Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Situasi Covid-19 di DKI Jakarta Periode Januari - Juli 2022 Saputra, Hermawan
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i9.2718

Abstract

Latar belakang: COVID-19 merupakan penyakit menular yang dapat ditularkan melalui droplet atau percikan ludah penderitanya. Orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dapat menularkan kepada orang lain selama sel inangnya masih hidup di dalam tubuh. Virus Corona terus berkembang dan mereplikasi dirinya pada saluran pernapasan manusia, mulai dari mulut, saluran pernafasan atas hingga paru-paru. Penularan virus ini melalui droplet atau cairan mini yang keluar, misalnya ketika kita bicara, batuk atau bersin. Jika cairan mini tersebut mengenai orang lain maka berpotensi menjadi sarana penularan Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat Situasi Covid-19 di DKI Jakarta dilakukan dengan cara pemantauan data dari bulan Januari hingga bulan Januari 2022, hal ini meliputi distribusi penyebaran pasien positif, pasien sembuh, pasien meninggal, Case Fatality Rate (CFR) dan Cumulative Incidence (CI). Metode: Desain Penelitian ini menggunakan Pre eksperimental one group pretest posttest. Sampel penelitian sebanyak 26 orang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil: Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terjadi kenaikan kasus positif pasien covid-19 di DKI Jakarta pada bulan februari dan Juli Tahun 2022, peningkatan pasien sembuh, peningakatan CFR pada bulan Maret dan Juli, dimana kenaikan CFR tertinggi terjadi pada bulan April yaitu sebesar 1,07%, sedangkan CI pada periode Januari hingga Juli Tahun 2022 yaitu sebesar 0,60%. Kesimpulan: Kesimpulan selama periode januari hingga juli 2022 kasus covid-19 di DKI Jakarta mengalami peningktan- penurunan dan peningkatan lagi pada bulan Juli, hal ini dikarenakan adanya pelonggaran penggunaan masker diruang terbuka serta semakin meningkatnya aktifitas masyarakat diluar rumah. Pada dasarnya Covid-19 dapat saja menyerang berbagai usia dan karakteristik masyrakat untuk itu diperlukan penguatan community based untuk meningkatkan kesabaran, dan kesadaran.
Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Pelayanan Radioterapi di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Cipto Mangunkusumo: Service Quality Improvement Strategy in Radiotherapy Service in General Hospital National Dr. Cipto Mangunkusumo Rubiyanto, Hamdi; Saputra, Hermawan; Pramita, Pradnya; Faryanti, Desrialita
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i9.2719

Abstract

Latar belakang: Indikator kualitas merupakan instrumen yang dapat memberikan gambaran atau potret suatu kinerja yang dilakukan oleh suatu organisasi. Kualitas layanan yang dikembangkan oleh A Parasuraman, Valarie A Zheitaml dan L Berry disebut dengan Service Quality Model (SERVQUAL). Model kualitas layanan secara rinci menggambarkan empat kesenjangan yang dapat menyebabkan kualitas layanan tidak dapat dicapai. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang dapat mengurangi kesenjangan pelayanan radiologi sehingga dapat dijadikan sebagai strategi peningkatan mutu pelayanan radioterapi di RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang diperoleh melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi dan observasi. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang dapat menyebabkan kesenjangan pengetahuan, kesenjangan standar, kesenjangan penyampaian dan kesenjangan komunikasi, faktor-faktor mana yang dapat digunakan untuk mengembangkan strategi untuk mengurangi kesenjangan tersebut. Kesimpulan: Strategi yang dapat mengurangi kesenjangan pelayanan adalah meningkatkan produktivitas pelayanan, membuat perencanaan yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mengembangkan sistem kepegawaian berstandar internasional, melakukan review dan evaluasi, mempromosikan peralatan yang ada, mengembangkan sistem informasi manajemen yang terintegrasi, dan meningkatkan kualitas. karyawan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Diharapkan penulis selanjutnya dapat melakukan penelitian dalam lingkup yang lebih besar dan sampel penelitian.
Pengaruh Hope dan Career Identity terhadap Turnover Intension dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Interventing Damaiyanti, Deby Nurlaili; Saputra, Hermawan; Listiyaningsih, Erlin; Hatuti, Sri; Prayogi, Budi
Health Publica Vol 7, No 01 (2026): Health Publica Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/hp.v7i01.10210

Abstract

Tingkat Turnover intention pada tenaga kesehatan, khususnya bidan dan perawat, menjadi isu penting bagi rumah sakit karena berdampak pada stabilitas pelayanan, beban kerja, serta mutu asuhan kepada pasien. Faktor psikologis seperti hope (harapan) dan career identity (identitas karier) diyakini berperan penting dalam menekan niat berpindah kerja melalui peningkatan Kepuasan Kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hope dan career identity terhadap Turnover intention dengan Kepuasan Kerja sebagai variabel intervening pada bidan dan perawat di Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan model kausalitas, melibatkan seluruh populasi sebanyak 104 bidan dan perawat sebagai responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM–PLS) melalui aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hope berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja (T = 4,187; p = 0,001) serta berpengaruh negatif terhadap Turnover intention (T = 2,091; p = 0,037). Career identity juga berpengaruh positif terhadap Kepuasan Kerja (T = 5,122; p = 0,001) dan negatif terhadap Turnover intention (T = 5,588; p = 0,001). Selain itu, Kepuasan Kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Turnover intention (T = 3,656; p = 0,001) serta mengintervensi secara signifikan hubungan antara hope dan career identity terhadap Turnover intention (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat harapan dan identitas karier yang dimiliki bidan dan perawat, semakin tinggi Kepuasan Kerja mereka, dan semakin rendah niat untuk berpindah kerja.