Elwindra Elwindra
STIKes Persada Husada Indonesia

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Pengemudi Ojek Online di Jakarta Timur Tahun 2020 Elwindra Elwindra; Soraya Dokolamo
Jurnal Persada Husada Indonesia Vol 8 No 29 (2021): Jurnal Persada Husada Indonesia
Publisher : STIKes Persada Husada Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56014/jphi.v8i29.318

Abstract

Pada tahun 2016 sebanyak 105.374 kasus kecelakaan. Sebanyak 64% dari angka kecelakaan tersebut terjadi pada sepeda motor diantaranya adalah pengemudi ojek online. Secara global, kelelahan pada pengendara menyebabkan lebih dari 20% kecelakaan lalu lintas dan lebih dari 25% kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan fatal dan serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pengemudi ojek online di Jakarta Timur tahun 2020. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel dependen adalah kelelahan kerja dengan 5 variabel indipenden yaitu usia, masa kerja, pendidikan, IMT dan lama bekerja. Penelitian dilakukan di wilayah Jatiwaringin, Jakarta Timur pada bulan Juli 2020. Populasi sebanyak 184 orang, sedangkan sampel sebanyak 66 orang. Pengambilan data menggunakan kuesioner, analisis data menggunakan teknik univariat dan bivariat dengan uji chi square dan nilai alfa = 0,05. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas pengemudi ojek berusia ≤ 35 tahun (71,25%), dengan pendidikan tinggi (90,9%) yaitu tamat SMA dan universitas, Memiliki IMT normal (60,6%), dengan masa kerja > 3 tahun (66,75%) dengan durasi kerja per hari > 8 jam (65,2%), dan memiliki kelelahan kerja yang rendah (68,2%). Sedangkan hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa dari uji hubungan antara lima variabel bebas dengan kelelahan kerja hanya lama bekerja yang bermakna dengan nilai p = 0,041.
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Penyuluhan dan Lingkungan dengan Tingkat Kecemasan terhadap Covid 19 pada Lansia di Wilayah RW. 003 dan RW. 004 Kelurahan Jatisari, Bekasi Jesreni Bani Paratu; Elwindra Elwindra
Jurnal Persada Husada Indonesia Vol 8 No 30 (2021): Jurnal Persada Husada Indonesia
Publisher : STIKes Persada Husada Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56014/jphi.v8i30.321

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan tertular virus Covid-19. Sistem imun yang telah melemah pada lansia, ditambah dengan riwayat penyakit kronis yang diderita. Banyak reaksi yang muncul saat terjadinya pandemi virus covid-19 karena ini hal yang baru bagi lansia yang belum pernah terjadi sebelumnya. masalah yang dapat timbul pada lansia seperti masalah psikologis yaitu stres dan cemas, dikarenakan pola hidup lansia yang awal mula normal semula menjadi berubah total. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, lingkungan dan penyuluhan dengan tingkat kecemasan terhadap Covid 19 pada lansia. Desain penelitian ini analitik dengan pendekatan potong silang, Variabel independen dalam penelitian ini adalah Karakteristik Lansia (Umur, Jenis Kelamin, Kepercayaan, Pendidikan, Ekonomi), Tingkat Pengetahuan tentang Covid-19, Lingkungan, dan penyuluhan Covid 19. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Tingkat Kecemasan pada Lansia. Penelitian dilakukan dari bulan Mei sampai dengan bulan Agustus 2021. Populasi Lansia sebanyak 1.678 jiwa. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 60 responden. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis univarite secara deskriptif dan analisis bivariate menggunakan uji Chi – square pada probabilitas alfa =0,05. Mayoritas responden berumur > 65 tahun (65%), berjenis kelamin perempuan (63,3%) dengan tingkat pendidikan SMA ke bawah (73,3%), dengan status ekonomi yang cukup (68,3%). Memiliki tingkat pengetahuan kurang (73,3%), meskipun tinggal di lingkungan yang memadai (60%), namun penyuluhan kesehatan kurang memadai (83,3%), dan memiliki tingkat kecemasan sedang (58,3%). Dari tujuh variabel bebas yang diuji hanya dua variabel yang bermakna yaitu tingkat pendidikan (p=0,007) dan pengetahuan (p=0,003).
Hubungan Kecanduan Game Online Dengan Perilaku Agresif Pada Mahasiswa Di STIKES Persada Husada Indonesia Tahun 2021 Aran Aran; Elwindra Elwindra
Jurnal Persada Husada Indonesia Vol 8 No 31 (2021): Jurnal Persada Husada Indonesia
Publisher : STIKes Persada Husada Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56014/jphi.v8i31.328

Abstract

Perilaku agresif yang kecanduan game online meliputi agresi fisik yang ditampakkan melalui memukul cenderung jika dipukul oleh orang lain atau teman sebaya bermain game maka akan membalas dengan pukulan yang lebih keras; dan agresi verbal umumnya dilakukan adalah mengancam dengan mengeluarkan kata-kata kasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecanduan game online dengan perilaku agresif pada mahasiswa di STIKES PHI Tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik menggunakan pendekatan Cross Sectional. Proses penelitian telah dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2021 di STIKES PHI Bekasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa STIKES PHI yang berjumlah 121 mahasiswa. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah Purposive sampling sebanyak 107 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan Chi Square. Variabel independent dalam penelitian ini adalah: jenis kelamin, usia, jurusan, tingkat, jenis device, jenis game, durasi hari/minggu,durasi jam/hari dan kecanduan game online, dan variabel dependent yaitu perilaku agresif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, jenis game, durasi bermain, kecanduan game online dengan perilaku agresif. Kesimpulan penelitian adalah mahasiswa kecanduan game online tinggi cenderung lebih berperilaku agresif dibandingkan dengan mahasiswa dengan kecanduan game online rendah.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 pada Warga RT.005 RW.003 Jatisari, Bekasi Josua Geloni; Elwindra Elwindra
Jurnal Persada Husada Indonesia Vol 9 No 32 (2022): Jurnal Persada Husada Indonesia
Publisher : STIKes Persada Husada Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56014/jphi.v9i32.333

Abstract

The world is shocked by the emergence of a new type of virus, known as the coronavirus. Coronaviruses (CoV) are part of a family of viruses that cause illness ranging from the flu to more severe illnesses such as Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) and Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). It is known that preventive efforts are the best for citizens to avoid exposure to the Covid-19 virus, by implementing health protocols and implementing PHBS (Clean and Healthy Living Behavior). This study aims to determine the factors that influence the behavior of implementing the Covid-19 health protocol in residents of RT 005 RW. 003 Jatisari Bekasi. This research is a quantitative research with analytical method using cross sectional approach. The population in this study were the heads of families in RT. 005 RW. 003 Jatisari Bekasi totaling 203 heads of families. The number of samples calculated by the Slovin formula was taken as many as 75 families, data collection by accidental sampling. Data analysis used in this research is univariate and bivariate analysis using Chi Square. The results showed that there was a significant relationship between knowledge and behavior with P-Value 0.011 (>0.05), attitude and behavior with P-Value 0.044 (>0.05) and personal health protocol facilities with behavior with P-Value 0.23 (>0.05). In conclusion, residents of RT. 005 RW. 003 Jatisari Bekasi who have good knowledge, attitudes, and health protocol facilities tend to behave better in implementing the Covid-19 health protocol. It is recommended for residents to always be active in implementing clean and healthy living behaviors and following the health protocol system, and continue to seek information about the Covid-19 virus pandemic through trusted information sources.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kelelahan Kerja pada Pengemudi Bus Transjakarta di DKI Jakarta Rusmila Rusmila; Elwindra Elwindra
Jurnal Persada Husada Indonesia Vol 9 No 34 (2022): Jurnal Persada Husada Indonesia
Publisher : STIKes Persada Husada Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56014/jphi.v9i34.350

Abstract

Kelelahan adalah keadaan di mana tubuh mengalami penurunan daya dan berkurangnya ketahanan tubuh untuk bekerja. Dari data yang didapat, kecelakaan merupakan salah satu akibat yang fatal bagi seorang sopir dalam mengemudikan bus. kelelahanbias dialami oleh seorang sopir sehingga mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi kelelahan kerja pada pengemudi bus Transjakarta di Jakarta tahun 2019. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode pengumpulan data cross sectional, dengan subyek penelitian adalah pengemudi bus Transjakarta. Proses penelitian telah dilaksanakan pada April sampai dengan Mei 2019 di PT Transjakarta di Jl. Mayjen Sutoyo, Kb. Pala, Makasar, Kota Jakarta Timur. Jumlah populasi sebanyak 1.228 orang dan sampel 93 orang. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah accidental sampling. Hasil penelitian menunjukan responden yang mengalami kelelahan rendah 72 orang, kelelahan sedang sebanyak 20 orang, kelelahan tinggi 1 orang. Adapun hubungan yang signifikan adalah Jenis kelamin dengan tingkat kelelahan kerja (ρ<0,05) yang berarti bahwa faktor jenis kelamin mempengaruhi tingkat kelelahan kerja. Berdasarkan hasil tersebut perlu dipertimbangkan untuk memenuhi hak fasilitas khusus untuk karyawan wanita untuk mendapatkan makanan dan minuman bergizi, dengan keamanan dan kesusilaan yang terjaga di tempat kerja.
Hubungan Penggunaan Gadget dengan Gangguan Pola Tidur pada Mahasiswa STIKES Persada Husada Indonesia Umbu Tamu Ama; Elwindra Elwindra
Jurnal Persada Husada Indonesia Vol 9 No 35 (2022): Jurnal Persada Husada Indonesia
Publisher : STIKes Persada Husada Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56014/jphi.v9i35.351

Abstract

Gadget telah memainkan peran penting dalam hidup manusia. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika didapatkan jumlah gadget yang beredar di Indonesia berjumlah 240 juta dan meliputi 67% dari penduduk Indonesia. Beberapa penelitian menunjukan bahwa pemakaian gadget sebelum tidur memiliki efek negatif pada pola tidur dan bangun seseorang, durasi tidur dan gangguan tidur. Untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget dengan gangguan pola tidur mahasiswa STIKes Persada Husada Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan desain korelatif. Penelitian ini dilakukan di STIKes Persada Husada Indonesia pada bulan Juli hingga Agustus 2020. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa STIKes Persada Husada Indonesia sebanyak 69 dan diuji menggunakan kai-kuadrat. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara penggunaan gadget terhadap jenis kelamin, lama menggunakan gadget, durasi menggunakan gadget sebelum tidur 5%, namun tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara penggunaan gadget terhadap jumlah gadget.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan dalam Pembelajaran Online pada Mahasiswa STIKes PHI Ririn Nobrianti; Elwindra Elwindra
Jurnal Persada Husada Indonesia Vol 10 No 37 (2023): Jurnal Persada Husada Indonesia
Publisher : STIKes Persada Husada Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56014/jphi.v10i37.367

Abstract

The SARS-CoV-2 virus (Covid-19) was first detected in China in late 2019 and has spread worldwide by June 2021. The social distancing measures implemented by the Indonesian government have impacted teaching and learning activities. As a result, students have had to engage in online learning using devices such as smartphones, computers, or laptops for the duration of their lectures. The emission of light from these electronic devices can cause both physical and mental fatigue. This study aims to identify the factors related to fatigue in online learning among students at STIKes PHI in 2022. This research is quantitative in nature and adopts an analytical survey method using a cross-sectional approach. The population of this study consists of all STIKes PHI students, totalling 123 students, with a sample size of 94 students selected using stratified random sampling. The results of the study show that 70 (74.5%) students experience moderate levels of fatigue. From the bivariate analysis, two factors were found to be related to fatigue in online learning, which are duration (P-value 0.009) and study time (P-value 0.007). It was found that as the duration of online learning increases (> 3 hours) and the study, time is in the afternoon, students experience higher levels of fatigue. It is recommended that the campus management distribute the duration of online learning more evenly to avoid excessively long sessions and prioritize morning study times.