Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search
Journal : TEKNO

Analisis Kelelahan Struktur Pada Tiang Pancang Di Dermaga Amurang Dengan Metode S-N Curve Bitty, Stania Ekarista; Balamba, Sjachrul; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 13, No 63 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap struktur dermaga yang dibangun tentunya didisain agar tidak mengalami kegagalan struktur akibat beban berulang. Analisis Fatigue merupakan suatu cara yang dapat dilakukan untuk memperkirakan risiko terjadinya kelelahan yang diakibatkan oleh beban berulang dan usia dari bangunan tersebut pun dapat diketahui.Lokasi studi kasus pada penelitian ini adalah di pelabuhan Amurang, kecamatan Minahasa Selatan. Pada penelitian ini dilakukan analisis kelelahan struktur pada tiang pancang dengan menggunakan metode S-N Curve berdasarkan peraturan API RP 2A WSD  tahun 2002. Dalam analisis Fatigue, ada beberapa tinggi gelombang yang dipakai untuk mengetahui stress range dari gaya gelombang yang terjadi. Yaitu tinggi gelombang Hz = 2.08 m, 1.85 m, 1.64 m, 1.6 m, 1.43 m, 1,22 m dan 1.10 m, dengan periode gelombang Tz = 3.29 second. Pada sambungan antara tiang pancang dan kepala tiang pada struktur dermaga didapat nilai SCF yaitu 1,556. Sehingga didapat umur bangunan dari Kurva S-N untuk kurva X  yaitu 29.8 tahun, 81.2 tahun, 247.6 tahun, 310.5 tahun, 844.9 tahun, 2546.1 tahun, 3129.3 tahun. Dan kurva X’ yaitu 15.4 tahun, 36.3 tahun, 94.1 tahun, 114.1 tahun, dan 268.4 tahun, 688.4 tahun, 820.9 tahun. Kata kunci : fatigue, pondasi, gaya gelombang, tiang pancang
Pengaruh Penambahan Geopolymer Berbahan Fly Ash Dari PLTU Terhadap Kuat Geser Pada Tanah Pasir Berlempung Erfanto, Anggi; Legrans, Roski R. I.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 18, No 76 (2020)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan geopolymer berbahan dasar fly ash dari PLTU terhadap kadar air, kuat geser, regangan dan modulus elasitisitas tanah pasir berlempung. Penelitian dilakukan melalui pengujian laboratorium terhadap variasi penambahan geopolymer dengan persentase 5%, 10%, 15%, dan 20% terhadap berat tanah yang digunakan pada masing-masing variasi, dengan menggunakan alat uji tekan bebas. Analisa varians (ANAVA) dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan geopolymer berbahan dasar fly ash terhadap kadar air, kuat geser, regangan dan modulus elastisitas tanah berlempung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat geser tanah asli adalah 0,625 kg/cm2. Setelah penambahan 5% geoplymer kuat geser benda uji menjadi 0,672 kg/cm2, pada penambahan 10 % geoplymer kuat geser benda uji menjadi 1,006 kg/cm2, pada penambahan 15% geoplymer kuat geser benda uji menjadi 1,088 dan pada penambahan 20% geoplymer kuat geser benda uji menjadi 0,719 kg/cm2. Hasil analisa varians menunjukkan bahwa penambahan geopolymer berpengaruh secara signifikan (F>0.05) terhdap kadar air, kuat geser, regangan dan modulus elastisitas. Berdasarkan uji Dunnet, variasi penambahan 15% memberikan selisih kuat geser terbesar terhadap kuat geser tanah asli dibandingkan variasi penambahan yang lain. Berdasarkan analisis statistik tersebut, penggunaan geopolymer yang disarankan untuk memperbaiki tanah adalah penambahan geopolymer dengan rasio 15%.. Kata kunci - tanah berlempung, fly ash PLTU, geopolymer, kuat geser
Analisis Pengaruh Campuran Garam Dan Belerang Pada Tanah Pasir Terhadap Kuat Geser Ho, Patrick Alexander; Mandagi, Agnes T.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 19, No 77 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah banyak dilakukan penelititian atau percobaan terhadap tanah pasir untuk mencari cara atau alternatif untuk dapat meningkatkan stabilitas tanah tersebut. Tanah merupakan hal yang penting dalam bidang konstruksi. Dalam hal ini, Tanah pasir dalam kondisi padat cenderung memiliki sifat-sifat yang baik. Namun pada kondisi tertentu, seperti bila dalam kondisi lepas dan jenuh air, dapat memiliki kuat geser yang rendah ketika terjadi beban siklik seperti gempa bumi tanah dengan belerang dan garam. Garam memiliki kelebihan untuk dapat memperbaiki sirkulasi air dan udara dalam tanah . Selain itu, garam juga memiliki kelebihan untuk mengikat karbon dalam tanah. Dan belerang merupakan pozzolan alam, karena termasuk abu vulkanik. Reaksi antara pozzolan basah dan halus dapat menghasilkan senyawa keras dan tidak larut dalam air, yaitu calcium silicate hydrate. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan garam dan belerang terhadap kuat geser tanah. Dimana parameter geser tanah ditentukan melalui pengujian kuat geser langsung (Direct Shear). Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran bahan stabilisasi pada tanah pasir menggunakan belerang dan garam dengan persentase 6% belerang yang konstan dicampur dengan persentase garam 6%, 8%, 10%, 12%. Penelitian ini juga untuk mengetahui pengaruh bahan stabilisasi pada tanah pasir terhadap kuat geser tanah. Nilai kohesi tanah asli 0.062 kg/cm2 dan untuk variasi campuran 6% belerang + 6% garam 0.088 kg/cm2 , 6% belerang + 8% garam 0.091 kg/cm2 , 6% belerang + 10% garam 0.095 kg/cm2 , 6% belerang + 12% garam 0.098 kg/cm2. Pada penelitian saya kali ini, kuat geser yang terbaik didapat pada variasi 6% belerang + 12% garam. Pengaruh penambahan variasi bahan stabilisasi ini grafik hubungan nilai kohesi (c) dengan variasi campuran dan grafik hubungan nilai sudut geser dalam dengan variasi campuran juga meningkat.Kata kunci – Pasir, Belerang, Garam, Kuat Geser Langsung, Stabilisasi Tanah.
Analisis Pengaruh Penambahan Campuran Belerang Dan Arang Tempurung Terhadap Kuat Geser Tanah Lempung Ekspansif Tulung, Brigita Aranza; Sarajar, Alva N.; Sumampouw, Joseph E. R.
TEKNO Vol 19, No 77 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung ekspansif merupakan tanah yang memiliki sifat kembang susut yang sangat besar dimana kadar air tanah sangat mempengaruhi kondisi tanah tersebut. Dengan keadaan tanah yang kembang susut maka sangat beresiko jika ada konstruksi bangunan yang ada diatas tanah lempung ekspansif. Cara untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan menstabilkan tanah agar daya dukung meningkat dan bisa mengurangi kembang susutnya. Bahan stabilisasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu belerang dan arang tempurung. Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran bahan stabilisasi pada tanah lempung ekspansif menggunakan belerang dan arang tempurung dengan persentase 6% belerang yang konstan dicampur dengan persentase arang tempurung 4%, 6%, 8%, 10%. Penelitian ini juga untuk mengetahui pengaruh bahan stabilisasi pada tanah lempung ekspansif terhadap nilai kuat tekan bebas. Hasil Penelitian menunjukan bahwa tanah tersebut memenuhi syarat tanah lempung ekspansif dilihat dari Indeks Plastisitas yaitu 30,37%. Untuk tanah itu sendiri berdasarkan klasifikasi USCS termasuk jenis CH (Clay- High Plasticity) lempung anorganik dengan plastisitas tinggi. Pada pengujian kuat tekan bebas, nilai qu tanah asli yaitu 1,3474 kg/cm2. Nilai qu terbesar didapat pada tanah campuran 6% belerang + 10% arang tempurung yaitu 2.7372 kg/cm2. Untuk tanah asli didapatkan nilai kohesi undrained (Cu) sebesar 0.6737 kg/cm2.. Nilai kohesi undrained (Cu) terbaik pada penelitian ini didapat pada tanah campuran 6% belerang + 10% arang tempurung yaitu 1.3686 kg/cm2. Sedangkan hasil pengujian pemadatan didapatkan hasil grafik berat isi kering yang meningkat dan kadar air yang menurun. Dari hasil yang didapat, maka untuk pengujian kuat tekan bebas dengan bertambahnya presentase bahan stabilisasi terlihat meningkatnya nilai tegangan runtuh (qu) dan kohesi undrained (Cu) pada setiap sampel.  Kata kunci – lempung ekspansif, belerang, arang tempurung, kuat tekan bebas, stabilisasi tanah.
Analisis Kuat Geser Tanah Lempung Dengan Tambahan Fertilizer Rembet, Reinaldo; Rondonuwu, Steeva G.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 19, No 77 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serangkaian pengujian triaksial dilakukan di laboratorium, terhadap tanah lempung pulutan dengan menambahkan fertilizer. Penelitian ini dilakukan untuk melihat kuat geser tanah sebelum, dan setelah penambahan fertilizer. Parameter yang di analisis adalah: kohesi tanah (c), sudut geser dalam (ϕ), tegangan normal (σ), dan nilai kekuatan geser tanah (τ) itu sendiri. Juga dilakukan pengujian sifat fisik dan mekanis tanah. Variasi bahan tambahan fertilizer adalah: Pupuk Urea 2%, 5%, 7%, 10%, dan Pupuk NPK 2%, 5%, 7%, 10%. Dari hasil pengujian untuk tanah lempung asli didapat c= 0.99 t/m2, ϕ= 4.49ᵒ, σ= 4.02 t/m2, serta didapatkan nilai kuat geser tanah lempung tanpa bahan campuran, τ= 1.65 t/m2.  Pada penambahan 10 % urea, didapat nilai c= 0.97 t/m2, ϕ= 8.98ᵒ, σ= 6.73 t/m2, sedangkan nilai kuat geser τ= 1.57 t/m2. Selanjutnya untuk penambahan 10% pupuk NPK diperoleh nilai parameter c= 1.07 t/m2, ϕ= 11.56ᵒ, σ= 6.64 t/m2, dan nilai kuat geser tanah; τ= 1.85 t/m2. Dari hasil diatas menunjukkan bahwa kuat geser tanah dengan tambahan fertilizer melalui pengujian triaksial metode Unconsolidated Undrained (UU), terjadi peningkatan pada 10% Pupuk urea dan 10 % pupuk NPK bila dibandingkan dengan tanah tanpa tambahan fertilizer. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa kuat geser lempung lunak dapat diperbaiki/ dinaikan dengan penambahan fertilizer, dalam hal ini pupuk urea dan pupuk NPK. Kata kunci – lempung lunak, fertilizer, uji triaksial, kuat geser.
Analisis Rembesan Pada Dam Tailing Di Desa Tokin Kecamatan Motoling Timur Singal, Sheren S.; Mandagi, Agnes T.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambangan mineral logam yang berada di Desa Tokin, Karimbow, dan Picuan Lama, Kecamatan Motoling Timur, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, adalah pertambangan mineral (emas). Dalam pertambangan mineral (emas) pada proses pengolahan bijih menghasilkan tailing dimana Teknik pengolahannya dengan membangun dam tailing yang biasanya konstruksi dari urugan tanah yang memiliki angka pori yang besar sehingga mempunyai rembesan yang besar. Oleh karena itu kita perlu adanya analisis besar rembesan pada dam tailing. Analisis dimulai dengan mencari nilai k koefisien rembesan dengan uji permeabilitas lapangan yang dilakukan dengan metode Test PIT. Nilai permeabilitasnya menggunakan hukum Darcy. Dari hasil ini di peroleh nilai k tanah dibagian atas Dam sebesar  dan nilai k tanah di bagian bawah Dam sebesar , dan untuk analisis rembesan dengan cara Craig di dapat besar rembesan q =  dan untuk cara Schaffernak di dapat besar rembesan q =  pada kondisi tinggi tailing maksimum.  Kata kunci – dam tailing, hukum Darcy, rembesan
Analisis Konsolidasi Lempung Pulutan Dengan Tambahan Geopolimer (Abu Beton) Rivaldo A. Tulandi; Steeva G. Rondonuwu; Alva N. Sarajar
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung merupakan tipe tanah lunak yang memiliki karakteristik indeks mampat besar, daya dukung rendah, kemampuan mengikat air besar dan mengalami konsolidasi. Konsolidasi ialah peristiwa terjadinya deformasi pada lempung lunak akibat keluarnya air pori dari dalam tanah. Karena kondisi inilah maka lempung dikategorikan sebagai tanah yang tidak stabil untuk pekerjaan teknik sipil, sehingga perlu perbaikan tanah. Perbaikan tanah yang dilakukan pada penelitian ini adalah menambah bahan campuran untuk memperkecil deformasi vertikal akibat konsolidasi. Maka dari itu dilakukan pengujian dengan menambahkan bahan campuran berupa abu beton yang diambil dari sisa bangunan tua. Sampel tanah yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari Desa Pulutan Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa. Pada penelitian ini dilakukan pengujian sifat-sifat fisis dari sampel tanah Pulutan, kemudian dilakukan pengujian konsolidasi untuk mendapatkan nilai indeks pemampatan (Cc) dan koefisien konsolidasi (Cv) pada sampel tanah asli dan sampel tanah yang dicampurkan geopolimer berupa abu beton dengan variasi campuran 2%, 5% dan 10%, dengan tanah asli tanpa campuran sebagai datum. Dari hasil pengujian konsolidasi dengan menggunakan alat Oedometer maka ditemukan bahwa koefisien konsolidasi (Cv) untuk tanah asli adalah 0,675 cm/menit  untuk tanah dengan variasi campuran 2% adalah 0,519 cm/menit, untuk tanah dengan variasi campuran 5% adalah 0,58 cm/menit, sedangkan untuk variasi campuran 10% adalah 0,0261 cm/menit. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi penambahan abu beton maka semakin kecil nilai koefisien konsolidasi Cv dan semakin kecil deformasi yang terjadi Kata kunci – tanah lempung, konsolidasi, abu beton, Koefisien konsolidasi, indeks pemampatan
Stabilisasi Lereng Galian Dengan Perkuatan Shotcrete Pada Pengalihan Sungai Araren Di Kabupaten Minahasa Utara Sumampouw, Aprilia N.; Legrans, Roski R. I.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.58788

Abstract

Lereng galian pada pekerjaan pengalihan sungai Araren di Kabupaten Minahasa Utara adalah lereng yang stabil pada awal pelaksanaan pekerjaan konstruksi sungai pengalihan. Adanya curah hujan yang tinggi selama sepekan menyebabkan terjadinya deformasi lereng yang berlebihan akibat rembesan air hujan, yang pada akhirnya menyebabkan kelongsoran pada lereng galian. Untuk mengamankan lereng tersebut pasca terjadinya longsor digunakan shotcrete dengan drainase horisontal sebagai perkuatan lereng. Tahapan analisis diawali dengan analisis balik (back analysis) untuk mendapatkan parameter kuat geser pada saat terjadi longsor. Parameter kuat geser hasil analisis balik digunakan dalam analisis kestabilan lereng dengan perkuatan shotcrete. Hasil analisis kestabilan lereng dengan perkuatan shotcrete yang dilengkapi drainase horisontal menyimpulkan bahwa penggunaan shotcrete dengan mutu beton K-250 setebal 10 cm yang dilengkapi dengan pipa drainase horisontal sepanjang 10 m dengan sudut kemiringan 4˚ dari bidang horizontal dapat meningkatkan faktor keamanan lereng pada kondisi statis yakni 1.33 dan pada beban gempa sebesar 1.15. Kata kunci: stabilisasi lereng, shotcrete, drainase horisontal, back analysis, faktor keamanan
Faktor Skala: Pengukuran Parameter Uji Konsolidasi Cepat Dan Perbandingan Dengan Odometer Konvensional Rondonuwu, Steeva G.; Sompie, Oktovian. B. A.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.59578

Abstract

Serangkaian uji konsolidasi cepat dilakukan dengan memodifikasi alat uji odometer konvensional dengan laju pembebanan tetap dan laju regangan tetap. Pengujian ini mempercepat lama pengujian konsolidasi satu dimensi sepuluh kali lebih cepat, dari sepuluh hari pada uji odometer konvensional menjadi tiga jam pada uji konsolidasi cepat. Selanjutnya dibandingkan kedua metode pengujian konsolidasi tersebut dan ditampilkan faktor skala yang dapat mengkonversi parameter uji odometer konvensional ke uji konsolidasi cepat, dan sebaliknya. Kata kunci: laju regangan tetap, laju pembebanan tetap, faktor skala, odometer, konsolidasi
Analisis Geoteknik Lapisan Tanah Berdasarkan Data Sondir Studi Kasus : Pembangunan Rumah Sakit GMIM Kaupusan Langowan Kombaitan, Yefta B.; Mandagi, Agnes T.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60618

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan gempa bumi karena berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Salah satu fenomena yang dapat terjadi akibat gempa bumi adalah likuefaksi. Likuefaksi terjadi ketika lapisan tanah kehilangan kekuatannya akibat getaran atau tekanan. Penelitian ini berfokus pada analisis potensi risiko geoteknik likuefaksi dan mitigasi dengan perkuatan tanah stone column di wilayah Wolaang, Sulawesi Utara pada pembangunan Rumah Sakit GMIM Kaupusan dengan menggunakan data Cone Penetration Test (CPT). Penilaian potensi likuefaksi dilakukan dengan menghitung nilai Safety Factor (SF), yang merupakan rasio antara Cyclic Resistance Ratio (CRR) dan Cyclic Stress Ratio (CSR) dengan menggunakan metode National Center Of Eartquae Engineering Research (NCEER) USA. Pada percepatan gempa yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari data sejarah gempa yang pernah terjadi di lokasi tersebut. Besar Peak Ground Acceleration (PGA) dihitung menggunakan rumus empiris yang dikembangkan oleh Matuschka (1980), dengan asumsi bahwa kekuatan gempa yang terjadi mencapai 6,2 SR, 7,5 SR dan 8 SR, untuk memperkirakan potensi percepatan yang mungkin terjadi. Jika hasil safety factor > 1 maka dikakukan perkuatan tanah dengan metode stone column menggunakan metode Mochtar (2000) dan metode Priebe (1995). Hasil analisis menunjukkan bahwa dominan nilai CSR lebih besar dibandingkan nilai CRR pada masing – masing kekuatan gempa, sehingga menghasilakan (SF < 1), yang artinya terjadi potensi likuefaksi pada kekuatan gempa 5,8 SR, 6,2 SR, 7,5 SR, dan 8 SR, mitigasi perkuatan tanah dengan stone column menghasilkan (SF > 1), sehingga metode perbaikan tanah ini mampu mencegah terjadinya potensi likuefaksi. Kata kunci: Cyclic Stress Ratio, Cyclic Resistance Ratio, gempa, likuifaksi, stone column