Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Role Analysis of Waste Bank in Improving the Community's Creative Economy (Study at Ketumbar Pamulang Waste Bank) Gunartin Gunartin; Edi Mulyanto; Denok Sunarsi
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 3, No 4 (2020): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v3i4.1360

Abstract

The research objective with the title "Analysis of the Role of Waste Banks to Improve the Creative Economy of the Community (Study at the Pamulang Garbage Bank) wants to know and describe the role of waste banks in an effort to improve the community's economy. Research with the object of the Ketumbar waste bank which is located at RW 18 Banda Baru Pamulang, South Tangerang uses a descriptive qualitative approach to explain the existing phenomena or symptoms. The waste bank has a big enough role in dealing with waste problems that have not yet been handled effectively and efficiently. It is hoped that the presence of a waste bank will be able to contribute to reducing the volume of waste as well as improving the creative economy of the community. The research, which uses researchers as its instrument, by conducting data collection techniques through interviews and document studies, determines the coordinator of the Benda Baru waste bank and his three teams as the key informants, which are the primary sources of information. The results show that the role of the waste bank has been able to improve the creative economy of the community but has not been optimal because what has been done is only as a container, the distributor has returned to the stall, has not yet reached the recycling development process so as to produce competitive production if marketed because it is constrained by the craftsmen who have creative power and marketing the creations of used goods craftsmen. This is because people still look down on used goods even though they have been recycled and the government's attention is not yet optimal in opening distribution channels for creative waste products. So the role of the new garbage nk plays a role as an intermediary for the community with used goods collectors stalls.
Analisis Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto menurut Lapangan Usaha di Kota Tangerang Selatan Tutug Sri Jatmiko; Edi Mulyanto; Jumino, Jumino
Pekobis : Jurnal Pendidikan, Ekonomi, dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2024): PEKOBIS
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pekobis.v9i2.P140-150.47188

Abstract

Sebuah penelitian yang mengembangkan analisa metode Location Quitient terhadap laju pertumbuhan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) menurut lapangan usaha di Kota Tangerang Selatan, sebuah kajian tentang kaitannya terhadap Ekonomi Regional. Location Quitient digunakan untuk membandingkan bagian tertentu dari lapangan kerja dibandingkan dengan nilai-tambah utk sektor/basis yang serupa pada tingkat yg lebih tinggi, yaitu Nasional. Arah analisa pada sudut sektor unggulan yang berperan besar dalam perkembangan perekonomian wilayah yang dijadikan obyek penelitian dengan kriteria meliputi adnya pertumbuhan ekonomi yg tinggi, adanya penyerapan thd tenaga kerja yg cukup besar, adanya keterhubungan sesama sektor, serta timbulnya penciptaan nilai tambah yang tinggi. Fokus dari penelitian dimaksudkan untuk melakukan analisis thd lajunya per tumbuhan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) menurut lapangan usaha di Kota Tangerang Selatan. Dimana dari 9 (sembilan) sektor yang menurut data statistik, yaitu (1) sektor industri pertanian, sektor industri ternak, sektor pengelolaan hutan dan sektor industriperikanan; (2) sektor-kepertambangan dan sektor galian; (3) basis industri pengolahan; (4) basis kelistrikan, basis gas, dan basis penyediaan air bersih; (5) basis civil dan konstruksi; (6) basis keperdagangan, basis perhotelan dan basis restoran; (7) basis pengangkutan dan basis perkomunikasian; (8) basis finance, basis persewaan dan basis jasa perusahaan, serta (9) basis jasa lainnya perlu di buat strategi peningkatan daya saing dengan daerah lain. Strategi yang bisa dikembangkan dapat berbasis pd keberunggulan kompetitif didaerah yg dilaksanakan melalui penguatan model sistem inovasi didaerah (“S.I.D.a”) dan strategi inovasi berbasis komoditas unggulan melalui kebijakan “One Village One Product” (OVOP).
Analisis Struktur Ekonomi dan Potensi Sektor Unggulan di Provinsi Banten Pendekatan Kuantitatif dengan Analisis LQ ( Location Quotien) Jumino; Edi Mulyanto; Tutug Sri Jatmiko
Pekobis : Jurnal Pendidikan, Ekonomi, dan Bisnis Vol. 10 No. 1 (2025): PEKOBIS
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pekobis.v10i1.P60-69.51825

Abstract

Pengkajian ini memiliki tujuan untuk mengeksplorasi berbagai aspek yang berhubungan dengan perekonomian di Provinsi Banten serta mengidentifikasi sektor-sektor yang paling dominan di kawasan tersebut dengan menggunakan metode yang dikenal sebagai Location Quotient (LQ) selama periode 2021 sampai 2023. Melalui penelitian ini, analisis dilakukan untuk menawarkan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana struktur ekonomi di Provinsi Banten dan sektor-sektor mana berkontribusi secara signifikan terhadap akselerasi pertumbuhan ekonomi dalam wilayah tersebut. Provinsi Banten memiliki potensi ekonomi yang besar karena lokasinya yang strategis di barat Pulau Jawa dan dekat dengan DKI Jakarta, yaitu pusat ekonomi dan pemerintahan utama di Indonesia. Kedekatan dengan DKI Jakarta memberi keuntungan bagi Provinsi Banten, seperti akses ke pasar yang besar, jaringan transportasi yang baik, dan potensi ekonomi yang kuat dengan daerah sekitarnya. Dari penilaian LQ yang dilaksanakan dalam studi ini dapat disimpulkan bahwa sektor-sektor utama di Provinsi Banten terdiri dari Industri-Industri Pengolahan, Penyediaan Gas dan Listrik, Pengolohan Limbah, Penyediaan Air, Daur Ulang Sampah, Pergudangan serta sektor Transportasi, Real estate, Pendidikan,  Kesehatan serta kegiatan dibidang sosial. Ini menunjukkan bahwa bidang-bidang tersebut memiliki keistimewaan di Provinsi Banten jika dilihat dari perspektif nasional, dan juga memberikan sumbangan signifikan terhadap perekonomian lokal. Penelitian ini juga menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Banten perlu meningkatkan investasi di sektor-sektor penting yang sudah diidentifikasi. Selain itu, pemerintah juga harus memperbaiki infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia di sektor-sektor itu untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas. Selain itu, penelitian ini menyarankan agar Pemerintah Provinsi Banten mengembangkan sektor-sektor lain seperti pertanian dan perdagangan untuk meningkatkan kontribusi terhadap keseluruhan ekonomi daerah. Dengan cara ini, diharapkan ekonomi Provinsi Banten bisa tumbuh lebih seimbang dan berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi dari berbagai sektor yang ada.
Perlindungan Hukum terhadap Notaris yang diduga Melakukan Tindak Pidana (Ditinjau dari Aspek Hukum Pidana Formil) Edi Mulyanto; Hibnu Nugroho; Budiyono
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 1 (2024): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i1.3150

Abstract

Hal ini penting untuk memahami bahwa notaris memiliki peran yang krusial dalam sistem hukum pidana. Mereka bertanggung jawab dalam membuat dan memvalidasi dokumen-dokumen hukum yang terkait dengan transaksi pidana, seperti akta perjanjian atau akta jual beli. Namun, dalam menjalankan tugasnya, notaris juga bisa terlibat dalam kasus-kasus pidana. Misalnya, jika notaris terlibat dalam pemalsuan dokumen atau pelanggaran hukum lainnya yang terkait dengan jabatannya. Dalam situasi seperti itu, notaris bisa menjadi tersangka dalam kasus pidana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemeriksaan terhadap Notaris yang diduga melakukan tindak pidana dalam tahap penyidikan sesuai dengan UUJN dan Ketentuan yang mengatur perlindungan hukum Notaris yang diduga melakukan tindak pidana yang sekarang berlaku, sudah cukup mengatur tentang perlindungan hukum Notaris. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian dengan metode pendekatan yuridis sosiologis (socio-legal approach). Proses pemeriksaan terhadap Notaris yang diduga melakukan tindak pidana dalam tahap penyidikan belum sesuai dengan Undang-Undang Jabatan Notaris, karena dalam proses pemeriksaan maupun pemanggilan Notaris tidak terdapat persetujuan dari Majelis Kehormatan Notaris sesuai dengan Pasal 66 ayat (1) Undang-Undang Jabatan Notaris. Ketentuan yang mengatur perlindungan hukum bagi Notaris yang diduga melakukan tindak pidana selama ini masih dirasa kurang, karena dalam penerapannya belum terdapat harmonisasi antara peraturan satu dengan peraturan lainnya, terlebih dalam perlindungan hukum bagi Notaris yang diduga melakukan tindak pidana belum diatur secara rigid oleh peraturan perundang-undangan.