Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : research report - engineering science

IDENTIFIKASI IDENTITAS KOTA CIMAHI Caecilia S Wijayaputri
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.849 KB)

Abstract

Arsitektur dalam kehidupan manusia berpengaruh pada pola pikir dan secara bertahap mempengaruhi perilaku dalam suatu masyarakat. Memahami hubungan antara lingkungan dan cara berpikir adalah sesuatu yang penting terutama bagi perancang, dimana hal yang menarik dari arsitektur adalah kemampuannya untuk masuk ke dalam pengalaman nostalgia melalui indera dan emosi. Arsitektur juga berperan sebagai panggung / setting dalam proses penciptaan pengalaman baru yang mengesankan. Persepsi memberikan gambaran atau perkiraan terbaik akan keadaan saat ini dari sebuah lingkungan binaan yang mengelilingi kita. Kita membutuhkan fakta dan opini publik dari lingkungan binaan di sekeliling kita, serta mengingat reaksi emosional dari sebuah lingkungan berdasarkan pengalaman. Secara garis besar, dapat disimpulkan bahwa kita dapat menggunakan representasi mental dari lingkungan binaan untuk merencanakan, meahami, dan bahkan memecahkan masalah yang berhubungan dengan konteks lingkungan, secara umum, peneliti menyebut kemampuan untuk membayangkan dan memperkirakan dunia spasial sebagai ‘Environmental Cognition’. Kota Cimahi sendiri selama ini dikenal sebagai kota militer, dengan latar belakang tradisi militer, yang berkembang juga melalui industrialisasi. Pertanyaan yang timbul kemudian adalah apa yang dimaksud dengan identitas kota menurut penduduk kota Cimahi. Sehingga penelitian ini hendak mencoba memetakan identitas kota berdasarkan persepsi penduduk. Penelitian akan dilakukan melalui pendekatan ‘environmental perception’ dengan metoda penelitian menggunakan ’cognitive mapping’ dan instrumen penelitian berupa ‘sktech map’ dan ‘task recognition’. Melalui penelitian ini, diharapkan peneliti dapat merumuskan kriteria untuk merancang bangunan baru dalam setting historis guna mendapatkan perubahan perilaku yang diharapkan.
KONSEP GAGASAN ADAPTASI KOTA SABANG SEBAGAI LINGKUNGAN BINAAN Caecilia S. Wijayaputri; Kamal A. Arif; Sandi A. Siregar
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12027.895 KB)

Abstract

Sejarah perkembangan kota di Indonesia, biasanya diawali oleh kota-kota kerajaan, kota pedalaman yang agraris, atau kota-kota pantai. Peran dan fungsi kota-kota awal tersebut menarik suku lain untuk tinggal sementara maupun menetap. Dari kondisi inilah kota berikut lingkungannya berkembang, termasuk di dalamnya pola ruang kota sebagai wujud budaya material masyarakat pendukungnya. Dalam satu hal, kotasama seperti manusia, dimana setiap aspek membentuk jati diri suatu kota. Maka bagaimana sebuah kota tetap memiliki identitas yang sama apabila ia terus menerus berada dalam suatu perubahan? Pada dasarnyapembangunan seharusnya dapat melestarikan warisan budaya bangsa, oleh karena itu diperlukan usaha untuk menggali patokan-patokan pembangunan fisik masa lalu untuk dapat digunakan sebagai pengembangan kebudayaan selanjutnya. Selama ini, Sabang hanya dikaji secara ekonomi dan geografis sebagai pintu masuk via perairan laut wilayah Kesultanan Aceh. Pada tahun 1970 pelabuhan Sabang menjadi salah satu pelabuhan terpenting di Indonesia, walaupun akhirnya ditutup pada tahun 1986. Pertanyaan yang kemudian timbul adalah dengan peran sebagai pintu masuk kesultanan Aceh, apa sebenarnya identitas kultural kota Sabang. Sehingga untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai pola perkembangan kota Sabang, maka penelitian ini kemudian dilakukan. Metoda penelitian terdiri atas dua kajian yang saling isi yaitu diakronik melaui historical reading, dan sinkronik melalui tissue analysis.Kata kunci: identitas kultural, warisanbudaya, morfologi, ruang kota, perubahan kultural.