Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KAJIAN PROYEKSI PEMENUHAN KEBUTUHAN ENERGI PROVINSI KEPULAUAN RIAU Ihsan Saputra; Didi Istardi; Muslim Ansori; Cahyo Budi Nugroho; Abulija Maskarai
JURNAL INTEGRASI Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Integrasi - Oktober 2019
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.398 KB) | DOI: 10.30871/ji.v11i2.1116

Abstract

Energi memiliki peranan penting dalam perkembangan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan industri baik jangka panjang maupun jangka pendek. Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi 5,02% dan tingkat pertumbuhan penduduk 1,79% tiap tahun di Provinsi Kepulauan Riau, perlu direncanakan dengan baik strategi pemenuhan energi. Pada penelitian ini akan dikaji tentang sumber energi dan kebutuhan energi di Provinsi Kepulauan Riau. Selain itu dilakukan pemodelan menggunakan LEAP untuk memprediksi kebutuhan energi hingga tahun 2025 di Provinsi Kepulauan Riau. Dari hasil penelitian didapat kebutuhan energi Kepulauan Riau didominasi oleh kebutuh Natural Gas sebesar 53% dari total 1,73 Mtoe pada tahun 2015 dan sektor pengguna paling besar adalah sektor rumah tangga dan industri. Selain itu dari hasil proyeksi penggunaan energi, tahun 2025 energi paling besar di konsumsi adalah Natural gas sebesar 0,98 Mtoe dari total 2,4 Mtoe dan sektor pengguna paling besar adalah sektor industri. Produksi Natural gas dan minyak bumi provinsi kepulauan riau menurun tiap tahunnya sehingga perlu dilakukan diversifikasi energi untuk pemenuhan kebutuhan energi di Provinsi Kepulauan Riau.
Pengaruh Kedalaman Ulir Terhadap Kekuatan Tarik Benda Pada Produk Threaded Bush Secara Aktual Rachenja Harunni Nelvis; Ihsan Saputra; Nurul Ulfah
Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) - June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jatra.v4i1.3661

Abstract

One of the tests that are often carried out in the industrial world is the tensile test. Tensile test is the methods used to test and determine the strength of material by applying a load/force to the product used and placed on an axis in the opposite direction. This test uses a threaded bush product, which has an outer diameter of 6,94 mm, a length of 44 mm, using a M5 × 0.8 tap using 316 L Stainless Steel material. The product has a difference size in the depth of the thread length produced by the CNC machine, this is due to the instability of the machine used, resulting in varying thread lengths. The length of the thread is, with average minimum of 8,40 mm and maximum ranging from 14,40 to 18,40 mm. The purpose of this research is to determine the (Tensile Strength) and the resulting maximum load. In this test, two groups were used, the control group and the experimental group. The product without thread as the control group, and the product with variations in depth as the experimental group. From the tests carried out, the results showed that the product without thread had the highest load and tensile strength, 1,570 kg and 0.4153 kN/mm2. While in the experimental group, the product sizes 8.40 and 14.40 had the maximum load and the highest tensile strength of 1,558 kg and 0.4121 kN/mm2. While the product sizes 18.40 and 14.40 have the lowest load and tensile strength, 1,538 kg and 0.4067 kN/mm2.
Pembuatan Coupling 3 ????⁄????” Mod EU Di PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi Benny Haddli Irawan; Yudy Pratama; Budi Baharudin; Rahman Hakim; Hanifah Widiastuti; Widodo Widodo; Ihsan Saputra; Fedia Restu
Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) - June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jatra.v4i1.3743

Abstract

Coupling 3 1⁄2” Mod EU (Modified External Upset) is an API 5CT (American Petroleum Institute) product specially made at customer's request, this product is a product that is rarely made at PT ELNUSA FABRIKASI KONSTRUKSI. In this API 5CT product, it is a Modified EU Coupling product which is designed to use an additional ring seal for extra protection on the oil-flowing pipe. To make a 3 1⁄2” Mod EU Coupling, use a CNC lathe by going through the Facing, Blanking ID, Threading ID and Grooving ID processes. The purpose of making this final project is to find out the process carried out and the use of the right method in the manufacture of 3 1⁄2” Mod EU Couplings at PT Elnusa Fabrication Construction, as a learning media or data retrieval, especially when making other Coupling products.
Penerapan IbM: Pembuatan Studi Kelayakan Rute Pelayaran Batam Marine Ambulance Muhammad Zainuddin Lubis; Rahman Hakim; Hanifah Widiastuti; Lalu Giat Juangsa Putra; Sapto Wiratno Satoto; Benny Haddli Irawan; Ihsan Saputra; Naufal Abdurrahman; Budi Baharudin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam
Publisher : Pusat P2M Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/abdimas polibatam.v4i1.3592

Abstract

Kegiatan pengabdian dengan ambulans Marine sangat mendukung kegiatan penanggulangan dalam mengatasi gawat darurat terutama di wilayah kepulauan Riau, Batam. Pengabdian ambulans marine ini melakukan beberapa metode pendekatan, yaitu melakukan a. Manajemen Resiko kegiatan, b. Studi Literatur dan Identifikasi Masalah, c. Studi Lapangan dan Pengumpulan Data, d. Analisa dan Pembahasan, dan e. Pembahasan dan kesimpulan. Kegiatan pengabdian ini merupakan kegiatan lanjutan yang sudah dilakukan saat tahun 2020 oleh tim pengerjaan ambulans marine sebelumnya. Kegiatan ini juga melakukan perencanaan alur untuk pengantaran via laut/ perairan yang ada di Kepulauan Riau. Kegiatan perawatan juga dilakukan dalam kegiatan pengabdian, sehingga wahana atau ambulans dapat diketahui kondisi kelistrikan, permesinan, serta kegiatan pengabdian ini juga melakukan sosialisasi menggunakan media video, sehingga masyarakat dapat mengetahui kegiatan ini, dan juga menjadi implementasi kegiatan Batam tanggap cepat gawat darurat.
Pembangunan Bilik Pelindung Mesin Pembangkit Listrik di Kelurahan Rempang Cate Naufal A Prasetyo; Abulija Maskarai; Ari Wibowo; Asrafi Asrafi; Fedia Restu; Ihsan Saputra; James Siregar; Muhammad Ismail; Nurul Laili Arifin; Nurman Pamungkas; Yogantara Yogantara; Widodo Widodo
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam
Publisher : Pusat P2M Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/abdimaspolibatam.v4i1.3595

Abstract

Peningkatan pertumbuhan penduduk, berkaitan erat dengan terjadinya kepadatan penduduk yang mempengaruhi aktifitas, perkembangan dalam segi ekonomi, sosial, dan pengembangan fasilitas umum, sehingga tingkat kebutuhan air bersih akan meningkat pula. Namun pada kenyataannya kualitas dan kuantitas sumber air berbanding terbalik dengan peningkatan pertumbuhan penduduk, khususnya di daerah pedesaan. Keadaan di lapangan telah menunjukkan bahwa ada banyak daerah di pedesaan yang mengalami kesulitan penyediaan air, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun untuk kegiatan umum. Solusi untuk mengatasi keadaan tersebut dapat memanfaatkan pemakaian pompa air baik yang digerakkan oleh tenaga listrik maupun oleh tenaga surya telah lama dikenal oleh masyarakat desa, tetapi masih banyak masyarakat pedesaan yang belum memilikinya. Salah satu penyebabnya adalah terbatas aliran listrik seperti di Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Kota Batam. Sebagai solusi untuk hal tersebut, dapat digunakan pompa berbasis teknologi water lifting dengan tenaga listrik dari mesin pembangkit portabel. Pada sisi lain, komponen mesin perlu adanya perlindungan dari cuaca. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa rumah mesin berbahan sheet metal yang dapat melindungan mesin sehingga dapat bekerja dengan baik.
Identifikasi Cacat Produk Dan Kerusakan Mold Pada Proses Plastic Injection Molding Hanifah Widiastuti; Saprin Epraim Surbakti; Fedia Restu; Muhammad Hasan Albana; Ihsan Saputra
Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) - December 2019
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.34 KB) | DOI: 10.30871/jatra.v1i2.1805

Abstract

Mold (cetakan) merupakan perkakas pada proses injection molding untuk membuat produk dari plastik. Akibat penggunaan selama proses produksinya, mold ini dapat mengalami kerusakan yang mengakibatkan terjadinya cacat pada produk. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai cacat produk yang sering terjadi akibat kerusakan pada mold serta bagian dari mold yang rusak pada proses plastic injection molding di perusahaan manufaktur Batam. Dari pengumpulan data yang dilakukan selama satu bulan, maka didapatkan bahwa cacat produk yang terjadi berkaitan dengan rusaknya mold adalah cacat flash (material sisa) dengan persentase sekitar 92% dan 8% colour streaks. Bagian mold yang mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan cacat flash tersebut adalah sub insert (45,45%), insert (27,27%), slider (18,18%), dan ejector pin (9,09%). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa cacat produk yang sering terjadi akibat kerusakan mold adalah flash dan cacat flash banyak disebabkan oleh kerusakan mold pada bagian sub insert.
Stress dan Displacement Pada Spreader Beam Akibat Variasi Pembebanan Mukhlis Ramadhani; Ihsan Saputra; Budi Baharudin
Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) - December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jatra.v4i2.4875

Abstract

Dalam proses pengangkatan produk benda yang berukuran tinggi dan memiliki berat benda yang sangat besar, diperlukan alat bantu yang bisa mengatasi pengangkatan. Spreader beam adalah alat bantu yang berfungsi sebagai pembantu pengangkatan beban dan memberikan keseimbangan. Hal ini perlu diperhatikan pada spreader beam, agar beban yang diangkat tidak melebihi kapasitas maksimum kekuatan materialnya. Oleh karena itu diperlukan kekuatan struktur dari desain spreader bar yang akan dipergunakan untuk lifting maupun crane. Desain produk memberikan gambaran proses benda dan bentuk ukuran yang berfungsi sebagai informasi saat penggambaran desain. Dengan memiliki perangkat pengerjaan sudah lebih modern pada produktivitas yang menggunakan mesin hingga kegiatan yang berbasis software. Pembuatan desain modelling menggunakan software SolidWorks. Pemodelan SolidWorks pada pengujian serta pemberian beban dengan variasi yang berbeda mengungkapkan bahwa spreader beam mencapai titik maksimum pada berat beban variasi 60 ton dengan mengalami tegangan (stress) maksimal 1,903 + 08 dan perpindahan (displacement) maksimal 0,77 mm; serta faktor keamanan (factor of safety) maksimal dengan nilai 1,2. Terlihat juga variasi pembebanan 60 Ton terdapat area yang mengalami displacement yang dapat menimbulkan kegetasan pada suatu saat pengangkatan. Hal tersebut bisa diatasi dengan menambahkan 4 plate support tambahan sebagai patokan untuk menahan titik tumpuan. Dengan adanya tambahan 4 Plate support tentu tidak mempengaruhi nilai dari kekuatan maksimum (yield strength) berkurang.
Identifikasi Flashing Pada Mold Alat Cukur Benny Haddli Irawan; Mufti Fathonah Muvariz; Nicolanta Hiskia Sembiring; Nur Fitria Pujo Leksonowati; Rahman Hakim; Ihsan Saputra
Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) - June 2023
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jatra.v5i1.5239

Abstract

Molding is a process utilized by industries to shape plastic products. One of the plastic molding processes involves injection molding. Injection molding is a procedure where plastic pellets are placed into a hopper or channel and subsequently fed into a barrel. The injection is propelled by a screw mechanism through a machine nozzle and a sprue bushing enters the mold cavity. All of this occurs within a closed mold. A flashing defect in a product refers to an excess material flaw located at the product's edges. To identify the causes of flashing defects in shaving tools, a fishbone diagram is employed, categorizing factors into five: machine factors, material factors, method factors, human factors, and mold factors. The identification results show that flashing defects in shaving tools are primarily attributed to mold factors, where 37 cavities exhibit flashing defects.