Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Perilaku Remaja dengan Anemia Pada Remaja Putri Di SMAN 2 Malang Irfani Nur Sa'adah; Evi Pratami; Sherly Jeniawaty; Sukesi
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 4 (2023): December
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i4.39

Abstract

Anemia merupakan kondisi konsentrasi hemoglobin atau jumlah sel darah merah dibawah normal. Kadar hemoglobin pada remaja putri normalnya adalah 12 mg%. Bersumber dari data Kemenkes RI, persentase anemia pada remaja putri masih tinggi yaitu sebesar 32% yang artinya 3-4 dari 10 remaja mengalami anemia. Sedangkan di Jawa Timur berdasarkan data (Dinkes Provinsi Jawa Timur, 2020) 42% remaja putri di Jawa Timur mengalami anemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan perilaku remaja dengan anemia pada remaja putri. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional yang menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini siswa perempuan kelas X di SMAN 2 Malang. Pengambilan sampel dengan teknik Purposive sampling dengan jumlah sampel 125 responden. Variabel indepeden dalam penelitian ini adalah anemia sedangkan variabel  dependen adalah perilaku remaja. Instrumen pengumpulan data adalah kuesioner dan alat Haemometer quick test. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Pengetahuan remaja putri hampir seluruh (96,1%) pengetahuan baik, sikap remaja putri sebagian besar (53,9%) sikap positif, tindakan remaja putri hampir seluruh (79,7%) tindakan cukup. Hasil uji analisis hubungan pengetahuan dengan anemia didapatkan p value = 0,030, hasil uji analisis hubungan sikap dengan anemia didapatkan p value hubungan antara sikap dengan anemia pada remaja putri didapatkan p value = 0,783, hasil uji analisis hubungan tindakan dengan anemia didapatkan p value = 0,511. Simpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan anemia dan tidak ada hubungan sikap dan tindakan dengan anemia. Diharapkan dengan penelitian ini bisa menjadi pencegahan tingkat sekolah dengan cara meningkatkan pengetahuan pada remaja putri.
Hubungan Perilaku Ibu Nifas Dengan Penyembuhan Luka Pada Perineum di Puskesmas Krembangan Selatan Kota Surabaya Dwi Lia Rahmawati; Sherly Jeniawaty; Fitria Nurwulansari; Sri Utami
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i1.201

Abstract

Robekan perineum terjadi hampir pada semua persalinan sehingga diperlukan perawatan yang intensif untuk mencegah infeksi. Meskipun bukan penyebab langsung, infeksi jalan lahir yang tidak di tangani dengan benar akan menyebabkan komplikasi sehingga terjadi kematian ibu. Profil Kesehatan Indonesia 2021 menyebutkan jumlah kematian ibu karena infeksi yaitu sebanyak 207 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku ibu nifas dengan penyembuhan luka pada perineum di Wilayah Puskesmas Krembangan Selatan Kota Surabaya. Desain penelitian ini menggunakan survei analitik dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 39 ibu hamil yang dipilih menggunakan non probability sampling yaitu purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan, sedangkan variabel dependen adalah penyembuhan luka pada perineum. Tehnik pengumpulan data secara primer dengan kuiosioner dan lembar penilaian. Analisis yang digunakan dalam menguji penelitian ini adalah chi square dan fisher exact.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan penyembuhan luka perineum dengan p-value 0,047 < α (0,05), terdapat hubungan sikap dengan penyembuhan luka perineum dengan p-value 0,033 < α (0,05), dan terdapat hubungan tindakan dengan penyembuhan luka perineum dengan nilai p-value 0,019< α (0,05). Penyembuhan luka pada perineum berhubungan dengan pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu selama masa nifas. Oleh karena itu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terutama pada ibu nifas yang mengalami luka perineum adalah dengan memberikan penyuluhan serta asuhan tentang cara menjaga dan merawat luka perineum sampai luka perineum sembuh dan membaik.
Efektivitas Pijat Batuk Pilek dengan Lama Penyembuhan ISPA pada Balita Hilda Rizky Amelia; Sherly Jeniawaty; Uswatun Khasanah; Sukesi
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i2.209

Abstract

Batuk pilek rentan terjadi pada anak balita, apabila tidak segera ditangani dengan baik dapat berakibat pada terjadinya komplikasi yang memperberat kondisi anak. Pada tahun 2023 sampai bulan Oktober terjadi peningkatan kasus ISPA di Kecamatan Sepulu dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 30%. Pijat batuk pilek salah satu solusi mengatasi masalah penyakit batuk pilek dengan memperlancar peredaran darah dan meningkatan daya imunitas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas pijat batuk pilek terhadap lama penyembuhan ISPA pada Balita. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi-Experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita yang mengalami ISPA pada bulan Februari-April 2024 yang ada sebanyak 65 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sejumlah 30 responden. Untuk menganalisis adanya perbedaan digunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan taraf nyata 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyembuhan batuk sebelum mendapatkan perlakuan pijat sebagian besar responden adalah normal (73,3%). Sedangkan lama penyembuhan batuk setelah mendapatkan perlakuan pijat sebagian besar responden adalah cepat (70%). Dari hasil analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test hasil uji p value didapatkan p value = 0,000 maka H1 diterima yang artinya Pijat batuk pilek lebih efektiv terhadap lama penyembuhan ISPA pada balita. Disimpulkan bahwa pijat batuk pilek sangat efektiv dalam penyembuhan batuk pilek pada balita. Sehingga disarankan kepada ibu yang memiliki balita dan sedang mengalami batuk pilek untuk bisa melakukan piat batuk pilek pada anak.