Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Relasi Orangtua-Anak Menurut Perspektif Islam dan Kaitannya dengan Kesejahteraan Psikologis (Studi Pengembangan dan Validasi Instrumen) Ayu Lestari; Sri Wahyuni
Psikoislamedia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2018): PSIKOISLAMEDIA : JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : State Islamic University (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.219 KB) | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v3i2.5621

Abstract

Pencapaian kesejahteraan psikologis bagi anak sangat penting dan salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah relasi orangtua-anak. Pada penelitian ini akan dilakukan dua studi, yaitu penyusunan skala relasi orangtua-anak berdasarkan persepktif Islam, yaitu penerapan hak dan kewajiban oleh orangtua dan anak; dan uji korelasi antara variabel relasi orangtua-anak dengan kesejahteraan psikologis. Skala kesejahteraan psikologis menggunakan teori Ryff (1989). Penyusunan skala relasi-orangtua dilakukan melalui empat tahap yaitu konseptualisasi skala dan penyusunan aitem berdasarkan Al-Quran, Hadits, pendapat ahli, dan hasil penelitian sebelumnya; uji validitas konstruk dan isi; perbaikan skala dan uji validitas dan reliabilitas menggunakan analisis Rasch Model dengan WINSTEPS, dan uji validitas konkuren. Jumlah responden penelitian secara keseluruhan adalah 490 responden. Hasil analisis akhir menemukan bahwa jumlah aitem yang valid dan reliabel adalah 36 aitem. Skala ini memiliki kualitas dan performansi yang baik dan dapat digunakan untuk mengukur relasi orangtua-anak khususnya pada populasi muslim. Selanjutnya, variabel relasi orangtua-anak berdasarkan perspektif Islam juga terbukti berkorelasi positif yang sangat signifikan dengan kesejahteraan psikologis pada anak, dengan sumbangan efektif 10,1%.
Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Pendidikan Inklusif untuk Penguatan Layanan Pembelajaran Ramah Difabel Muhammad fajar; Sri Wahyuni; Cici Wulandari; Rusdiah Roitona Nasution; Aditya; Muhammad Iqbal
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5556

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan upaya strategis untuk menjamin hak belajar peserta didik difabel melalui kurikulum yang adaptif dan berkeadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan rekonstruksi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis inklusivitas guna memperkuat layanan pembelajaran ramah difabel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan melalui analisis terhadap ±20 sumber literatur relevan menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum PAI masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya kompetensi guru dalam pendidikan inklusif, keterbatasan sarana prasarana, serta kurikulum yang belum adaptif terhadap kebutuhan peserta didik difabel. Rekonstruksi kurikulum dilakukan melalui pengembangan prinsip fleksibilitas, diferensiasi pembelajaran, integrasi teknologi, serta pendekatan multikultural dan humanistik. Selain itu, strategi pembelajaran akomodatif dan diferensiatif menjadi kunci dalam meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa difabel. Penguatan layanan PAI juga memerlukan kolaborasi antar stakeholder serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan. Dengan demikian, rekonstruksi kurikulum PAI berbasis inklusif berimplikasi pada terciptanya pembelajaran yang adil, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik
Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Etika Sosial dalam Pembentukan Kesadaran Sosial Peserta Didik Rini Selviani; Rima Nurhavsyakh; Muhammad Ikbal; Ainur Rafiq; Alfaza Rizky; Sri Wahyuni
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16479

Abstract

Perkembangan sosial dan perubahan nilai dalam masyarakat menuntut adanya pembaruan dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Kurikulum PAI tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter dan kesadaran sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi kurikulum PAI berbasis etika sosial dalam membentuk kesadaran sosial peserta didik di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai sumber literatur ilmiah, seperti jurnal, buku, dan hasil penelitian terkait pendidikan Islam dan etika sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi kurikulum PAI berbasis etika sosial dapat dilakukan melalui integrasi nilai-nilai empati, toleransi, keadilan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial dalam proses pembelajaran. Implementasi kurikulum ini dilakukan melalui pendekatan pembelajaran kontekstual, kegiatan ekstrakurikuler, serta pembentukan budaya sekolah yang mendukung internalisasi nilai-nilai sosial. Dengan demikian, kurikulum PAI berbasis etika sosial memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya religius, tetapi juga memiliki kesadaran sosial yang tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.
Reconstructing an Islamic Value-Based Curriculum for Strengthening Educational Ethics: An Implementational Case Study in Madrasah Siti Saroh Hasibuan; Sri Wahyuni; Lilis Gusliyah; Nanda Mulyani Pratiwi; Ana Susiana; Abdul Hadi Alghani
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 25, No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v25i1.11112

Abstract

ENGLISH: Reconstructing an Islamic Value-Based Curriculum for Strengthening Educational Ethics: An Implementational Case Study in Madrasah Objective: This study analyzes the reconstruction of an Islamic values based curriculum to strengthen educational ethics in madrasahs by examining its planning, implementation, evaluation, and impact on student character. Method: A qualitative case study was conducted at Madrasah Aliyah Bahrul Ulum, Riau, Indonesia. Data were collected through observations, semi structured interviews, and document analysis, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model with triangulation. Results: Curriculum reconstruction systematically integrated Islamic values into learning objectives, content, instructional strategies, assessment, and school culture, improving students' discipline, honesty, responsibility, social awareness, and teachers' professionalism. Conclusion: Educational ethics are strengthened through the integration of curriculum, pedagogy, leadership, and school culture within a coherent educational ecosystem. Contribution: This study proposes a systematic framework for implementing Islamic values based curricula that supports sustainable character development in madrasahs.INDONESIAN: Rekontruksi Kurikulum Berbasis Nilai-nilai Islam dalam Penguatan Etika Pendidikan: Studi Kasus Implementatif di Madrasah.Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis rekonstruksi kurikulum berbasis nilai-nilai Islam dalam memperkuat etika pendidikan di madrasah melalui kajian terhadap perencanaan, implementasi, evaluasi, dan dampaknya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Madrasah Aliyah Bahrul Ulum, Riau, Indonesia. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan triangulasi. Hasil: Rekonstruksi kurikulum mengintegrasikan nilai-nilai Islam secara sistematis ke dalam tujuan pembelajaran, materi, strategi pembelajaran, penilaian, dan budaya madrasah sehingga meningkatkan kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, kepedulian sosial peserta didik, serta profesionalisme guru. Kesimpulan: Penguatan etika pendidikan dicapai melalui integrasi kurikulum, pembelajaran, kepemimpinan, dan budaya madrasah dalam suatu ekosistem pendidikan yang terpadu. Kontribusi: Penelitian ini menawarkan kerangka implementatif kurikulum berbasis nilai yang sistematis untuk mendukung pengembangan karakter secara berkelanjutan di madrasah.