Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Kajian Daya Dukung Lingkungan Berdasarkan Produktivitas Lahan Pertanian dalam Menunjang Swasembada Pangan di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Adji, Alief Rizky Purnama; Santosa, Langgeng Wahyu; Harini, Rika
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i4.15334

Abstract

Upaya untuk memenuhi kebutuhan area untuk berbagai aktivitas seperti perdagangan, jasa, kegiatan sosial budaya, dan perumahan akan berkonsekuensi pada penggunaan lahan yang tadinya digunakan untuk pertanian menjadi lahan yang telah dibangun. Kapasitas daya dukung lahan pertanian dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan menjadi terancam. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengkaji produktivitas lahan pertanian untuk mendukung swasembada pangan di Kabupaten Sleman; (2) menganalisis daya dukung lingkungan berdasarkan kemampuan lahan untuk pengembangan pertanian di Kabupaten Sleman; (3) merumuskan strategi pengelolaan lingkungan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian guna mendukung swasembada pangan di Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan fokus pada analisis wilayah sebagai unit analisis. Metode penghitungan kapasitas daya dukung tanah mengadopsi pendekatan tingkat produktivitas lahan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan daya dukung lahan pertanian pada sebagian besar kecamatan di Kawasan Sleman Tengah antara tahun 2016-2021. Pada Kawasan Sleman Tengah Kecamatan Depok menjadi wilayah yang tergolong dalam kelas III dimana tidak mampu untuk swasembada pangan dimana wilayah ini menjadi pusat perekonomian serta di laluli jalan arteri primer. Pengaruh penurunan daya dukung lahan pertanian juga mengarah pada wilayah di sekitarnya, Sebagian besar kecamatan di sekitar nya juga mengalami penurunan daya dukung. Berdasarkan analisis perhitungan daya dukung terlihat hapir seluruh kecamatan di setiap Kawasan mengalami penurunan kelas daya dukung menjadi kelas II dan haya pada Kecamatan Depok dan Turi saja yang selalu pada Kelas III. Penurunan daya dukung yang terjadi dapat di atasi dengan adanya kebijakan RTRW dan LP2B.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN KAYU PUTIH (Melaleuca cajuputi) BERBASIS SIG DI BAGIAN DAERAH HUTAN PLAYEN Dwiarsa, Raindras; Purwanto, Taufik Hery; Santosa, Langgeng Wahyu
Wana Lestari Vol 3 No 02 (2021): JURNAL WANA LESTARI
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v5i02.6189

Abstract

As an essential non timber wood product in Indonesia, optimization of cajuput (Melaleuca cajuputi) development can be determined through land suitability studies. BKPH Yogyakarta is a government organisation that managing forest area in Daerah Istimewa Yogyakarta Province. Playen Forest Area is one of BKPH Yogyakarta managing area that used for developing cajuputi. Geographic Information System (GIS) is one of the tools that can be used to handle spatial data. The purpose of this study was to determine the distribution of land suitability classes for cajuput in BDH Playen. A parametric approach was used to determine the land suitability class. Two methods in the parametric approach used are the storie and root square land index. From the research, the land index value of the stories equation tends to be smaller than the root square equation. The results of the root square method are considered more relevant to the conditions in the field, where the cajuputi stands in BDH Playen can still produce commercially. There are 3 (three) land suitability classes for cajuput in BDH Playen, namely marginally suaitable (S3), currently not suitable (N1) and permanently not suitable N2. The broad percentage of the total land suitability classes S3, N1 and N2 is 61.7%, 16% and 22.3% respectively. Rainfall becomes a limiting factor in all three classes of land suitability. In the land suitability class N1 and N2 there are several limiting factors, namely the problem of soil tends to be alkaline, shallow soil depth, drainage is hampered.