Priyendiswara Agustina Bella
Program Studi S1 PWK, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PERHITUNGAN TINGKAT WALKABILITY DI KAWASAN TERPADU SUDIRMAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERHITUNGAN MATEMATIS IPEN PROJECT Hanna Zulfiah; Priyendiswara Agustina Bella; I.G. Oka Sindhu Pribadi; Liong Ju Tjung
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24345

Abstract

Compared to the development of facilities for other modes of transportation, the Indonesian government has not placed much emphasis on the development of pedestrian facilities. There are many reasons for this, one of which is the inadequate provision of pedestrian facilities as a result of the shift in function from public space to parking lots or commercial space. It is this lack of an approach to facility provision that considers environmental factors as well as pedestrian behavior and preferences that leads to non-conformity. Planning for urban development often emphasizes transportation routes over pedestrian routes, giving vehicular routes greater priority. In addition, cities today are required to have a good level of walkability. The current definition of walkability is still qualitative with subjective assessments.  Therefore, it is necessary to re-understand walkability that can be assessed quantitatively and more objectively. The purpose of this research is to determine the level of walkability objectively using the IPEN Project mathematical methodology, which is based on the Connectivity index, Entropy index, FAR index and Household index. The Sudirman Central Business District (SCBD) area will be the study object of this research. In this research, the object of study will be divided into several area units, and the walkability value of each unit will be compared to identify places with high or low walkability value. The results show that places with high activity levels are located in areas with commercial zone designations so that the area has a high walkability value compared to other areas.. Keywords:  Sudirman Central Business District (SCBD); Walkability; IPEN Project Abstrak   Dibandingkan dengan pengembangan fasilitas untuk moda transportasi lain, pemerintah Indonesia belum memberikan penekanan pada pengembangan fasilitas pejalan kaki. Ada banyak alasan untuk hal ini, salah satunya adalah tidak memadainya penyediaan fasilitas bagi pejalan kaki sebagai akibat dari pergeseran fungsi dari ruang publik ke tempat parkir atau menjadi lahan komersial. Kurangnya pendekatan terhadap penyediaan fasilitas yang mempertimbangkan faktor lingkungan serta perilaku dan preferensi pejalan kaki inilah yang menyebabkan ketidaksesuaian ketentuan. Perencanaan untuk pembangunan perkotaan sering menekankan jalur transportasi di atas jalur pejalan kaki, memberikan jalur kendaraan prioritas yang lebih besar. Selain itu, kota saat ini di tuntut harus memiliki tingkat walkability yang baik. Definisi walkability yang di pahami saat ini masih bersifat kualitatif dengan penilaian yang subjektif.  Oleh karena itu, diperlukannya pemahaman ulang mengenai walkability yang dapat dinilai secara kuantitatif dan lebih obyektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat walkability secara objektif menggunakan metodologi matematika IPEN Project, yang didasarkan pada Connectivity index, Entropy index, FAR index dan Household index. Kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) akan menjadi objek studi dari penelitian ini. Dalam penelitian ini, objek penelitian akan dibagi menjadi beberapa unit area, dan nilai walkability masing-masing unit akan dibandingkan untuk mengidentifikasi tempat-tempat dengan nilai walkability tinggi maupun rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tempat-tempat dengan tingkat aktivitas yang tinggi berada di kawasan dengan peruntukan zona komersial sehingga kawasan tersebut memiliki nilai walkability yang tinggi dibandingkan dengan daerah lain.  
PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA KAWASAN WISATA CANDI MUARO JAMBI Ahmad Fauzan Al Fajri; Priyendiswara Agustina Bella; Liong Ju Tjung; I.G. Oka Sindhu Pribadi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24346

Abstract

Muaro Jambi Temple is the largest Hindu-Buddhist temple complex in Southeast Asia which is possibly a historical heritage from the Sriwijaya kingdom and the Malay kingdom located in Muaro Jambi Regency. Because it is a relic of an ancient site that is hundreds of years old, Muaro Jambi Temple is vulnerable to transitional climates due to layers of rock that have begun to collapse. This paper aims to find out how the Muaro Jambi Temple is managed in order to increase the potential in the Muaro Jambi Temple History area. According to the results of research conducted by the author, Muaro Jambi Temple has added value to become a cultural tourism spot because of its many historical values ​​which can also add to the knowledge of visiting tourists. Muaro Jambi Temple has been designated as a world heritage by UNESCO. To go to the location of the Muaro Jambi Temple is not too far from the city center, it only takes 30 minutes with a distance of 25 km from the center of Jambi. Keywords:  management; national strategic are; temple Abstrak Candi Muaro Jambi adalah sebuah kompleks percandian agama Hindu-Buddha terluas di Asia Tenggara yang kemungkinan merupakan peninggalan sejarah dari kerajaan Sriwijaya dan kerajaan Melayu yang terletak di Kabupaten Muaro Jambi. Karena merupakan peninggalan situs purbakala yang telah berumur ratusan tahun, Candi Muaro Jambi rentan terhadap iklim pancaroba karena lapisan batu yang mulai runtuh. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan Candi Muaro Jambi agar dapat meningkatkan potensi pada kawasan Sejarah Candi Muaro Jambi. Menurut hasil penelitian yang penulis lakukan, Candi Muaro Jambi memiliki nilai tambah untuk menjadi tempat wisata budaya dikarenakan nilai sejarahnya yang banyak juga bisa menambah pengetahuan bagi wisatawan yang datang. Candi Muaro Jambi sudah di tetapkan sebagai warisan duania oleh UNESCO. Untuk menuju ke lokasi Candi Muaro Jambi tidak terlalu jauh dari pusat kota, hanya memerlukan waktu 30 menit saja dengan jarak tempuh 25 km dari pusat kota Jambi.
STUDI PERBEDAAN PERSEPSI TINGKAT KEPUASAN ANTARA PENGHUNI TIPE TOWER DAN TIPE BLOK RUSUNAWA PENJARINGAN TERHADAP SISTEM PENGELOLAANNYA Dhafa Kurnia Putra; Priyendiswara Agustina Bella; Liong Ju Tjung; I G. Oka Sindhu Pribadi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24356

Abstract

Population growth in urban areas is increasing rapidly and limited land has made the construction of Flats (Rusun) a flagship program in tackling slums in urban areas. This is what the Provincial Government of DKI Jakarta has also done through the DKI Jakarta Housing Agency and Regional Government Building in overcoming slum settlements in the Penjaringan Village, North Jakarta. Penjaringan flats are one of the flats that have been established since 1988. with a rental system. However, after being revitalized, there are two differences in the characteristics of the building, namely towers and blocks. at a glance the tower section has an appearance that is suitable for occupants to live in, but in the tower block section that has not undergone revitalization the existing conditions are quite worrying, indicating that the flat can be said to be far from the criteria for habitable housing. The purpose of this study is to evaluate Penjaringan Flats based on livable and sustainable principles. The method used is a quantitative method with descriptive analysis techniques, and to measure occupant satisfaction the author uses the independent sample test method as a reference in conducting the analysis. Some of the aspects that are the focus of this research are the occupants' satisfaction with Penjaringan flats, and the socio-economic life of the residents. The results of this study show the current condition of Penjaringan Flats. This can be seen from the different priorities in the assessment given by the Rusunawa management, as well as the social and economic conditions of the occupants. Keywords: occupants' satisfaction; subsidized housing; system management Abstrak Pertumbuhan penduduk di perkotaan yang semakin meningkat pesat serta lahan yang terbatas membuat pembangunan Rumah Susun (Rusun) menjadi program unggulan dalam penanggulangan permukiman kumuh di daerah perkotaan. Hal ini lah yang juga dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta dalam mengatasi permukiman kumuh di Kelurahan Penjaringan Jakarta Utara. Rusunawa Penjaringan merupakan salah satu rusun yang sudah berdiri sejak tahun 1988. dengan sistem sewa. Namun, setelah direvitalisasi terdapat perbedaan dua karakteristik gedung yaitu tower dan blok. pada bagian tower sekilas memiliki tampilan yang sudah layak untuk dihuni oleh para penghuni, tetapi pada bagian blok rusun yang belum mengalami revitalisasi memiliki kondisi eksisting yang cukup menghawatirkan, menandakan bahwa rusun tersebut dapat dikatakan jauh dari kriteria hunian layak huni. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi Rusunawa Penjaringan berdasarkan kaidah layak huni dan berkelanjutan. Metode yang dilakukan adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif, dan untuk mengukur kepuasan penghuni penulis mengunakan metode independent sample test sebagai acuan dalam melakukan analisis. Beberapa aspek yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah aspek kepuasan penghuni terhadap hunian Rusunawa Penjaringan, dan kehidupan sosial ekonomi penghuninya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kondisi Rusunawa Penjaringan saat ini. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan prioritas dalam penilaian yang diberikan oleh pihak pengelola rusunawa, serta kondisi sosial dan ekonomi penghuninya.
MANAJEMEN LIMPASAN AIR HUJAN PADA BANGUNAN HIJAU (OBJEK STUDI: ALTIRA BUSINESS PARK) Nazareth Meisila Permata Bobo; Priyendiswara Agustina Bella; Liong Ju Tjung; I G. Oka Sindhu Pribadi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24357

Abstract

The rapid development of development in the city of Jakarta has had a lot of influence on land use. The land has now been converted into skyscrapers, concrete and asphalt roads, and residential areas which have had a major impact on the reduction of water catchment areas. Rainwater that cannot seep directly into the ground will become runoff. Runoff that is not handled properly will put a burden on city drainage which will cause more problems, especially causing flooding and erosion problems. Runoff also affects the quality of river water. Areas that have high water runoff usually have poor river water quality. Therefore, to support sustainable development, rainwater runoff management is one of the green building criteria that needs to be met. This study analyzes runoff and maximization of rainwater infiltration in one of the platinum-certified green building buildings in Jakarta, which aims to analyze the amount of surface runoff and analyze rainwater runoff that has been successfully handled. Analysis of rainwater runoff is calculated using the rational method. The analytical method includes secondary data processing in the form of site plans, runoff handling facilities, runoff volume, and average rainfall on rainy days obtained from the study object building manager. Calculations are made using the rational method in accordance with Indonesian national standards and government regulations. This research was conducted by following Green Building Council Indonesia's greenship benchmarks in terms of land use efficiency, namely water runoff management, where green buildings are expected to be able to handle rainwater by at least 50%. Green buildings have a big responsibility towards rainwater management for environmental sustainability and so as not to damage the land. Keywords:  green building; runoff; stormwater management; water infiltration Abstrak Perkembangan pembangunan yang pesat di kota Jakarta memberikan banyak pengaruh kepada tata guna lahan. Lahan-lahan saat ini telah beralih fungsi menjadi bangunan-bangunan pencakar langit, jalan beton dan beraspal, hingga permukiman penduduk yang berdampak besar kepada semakin berkurangnya area resapan air. Air hujan yang tidak dapat meresap secara langsung ke dalam tanah akan menjadi limpasan. Limpasan yang tidak tertangani dengan baik akan memberikan beban kepada drainase kota yang nantinya akan menimbulkan lebih banyak masalah, terutama menyebabkan masalah banjir dan erosi. Limpasan air juga berpengaruh terhadap kualitas air sungai. Daerah yang memiliki limpasan air yang yang tinggi biasanya mempunyai kualitas air sungai yang buruk. Maka dari itu, untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, manajemen limpasan air hujan menjadi salah satu kriteria bangunan hijau yang perlu dipenuhi. Penelitian ini menganalisis limpasan dan pemaksimalan resapan air hujan pada salah satu gedung bersertifikat platinum bangunan hijau di Jakarta, yang bertujuan menganalisa jumlah limpasan permukaan dan menganalisa limpasan air hujan yang berhasil ditangani. Analisa limpasan air hujan dihitung menggunakan metode rasional. Metode analisis yang meliputi pengolahan data sekunder berupa site plan, fasilitas penanganan limpasan, volume limpasan, dan curah hujan rata-rata pada hari hujan yang didapat dari pengelola gedung obyek studi. Perhitungan yang dilakukan menggunakan metode rasional dengan disesuaikan dengan standar nasional Indonesia dan peraturan pemerintahan. Penelitian ini dilakukan dengan mengikuti tolok ukur greenship Green Building Council Indonesia dalam aspek tepat guna lahan yaitu manajemen limpasan air, dimana bangunan hijau diharapkan bisa menangani air hujan sebesar minimal 50%. Bangunan hijau memiliki tanggung jawab yang besar terhadap pengelolaan air hujan demi keberlanjutan lingkungan dan agar tidak merusak lahan.
EVALUASI KEBERHASILAN PENGELOLAAN SCIENTIA SQUARE PARK SEBAGAI TAMAN REKREASI BERBAYAR (THEME PARK) DI GADING SERPONG Muhammad Nashiruddin Suharyadi; Priyendiswara Agustina Bella; Liong Ju Tjung; SettingsI G. Oka Sindhu Pribadi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24358

Abstract

the main developer in Gading Serpong to facilitate the lifestyle of city people who are very dynamic and increasingly attached to technology. This public green park is also an alternative means of entertainment for families. Scientia Square Park has an area of 7,500 m2 which can be a place to do various exciting activities as well as educate. With the existence of public open space in the Gading Serpong area, it provides a healthy atmosphere and balances the environment in an area. The benefits of green open space in a city or region provide comfort and more beautiful scenery also has many benefits for physical and mental health. Quantitative data collection is carried out by distributing questionnaires to visitors and structured interviews to the management. The results of this study will know the success provided by Scientia Square Park. Keywords: green open space (RTH); recreation; park management Abstrak Scientia Square Park merupakan taman kota yang didirikan sejak tahun 2013 oleh PT. Summarecon Agung, sebagai pengembang utama di Gading Serpong untuk memfasilitasi gaya hidup masyarakat kota yang sangat dinamis dan semakin lekat dengan teknologi. Taman hijau publik ini juga menjadi sarana hiburan alternatif untuk keluarga. Scientia Square Park memiliki luas 7.500 m2 yang bisa menjadi wadah untuk melakukan berbagai aktivitas seru sekaligus mengedukasi.  Dengan adanya ruang terbuka publik di daerah Gading Serpong memberikan suasana yang sehat dan menjadi penyeimbang lingkungan di suatu daerah. Manfaat ruang terbuka hijau di sebuah kota atau wilayah memberikan kenyamanan dan pemandangan lebih indah juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Pengumpulan data kuantitatif yang dilakukan secara menyebar kuesioner kepada pengunjung dan wawancara terstruktur kepada pihak pengelola. Hasil penelitian ini akan mengetahui keberhasilan yang di berikan oleh pihak Scientia Square Park.
EVALUASI PASCA HUNIAN RUSUNAWA CIBESEL,CIPINAG BESAR SELATAN, KECAMATAN JATINEGARA, KOTA JAKARTA TIMUR, DKI JAKARTA Feris Karel; Priyendiswara Agustina Bella; Liong Ju Tjung; I G. Oka Sindhu Pribadi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24359

Abstract

Rent Flats is a housing program that is used to overcome housing problems especially in urban areas. DKI Jakarta Government in development, has one of its visions, namely the realization of settlements that are sustainable. It is ensured that the purpose of building this flat cannot be separated from the aspects – aspects of sustainable housing which combines environmental, social and environmental aspects into the development strategy to ensure environmental integrity as well safety, capability, welfare, and quality of the current and future generations front. Therefore, this study aims to conduct a study of Rusunawa CIbesel is one of the flats built by DKI Jakarta based on the vision to see the form of implementation - the application of sustainable aspects that have been carried out and evaluate it so that in addition to conducting studies it can also be provide advice and recommendations on aspects of sustainable housing needs to be improved. The research method used is qualitative method descriptive. The research results obtained are that in the application of aspects sustainability, especially in Rusunawa Cibesel, environmental aspects are aspects which needs a lot of improvement. Because in this aspect Rusunawa Cibesel has have the system, but not running optimally. As for the social and the economy of Rusunawa Cibesel has been going quite well in its implementation. With As a result, Rusunawa Cibesel has implemented many aspects of sustainable housing although these various aspects need to be improved in order to achieve a stable settlement better sustainability. Keywords: sustainable housing; sustainable; rusunawa Abstrak Rumah Susun Sewa merupakan program perumahan yang digunakan untuk mengatasi masalah perumahan khususnya di daerah perkotaan. Pemerintah DKI Jakarta dalam pembangunannya, memiliki salah satu visinya yaitu dapat terwujudnya permukiman yang berkelanjutan. Dipastikan bahwa tujuan dibangunya rusunawa ini tidak lepas dari aspek – aspek hunian berkelanjutan yang dimana memadukan aspek lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi kedalam strategi pembangunan untuk menjami keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan mutu generasi saat ini dan generas masa depan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi terhadap Rusunawa CIbesel salah satu rusunawa yang dibangun oleh DKI Jakarta dengan berlandaskan visi tersebut untuk melihat bentuk penerapan – penerapan aspek berkelanjutan yang telah dilakukan dan melakukan evaluasi terhadapnya sehingga selain melakukan studi juga dapat memberikan saran dan rekomendasi terhadap aspek – aspek hunian keberlanjutan yang perlu ditingkatkan. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yang didapatkan adalah bahwa dalam penerapan aspek – aspek keberlanjutan khususnya di Rusunawa Cibesel, aspek lingkungan merupakan aspek yang perlu banyak ditingkatkan. Karena pada aspek tersebut Rusunawa Cibesel sudah memiliki sistemnya, tetapi belum berjalan optimal. Sedangkan untuk aspek sosial dan ekonomi Rusunawa Cibesel sudah berjalan cukup baik dalam penerapanya. Dengan hasil ini, Rusunawa Cibesel sudah menerapkan banyak aspek hunian berkelanjutan walaupun berbagai aspek tersebut perlu ditingkatkan agar tercapai suatu permukiman yang berkelanjutan yang lebih baik.
STUDI PENATAAN KAWASAN PARIWISATA MANGROVE DI KABUPATEN TANGERANG (OBJEK STUDI: URBAN AKUAKULTUR KETAPANG) Calvin Jonathan; Priyendiswara Agustina Bella; Liong Ju Tjung; I G. Oka Sindhu Pribadi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24360

Abstract

Tourism development in an area has great potential or benefits for a region. The Ketapang Urban Aquaculture area is no exception in the Tangerang district, precisely in the Mauk District on Jl. Raya Tanjung Kait, Ketapang village. It is a tourist area of a mangrove conservation park and in it there is fish and shrimp cultivation. The development of the Ketapang Urban Aquaculture program focuses on mangrove forest conservation, but also organizes the area around the coastal area and builds several supporting infrastructures, and seeks to increase the economy of the people in the village so that it can become a new tourist area/destination in the coastal areas of the Tangerang district. This area has also been equipped with various supporting facilities to support tourism activities in the area, such as spots for taking pictures with mangrove views in the background, parking lots, jogging tracks, lighting for the night and others, but the facilities are still lacking to become a good tourism area. , such as the absence of a place to eat, the absence of a pavilion/gazebo for visitors to rest. Therefore the author wants to look for potentials and deficiencies so as to be able to provide an appropriate arrangement plan for the Ketapang urban aquaculture area. Where this arrangement is carried out using several analytical methods, such as location analysis, site analysis, attractiveness analysis, best practices analysis, and several other analyses. And some of this analysis is useful for looking for weaknesses and strengths that can support the arrangement of the urban aquaculture Ketapang area so that it becomes an even better tourism area and becomes superior tourism in the Mauk area. Keywords: urban aquaculture; mangroves; arrangement of tourism areas Abstrak Pengembangan pariwisata pada suatu kawasan memiliki potensi atau manfaat yang besar bagi sebuah wilyah. Tidak terkecuali pada kawasan Ketapang Urban Akuakultur berada di kabupaten Tangerang tepatnya di Kecamatan  Mauk di Jl. Raya Tanjung Kait, desa Ketapang. Merupakan sebuah Kawasan wisata taman konservasi mangrove serta didalamnya terdapat budidaya ikan dan udang. Pengembangan program Ketapang Urban Aquakultur berfokus pada konservasi hutan mangrove, namun juga melakukan penataan pada wilayah sekitar daerah pesisir serta membangun beberapa infrastruktur pendukung,dan berupaya menaikan ekonomi masyarakat didesa tersebut sehingga bisa menjadi kawasan/destinasi wisata baru di daerah pesisir laut kabupaten Tangerang. Kawasan ini juga sudah dilegkapi berbagai fasilitas pendukung guna Mendukung kegiatan pariwisata di Kawasan tersebut, seperti spot untuk berfoto dengan latar belakang pemandangan mangrove,tempat parkir,jogging track,lampu penerangan untuk malam hari dan lainnya namun fasilitasnya dirasa masih kurang untuk menjadi Kawasan pariwisata yang baik, seperti tidak adanya tempat makan, tidak adanya pendopo/gazebo untuk pengunjung beristirahat. Maka dari itu penulis ingin mencari potensi serta kekurangan sehingga mampu memberikan rencana penataan kepada Kawasan Ketapang urban akuakultur yang sesuai. Yang mana penataan ini dilakukan dengan beberapa metode analisis, seperti analisis lokasi, analis tapak, analisis daya tarik, analisis best practices, dan beberapa analisis lainnya. Dan beberapa analisis ini berguna untuk mencari kekurangan serta kelebihan yang bisa mendukung penataan Kawasan Ketapang urban akuakultur agar menjadi Kawasan pariwisata yang lebih baik lagi dan menjadi pariwisata unggul didaerah Mauk.
STUDI RUANG TERBUKA HIJAU DI SEMPADAN SUNGAI CISADANE KELURAHAN CILENGGANG, KECAMATAN SERPONG, KOTA TANGERANG SELATAN Elisabeth Gabriela Van Der Linde; Priyendiswara Agustina Bella
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24361

Abstract

The City of Tangerang Selatan is an independent city which currently has a spatial planning objective as a service center for education, housing, trade and services. Green open space can be used as a guarantor for increasing land value, for adding value to the urban environment, for providing natural tourism spaces, for maintaining historical aspects, for providing spaces for community interaction, etc., and most importantly, for creating harmonious and balanced spaces between built and unbuilt areas. However, with the rapidly increasing population growth in the development of South Tangerang City, the area with the green open space function has decreased and has not yet reached 20% of the area of ​​South Tangerang City. With the arrangement of green open space at the study location, it is known that there are potential contributors to green open space in the City of South Tangerang as a fulfillment of the need for public open space by utilizing green open space on the border of the Cisadane River, Cilenggang Village, Serpong District, South Tangerang City, but still with due regard policies that apply in order to remain in accordance with its function and create an optimal arrangement. Keywords:  green open space, borders, rivers, space requirements Abstrak Kota Tangerang Selatan adalah kota mandiri yang memeiliki tujuan penataan ruang menjadi pusat pelayan bagi pendidikan, perumahan, serta perdagangan dan jasa. Ruang Terbuka Hijau bisa dijadikan sebagai pemberi nilai tambah bagi lingkungan kota, sebagai penambah jaminan peningkatan nilai tanah, sebagai penyediaan ruang untuk wisata alam, pemertahanan aspek historis, penyedia ruang interaksi masyarakat dll, serta yang terpenting dapat menjadi ruang yang seimbang serta serasi anytara area terbangun dan yang tidak. Namun dengan pertumbuhan penduduk yang meningkat pesat serta pembangunan di Kota Tangerang Selatan besar, menjadikan kawasan ruang terbuka hijau di dalamnya menurun dan belum mencapai 20% dari luas Kota Tangerang Selatan. Dengan adanya penataan ruang terbuka hijau pada lokasi studi, diketahui bahwa adanya potensi penyumbang ruang terbuka hijau di Kota Tangerang Selatan menjadi pemenuh kebutuhan ruang RTH publik dengan memanfaatkan ruang terbuka hijau di sempadan sungai cisadane Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong Kota tangerang Selatan, namun tetap dengan memperhatikan kebijakan yang berlaku agar tetap sesuai dengan fungsinya dan menjadikan penataan yang optimal.
STUDI PASAR PERUMAHAN MAYA RESIDENCE MUKTIWARI CIBITUNG, KABUPATEN BEKASI Satrio Wicaksono; Priyendiswara Agustina Bella; I G. Oka Sindhu Pribadi; Liong Ju Tjung
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24362

Abstract

Maya Residence Muktiwari Housing is a newly developed housing complex in Muktiwari Village, Cibitung District, Bekasi Regency, West Java Province. Maya Residence Muktiwari housing is located in a residential area where there are already many other housing estates that have been built beforehand. With so many housing estates that have been built beforehand or are competitors, the author wants to conduct a study on Maya Residence Muktiwari Housing. The author uses the method of location analysis, site analysis and legality analysis to find the potential and constraints of Maya Residence Muktiwari Housing. By doing this analysis, it is hoped that the author can provide input or recommendations to the project owner so that this housing development project can run smoothly and benefit the community. Keywords: feasibility; housing; study Abstrak Perumahan Maya Residence Muktiwari merupakan perumahan yang baru dikembangkan di Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Perumahan Maya Residence Muktiwari berlokasi pada kawasan hunian yang sudah ada banyak perumahan – perumahan lainnya yang sudah dibangun terlebih dahulu. Dengan banyaknya perumahan – perumahan yang sudah dibangun terlebih dahulu atau kompetitor, penulis ingin melakukan studi terhadap Perumahan Maya Residence Muktiwari. Penulis menggunakan metode analisis lokasi, analisis tapak, analisis legalitas dan analisis pasar untuk mencari potensi dan kendala dari Perumahan Maya Residence Muktiwari. Dengan dilakukannya analisis ini, diharapkan penulis dapat memberikan masukan atau rekomendasi terhadap pemilik proyek agar proyek pembangunan perumahan ini dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat.