Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH BERBAGAI STERILAN DAN WAKTU PERENDAMAN TERHADAP KEBERHASILAN STERILISASI EKSPLAN DAUN KENCUR (Kaempferia galanga L) PADA TEKNIK KULTUR IN VITRO Anis Shofiyani; Agus Mulyadi Purnawanto; Reza Zahara; Abdul Aziz
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.112 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sterilan dan lama perendaman terhadap keberhasilan sterilisasi eksplan daun kencur (Kaempferia galanga L) pada teknik kultur in vitro dan mengetahui jenis kontaminan yang muncul. Penelitian dilakukan mulai bulan Oktober 2018 sampai dengan Februari 2019, bertempat di Laboratorium Agroteknologi Dasar dan Laboratorium Rekayasa Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 15 perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Adapun perlakuan yang dicoba yaitu direndam dalam kaporit 6% selama 10 menit (S1), 15 menit (S2), 20 menit (S3), direndam dalam HgCl2 0,1 g/ml selama 1 menit (S4), selama 3 menit (S5), selama 5 menit (S6), HgCl2 0,2 g/ml selama 1 menit (S7), selama 3 menit (S8), selama 5 menit (S9), HgCl2 0,3 g/ml selama 1 menit (S10), selama 3 menit (S11), 5 menit (S12), direndam dalam dithane 2 g/l selama 1 jam (S13), selama 12 jam (S14), selama 24 jam (S15). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sterilan Dithane 2 g/l air dengan lama perendaman 1 jam (S13) berpengaruh nyata persentase kontaminasi dan berhasil menurunkan kontaminasi sebesar 44,44%, sedangakan penggunaan sterilan kaporit dan HgCl2 tidak berpengaruh nyata. Jenis kontaminan yang muncul adalah jamur Macrophomoina sp., jamur Aspergillus sp., jamur Cladosporium sp., dan bakteri Pseudomonas sp.
PENGEMBANGAN KERIPIK KELAPA BERSUBSTITUSI PEMANIS DAUN STEVIA DAN LAMA PENGOVENAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA, DAN ORGANOLEPTIK Rifqi Bi Nabila; Agus Mulyadi Purnawanto; Arif Prashadi Santosa
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 4 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2022
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan karakteristik keripik kelapa yang rendah gula, melalui efek substitusi ekstrak daun stevia pengganti gula pasir dan lama pengovenan pengganti penggorengan pada interaksi analisis proksimat dan organoleptik. Rancangan percobaan menggunakan rancangan petak terbagi (split plot) yang terdiri dari dua faktor. Faktor petama (sub plot) adalah konsentrasi substitusi pemanis (K1) Larutan Gula Pasir 100 %, (K2) Larutan Gula Pasir 75%: Ekstrak Bubuk Daun Stevia 25%, (K3) Larutan Gula Pasir 50%: Ekstrak Bubuk Daun Stevia 50%, (K4) Larutan Gula Pasir 25 %: Ekstrak Bubuk Daun Stevia 75%, (K5) Ekstrak Bubuk Daun Stevia 100%. Faktor kedua (main Plot) lama pengovenan (A1) 8 jam, (A2) 10 jam, (A3) 12 jam, (A4) 14 jam.  Parameter analisis proksimat, memiliki perbedaan nyata pada substitusi stevia (kadar protein, lemak, karbohidrat), lama pengovenan (kadar air, abu, protein, serat kasar). Untuk analisis organoleptic, substitusi stevia memiliki perbedaan nyata pada setiap variable (aroma, rasa, tekstur, keseluruhan) lama pengovenan memiliki perbedaan nyata pada variable (aroma). Untuk interaksi perlakuan (KxA) memiliki pengaruh nyata pada setiap faktor dan variabel. Perlakuan tertinggi setiap analisis proksimat ada K5A4 (0.29%), K4A4 (3.40%), K4A2 (8.33%), K5A1 (83.40%), K5A4 (56.05%) dan pada analisis organoleptic K1A1 (3.88%), K1A2 (4.06%), K1A2 (4.12%), K1A2 (3.88%).
MENGHITUNG WAKTU PANEN ENAM VARIETAS TANAMAN CABAI MERAH(CAPSICUM ANNUM) MENGGUNAKAN PENDEKATAN HEAT UNIT Afif Fadhlullah Azis; Teguh Pribadi; Agus Mulyadi Purnawanto; Oetami Dwi Hajoeningtijas
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 4 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2022
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi tanaman tergantung pada kondisi lingkungan, terutama aspek agroklimatologi. Untuk setiap spesies tanaman temperatur untuk tumbuhnya berbeda-beda. Indeks suhu umum dapat digunakan untuk memperkirakan perkembangan dan pertumbuhan tanaman di setiap harinya (Growing Degree Day/GDD atau Heat Unit/HU). Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan enam varietas cabai sebagai perlakuanya. Setiap perlakuan diulang lima kali dengan tiga tanaman sampel tiap perlakuan. Variebel yang diamati waktu bercabang, waktu berbunga, tingkat kematangan buah 25%, 50%, 100% dan buah busuk. Heat unit pertamakali bercabang 939,50 °C hari sampai 1102.90 °C hari. Heat unit pertama kali berbunga 996,70 °C hari sampai 1181,70 °C hari. Heat unit pertama kali berbuah 1288,60 °C hari sampai 1526,00 °C hari. Heat unit tanaman cabai pada fase generatif matang 25% 1935,70 °C hari sampai 2112,70 °C. Heat unit tanaman cabai pada fase generatif matang 50% 2299,90 °C hari sampai 2451,90 °C hari. Heat Unit fase generatif matang 100% 2823, °C  hari sampai 2926,20 °C hari. Heat unit tanaman cabai pada fase generatif buah busuk 3708,60 °C hari sampai 3959,60 °C hari.
Pengaruh Bobot Bibit dan Perbedaan Dosis Pupuk Nitrogen pada Umur yang Sama terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Yuda Rizki Maulana; Agus Mulyadi Purnawanto; Gayuh Prasetyo Budi
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.714

Abstract

Salah satu metode untuk menekan biaya produksi bawang merah adalah dengan penggunaan bibit dan pupuk nitrogen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh bobot bibit dan perbedaan dosis pupuk nitrogen pada umur yang sama terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2022 hingga Februari 2023 di kebun percobaan Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Metode yang digunakan yaitu Rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama merupakan penggunaan bobot bibit dan faktor kedua presentase dosis pupuk nitrogen. Faktor Bobot Bibit, yaitu U1 = < 3 gram/umbi, U2 = 3-5 gram/umbi, U3 = > 5 gram/umbi. Faktor presentase dosis pupuk nitrogen, yaitu N1 = 25% 1hst : 75% 30hst, N2 = 50% 1hst : 50% 30hst, N3 = 75% 1hst : 25% 30hst. Data yang tersaji akan dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bobot bibit memberikan pengaruh terhadap variabel pengamatan total panjang daun umur 20 dan 30 hst, jumlah daun umur 10-40 hst, jumlah umbi, diameter umbi, bobot umbi segar, bobot umbi kering, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering, sedangkan perlakuan presentase dosis pupuk nitrogen berpengaruh terhadap variabel pengamatan total panjang daun umur 10, 30, 40, dan 50 hst, serta jumlah daun umur 10 hst. Interaksi pada perlakuan tersebut memberikan pengaruh terhadap variabel pengamatan total panjang daun umur 10-50 hst, jumlah daun umur 10-40 hst, jumlah umbi, diameter umbi, bobot umbi segar, bobot umbi kering, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering.
Pengembangan Hidrogel Sebagai Media Tanam dari Poli (Asam Akrilat) dan Polivinil Alkohol (PVA) Menggunakan Metode Crosslinking Kimia Haryanto Haryanto; Riska Anisa Wahyadi; Eko Priyono; Agus Mulyadi Purnawanto
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 7 No. 2 September 2023: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v7i2.17919

Abstract

Hidrogel merupakan polimer yang mengalami ikat silang dan digunakan pada berbagai aplikasi termasuk untuk media tanam. Kemampuan utamanya yaitu dapat  menyerap dan mengikat air dalam jumlah yang besar. Salah satu jenis hidrogel yang telah banyak dikembangkan sebagai media tanam adalah hidrogel dari poliakrilat. Namun, hidrogel dengan bahan utama poli (asam akrilat) masih memiliki beberapa kekurangan yaitu sifat mekanik dan penyerapan terhadap air yang masih rendah. Penggunaan Polivinil Alkohol (PVA) dilakukan untuk meningkatkan berbagai parameter karakteristik dari hidrogel yang dihasilkan. Pada penelitian ini berhasil dilakukan sintesis hidrogel dari poli (asam akrilat) dan PVA dengan menggunakan asam sitrat sebagai agen pengikat silang serta ammonium persulfate sebagai inisiator. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh PVA terhadap karakteristik hidrogel poli(asam akrilat)-PVA. Variasi konsentrasi PVA yang digunakan adalah 5%, 10%, 15%, 20% dan  25% (b/v). Karakteristik yang dianalisis meliputi fraksi gel, rasio swelling, sifat mekanik (tensile strength dan elongation). Struktur kimia dianalisis menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya penambahan PVA dari 5% sampai 25% menyebabkan nilai fraksi gel nsik dari 73% sampai 80.9%. Nilai rasio swelling dengan komposisi PVA 5% sampai 25%% berkisar dari berkisar 6212% sampai 4141%. Nilai tersebut telah memenuhi persyaratan untuk aplikasi media tanam (300-600%). Sifat mekanik hidrogel ditinjau dari nilai tensile strength. Nilai tensile strength yang diperoleh dari penelitian ini yaitu pada 15% sebesar 1.05 MPa. Nilai tersebut telah memenuhi standar kuat mekanik sebagai media tanam yaitu antara 0,55-22,34 MPa. Sedangkan hasi analisis FTIR telah menunjukkan bahwa terdapat gugus PVA dalam hidrogel.