Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Proceedings Series on Physical

Beberapa Aspek Pengelolaan OPT Ramah Lingkungan, Suatu Upaya Mendukung Pertanian Berkelanjutan Gayuh Prasetyo Budi
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.906 KB) | DOI: 10.30595/pspfs.v2i.163

Abstract

Di dalam UU RI No.22 Th. 2019 telah diputuskan bahwa yang dimaksud Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan adalah pengelolaan sumber daya alam hayati dalam memproduksi komoditas pertanian guna memenuhi kebutuhan manusia secara lebih baik dan berkesinambungan dengan menjaga kelestarian lingkungan hidup. Tujuan Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan adalah untuk: a. Meningkatkan dan memperluas penganekaragaman hasil pertanian, guna memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan, kesehatan, industri dalam negeri, dan memperbesar ekspor; b. Meningkatkan pendapatan dan taraf hidup Petani; dan c. Mendorong perluasan dan pemerataan kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. Dapat diartikan pertanian berkelanjutan merupakan gerakan pertanian berprinsip ekologi yang mempunyai fungsi secara jangka panjang dan berkesinambungan: memenuhi kebutuhan pangan dan serat manusia, meningkatkan kualitas lingkungan dan sumber daya alam, menggunakan sumber daya alam tidak terbarukan secara sangat efisien, menggunakan sumber daya yang tersedia di lahan pertanian secara terintegrasi dan memanfaatkan pengendalian dan siklus biologis jika memungkinkan, meningkatkan kualitas hidup petani dan masyarakat secara keseluruhan. Pertanian berkelanjutan sebagai suatu usaha budidaya tanaman yang secara berkesinambungan bisa memenuhi kebutuhan pangan dan gizi, kesehatan serta kesejahteraan manusia dengan menghindari semaksimal mungkin efek negatif pada lingkungan yang mungkin timbul.
Potensi Fungisida Nabati Ekstrak Alang-Alang dan Babandotan dengan Pelarut Berbeda untuk Mengendalikan Penyakit Bulai Jagung Gayuh Prasetyo Budi
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.478

Abstract

Produksi jagung nasional dirasa masih rendah dari potensinya. Salah satu penyebabnya adalah gangguan penyakit bulai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak gulma dengan jenis pelarut berbeda terhadap penyakit bulai (Perenosclerospora maydis), pertumbuhan dan hasil tanam jagung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juli 2021, bertempat di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammdiyah Purwokerto. Menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor terdiri atas 8 taraf perlakuan : fungisida tembaga oksida, ekstrak gulma alang-alang dengan pelarut (etanol 96%, etil asetat, nheksana), ekstrak gulma bandotan dengan pelarut (etanol 96%, etil asetat, n-heksana) serta tanpa fungisida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1. Perlakuan pemberian ekstrak gulma dengan jenis pelarut berbeda berpengaruh nyata terhadap luas daun dan intensitas penyakit bulai serta tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah tongkol, berat tongkol berkelobot dan berat tongkol lepas klobot. 2.Perlakuan fungisida ekstrak gulma babadotan dengan berbagai jenis pelarut lebih efektif mengendalikan penyakit bulai (P. maydis) yaitu menghasilkan intensitas penyakit bulai 6,5-10% secara nyata lebih rendah dibandingkan dengan tanpa aplikasi fungisida sebesar 27,25% dan aplikasi fungisida anorganik tembaga oksida sebesar 18,75%.
Pengaruh Bobot Bibit dan Perbedaan Dosis Pupuk Nitrogen pada Umur yang Sama terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Yuda Rizki Maulana; Agus Mulyadi Purnawanto; Gayuh Prasetyo Budi
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.714

Abstract

Salah satu metode untuk menekan biaya produksi bawang merah adalah dengan penggunaan bibit dan pupuk nitrogen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh bobot bibit dan perbedaan dosis pupuk nitrogen pada umur yang sama terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2022 hingga Februari 2023 di kebun percobaan Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Metode yang digunakan yaitu Rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama merupakan penggunaan bobot bibit dan faktor kedua presentase dosis pupuk nitrogen. Faktor Bobot Bibit, yaitu U1 = < 3 gram/umbi, U2 = 3-5 gram/umbi, U3 = > 5 gram/umbi. Faktor presentase dosis pupuk nitrogen, yaitu N1 = 25% 1hst : 75% 30hst, N2 = 50% 1hst : 50% 30hst, N3 = 75% 1hst : 25% 30hst. Data yang tersaji akan dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bobot bibit memberikan pengaruh terhadap variabel pengamatan total panjang daun umur 20 dan 30 hst, jumlah daun umur 10-40 hst, jumlah umbi, diameter umbi, bobot umbi segar, bobot umbi kering, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering, sedangkan perlakuan presentase dosis pupuk nitrogen berpengaruh terhadap variabel pengamatan total panjang daun umur 10, 30, 40, dan 50 hst, serta jumlah daun umur 10 hst. Interaksi pada perlakuan tersebut memberikan pengaruh terhadap variabel pengamatan total panjang daun umur 10-50 hst, jumlah daun umur 10-40 hst, jumlah umbi, diameter umbi, bobot umbi segar, bobot umbi kering, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Bio Fish X dengan Dosis yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharate L) Aris Fajar; Oetami Dwi Hajoeningtijas; Gayuh Prasetyo Budi
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.736

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan pupuk organik cair bio fish x terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis.. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan satu faktor, faktor tersebut ialah pemberian pupuk rekomendasi dan pupuk organik cair Bio Fish X sebanyak 8 taraf, masing-masing perlakuan terdapat 3 sampel polybag dan diulang sebanyak 4 ulangan. Data dianalisis secara statistik menggunakan analysis of variance (ANOVA) kemudian dilanjutkan dengan Duncan`s New Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik cair bio fish x berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 14-49 HST, jumlah daun pada 49 HST, luas daun pada 49 HST dan diameter batang 28-49 HST. Pada beberapa waktu pengamatan menunjukkan tidak berpengaruh nyata yaitu pada variabel pengamatan jumlah daun pada 14-35 HST, luas daun pada 14-35 HST dan pada variabel pengamatan diameter batang pada 14-21 HST. Sedangkan pada variabel hasil penelitian hasil panen menunjukkan tidak berpengaruh nyata pada pengamatan jumlah tongkol, diameter tongkol, dan panjang tongkol, serta pada variabel pengamatan berat tongkol berklobot per tanaman dan berat tongkol lepas klobot per tanaman menunjukkan hasil berbeda nyata pada hasil tanaman jagung manis. Dosis pupuk organik cair bio fish x yang berpengaruh paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharate L) adalah dosis pada perlakuan T (D) yaitu pupuk sesuai rekomendasi Urea 300kg/ha + 100 kg/ha KCl + 300 kg/ha NPK + POC 2 ml.
Efektivitas Ekstrak Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) terhadap Intensitas Serangan Hama Belalang (Oxya Servilla) pada Tanaman Sawi Hijau (Brassica Juncea L.) Afryanto, Ryan Tri; Budi, Gayuh Prasetyo; Hajoeningtijas, Oetami Dwi
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v7i.1207

Abstract

Pengendalian hama menggunakan bahan nabati ekstrak kulit buah jeruk nipis merupakan salah satu pengendalian ramah lingkungan untuk mengurangi intensitas serangan hama belalang pada tanaman sayuran salah satunya sawi hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit buah jeruk nipis terhadap intensitas serangan hama belalang, pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau serta mengetahui konsentrasi ekstrak kulit buah jeruk nipis yang paling efektif dalam mengurangi intensitas serangan hama belalang. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, bulan Maret hingga April 2024. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) masing-masing perlakuan terdiri dari 6 ulangan. Perlakuannya yaitu: (P0) kontrol, (P1) 5% ekstrak kulit buah jeruk nipis, (P2) 10% ekstrak kulit buah jeruk nipis, (P3) 15% ekstrak kulit buah jeruk nipis, (P4) ekstrak kulit buah jeruk nipis, (P5) pestisida kimia Sidamethrin 50 EC, (P6) tidak dilakukan pengendalian apapun dan tidak diberikan belalang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak kulit buah jeruk nipis berpengaruh nyata terhadap intensitas serangan hama belalang, perlakuan (P1) efektif dalam menurunkan intensitas serangan hama belalang dengan konsentrasi 5% (P1) yakni 15,81% dibandingkan dengan perlakuan kontrol sebesar 27,50%, dengan bobot segar brangkasan atas rata-rata 383,83gr, secara nyata lebih berat dari pada perlakuan kontrol (PO) dengan bobot segar brangkasan atas rata-rata 304,16 gr, serta berpengaruh nyata juga pada variabel pengamatan mortalitas, dan kehilangan hasil, lalu pada variabel pengamatan luas daun, tinggi tanaman, bobot kering brangkasan atas, dan bobot akar tidak berpengaruh nyata.
Ketahanan 10 Genotipe Jagung Manis Introduksi terhadap Serangan Penyakit Bulai Indriani, Resti Dwi; Pribadi, Teguh; Shofiyani, Anis; Budi, Gayuh Prasetyo; Rostaman; Syaukany, Rizza Faris
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1470

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) adalah produk hortikultura yang potensial dikembangkan di Indonesia. Selam ini kebutuhan jagung manis Indonesia dipenuhi melalui aktivitas impor. Tantangan utama pengembangan jagung manis adalah varietas dan serangan penyakit. Penyakit Bulai merupakan penyakit utama pada tanaman jagung manis. Upaya mengatasi serangan penyakit bulai salah satunya adalah penanaman varietas jagung manis unggul. Saat ini hampir tidak ada varietas jagung manis yang tahan terhadap serangan penyakit bulai. Oleh karena itu introduksi varietas unggul menjadi salah satu solusi sebagai sumber perakitan varietas jagung manis yang tahan serangan bulai. Namun, informasi varietas introduksi yang resinten terhadap serangan penyakit bulai belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketahanan sepuluh varietas introduksi terhadap serangan penyakit bulai. Sepuluh genotipe jagung manis introduksi dan dua varietas pembanding (Varietas Bonanza dan Eksotik) ditanam pada agro ekosistem endemik penyakit bulai di Banyumas. Masing-masing petak percobaan yang terdiri dari 52 tanaman jagung diambil 6 tanaman secara acak dan di ukur insidensi penyakit dan keparahan penyakit. Pengamatan dilakukan setiap dua pekan sekali sampai 56 hari setelah tanam (HST). Penelitian ini menunjukan pada genotipe introduksi lebih rendah dibandingkan dengan varietas pembanding. Genotipe PACS211, 71, dan menunjukan insidensi penyakit paling rendah dibandingkan dengan genotipe atau varietas yang lain. Di samping itu varietas SVSN0425, PACS212, dan PACS211 menunjukan ketahanan terhadap serangan penyakit bulai, dimana varietas ini memiliki keparahan penyakit yang paling rendah. Genotipe PACS 211 dapat dikembangkan sebagai varietas baru di Indonesia yang tahan terhadap serangan penyakit bulai.
Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk NPK Phonska dan Pupuk Kohe Kambing Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) ‘Aisy, Kamelia Eka Rohadatul; Shofiyani, Anis; Budi, Gayuh Prasetyo
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1486

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang permintaannya terus meningkat tetapi produktivitasnya masih rendah rata-rata hanya 9,24 ton/ha, jauh di bawah potensinya yaitu di atas 20 ton/ha. Rendahnya produktivitas bawang merah disebabkan oleh berbagai faktor, seperti serangan organisme pengganggu tanaman, perubahan iklim, dan praktik budidaya yang kurang optimal, termasuk pemupukan yang tidak seimbang. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemupukan yang tepat untuk meningkatkan hasil pertanian. Salah satu upaya yang bisa dilakukan yaitu penggunaan Pupuk NPK Phonska dan pupuk organik seperti pupuk kohe kambing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pengaruh pemberian dosis pupuk NPK Phonska dan pupuk kohe kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto dari Maret hingga Mei 2024, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor: dosis pupuk NPK dan dosis Pupuk Kohe Kambing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah tidak memberikan respon terhadap pemberian pupuk NPK pada variabel total panjang daun pada umur 28 hst, 42 hst dan 56 hst, jumlah daun 14 hst – 56 hst, total panjang akar. Jumlah umbi, diameter umbi, bobot umbi segar, bobot umbi kering, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering. Pertumbuhan tanaman bawang merah tidak memberikan respon terhadap pemberian pupuk kohe Kambing pada variabel total panjang daun 14 hst – 56 hst, jumlah daun 28 hst dan 56 hst, total panjang akar. Hasil tanaman bawang memberikan respon nyata terhadap pemberian kombinasi pupuk NPK dan pupuk kohe Kambing pada variabel jumlah umbi, diameter umbi, bobot umbi segar, bobot umbi kering, bobot tanaman segar dan bobot tanaman kering.
Uji Beberapa Jenis Ekstrak Gulma sebagai Herbisida Nabati terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terong (Solanum melongena L.) pada Kombinasi Penyiangan Gulma yang Berbeda Najib, Ainun; Budi, Gayuh Prasetyo; Pribadi, Teguh; Hajoeningtijas, Oetami Dwi
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1488

Abstract

Dalam budidaya tanaman terong masih banyak mengalami kendala, salah satunya gangguan kompetisi gulma, pengendalian gulma dapat dilakukan dengan menggali potensi senyawa alelokimia dari gulma untuk dimanfaatkan sebagai herbisida nabati. Selain pemanfaatan alelopati, tindakan pengendalian gulma juga dapat dilakukan dengan teknik penyiangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh perlakuan bebas gulma dan bergulma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong, untuk mengetahui jenis ekstrak manakah yang tidak berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong serta efektif menurunkan populasi gulma, dan interaksi antara perlakuan penyiangan gulma dan pengaplikasian ekstrak gulma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman serta populasi gulma. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan percobaan Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, bulan Mei hingga Agustus 2024. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang tersusun atas 2 faktor. Faktor pertama penyiangan gulma terdiri atas 2 taraf yaitu (S1) = bebas gulma dan (S2) = gulma dibiarkan. Faktor kedua pemberian ekstrak gulma terdiri atas 4 taraf yaitu E1 = perlakan kontrol, E2 = ekstrak alang-alang, E3 = ekstrak teki. E4 = ekstrak bayam duri. Sehingga diperolah 8 kombinasi perlakuan masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali dan masing masing unit terdapat 4 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara penyiangan gulma dan pemberian alelopat gulma berpengaruh nyata terhadap presentase penutupan gulma, bobot kering gulma, jumlah daun ( 35 hst ), bobot total buah dan jumlah buah total, perlakuan dibiarkan bergulma menunjukkan penutupan gulma yang tinggi yaitu 87,81%, 91,88%, 92,81%, 95.00% dengan bobot kering 342,25g, 423,25g, 461,50g dan 557,25g berbeda nyata dengan perlakuan bebas gulma, lalu bobot buah dan jumlah buah total tertinggi di peroleh pada perlakuan penyiangan (S1) yang dikombinasikan dengan pemberian ekstrak teki (E3) S1E3 yaitu 778.25g/tanaman dan jumlah buah total yaitu 8.25 buah/tanaman.