Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pelatihan Peningkatan Kemampuan Ibu Hamil dalam Deteksi Dini Kegawatdaruratan Maternal Neonatal di Puskesmas Jagir, Surabaya Kasiati Kasiati; Sukesi Sukesi; Sherly Jeniawaty
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11114

Abstract

The health condition of each family member is one of the requirements for a quality family. This study aims to increase the knowledge and commitment of pregnant women about early detection of maternal and neonatal emergencies. The location of the activity was the Jagir Health Center working area, Surabaya with participants consisting of health cadres and pregnant women who were in the Jagir Surabaya Health Center Work Area. This activity was able to increase the knowledge of pregnant women by 80% about the knowledge of early detection of maternal neonatal emergencies; able to increase knowledge of health cadres by 90% about early detection of maternal neonatal emergencies. Cadre mothers were committed to assisting pregnant women until the postpartum period as well as monitoring the growth and development of toddlers. Pregnant women were committed to always consulting health workers, cadres either directly or through online media that have been established. Keywords: community service; health education; pregnant mother; health cadres ABSTRAK Kondisi kesehatan dari tiap anggota keluarga merupakan salah satu syarat dari keluarga yang berkualitas. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan komitmen ibu hamil tentang deteksi dini kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Lokasi kegiatan adalah wilayah kerja Puskesmas Jagir, Surabaya dengan peserta terdiri atas para kader kesehatan dan ibu hamil yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Jagir Surabaya. Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil sebesar 80% tentang pengetahuan deteksi dini kegawatdaruratan maternal neonatal; mampu meningkatkan pengetahuan kader kesehatan sebesar 90% tentang deteksi dini kegawatdaruratan maternal neonatal. Ibu kader berkomitmen untuk mendampingi ibu hamil sampai dengan masa nifas serta pemantauan tumbuh kembang balita. Ibu hamil berkomitmen untuk selalu berkonsultasi kepada petugas kesehatan, kader baik langsung maupun melalui media online yang sudah dibentuk. Kata kunci: pengabdian kepada masyarakat; pendidikan kesehatan; ibu hamil; kader kesehatan
HUBUNGAN PENATALAKSANAAN MANAJEMEN AKTIF KALA III DENGAN KEJADIAN HEMORRHAGIC POST PARTUM (HPP) PRIMER PADA IBU NIFAS Yuni Ginarsih; Sherly Jeniawaty
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.41 KB)

Abstract

Di RB Kartini Surabaya pada tahun 2011 terjadi peningkatan kejadian HPP sebesar 1,04 %. Berdasarkan keadaan tersebut, maka peneliti ingin mengetahui hubungan antara penatalaksanaan manajemen aktif kala III dengan kejadian hemorrhagic post partum (HPP) primer di RB Kartini Surabaya.Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional. Jumlah populasi 38 dengan jumlah sampel 35 responden. Diambil dengan cara purposive sampling. Variabel independent adalah penatalaksanaan manajemen aktif kala III, sedangkan variabel dependent adalah hemorrhagic post partum primer. Pengumpulan data menggunakan data primer atau responden yang memenuhi kriteria dengan menggunakan checklist. Untuk menganalisis data dalam penelitian menggunakan uji chi-square dengan nilai tingkat kemaknaan α = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85,00% penatalaksanaan manajemen aktif kala III benar tidak terjadi HPP, dan 60,00% penatalaksanaan manajemen aktif kala III tidak benar terjadi HPP. Berdasarkan hasil perhitungan data dengan uji chi-square, didapatkan bahwa χ2 hitung = 5,83 dengan α = 0,05, df=1 dan χ2 tabel = 3,84 sehingga χ2 hitung (5,83) > χ2 tabel (3,84), maka H1 diterima artinya ada hubungan antara penatalaksanaan manajemen aktif kala III dengan Hemorrhagic Post Partum (HPP) primer.Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara penatalaksanaan manajemen aktif kala III dengan kejadian hemorrhagic post partum primer. Saran pada penelitian ini adalah agar para bidan untuk lebih memberikan pelayanan yang optimal dengan didukung ketrampilan dan pelaksanaan yang tepat dan melakukan manajemen aktif kala III pada setiap persalinan untuk mencegah hemorrhagic post partum. Kata Kunci: Manajemen aktif kala III, Hemorrhagic post partum
Community movement to prevent stunting in the area of Tambaksari District Puskesmas Rangkah Surabaya Queen Khoirun Nisa' Mairo; Yuni Ginarsih; Sherly Jeniawaty; Astuti Setiyani; Dwi Purwanti; Ervi Husni; Ani Media Harumi; Ira Rahayu Tiyar Sari; Ira Puspitasari; Ratna Sari; Juliana Christyaningsih
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 5 (2022)
Publisher : Peneliti Teknologi Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59247/jppmi.v2i5.94

Abstract

Stunting refers to the condition of a child's height being shorter than the height of his age, which is caused by a lack of nutritional intake for a long time in the first 1000 days of life (HPK), diabetes, or kidney failure; hampering Indonesia's demographic bonus where the ratio of the non-working age population to the working age population decreases; threat of reducing intelligence level by 5-11 points. In addition to nutritional factors, stunting is caused by a lack of public knowledge, especially pregnant women, mothers of toddlers and posyandu cadres. The purpose of this community empowerment is to increase the knowledge of posyandu cadres and the community in the Rangkah Surabaya Health Center area through health promotion by forming the Community Movement Prevent Stunting (GEMAS), academic and technical related to the implementation of Posyandu. The provision of stunting education is expected to be able to carry out posyandu activities optimally on target. Cadre education activities showed an increase in general knowledge of posyandu cadres, attitudes and actions of cadres and knowledge about stunting.
Pregnant Mother Assistance in Utilizing the Maternal and Child Health Book (KIA) in the Tanah Kali Kedinding Kenjeran Surabaya Public Health Center Area Sherly Jeniawaty; Sukesi; Rekawati
Community Empowerment in Health Vol. 1 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : Pusat Unggulan Ipteks Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Utilization of the Maternal and Child Health Book (KIA Book) that is not yet optimal can result in lowcoverage of benefits and completeness of content. Efforts to improve the coverage of KIA Bookutilization include providing assistance on how to fill in and utilize the KIA Book for pregnant mothers.The partner for this activity is pregnant mothers in the Tanah Kali Kedinding Public Health Center,Kenjeran District, Surabaya. This activity is a community service conducted through focused groupdiscussions. The activity has increased the knowledge of pregnant mothers by 92.5% regarding theutilization of the KIA Book. The coverage of completeness in filling the KIA Book has reached 100%. Itcan be concluded that this activity has successfully improved the knowledge of pregnant mothersregarding the utilization of the KIA Book, and the pregnant mothers are committed to using the KIABook as a communication and educational tool.
Hubungan Perilaku Remaja dengan Anemia Pada Remaja Putri Di SMAN 2 Malang Irfani Nur Sa'adah; Evi Pratami; Sherly Jeniawaty; Sukesi
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 4 (2023): December
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i4.39

Abstract

Anemia merupakan kondisi konsentrasi hemoglobin atau jumlah sel darah merah dibawah normal. Kadar hemoglobin pada remaja putri normalnya adalah 12 mg%. Bersumber dari data Kemenkes RI, persentase anemia pada remaja putri masih tinggi yaitu sebesar 32% yang artinya 3-4 dari 10 remaja mengalami anemia. Sedangkan di Jawa Timur berdasarkan data (Dinkes Provinsi Jawa Timur, 2020) 42% remaja putri di Jawa Timur mengalami anemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan perilaku remaja dengan anemia pada remaja putri. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional yang menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini siswa perempuan kelas X di SMAN 2 Malang. Pengambilan sampel dengan teknik Purposive sampling dengan jumlah sampel 125 responden. Variabel indepeden dalam penelitian ini adalah anemia sedangkan variabel  dependen adalah perilaku remaja. Instrumen pengumpulan data adalah kuesioner dan alat Haemometer quick test. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Pengetahuan remaja putri hampir seluruh (96,1%) pengetahuan baik, sikap remaja putri sebagian besar (53,9%) sikap positif, tindakan remaja putri hampir seluruh (79,7%) tindakan cukup. Hasil uji analisis hubungan pengetahuan dengan anemia didapatkan p value = 0,030, hasil uji analisis hubungan sikap dengan anemia didapatkan p value hubungan antara sikap dengan anemia pada remaja putri didapatkan p value = 0,783, hasil uji analisis hubungan tindakan dengan anemia didapatkan p value = 0,511. Simpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan anemia dan tidak ada hubungan sikap dan tindakan dengan anemia. Diharapkan dengan penelitian ini bisa menjadi pencegahan tingkat sekolah dengan cara meningkatkan pengetahuan pada remaja putri.
Hubungan Perilaku Ibu Nifas Dengan Penyembuhan Luka Pada Perineum di Puskesmas Krembangan Selatan Kota Surabaya Dwi Lia Rahmawati; Sherly Jeniawaty; Fitria Nurwulansari; Sri Utami
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i1.201

Abstract

Robekan perineum terjadi hampir pada semua persalinan sehingga diperlukan perawatan yang intensif untuk mencegah infeksi. Meskipun bukan penyebab langsung, infeksi jalan lahir yang tidak di tangani dengan benar akan menyebabkan komplikasi sehingga terjadi kematian ibu. Profil Kesehatan Indonesia 2021 menyebutkan jumlah kematian ibu karena infeksi yaitu sebanyak 207 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku ibu nifas dengan penyembuhan luka pada perineum di Wilayah Puskesmas Krembangan Selatan Kota Surabaya. Desain penelitian ini menggunakan survei analitik dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 39 ibu hamil yang dipilih menggunakan non probability sampling yaitu purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan, sedangkan variabel dependen adalah penyembuhan luka pada perineum. Tehnik pengumpulan data secara primer dengan kuiosioner dan lembar penilaian. Analisis yang digunakan dalam menguji penelitian ini adalah chi square dan fisher exact.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan penyembuhan luka perineum dengan p-value 0,047 < α (0,05), terdapat hubungan sikap dengan penyembuhan luka perineum dengan p-value 0,033 < α (0,05), dan terdapat hubungan tindakan dengan penyembuhan luka perineum dengan nilai p-value 0,019< α (0,05). Penyembuhan luka pada perineum berhubungan dengan pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu selama masa nifas. Oleh karena itu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terutama pada ibu nifas yang mengalami luka perineum adalah dengan memberikan penyuluhan serta asuhan tentang cara menjaga dan merawat luka perineum sampai luka perineum sembuh dan membaik.
Efektivitas Pijat Batuk Pilek dengan Lama Penyembuhan ISPA pada Balita Hilda Rizky Amelia; Sherly Jeniawaty; Uswatun Khasanah; Sukesi
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i2.209

Abstract

Batuk pilek rentan terjadi pada anak balita, apabila tidak segera ditangani dengan baik dapat berakibat pada terjadinya komplikasi yang memperberat kondisi anak. Pada tahun 2023 sampai bulan Oktober terjadi peningkatan kasus ISPA di Kecamatan Sepulu dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 30%. Pijat batuk pilek salah satu solusi mengatasi masalah penyakit batuk pilek dengan memperlancar peredaran darah dan meningkatan daya imunitas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas pijat batuk pilek terhadap lama penyembuhan ISPA pada Balita. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi-Experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita yang mengalami ISPA pada bulan Februari-April 2024 yang ada sebanyak 65 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sejumlah 30 responden. Untuk menganalisis adanya perbedaan digunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan taraf nyata 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyembuhan batuk sebelum mendapatkan perlakuan pijat sebagian besar responden adalah normal (73,3%). Sedangkan lama penyembuhan batuk setelah mendapatkan perlakuan pijat sebagian besar responden adalah cepat (70%). Dari hasil analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test hasil uji p value didapatkan p value = 0,000 maka H1 diterima yang artinya Pijat batuk pilek lebih efektiv terhadap lama penyembuhan ISPA pada balita. Disimpulkan bahwa pijat batuk pilek sangat efektiv dalam penyembuhan batuk pilek pada balita. Sehingga disarankan kepada ibu yang memiliki balita dan sedang mengalami batuk pilek untuk bisa melakukan piat batuk pilek pada anak.
INFLUENCE EXERCISE AEROBICS LOW IMPACT TO COMPLAINT PREMENOPAUSE Pusparini, Hanna; Jeniawaty, Sherly; Harumi, Ani Media; Nugrahini, Evi Yunita
Journal Midwifery Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 10, No 2 (2024): Journal Midwifery
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jm.v10i2.1089

Abstract

During the premenopausal period there is a sharp decrease in estrogen, an increase in gonadotropins hormones, and hormonal balance disorders which cause several complaints including hot flush, bone and joint disorders, anxiety disorders, insomnia, memory loss, depression, irregular menstruation. This study aims to assess the effect of low impact aerobic exercise on premenopausal complaints. This research is a Pre-Experiment with OneGroupPretest-Posttest Designs. The sample in this study was 39 premenopausal mothers taken using purposive sumpling technique. The independent variable is low impact aerobic exercise, and the dependent variable is premenopausal complaints. Data collection used the MRS questionnaire instrument. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test with p<0.05. The results of the study showed that there was a decrease in premenopausal complaints after low impact aerobic exercise. From the results of the analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test, it was concluded that there was an effect of low impact aerobics exercise on premenopausal complaints, which initially mostly had moderate complaints which changed to mild complaints. After the test was carried out, the results showed that there was an effect of low impact serobic exercise on premenopausal complaints with a p value of 0.000 < α 0.05.
UNTILIZATION OF POCKET BOOKS AS PREMENOPAUSAL MOTHER'S EDUCATION ON ANXIETY FACING MENOPAUSE Utami, Intan Tri; Sumasto, Hery; Jeniawaty, Sherly; Harumi, Ani Media
Journal Midwifery Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 10, No 2 (2024): Journal Midwifery
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jm.v10i2.1082

Abstract

The first phase of a woman's natural experience before menopause is called premenopause.Decreased estrogen levels affect the physical and psychological changes of menopausal women, and trigger anxiety. This study uses the pre-experiment method through the one group pretest-posttest designs approach. The sample was taken by purposive sampling with a total of 33 respondents. The independent variables of this study were pocket book education, the dependent variables of knowledge and anxiety. Data collection used a knowledge questionnaire and a zung self-rating anxiety scale (ZSAS). To analyze whether there is an effect, a test with a wilcoxon signed rank test with a p value of <0.05 is used.The results of the study were found to increase knowledge and reduce the level of anxiety of premenopausal mothers after education using pocket books. After the test was carried out, the results of the influence of pocket book education on knowledge and anxiety facing menopause with a p value of 0.000 < α 0.05 were obtained. It can be concluded that there is an influence of pocket book education on premenopausal knowledge and anxiety facing menopause. So it is recommended that premenopausal mothers make the best use of insights about menopause.
PEMERIKSAAN DENYUT NADI, TEKANAN DARAH, DAN GLUKOSA DARAH DI POSYANDU LANSIA ABIYOSO POLKESBAYA Ervi Husni; Tatarini Ika Pipit Cahyani; Sherly Jeniawaty; Dina Isfentiani; Ani Media Harumi; Ira Puspitasari; Ira Rahayu Tiyar Sari; Yuni Ginarsih; Dwi Purwanti; Ulfa Hidayah; Puspita Zella Wigati; Luthfi Rusyadi; Juliana Christyaningsih; Melania Rizerda Pebianti
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i2.400

Abstract

Upaya pemeliharaan kesehatan lansia dilakukan sejak lansia berusia 60 tahun dengan tujuan untuk menjaga agar tetap hidup sehat, berkualitas, dan mandiri. Kesehatan fisik dan mental menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan pada lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan pada tanggal 6 September 2023, berlokasi di Poltekkes Kemenkes Surabaya, dihadiri 38 lansia. Alat yang digunakan untuk pemeriksaan tekanan darah dan denyut nadi menggunakan alat tensimeter sedangkan pemeriksaan glukosa darah acak menggunakan alat point of care. testing (POCT). Hasil yang didapat adalah lansia yang ikut program ini terbanyak 68% berjenis kelamin perempuan, selain itu ada 12 dari 26 (32%) lansia memiliki memiliki tekanan darah tinggi. Terdapat 1 dari 38 (3%) lansia memiliki denyut nadi di atas batas normal dan 3 dari 38 (8%) lansia dengan kadar glukosa darah di atas batas normal. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi kesehatan lansia harus tetap dipantau anggota keluarga lainnya agar lansia selalu sehat, Kata kunci: Denyut nadi, tekanan darah lansia, kadar glukosa darah, Posyandu lansia Abiyoso Polkesbaya