Budi Setia
Unknown Affiliation

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis Kelayakan Agroindustri Tempe Di Desa Sukakerta Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis Anwar Hidayat; Iwan Setiawan; Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 8, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v8i2.5259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1). Proses produksi di tempe; 2).  Biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan keuntungan serta; 3). Kelayakan  tempe. Lokasi penelitian adalah agroindustri tempe Bapak Manto di Desa Sukakerta, Kecamatan Panumbangan. Lokasi dipilih secara sengaja  karena Agroindustri Bapak Manto merupakan salah satu agroindustri tempe yang masih bertahan di Desa Sukakerta, disamping beberapa kriteria lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi tempe meliputi pembersihan biji kedelai, perebusan biji kedelai, perendaman biji kedelai, peragian biji kedelai dan proses fermentasi. Biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp. 1.114.573/ satu kali produksi, penerimaan yang diperoleh adalah sebesar Rp. 1.440.000 dan pendapatan yang diperoleh adalah Rp. 329.200 dalam satu kali produksi. Kelayakan  tempe dilihat dari nilai R/C sebesar 1,29.
Analisis Kelayakan Agroindustri Keripik Kelapa (Studi Kasus Pada PT. Dinaya Sambiana Loemintoe di Dusun Cikoranji Desa Cimindi Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran) dede heri guntara; Budi Setia; Sudrajat Sudrajat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 7, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.724 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v7i1.2567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Besarnya biaya produksi yang dikeluarkan PT. Dinaya Sambiana Loemintoe pada pembuatan keripik kelapa per satu kali proses produksi, 2) Besarnya penerimaan yang diterima PT. Dinaya Sambiana Loemintoe pada pembuatan keripik kelapa per satu kali proses produksi, 3) Besarnya pendapatan yang diterima PT. Dinaya Sambiana Loemintoe pada pembuatan keripik kelapa per satu kali proses produksi , 4) Besarnya R/C yang didapatkan PT. Dinaya Sambiana Loemintoe pada pembuatan keripik kelapa per satu kali proses produksi. Penelitian ini dilakukan di Dusun Cikoranji Desa Cimindi Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran dengan menggunakan Metode Studi Kasus. Dengan mengambil sampel secara purposive pada seorang pengusaha agroindustri keripik kelapa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Besarnya biaya produksi yang dikeluarkan PT. Dinaya Sambiana Loemintoe pada pembuatan keripik kelapa per satu kali proses produksi adalah Rp 8.440.907.) 2) Besarnya penerimaan yang diterima PT. Dinaya Sambiana Loemintoe pada pembuatan keripik kelapa per satu kali proses produksi adalah Rp 19.320.000. 3) Besarnya pendapatan yang diterima PT. Dinaya Sambiana Loemintoe pada pembuatan keripik kelapa dalam satu kali proses produksi Rp 10.879,093 4)  Besarnya R/C yang didapatkan PT. Dinaya Sambiana Loemintoe pada pembuatan keripik kelapa per satu kali proses produksi adalah 2,28.
STRATEGI PEMASARAN USAHA KERUPUK LEPIT DI DESA DARMACAANG KECAMATAN CIKONENG KABUPATEN CIAMIS Ima Siti Amalia; Dini Rochdiani; Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 7, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v7i3.4023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman usaha kerupuk lepit di Desa Darmacaang Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis, 2) merumuskan strategi pemasaran usaha kerupuk lepit di Desa Darmacaang Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis.Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus.Data yang dikumpulkan bersumber dari data primer dan data sekunder. Data primer dilakukan dengan cara observasi lapangan dan wawancara dengan pengrajin kerupuk lepit sebagai narasumber. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait dan informasi dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian ini.Penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling yaitu penentuan sampel dengan tujuan tertentu. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Berdasarkan faktor internal dan faktor ekternal, kekuatan dalam pemasaran kerupuk lepit di Desa Darmacaang Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis meliputi produk tahan lama, cita rasa produk yang khas,  tidak menggunakan bahan pengawet, harga terjangkau. Sedangkan kelemahannya yaitu tidak adanya variasi produk, produk setengah jadi, tidak memiliki label produk, pengemasan produk sederhana, promosi masih kurang, permodalan masih terbatas.Peluang yang meliputi pangsa pasar luas, permintaan meningkat, memiliki konsumen tetap, tersedia cukup tenaga kerja. Ancaman yang meliputi adanya pesaing dari industri sejenis, harga bahan baku naik, cuaca dan iklim. 2) Untuk strategi pemasaran, maka direkomendasikan usaha kerupuk lepit di Desa Darmacaang Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis adalah melakukan diversifikasi produk agar dapat bersaing di pasar, hal ini mengingat banyak bermunculan industri yang membuat produk sejenis.
Analisis Keberlanjutan Usahatani Cabai Merah Nasruloh Jamaludin; Dini Rochdiani; Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 8, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v8i2.5358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani dan keberlanjutan usahatani cabai merah di Desa Maparah Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan sampel penelitian terdiri dari 10 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani “Tani Subur”. Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober sampai Desember 2020. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ; 1) Pendapatan yang diterima petani yaitu sebesar Rp 558.408.410,00. Pendapatan ini didapat dari penerimaan usahatani cabai merah yaitu sebesar Rp 961.000.000,00 yang dikurangi dengan biaya produksi sebesar Rp 402.591.590,00. ; 2) Keberlanjutan usahatani cabai merah memiliki nilai indeks keberlanjutan sebesar 76,80 (keberlanjutan baik). Untuk dimensi ekonomi nilai indeks keberlanjutan nya sebesar 82,86 (berkelanjutan baik), sedangkan untuk dimensi sosial nilai indeks yang diperoleh sebesar 74,76(cukup berkelanjutan) dan untuk dimensi lingkungan sebesar 74,00 (cukup berkelanjutan).
Analisis Pendapatan Usahatani Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus) Di Desa Singajaya Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmaya Adam Nurhusaeni; Muhamad Nurdin Yusuf; Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 8, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v8i1.4612

Abstract

Produksi jamur tiram putih dipengaruhi oleh teknik budidaya untuk memperoleh produk yang berkualitas baik. Dalam kegiatan budidaya jamur tiram putih, pendapatan petani dapat dipengaruhi oleh besarnya skala usaha, ketersediaan modal, harga jual produk, ketersediaan tenaga kerja keluarga dan tingkat pengetahuan dan pengalaman petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan usahtani jamur tiram di Desa Singajaya Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya dan Kelayakan usahatani di Desa Singajaya Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang diterapkan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data pada penelitian ini yaitu data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui studi lapangan dan studi kepustakaan. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah menggunakan purposive sampling Hasil penelitian menunjukan : 1). Besarnya biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani jamur tiram yang berada di Desa Singajaya Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya adalah sebesar Rp 4.654.846,38 dan penerimaan yang diperoleh petani jamur tiram sebesar Rp 10.505.000 dalam satu kali proses produksi. Pendapatan yang diperoleh petani jamur tiram sebesar Rp 5.850.153,62 pada satu kali proses produksi. 2). Usahatani jamur tiram, apabila dilihat dari segi  ekonomis diusahakan. dilihat dari nilai R/C 2,2 artinya setiap Rp 1,00 biaya yang dikeluarkan diperoleh penerimaan sebesar 2,2 dan memperoleh pendapatan 1,2.
STRATEGI PENGEMBAGAN BISNIS KEDAI KOPI“AI COFFEE” DI DESA PAKEMITAN KECAMATAN CIAWI KABUPATEN TASIKMALAYA Dede Yeni Maryani; Dini Rochdiani; Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 7, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v7i3.4007

Abstract

Kedai kopi merupakan tempat berkumpul dan bersantai sambil minum kopi. Salah satu kedai kopi yang berada  di Desa Pakemitan Kecamatan Ciawi yaitu Kedai “AI COFFEE”. Penelitian ini dilakukan pada Kedai Kopi “AI COFFEE”. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui faktor internal dan eksterna dalam pengembangan Kedai Kopi AI setra menentukan strategi yang terdapat dalam pengembangan kedai kopi AI dengan menggunakan matriks faktor strategi internal/ IFAS, matriks faktor strategi eksternal/ EFAS dan matriks SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Treats). Jenis penelitian yang digunakan yaitu studikasus.Jenis data yang digunakan data primer dan data sekunder.Teknik penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purvosive sampling.Hasil penelitian menunjukan faktor internal yang menjadi  kekuatan dan kelemahan dalam pengembangan bisnis kedai kopi “AI COFFEE” masing-masing terdapat tujuh tujuh faktor. Adapun faktor-faktor internal yang menjadi kekuatan yang dominan kedai “AI COFFEE” yaitu modal sendiri dan produk mempunyai atribut kemasan dengan skor 0,41. Sedangkam kelemahan yang dominan yaitu masih menggunakan sistem informasi manajemen manual, jenis produk yang dihasilkan masih kurang dan kurangnya promosi dengan skor 0,28. Sedangkan faktor eksternal yang menjadi peluang dan ancaman masing-masing mempunyai lima faktor. Adapun Faktor-faktor eksternal yang menjadi peluang dominan dari kedai “AI COFFE” yaitu pangsa pasar olahan kopi masih luas, berkembangnya tren minum kopi di kalangan masyarakat dan masih banyak jenis produk kopi yang bisa diproduksi dengan skor 0,57. Sedangkan yang menjadi ancaman dominan kedai kopi “AI COFFEE” yaitu persaingan usaha sejenis dengan skor 0,57. Straegi pengembangan yang tepat untuk pengembangan bisnis “AI COFFE” yaitu Strategi S-O yang diperoleh dari matriks SWOT.
Analisis Efisiensi Pemasaran Cabai Merah Varietas Tanjung Aceng Romli Saputra; Iwan Setiawan; Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 8, No 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v8i3.5848

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis : (1) Saluran pemasaran pada cabai merah varietas Tanjung, (2) Besaran Biaya, marjin serta keuntungan pemasaran pada cabai merah varietas Tanjung, (3) Besaran bagian harga yang diterima produsen cabai merah varietas Tanjung, dan (4) Efisiensi pemasaran cabai merah varietas Tanjung. Penelitian yang didesain secara kuantitatif dengan menggunakan metode survei ini dilakukan di Desa Maparah Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis pada bulan Mei-Julli tahun 2021. Sebanyak 36 petani diambil dengan acak sederhana (simple random sampling) dari 180 orang populasi petani. Untul lembaga pemasaran diambil secara sengaja menggunakan snowball sampling sehingga didapat sampel lembaga pemasaran 1 responden pedagang besar dan 10 pengecer. Untuk penelitiannya menghasilkan : (1) Cabai merah Tanjung memiliki satu saluran pemasaran, yang rantainya dimulai dari   Petani ke Pedagang besar lalu ke Pedagang pengecer dan ke Konsumen,  (2) Biaya pemasaranya Rp. 1.096,17, Marjin pemasarannya Rp. 12.000/Kg serta pemasaran memiliki keuntungan Rp. 11.403,83/Kg, (3) Untuk farmen sharenya sebesar 50,00 persen; dan (4) Tingkat efisiensi pemasaran sebesar 4,38 persen.
Analisis Biaya, Pendapatan Dan R/C Pada Usaha Pembesaran Ikan Lele Dengan Metode Longyam Di Desa Nasol Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis Bangbang Subangkit; Dini Rochdiani; Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 8, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v8i1.4680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Besarnya biaya, pendapatan dan pendapatan pada usaha pembesaran ikan lele dengan metode longyam di Desa Nasol Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis. 2) Besarnya nilai R/C pada usaha pembesaran ikan lele dengan metode longyam di Desa Nasol Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis per satu kali proses produksi. Penelitian ini dilakukan di Desa Nasol Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis dengan menggunakan Metode Studi Kasus. Dengan mengambil sampel pada seorang pengusaha pembesaran ikan lele dengan metode longyam. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Besarnya total biaya produsi pada usaha pembesaran ikan lele dengan metode longyam di Desa Nasol Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis sebesar Rp. 8,733,194.02, per satu kali proses produki, dan besarnya penerimaan dan pendapatan sebesar Rp. 15,462,500 Dan Rp. 6,729,305.96 per satu kali proses prouksi. 2) Besarnya nilai R/C Usaha pembesaran ikan lele dengan metode longyam di Desa Nasol Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis sebesar 1,77 per satu kali proses produksi.
ANALISIS PENETAPAN HARGA POKOK PENJUALAN MADU Siti Aminah Sodiah; Dini Rochdiani; Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 7, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v7i3.4025

Abstract

Permasalahan dalam usahatani madu adalah kurangnya kemampuan peternak lebah madu untuk menentukan harga pokok penjualan agar penjualan madu tidak mengalami kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Biaya, penerimaan, dan pendapatan pada usahatani madu di Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. 2) Nilai R/C pada usahatani madu di Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. 3) Besarnya harga pokok penjualan yang harus ditetapkan oleh peternak madu per botol di Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan mengambil kasus di Desa Banjaranyar Kecamatan Banjaranyar Kabupaten Ciamis. Jumlah responden yang diambil 60 orang dari satu kelompok tani dengan cara sensus. Hasil penelitian menunjukan bahwa : besarnya biaya usahatani madu Rp. 1.304.394,55,- per satu kali musim panen yang terdiri dari biaya tetap Rp. 169.735,- per satu kali musim panen dan biaya variabel Rp. 1.134.659,55,- per satu kali musim panen. Diperoleh produksi rata-rata 11,13 kilogram dengan harga jual Rp. 150.000,- perkilogram sehingga penerimaan yang diperoleh yaitu Rp. 1669.500,00,- dan pendapatan Rp. 365.105,16,- per satu kali musim panen. Besarnya nilai R/C pada usahatani madu per satu kali panen adalah 1,46. Harga pokok penjualan peternak madu rata-rata Rp. 117.196,30,- per kilogram.
Analisis Kelayakan Usaha Agroindustri “Tahu Cahaya” Di Dusun Lintungpaku Desa Karangpawitan Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis Mira Sartikasari; Iwan Setiawan; Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 8, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v8i2.5349

Abstract

Agroindustri produk Tahu Cahaya merupakan suatu agroindustri yang memproduksi dan memasarkan produk tahu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha Tahu Cahaya: 1) Kelayakan agroindustri Tahu Cahaya di Dusun Lintungpaku Desa Karangpawitan Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis. 2) Jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan seluruh modal yang diinvetasikan pada agroindustri Tahu Cahaya di Dusun Lintungpaku Desa Karangpawitan Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Nama responden dalam penelitian ini ialah pemilik perusahaan tahu cahaya atas nama Bapak Nurdin. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan ialah analisis NPV, Net B/C, IRR, dan PP. Hasil menunjukkan bahwa: 1) Agroindustri “Tahu Cahaya” di Dusun Lintungpaku Desa Karangpawitan Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis layak untuk di usahakan dengan nilai NPV sebesar Rp. 472.964939,42 selama 5 tahun. Nilai Net B/C sebesar 6,38 dan IRR sebesar 59,1%. 2) Jangka waktu yang dibutuhkan untuk dapat mengembalikan modal yang diinvestasikan pada agroindustri “Tahu Cahaya” di Dusun Lintungpaku Desa Karangpawitan Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis adalah 1 tahun 4 bulan.