Eddy Santoso
Center for Technology of Nuclear Industrial Materials (PTBIN) National Nuclear Energy Agency (BATAN) Puspiptek Area, Serpong, Tangerang

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH BOKASI ISI RUMEN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Heatubun, Antonius_tomy; Santoso, Eddy; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.38791

Abstract

PERTUMBUHAN DAN HASIL KAILAN PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Antonius Tomy Heatubun(1),Eddy Santoso(2),Maulidi(2),(1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan(2)Dosen Fakultas Pertanian Universitas TanjungpuraPontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bokasi isi rumen sapi dan mencari dosis terbaik untuk pertumbuhan dan kailan pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 29 september 2018 - 29 november 2018. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan, setiap ulangan terdiri dari empat sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu bokasi isi rumen sapi dengan dosis 386 g/polybag setara dengan 5% bahan organik (b1), 717 g/polybag setara dengan 8% bahan organik (b2), 1.048 g/polybag setara dengan 11% bahan organik (b3), 1.379 g/polybag setara dengan 14% bahan organik (b4) dan 1.710 g/polybag setara dengan 17% bahan organik (b5). Variabel pengamatan meliputi : jumlah daun, kadar klorofil, volume akar, luas daun, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman. Hasil analisis keragaman pemberian berbagai dosis bokasi isi rumen sapi memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap komponen pertumbuhan tanaman kailan pada tanah podsolik merah kuning yaitu variabel kadar klorofil daun, volume akar, dan berat kering tanaman, tetapi berpengaruh nyata terhadap komponen hasil tanaman kailan pada tanah podsolik merah kuning yaitu jumlah daun, berat segar tanaman dan luas daun. Pada penelitian ini ditemukan dosis Bokasi isi rumen sapi yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kailan pada tanah podsolik merah kuning yaitu dosis 1.048 g/polybag setara dengan 11% bahan organik.Kata Kunci :bokasi isi rumen sapi, kailan, podsolik merah kuning
PENGARUH DOSIS ABU KAYU DAN INTERVAL PEMBERIAN POC ECENG GONDOK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG UNGU PADA TANAH GAMBUT HEPY, BERNADUS; Santoso, Eddy; ., Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.44945

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari interaksi pemberian dosis abu kayu dan interval pemberian POC eceng gondok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong ungu pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Kota Pontianak. Penelitian berlangsung dari tanggal 10 Maret sampai 23 Mei 2020. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama pemberian dosis abu kayu terdiri dari 3 taraf, dan faktor kedua yaitu interval pemberian POC eceng gondok terdiri dari 3 taraf. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Taraf pemberian dosis abu kayu terdiri dari : 46, 59 dan 72 g/polibag setara dengan 2,6 ; 3,4 dan 4,2 ton/ha sedangkan taraf interval pemberian POC eceng gondok terdiri dari : 2, 4 dan 6 hari sekali. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, berat buah per tanaman, berat buah per buah, jumlah buah per tanaman, diameter buah, dan panjang buah. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan interaksi dosis abu kayu dan interval pemberian POC eceng gondok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong ungu pada tanah gambut. Pemberian dosis abu kayu berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 2, 4, 8 minggu setelah tanam, jumlah buah per tanaman, panjang buah, dan diameter buah sedangkan interval pemberian POC eceng gondok berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 2, 4, 6 dan 8 minggu setelah tanam. Pemberian 59 g dosis abu kayu merupakan dosis terbaik, sedangkan interval pemberian POC eceng gondok 4 dan 6 hari sekali merupakan perlakuan yang efisien untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil terong ungu pada tanah gambut. Kata kunci: abu kayu, gambut, pupuk organik cair eceng gondok, terong.
Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Kotoran Ayam dan NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai Rawit Pada Tanah Aluvial Supriadi, Rombe; Santoso, Eddy; Mustamir, Elly
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.36340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang kotoran ayam dan NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit pada tanah aluvial. Penelitian ini berlangsung selama 84 hari dimulai pada tanggal 12 April 2019 "“ 04 Juli 2019. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu pupuk kandang kotoran ayam (K) dan NPK (P)) terdiri dari 3 taraf perlakuan pupuk kandang kotoran ayam dan 3 taraf perlakuan NPK, dikombinasikan menjadi 9 perlakuan, 3 ulangan dan 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 108 tanaman. Perlakuan terdiri dari k1 (75 g/polybag), k2 (150 g/polybag), k3 (225 g/polybag), p1 (1 g/polybag), p2 (1,5 g/polybag) dan p3 (2 g/polybag). Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah (buah) dan berat buah (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pengaruh dosis pupuk kandang kotoran ayam dan NPK pada tanah aluvial. Pengaruh dosis pupuk kandang kotoran ayam dengan dosis 150 gram/polybag memberikan hasil yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah aluvial. Pengaruh dosis pupuk NPK dengan dosis 1,5 gram/polybag memberikan hasil yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah aluvial. Kata Kunci : aluvial, cabai rawit, pupuk kandang kotoran ayam, NPKSupplementary File MetadataTo index this supplementary material, provide the following metadata for the uploaded supplementary file.Title *Creator (or owner) of fileKeywordsTypeResearch Instrument Research Materials Research Results Transcripts Data Analysis Data Set Source Text Other Specify other Brief description Publisher Use only with formally published materials.Contributor or sponsoring agencyDate YYYY-MM-DD Date when data was collected or instrument created.Source Name of study or other point of origin.Language English=en; French=fr; Spanish=es. Additional codes. Supplementary FileFile Name36338-75676611343-1-SP.docxOriginal file namePengaruh Dosis Pupuk Kandang Kotoran Ayam dan NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai Rawit Pada Tanah Aluvial.docxFile Size58KBDate uploaded2019-10-03 12:54 PM Present file to reviewers (without metadata), as it will not compromise blind review. Replace file Use Save to upload file.
RESPON TANAMAN KAILAN TERHADAP PUPUK BOKASHI JERAMI PADI PADA TANAH ALUVIAL -, Ninja; -, Wasi’an; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 1 No. 1: Desember 2012
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v1i1.1184

Abstract

Penelitian respon tanaman kailan terhadap pupuk bokashi jerami padi pada tanah aluvial dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Untan.Waktu pelaksanaan dari tanggal 15 Maret dan berakhir pada tanggal 30 Mei 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk bokashi jerami padi dengan dekomposer trichoderma yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kailan. Penelitian ini menggunakan metode eksprimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 perlakuan dan 6 taraf dosis dan 4 ulangan dan yang terdiri dari 3 sampel tanaman sehingga jumlah tanaman 72 tanaman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi jerami padi memberikan pengaruh yang nyata pada jumlah daun pada minggu ke-5, berat segar bagian atas tanaman dan luas daun tanaman kailan, namun tidak memberikan pengaruh nyata pada volume akar tanaman kailan. Pada perlakuan P6 =1231 gram bokashi jerami padi atau setara dengan 17% bahan organik/polybag memberikan nilai rerata tertinggi pada variabel pengamatan jumlah daun pada minggu ke-5, berat segar dan luas daun.Pada perlaukan P3 = 519 gram bokashi jerami padi atau setara dengan 11% bahan organik/polybag memberikan nilai rerata tertinggi pada volume akar. Dari data hasil penelitian ini, P3 dengan dosis 519 gram bokashi jerami padi atau setara dengan 11% bahan organik/polybag memberikan perlakuan yang terbaik bila dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Kata kunci : bokashi, kailan, pupuk jerami padi, tanah aluvial.
PKM KELOMPOK TANI KELAPA DI DESA PASIR PANJANG KECAMATAN MEMPAWAH TIMUR KABUPATEN PONTIANAK MELALUI DIVERSIFIKASI ANEKA PRODUK OLAHAN BERBASIS KELAPA Zulfita, Dwi; Warganda, Warganda; Santoso, Eddy
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v5i1.2453

Abstract

AbstractThe problem faced by the Prosperous coconut farmer group and the Mandiri coconut farmer group is that the coconut fruit is sold in the form of fresh fruit at a relatively cheap price or in the form of processed copra. In addition partners do not know of profitable marketing methods because all this time partners only sell coconut or copra to collectors. Partners do not know at all about the diversification of various coconut-based preparations that can provide added value of products, increase storage and selling prices to be high. The methods used in this activity are counseling, demonstration, training and guidance in the process of making various coconut processed products and their waste. such as Virgin Coconut Oil, solid bath soap, coconut water soy sauce, coconut tombong jelly candy and coconut pulp compost. Evaluation is carried out on all activities. From this activity it can be concluded that the level of partner participation has a positive impact on program implementation during training and mentoring.                                             Keywords: various processed products, coconut AbstrakPermasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani kelapa Sejahtera dan kelompok tani kelapa Mandiri adalah buah kelapa dijual dalam bentuk buah segar dengan harga yang relatif murah atau dalam bentuk olahan kopra. Selain itu mitra tidak mengetahui cara pemasaran yang menguntungkan karena selama ini mitra hanya menjual buah kelapa atau kopra kepada pedagang pengumpul. Mitra tidak mengetahui sama sekali tentang diversifikasi aneka olahan berbasis kelapa yang dapat memberikan nilai tambah produk, meningkatkan daya simpan dan harga jualnya menjadi tinggi.Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah penyuluhan, demonstrasi, pelatihan dan bimbingan dalam proses pembuatan aneka produk olahan kelapa dan limbahnya seperti Virgin Coconut Oil, sabun mandi padat, kecap air kelapa, permen jelly tombong kelapa dan kompos ampas kelapa. Evaluasi dilakukan terhadap semua kegiatan. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa tingkat partisipasi mitra memberikan dampak yang positif bagi pelaksanaan program pada saat pelatihan dan pendampingan. Kata kunci : aneka olahan produk, kelapa
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT JAMBU BIJI Suhaimi, Suhaimi; Nurjani, Nurjani; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.62241

Abstract

Jambu biji (Psidium guajava L) jenis tanaman dari luar yang sudah banyak dikembangkan di Indonesia. Penggunaan media tanam untuk pembibitan cangkokan berbagai jenis media tanam yang digunakan petani. Penggunaan media tanam yang tidak tepat menyebabkan bibit tanaman sering mati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari keberhasilan tumbuh terbaik dari berbagai perlakuan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan bibit jambu kristal. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibit cangkokan jambu kristal, tanah aluvial, sekam bakar, cocopeat, pupuk kandang ayam, paranet 80%, polybag 13x25, dan kapur dolomit Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor perlakuan yaitu faktor komposisi media tanam. Masing-maasing perlakuan diulang sebanyak 4 kali, setiap ulangan terdiri 4 sempel tanaman sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 112 bibit tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu penambahan tinggi tanaman, jumlah tunas, penambahan jumlah daun dan penambahan diameter batang. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa semua komposisi media tanam sama-sama baiknya.
PEMANFAATAN DAUN GAMAL SEBAGAI BOKASHI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BUNCIS PADA TANAH ULTISOL Rambe, Erikson; diyani, Rahmi; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7258

Abstract

Pemanfaatan Daun Gamal Sebagai Bokashi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis Pada Tanah Ultisol Erikson Rambe1) Rahmidiyani dan Eddy Santoso2) 1)Mahasiswa, 2)Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis bokashi daun gamal yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman buncis pada tanah ultisol. Penelitian ini menggunakan percobaan lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktorial, perlakuan terdiri dari pemberian bokashi daun gamal (P) dengan enam taraf yaitu: = tanpa pemberian bokashi, = 14,54 kg/bedengan setara dengan 6 % bahan organik, = 28,37 kg/bedengan setara dengan 8 % bahan organik, = 42,20 kg/bedengan setara dengan 10 % bahan organik, = 56,03 kg/bedengan setara dengan 12 % bahan organik, = 69,86 kg/bedengan setara dengan 14 % bahan organik dengan empat kali ulangan setiap ulangan terdiri dari lima sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah berat kering (g), volume akar (cm3), jumlah polong per tanaman (polong), berat polong per tanaman (g), berat polong per bedengan (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi daun gamal memberikan pengaruh nyata terhadap berat kering tanaman, volume akar tanaman, jumlah polong per tanaman, berat polong per tanaman dan berat polong per bedengan. Pemberian bokashi daun gamal dengan dosis 69,86 kg/bedengan setara dengan 14 % bahan organik memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik pada tanaman buncis pada tanah ultisol. Kata kunci: Bokashi daun gamal, buncis, tanah ultisol Utilization gamal leaf as bokashi to the growth and result of the bean on the ultisol soil Erikson Rambe1) Rahmidiyani dan Eddy Santoso2) 1)Students, 2) Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura ABSTRACT This study aimed at exploring the dose of Gamal Bokashi leaf which is best for the growth and crop of beans in ultisols. This study used field experiment with one factorial randomized block design (RBD), a treatment comprising administering Bokashi Gamal leaves (P) with six levels : () = without giving bokashi, () = 14.54 kg / bed equivalent to 6% organic materials, () = 28.37 kg / bed equivalent to 8% organic materials, () = 42.20 kg / bed equivalent to 10% organic materials, () = 56.36 kg / bed equivalent to 12% organic materials, () = 69,86 kg / bed equivalent to 14% organic materials, with four replication. Each replications consisted of five samples of plants. Observed variables in the study include: dry weight (g), root volume (cm3), number of pods per plant (pods), weight of pods per plant (g), weight of pods per seedbed (g). The result show that the administration of bokashi gamal leaves has a significant effect on plant dry weight of pod weight per bed. Giving bokashi of gamal leaves with a dose of 69.86 kg / beds equivalent to 14 % of organic ingredients provide the growth and crops to ultisols. Keyword : gamal"™s leaf bokashi, bean, ultisol soil
UJI BERMACAM CAIRAN MIKRO ORGANISME LOKAL DAN DOSIS PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI KERITING PADA TANAH ALLUVIAL Assayuti, Jalaluddin; Santoso, Eddy; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7515

Abstract

Uji Bermacam Cairan Mikro Organisme Lokal dan Dosis Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Keriting Pada Tanah Alluvial Jalaluddin Assayuti1) Eddy Santoso dan Warganda2) 1)Mahasiswa, 2)Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis cairan MOL dan dosis pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi keriting pada tanah alluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, perlakuan yang terdiri dari pemberian MOL (P) dengan 4 taraf: MOL Daun Gamal (p1), MOL Buah-buahan (p2), MOL Sayur-sayuran (p3), MOL Buah Maja (p4) dan dosis pupuk kandang sapi (K) dengan 3 tingkatan dosis: 0,5 kg/petak (k1), 0,75 kg/petak (k2), 1 kg/petak (k3) dengan 3 kali ulangan setiap ulangan terdiri dari 9 sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi: luas daun (cm2), berat segar (g), volume akar (cm3), klorofil daun (Spad Unit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cairan MOL memberikan hasil terbaik pada variabel klorofil daun sedangan dosis pupuk kandang sapi sebanyak 1 kg/petak (k3) memberikan hasil terbaik pada berat segar dan klorofil daun. Interaksi MOL dan pupuk kandang sapi terjadi pada klorofil daun yaitu pada perlakuan cairan MOL Buah-buahan dengan dosis pupuk kandang 1 kg (p2k3) sebesar 29,58 SPAD Unit. Kata kunci: Mikro Organisme Lokal (MOL), Pupuk Kandang Sapi, Sawi Keriting, Tanah Alluvial The Experiment on Various Local Microorganism and Dose of Cow Manure Toward Growth and Yield of Curly Mustard in Alluvial Soil Jalaluddin Assayuti1) Eddy Santoso dan Warganda 1)Student, 2) Lecturer Faculty of Agriculture University of Tanjungpura ABSTRACT The aim of this research is to know thw effect of the various types of MOL liquid and the dose of cow manure toward growth and yield of curly mustard. This research used factorial pattern Randomized Group Design, the treatment consists of giving MOL (p) with 4 levels : Gamal Leaves MOL (p1), Fruits MOL (p2), Vegetables MOL (p3), Maja MOL (p4) and cow Manure dose (K) with 3 dose levels : 0,5 kg/plot (k1), 0,75 kg/plot (k2), 1 kg/plot (k3) with 3 times of repetitions, every repetition consists of 9 sample plant. The variables observed in this research consist of : leaf area (cm2), netto (g), root volume (cm3), leaf chlorophyll (Spad Unit). The research finding shows that MOL liquid gives the best result of chlorophyll where as 1 kg/plot (k3) dose of cow manure gives best result of netto and chlorophyll. The interaction between MOL and cow manure occured on the chlorophyll in the treatment of MOL liquid. MOL of Fruits with 1 kg/plot (p2k3) dose of cow manure amounted to 29,58 SPAD unit. Keywords : Local Organism Micro (MOL), Cow Manure, Curly Mustard, Alluvial Soil.
PENGARUH PUPUK KASCING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN BABY PADA TANAH ALUVIAL Muslimin, Uray; Zulfita, Dwi; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8618

Abstract

ABSTRACT This research aims to observe the influences of vermicompost fertilizer on baby cucumber growth and yield in aluvial soils. The research project was held in Parit Haji Muksin 2, Sungai raya dalam Subdistrict, Kubu Raya Regency. This research took place from July 1th to August 15th 2014, using Randomized Block Design with a single-factor that includes 6 treatment levels. These treatment levels are: 12g/plant, 27g/plant 42 g/plant 57 g/plant 72 g/plant, and 87g/plant. Each treatment was repeated 4 times. This result showed that vermicompost fertilizer significant effect on root volume (cm3), dry plant weight (g) and time of flowering but not significant effevt on leaf area (cm2), number of fruits (fruit) and fruit weight (g). Key words: aluvial, vermicompost, baby cucumber
PENGARUH KOMPOS LIMBAH SAYUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Rindi, Orlenda; Santoso, Eddy; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman kailan dengan pemberian kompos limbah sayur pada tanah Podsolik Merah Kuning. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 24 Maret sampai dengan 3 Juni 2014. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap yang terdiri dari 6 taraf perlakuan k0 = tanpa kompos, k1 = 590 g/polybag, k2 = 1.233/polybag, k3 = 1.873/polybag, k4 = 2.513/polybag, k5 = 3.153/polybag dengan banyaknya 4 ulangan, setiap perlakuan terdapat 4 sampel tanaman. Variabel yang di amati dalam penelitian ini meliputi volume akar (cm3), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), berat segar bagian atas tanaman (g), berat kering akar (g). Hasil penelitian menunjukkan pemberian kompos limbah sayur dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kalian pada semua variabel