Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Al-Mizan (e-Journal)

BIROKRASI SEBAGAI LAHAN KORUPSI Samsudin, Titin
Al-Mizan Vol 9, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi merupakan penyakit yang teramat sulit untuk disembuhkan bahkan saat ini, ketika korupsi memasuki wilayah birokrasi telah dikampanyekan sebagai bagian dari bahaya laten. Berbelit-belit, rumit dan panjangnya birokrasi menjadi lahan korupsi untuk menjadikan sesuatu urusan yang memang sudah seharusnya mudah dan cepat tersele-saikan. Dengan menggunakan teori-teori korupsi yang di ajukan oleh Syed Hussein Alatas, William Chambliss, dan Milovan Djilas, maka lebih objektif dan mudah mencari akar masalah dari persoalan korupsi yang selalu menggerogoti tubuh birokrasi. Mengetahui akar masalah dari persoalan  ini, diharapkan dapat memudahkan upaya memberantas korupsi dalam tubuh birokrasi.
PERANAN HAKIM DALAM PENEMUAN HUKUM Samsudin, Titin
Al-Mizan Vol 10, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum itu harus dilaksanakan dan ditegakkan, karena hukum berfungsi sebagai pelindung kepentingan pencari keadilan. Penegakan hukum harus memperhatikan unsur kepastian hukum, kemanfaatan dan keadilan. Oleh karena itu ketiga unsur ini harus mendapat perhatian secara proporsional, sehingga penegakan hukum oleh hakim sangatlah diperlukan, hakim dituntut untuk dapat menjatuhkan putusan secara obyektif dan Putusan obyektif hanya tercapai melalui penemuan hukum (rechtvinding) oleh hakim. Oleh sebab itu Peranan hakim dalam setiap tahap kegiatan penemuan hukum (rechtvinding) untuk menetapkan peristiwa konkrit yang benar-benar terjadi amatlah penting dalam pencapain putusan yang berkualitas.
The Case of Syiqaq in Judges’s Gorontalo Religion Court Perspective Fauzan Nento; Titin Samsudin
Al-Mizan (e-Journal) Vol. 14 No. 2 (2018): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.126 KB) | DOI: 10.30603/am.v14i2.936

Abstract

This study discusses judges' perceptions in the Gorontalo Religious Court regarding the case of syiqaq. This research is a field research with data collection methods such as observation, interviews and documentation. The collected data is processed and analyzed with qualitative descriptive. The results showed that the application of the case of syiqaq in the Religious Courts caused friction of perceptions between Islamic law, marriage law and the Supreme Court Regulations of the Republic of Indonesia, making it controversial in this era. Divorce because syiqaq has the characteristics, which involves two peacemakers from both sides, but in actualization within the Religious Courts institution has changed so that the syiqaq is no longer visible and only becomes one theoretical discourse.