Carina Tjandradipura
Universitas Kristen Maranatha

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

REPRESENTASI DAN ORIENTASI SIMBOL PENGHORMATAN DALAM DINAMIKA RUANG IBADAH AGAMA BUDDHA (Studi Kasus: Ruang Ibadah Cetiya di Bandung) Carina Tjandradipura; Ferlina Sugata
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Idealog Volume 1 nomor 1
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v1i1.839

Abstract

Setiap umat beragama pada umumnya memiliki simbol penghormatan untuk memuja keagungan dan kebesaran seseorang yang dianggap sangat penting dalam agama masing-masing. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh perkembangan dunia arsitektur dan penyesuaian aktivitas peribadatan berbeda-beda pula sehingga mempengaruhi munculnya tatanan ruang yang beragam pada salah satu ruang ibadah umat agama Buddha yakni cetiya. Dalam perkembangan bentuk ruang cetiya tersebut, aktivitas dalam cetiya ini pun mengalami perubahan yakni sebagai wadah aktivitas ritual dan interaksi keagamaan sehingga memberikan dampak terhadap esensi makna bagi sebuah aktivitas spiritual. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi sejarah dan perkembangan bentuk, fungsi dan makna cetiya pada masa awal muncul hingga saat ini, dengan mengidentifikasi tipe cetiya di ranah publik dan privat, dan masih difungsikan sesuai awal terbentuknya namun telah mengalami pergeseran dalam aspek wadah fisik dan kontennya; serta mengetahui sejauh mana terjadi pergeseran tersebut dengan menganalisis faktor-faktor mendorong terjadinya hal tersebut. Metode analisis yang digunakan adalah kajian fenomenologis, yakni mencari faktor pendorong dengan teknik kualitatif rasionalistik sehingga teknik pengolahan datanya merupakan analisis hubungan dari kedua variabel yang dijabarkan menjadi faktor-faktor dan kemudian dilanjutkan denganmenggunakan tabulasi sederhana, sehingga menghasilkan sistematika dari faktor-faktor tersebut. Pada saat ini cetiya telah mengalami perubahan bentuk menjadi sebuah ruang atau bangunan tempat peribadatan pribadi maupun kelompok tertentu, yakni berupa sudut ruangan atau kamar khusus di sebuah fungsi hunian atau kantor. Pergeseran fungsi yang kini terjadi, tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap penataan pola ruang dan tetap dapat memperlihatkan representasi simbol Buddha dengan orientasi ruang memusat serta tetap terjaganya hierarki sebagai ruang ibadah privat dan khusuk walaupun dengan elemen pelingkup dan atributruang yang berlainan. Berdasarkan hasil temuan penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa simbol masih dikenal hingga saat ini namun direpresentasikan secara berbeda dari konsep awalnya yang berupa tempat suci atau penyimpanan benda suci Buddha. Penggunaan nama masih tetap digunakan dan fungsi cetiya sebagairuang ibadah yang menampung aktivitas penghormatan pun masih dipertahankan.
Peningkatan Kualitas Keterampilan Masyarakat melalui Pembuatan Aksesoris, Pembuatan PowerPoint, dan Desain Interior Elliati Djakaria; Seriwati Ginting; Astrid Austranti Yuwono; Carina Tjandradipura; Isabella Isthipraya Andreas
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 3, No 1 (2023): March
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/dikmas.3.1.159-168.2023

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bagi anggota jemaat Gereja Kristen Pasundan (GKP) Cigugur terdiri dari desain ulang interior ruang ibadah yang mengadaptasi budaya Sunda, pelatihan membuat presentasi PowerPoint yang menarik, serta pelatihan membuat aksesoris. Tujuan ketiga kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas hidup saat beribadah serta di kehidupan sehari-hari khususnya di bidang keterampilan, sehingga membuka jalan untuk berkreasi dan berwirausaha. Metode pelaksanaan pengabdian yang digunakan adalah dengan ceramah, pelatihan, dan pendampingan. Hasil kegiatan ini adalah terwujudnya desain ruang ibadah yang kondusif serta bernuansa Sunda, anggota jemaat yang memiliki keterampilan membuat PowerPoint yang menarik, serta keterampilan membuat aksesoris berupa kalung, gelang, dan bros yang memiliki nilai jual.
Analisis Pencahayaan dan Kenyamanan Pengguna: Studi Kasus The Sanctuary Bandung Marchya Joellyn Pattiasina; Carina Tjandradipura; Yunita Setyoningrum
Design Spectrum Vol 1 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ds.v1i1.13095

Abstract

Kesehatan dan kesejahteraan merupakan aspek penting dalam kehidupan modern, di mana pencahayaan berperan dalam menjaga keseimbangan fisik, mental, dan emosional. Penelitian ini mengevaluasi kualitas pencahayaan buatan di The Sanctuary Wellness Center Bandung terhadap kenyamanan pengguna dalam aktivitas yoga. Analisis dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif melalui pengukuran suhu warna (Kelvin), intensitas pencahayaan (lux), serta persepsi pengguna. Hasil menunjukkan suhu warna berada dalam rentang mendukung relaksasi (2700–3500K), namun intensitas pencahayaan (135 lux untuk area indoor, 80 lux untuk area semi-outdoor, 21 lux untuk area outdoor) belum optimal untuk aktivitas yoga. Sebanyak 40% responden menyatakan kurang nyaman dengan kondisi pencahayaan tersebut. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi pencahayaan buatan guna meningkatkan kenyamanan dan efektivitas aktivitas relaksasi
Analisis Estetika Proporsi Langgam Art Deco pada Fasad bangunan Grand Hotel Preanger Bandung Jeremia Edwin; Yunita Setyoningrum; Carina Tjandradipura
Design Spectrum Vol 1 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ds.v1i1.13302

Abstract

Grand Hotel Preanger merupakan bangunan hotel yang telah berdiri sejak tahun 1897, dengan rekonstruksi ulang pada tahun 1920-an. Grand Hotel Preanger mempunyai keunikan estetika khas Art Deco pada bagian fasadnya, berupa perpaduan proporsi garis lurus yang membentuk bidang-bidang dinding visual simetris dan geometris, yang selaras dengan keberadaan bukaan pintu dan jendela. Proporsi elemen-elemen fasad ini mewujudkan cita rasa estetik khas Art Deco. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana estetika fasad Art Deco diwujudkan pada bangunan Grand Hotel Preanger, khususnya pada penerapan proporsi bagian-bagian pada tampilan fasad, meliputi bukaan pintu dan jendela, serta garis-garis ornamen dekoratif yang membentuk bidang-bidang bergaya Art Deco. Untuk mengetahui estetika proporsi, digunakan perhitungan proporsi Golden Section. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif, yang dilakukan melalui observasi dan perbandingan pengukuran pada tampilan fasad bangunan Grand Hotel Preanger Bandung. Hasil analisis menunjukkan bahwa perhitungan Golden Section tidak diterapkan secara menyeluruh, namun telah diterapkan pada beberapa bagian fasad bangunan, khususnya area yang menjadi focal point.
Pengaruh ergonomi dan elemen desain kapsul terhadap kenyamanan tamu hotel kapsul di Bandung Michel Michel; Carina Tjandradipura; Erwin Ardianto Halim
Design Spectrum Vol 1 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ds.v1i2.13305

Abstract

Hotel kapsul menjadi populer akhir-akhir ini dan menjadi alternatif akomodasi yang efisien, terutama di wilayah perkotaan dengan keterbatasan lahan dan ruang khususnya di kota Bandung yang merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Ergonomi dan elemen desain ruang kapsul memainkan peran yang penting dalam mempengaruhi kenyamanan, kepuasan serta perilaku penghuninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berdasarkan aspek ergonomi, seperti ukuran ruang dan aksesibilitas, serta elemen desain interior yang mempengaruhinya, yaitu bentuk dan skala, terhadap kenyamanan tamu hotel kapsul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur serta pengumpulan data melalui observasi lapangan di tiga hotel kapsul terbaik di Bandung dan wawancara dengan para tamu. Kebaharuan dari penelitian ini adalah menjabarkan faktor yang mempengaruhi kenyamanan tamu hotel melalui standar ergonomi, aspek bentuk dan skala elemen desain serta saran untuk meningkatkan kepuasan penghuni hotel.