Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Pendidikan Inklusif untuk Penguatan Layanan Pembelajaran Ramah Difabel Muhammad fajar; Sri Wahyuni; Cici Wulandari; Rusdiah Roitona Nasution; Aditya; Muhammad Iqbal
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5556

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan upaya strategis untuk menjamin hak belajar peserta didik difabel melalui kurikulum yang adaptif dan berkeadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan rekonstruksi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis inklusivitas guna memperkuat layanan pembelajaran ramah difabel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan melalui analisis terhadap ±20 sumber literatur relevan menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum PAI masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya kompetensi guru dalam pendidikan inklusif, keterbatasan sarana prasarana, serta kurikulum yang belum adaptif terhadap kebutuhan peserta didik difabel. Rekonstruksi kurikulum dilakukan melalui pengembangan prinsip fleksibilitas, diferensiasi pembelajaran, integrasi teknologi, serta pendekatan multikultural dan humanistik. Selain itu, strategi pembelajaran akomodatif dan diferensiatif menjadi kunci dalam meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa difabel. Penguatan layanan PAI juga memerlukan kolaborasi antar stakeholder serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan. Dengan demikian, rekonstruksi kurikulum PAI berbasis inklusif berimplikasi pada terciptanya pembelajaran yang adil, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik
Kesetaraan Hak Pendidikan Laki-Laki dan Perempuan dalam Perspektif Al-Qur’an dan Implementasinya di Indonesia Annisa Annisa; Musthafa Rahman; Muhammad Iqbal; Herlini Puspika Sari
JURNAL LENTERA [PENDIDIKAN PUSAT PENELITIAN LPPM UM METRO] Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro
Publisher : LPPM UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPendidikan merupakan hak dasar setiap manusia yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam perspektif Islam, laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah SWT serta memiliki hak yang setara dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Namun, dalam realitas sosial masih ditemukan kesenjangan akses pendidikan yang dipengaruhi oleh faktor budaya, ekonomi, dan pemahaman agama yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kesetaraan hak pendidikan antara laki-laki dan perempuan dalam perspektif Al-Qur’an serta melihat implementasinya dalam konteks pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui kajian terhadap Al-Qur’an, kitab tafsir, buku ilmiah, dan artikel jurnal yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk memahami konsep kesetaraan pendidikan berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menegaskan kesetaraan laki-laki dan perempuan sebagai manusia yang memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan. Perintah menuntut ilmu berlaku bagi seluruh umat manusia tanpa membedakan jenis kelamin. Oleh karena itu, pendidikan Islam memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan guna mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.Abstract:Education is a fundamental human right that plays an important role in improving the quality of human resources. In the Islamic perspective, men and women have equal status before Allah SWT and have equal rights to acquire knowledge. However, in social reality, inequalities in access to education still exist due to cultural, economic, and misinterpretations of religious teachings. This study aims to examine the concept of equality in educational rights between men and women from the perspective of the Qur’an and to analyze its implementation in the context of education in Indonesia. This research uses a qualitative approach with a library research method by reviewing the Qur’an, classical commentaries, academic books, and relevant journal articles. The collected data were analyzed using content analysis to understand the concept of educational equality based on Qur’anic values. The results show that the Qur’an emphasizes the equality of men and women as human beings who have equal rights to obtain education. The command to seek knowledge applies to all humans regardless of gender. Therefore, Islamic education plays an important role in promoting values of justice and equality in order to create an inclusive and equitable education system.
Pengaruh Strategi Inquiring Minds Want to Know terhadap Keaktifan Belajar PAI Siswa SD Abdul Hadi Al-Ghani; Alfaza Rizki; Mahfidzul Amal; Muhammad Farhan; Muhammad Iqbal
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keaktifan belajar siswa merupakan aspek penting dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar karena berpengaruh terhadap keterlibatan dan pemahaman siswa dalam proses belajar. Namun, pembelajaran PAI masih sering berpusat pada guru sehingga peluang siswa untuk aktif bertanya, berdiskusi, dan mengemukakan pendapat menjadi terbatas. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara teoretis pengaruh strategi Inquiring Minds Want to Know terhadap keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian yang relevan dengan strategi pembelajaran inkuiri dan keaktifan belajar siswa. Pembahasan difokuskan pada konsep, karakteristik, dan langkah-langkah penerapan strategi Inquiring Minds Want to Know serta keterkaitannya dengan teori pembelajaran aktif dan konstruktivistik dalam pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi Inquiring Minds Want to Know secara teoretis memiliki potensi kuat dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa, karena mendorong rasa ingin tahu, partisipasi aktif, dan keterlibatan kognitif siswa selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi Inquiring Minds Want to Know relevan dan efektif secara konseptual untuk diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar guna meningkatkan keaktifan belajar siswa.
Gepuk Tea Business Development Strategy from a Sharia Economic Perspective in Pekanbaru City Muhammad Iqbal; Indah Zalina; Mahyarni Mahyarni
Kutubkhanah Vol. 25 No. 2 (2025): Juli - December
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The growing growth of businesses operating in the food and beverage sector requires entrepreneurs to think creatively to compete with other entrepreneurs. One business sector that is currently very popular is food and beverages. Teh Gepuk is a beverage that is in demand by the people of Pekanbaru. The Teh Gepuk outlet entered the market in 2021, with four Teh Gepuk outlets spread across the Pekanbaru area. Business development carried out by Teh Gepuk owners in Pekanbaru City takes various steps to ensure the business runs according to plan. The purpose of this study is to determine the business development strategies that have been implemented by Teh Gepuk business owners to be able to compete with other entrepreneurs. Data analysis used in this study is a descriptive qualitative model with the Niles & Huberman model, the data collection method is in-depth interviews. The results of the study indicate that the business development strategy implemented by Teh Gepuk owners is using ingredients that do not contain haram substances, prioritizing a clean business environment, and avoiding things prohibited in Islam such as usury, maysir, gharar and tadlis in developing their businesses. The Teh Gepuk business owner's reason for opening his business was to create more jobs and expand outlets to generate more revenue and improve employee welfare. This aligns with Islamic economic principles.