Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Performance Optimization of Biomass Fly Ash as a Partial Cement Replacement in Concrete Based on Compressive Strength, Sorptivity, and Half-Cell Potential Nur Okviyani; Yusman Yusman; Irma Ridhayani; Muhammad Isra; Akbar Indrawan Saudi; Ainun Jariah Hilal Anshary; Amalia Nurdin
EPI International Journal of Engineering Vol 9 No 1 (2026): Volume 9 Number 1, February 2026
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Engineering Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of biomass fly ash (BFA) as a supplementary cementitious material offers a practical approach to reducing cement consumption while enhancing concrete durability. This study evaluates the effect of BFA as a partial cement replacement on the mechanical and durability performance of concrete produced with river sand and freshwater. BFA was incorporated at replacement levels of 0%, 5%, 15%, and 25% by cement mass, with a constant water-to-binder ratio of 0.40. Compressive strength was tested at 7, 28, and 91 days, sorptivity was measured at 28 and 91 days, and the corrosion probability of embedded reinforcing steel was assessed using the Half-Cell Potential method from 7 to 91 days. The results show that BFA reduced early-age strength, especially at 15% and 25% replacement, due to the slower development of pozzolanic reactions. However, the later-age performance improved markedly. At 91 days, the mixture containing 25% BFA achieved the highest compressive strength of 36.46 MPa, representing a 27.48% increase over the control mixture. This mixture also produced the lowest sorptivity value of 0.91 mm, indicating reduced capillary water absorption. Half-Cell Potential results showed that all mixtures reached the low corrosion probability range at 91 days, with the 25% BFA mixture recording -59.13 mV. Overall, 25% BFA provided the best balance between compressive strength, water absorption resistance, and corrosion-related durability. Keywords: biomass fly ash; compressive strength; concrete durability; half-cell potential; sorptivity
Pemodelan Genangan Banjir Sungai Deking Kabupaten Majene Yusman
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol. 6 No. 1 (2024): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v6i1.3166

Abstract

Sungai Deking adalah sungai yang mengalirkan aliran banjir di empat desa dan satu kelurahan di Kecamatan Malunda Kabupaten Majene pada 26 Mei 2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan peta genangan dan kedalaman banjir kala ulang tahunan di sekitar sungai Deking. Metode yang digunakan adalah pemodelan genangan banjir di area sungai dengan menggunakan software Hec-Ras 2D. Pemodelan ini membutuhkan data berupa data curah hujan dan peta DEMNAS. Untuk peta DEMNAS dilakukan pengolahan dengan bantuan software Gogle Mapper dan Google Earth Pro hingga menghasilkan peta terrain sesuai dengan area yang ditinjau. Kemudian peta terrain tersebut menjadi inputan bagi Hec-Ras 2D sehingga bisa menghasilkan peta genangan banjir. Untuk menghitung kedalaman genangan banjir, hasil pemodelan diolah kembali dengan software Google Mapper. Berdasarkan hasil analisis menggunakan software Hec-Ras 2D diperoleh hasil pada kala ulang 10 tahun bagian hilir genangan dengan kedalaman rata-rata sebesar 1,054 m serta luas mencapai 1158,91 ha. Pada kala ulang 25 tahun diperoleh bagian hilir genangan dengan kedalaman rata-rata sebesar 1,343 m serta luasan area mencapai 1200,21ha. Pada kala ulang 50 tahun diperoleh pada bagian hilir genangan dengan kedalaman rata-rata sebesar 2,643 m dengan luas area genangan mencapai 3208,31 ha
PEMETAAN KUALITAS AIR TANAH WILAYAH PESISIR KABUPATEN MAJENE Yusman Yusman; Habibi Palippui; Apriansah Apriansah
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 2, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v2i1.13276

Abstract

Permasalahan mendasar pada wilayah pesisir adalah kualitas air tanah yang disebabkan oleh proses pembentukannya berasal dari proses penyerapan air permukaan dan intrusi air laut serta batuan batuan yang dilewati selama proses penyerapannya. Kebutuhan air minum masyarakat di peisisir Kabupaten Majene berasal dari sumur bor yang kedalaman sumurnya rata-rata 10 meter tanpa pengolahan terlebih dahulu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif yang menggambarkan kualitas air tanah suatu wilayah, kualitas air yang dianalisis adalah Kesadahan, kadar oksigen (DO), dan salinitas yang dilaksanakan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar. Jumlah sampel sebanyak 23 sampel yang tersebar di 7 kecamatan. Tiap kecamatan diambil 3 titik lokasi sampel yang dianggap mewakili. Dari hasil penelitian diperoleh kadar DO berkisar dari 6,90 mg/l – 8,28 mg/l yang masih berada dalam ambang batas, kesadahan paling rendah 49 mg/l dan paling tinggi 1509,2 mg/l yang melebihi ambang batas sebesar 500 mg/l dan kadar salinitas dari 0,003 ‰ sampai paling tinggi 3,6 ‰ yang dapat dikategorikan air payau.