana menjalin komunikasi secara bertahap dengan memanfaatkan body gesture dan penyampaian pesan yang dilakukan secara heart to heart.
Interaksi Komunikasi Kelompok terhadap Penghuni Panti Werdha Milenia Jakarta Utara Carlos Natalius; Diah Ayu Candraningrum
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6146

Abstract

Berinteraksi dengan individu lain sangat penting dalam sebuah hubungan komunikasi. Komunikasi dimulai dengan interaksi terlebih dahulu, baik secara individu maupun kelompok. Dalam kelompok di panti jompo, terdiri dari beberapa penghuni di dalamnya, dan terbagi menjadi beberapa kelompok yang memiliki tujuan dan mempengaruhi kelompok lainnya. Teori yang dijadikan landasan dalam penelitian ini adalah Interaksi Sosial yang diperkenalkan oleh Walgito dan komunikasi kelompok yang diperkenalkan oleh Wiryanto. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif, dengan pendekatan studi kasus. Isi dalam penelitian ini adalah untuk menunjukkan bagaimana interaksi kelompok para penghuni dengan kelompok lainnya di panti jompo.
Personal Branding Content Creator di Media Sosial Instagram Debora Lois; Diah Ayu Candraningrum
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10331

Abstract

Content creator has become a new profession that is in great demand. Titan Tyra is one of Indonesia's content creators. Titan Tyra's Instagram account has now reached 616,000 followers. Content uploaded through Instagram stories such as endorsement content, vlogs of daily activities, fashion style, and make-up. Social media is a means of support and media for content creators as a forum for expressing ideas, works and art in the form of videos, photos or pictures, writing, and other visualizations. This research discusses Titan Tyra's personal branding in the social media account of Instagram @titantyra. The research objective was to conduct research to determine Titan Tyra's personal branding on Instagram. Primary data were obtained from interviews with three Titan Tyra followers. In this case the researcher wants the perspective of Titan Tyra's followers. The theory used is Peter Montoya's Theory (The Eight Laws Of Personal Branding), data analysis techniques using qualitative research, case study research methods with personal branding analysis. The results of this study indicate that Titan Tyra fulfills eight principles of personal branding such as Specialization (The law of specialization), Leadership (The law of leadership), Personality (The law of personality), Difference (The law of distinctiveness), Visible (The law of distinction).  visibility), Unity (The law of unity), Firmness (The law of persistence), Good name (The law of goodwill).Content creator sudah menjadi profesi baru yang banyak diminati. Titan Tyra merupakan salah satu content creator Indonesia. Akun Instagram Titan Tyra saat ini sudah mencapai 616.000 pengikut. Konten-konten yang diunggah melalui instastory Instagram seperti konten endorse, vlog kegiatan sehari-hari, fashion style, dan make-up. Media sosial merupakan sebuah sarana penunjang dan media bagi content creator sebagai wadah untuk menuangkan ide-ide, karya, dan seni dalam bentuk video, foto atau gambar, tulisan, dan visualisasi lainnya. Penelitian ini membahas tentang personal branding Titan Tyra diakun media sosial Instagram @titantyra. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui personal branding Titan Tyra di Instagram. Data primer diperoleh dari hasil wawancara tiga orang followers Titan Tyra. Dalam hal ini peneliti menginginkan sudut pandang followers Titan Tyra. Teori yang digunakan adalah Teori Peter Montoya (The Eight Laws Of Personal Branding), teknik analisis data menggunakan penelitian kualitatif, metode penelitian studi kasus dengan analisis personal branding. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Titan Tyra memenuhi delapan prinsip personal branding seperti: spesialisasi (the law of specialization), kepemimpinan (the law of leadership), kepribadian (the law of personality), perbedaan (the law of distinctiveness), terlihat (the law of visibility), kesatuan (the law of unity), keteguhan (the law of persistence), dan nama baik (the law of goodwill).
Muatan Feminisme dalam Film Aksi (Analisis Semiotika Film Wonder Woman) San San Lia; Hadi Artomo; Diah Ayu Candraningrum
Koneksi Vol 2, No 1 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i1.2446

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan nilai feminisme yang ada pada tokoh Diana dalam Film Wonder Woman karya sutradara Patty Jenkins. Penelitian ini menggunakan Teori Semiotika Charles Sanders Peirce dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan dokumentasi, studi pustaka dan sumber online. Data penelitan dianalisis dengan menggunakan Teori Semiotika Charles Sanders Perice dengan menggunakan segitiga makna Peirce yaitu, tanda, objek dan intepretan. Film Wonder Woman merupakan film yang berbeda dari film action pada umumnya dimana dalam film action biasanya hanya didominasi oleh tokoh laki-laki, sedangkan perempuan menjadi pendukung. Di film ini, sosok perempuan menjadi fokus utama. Hasil dari penelitian ini adalah nilai feminisme tokoh Diana dalam film Wonder Woman di mana Diana sebagai seorang perempuan mempunyai kekuatan fisik, lebih kuat dari laki-laki pada umumnya, dapat menentukan keputusannya sendiri dan juga memiliki kemampuan dalam memimpin. Film ini masuk ke dalam katagori feminisme radikal karena Diana sebagai seorang perempuan diceritakan lebih unggul dibandingkan dengan tokoh laki-laki dalam film. Cerita dalam film ini digambarkan hanya sebatas fiksi dan kurang realistis. Meskipun, hanya sebagai film fiksi film ini membawa pengaruh feminisme yang arahnya berubah dari fiksi menjadi non fiksi. 
Komunikasi Persuasif dalam Kampanye Gerakan Anti Hoaks oleh Komunitas Mafindo Jakarta Asyffa Nauma Dilla; Diah Ayu Candraningrum
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6204

Abstract

Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) merupakan gerakan komunitas independen yang berkenaan dengan literasi dan edukasi masyarakat mengenai hoaks. Komunitas Mafindo didirikan untuk meminimalisasi penyebaran berita bohong (hoaks) pada media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari komunikasi persuasif dalam kampanye gerakan anti hoaks pada kegiatan pelatihan literasi digital “Tanpa Hoaks, Kita Rukun Berdemokrasi” yang dilakukan komunitas Mafindo dalam konteks pergerakan masyarakat terhadap hoaks. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, studi kepustakaan dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Kampanye, Teori Komunikasi Persuasif dan Teori Tahapan Perubahan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Kampanye Gerakan Anti Hoaks yang dilakukan Komunitas Mafindo memiliki konsep edukasi dan sosialisasi yang dikemas dalam dua bentuk yakni online melalui media sosial dan offline melalui pelatihan literasi digital. Komunikasi persuasif yang diterapkan memenuhi unsur Claim Warrant dan Data serta Teknik Persuasif yang dilakukan yaitu dengan penerapan Teknik Asosiasi, merupakan penyajian pesan yang ditampilkan secara menarik sehingga membentuk perhatian publik.
Karakteristik Populisme Gubernur Jawa Barat (Ridwan Kamil) dalam Postingan Instagram 27 Mei 2018 – 27 Juni 2018 Moses Stephen Pandu; Diah Ayu Candraningrum
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i2.8230

Abstract

Populism is a phenomenon of political communication that can be a political strategy for politicians who want to represent themselves. In the campaign period for the Election of West Java Governor Ridwan Kamil as a candidate for governor used a populist strategy to gain political support from the people of West Java. Populism strategy is very important in democracy, the characteristics of Ridwan Kamil's populism can be found in the form of Instagram posts, starting from May 27, 2018 - June 27, 2018 during the campaign period of the West Java Governor General Ridwan Kamil giving Instagram posts that match 9 characteristics of polulism. To find out the characteristics of Ridwan Kamil's populism on Instagram using data collection methods by taking interview data from Mr. Khalid Zabidi, a Golkar Party cadre, Ridwan Kamil's Instagram direct observation, literature study to support research and document studies.Populisme merupakan fenomena komunikasi politik yang dapat menjadi strategi politik bagi politikus yang ingin merepresentasikan dirinya. Dalam masa kampanye Pemilihan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebagai calon gubernur menggunakan strategi populis untuk mendapatkan dukungan politik dari masyarakat Jawa Barat. Strategi populisme sangat penting dalam demokrasi, karakteristik populisme Ridwan Kamil bisa di temui dalam bentuk postingan Instagram,Terhitung dari 27 Mei 2018 – 27 Juni 2018 saat masa kampanye Pemilihan Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan postingan Instagram yang sesuai dengan 9 karakteristik polulisme. Untuk mengetahui karakteristik populisme Ridwan Kamil di Instagram menggunakan cara pengumpulan data dengan mengambil data wawancara Bapak Khalid Zabidi Kader Partai Golkar, observasi langsung Instagram Ridwan Kamil, studi pustaka untuk mendukung penelitian dan studi dokumen.
Pengaruh Pola Aliran Komunikasi Organisasi Terhadap Motivasi Kerja Karyawan (Studi Kasus pada Divisi IT di Blibli.com) Giovani Chieristian; Diah Ayu Candraningrum
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3908

Abstract

Blibli.com adalah salah satu e-commerce di Indonesia. Blibli sendiri adalah produk pertama dari PT. Global Digial Niaga yang merupakan anak perusahaan dari Djarum. Konsep yang dipakai Blibli adalah belanja online sepertihalnya belanja dalam mall, sehingga masyarakat tidak perlu lagi untuk pergi ke mall jika ingin berbelanja. Blibli.com berbentuk aplikasi yang terdapat di ponsel (mobile apps). Peneliti melakukan penelitian tentang komunikasi organisasi yang terjadi di divisi IT Blibli.com, karena divisi IT berperan penting dalam aktivitas aplikasi Blibli.com. Peneliti juga ingin mengetahui apakah komunikasi yang terjalin dalam divisi IT di Blibli mampu mempengaruhi motivasi kerja para karyawan atau tidak. Peneliti memilih divisi IT sebagai objek penelitian karena peneliti ingin mengetahui lebih spesifik dan dikarenakan Blibli.com berbasis applikasi sehingga peneliti memilih divisi IT untuk dijadikan sampel dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Berdasarkan uji regresi liner sederhana, menunjukkan bahwa komunikasi organisasi yang terjadi memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi kerja karyawan di Blibli.com.