Agustien Lilawati
Universitas Muhammadiyah Gresik

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Seling: Journal of PGRA Study Program

Pelatihan Pembuatan Alat Permainan Edukatif untuk Meningkatkan Kreativitas Guru di RA Team Cendekia Kota Surabaya Agustien Lilawati
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 6 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.178 KB) | DOI: 10.29062/seling.v6i2.634

Abstract

Sebagian besar APE diperoleh dengan cara membeli dan minimnya kreativitas serta inovatif dalam pengadaan alat permainan edukatif dan keberadaan alat permainan edukatif (APE) kurang mendapat perhatian serta jarang sekali digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di RA Team Cendekia, hal ini merupakan alasan mengapa kegiatan Program Pengabdian Masyarakat yaitu Pelatihan Pembuatan APE diselenggarakan. Tujuan Program Pengabdian Masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan atau pemahaman tentang APE dan berupaya untuk meningkatkan kreatifitas guru RA Team Cendekia dalam pembuatan APE atau alat permainan edukatif yang mana untuk bahan dapat diambil dari barang yang ada disekitar, bahkan mungkin juga dari bahan bekas yang masih bisa dimanfaatkan. Kegiatan pengabdian ini, dimulai dari tahap persiapan, tahap sosialisasi, tahap pelatihan, tahap pendampingan dan tahap monitoring serta tahap pengembangan dimana dalam tahap pengembangan ini diharapkan lembaga mempunyai galeri alat permainan edukatif agar lembaga lain bisa termotivasi dalam pembuatan APE. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini pengetahuan, kemampuan dan pengalaman serta kreatifitas guru RA Team Cendekia meningkat, terciptanya galeri APE, dan terjalinnya kerjasama guru-guru PAUD terkait dan institusi Universitas Muhammadiyah Gresik dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran bagi anak usia dini serta publikasi jurnal
Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap Perkembangan Kognitif pada Anak Kelompok B di TK Rahmat Surabaya Rr. Agustien Lilawati
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 7 No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.574 KB) | DOI: 10.29062/seling.v7i2.831

Abstract

Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakam pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses keterlibatan siswa secara penuh agar dapat menemukan materi yang dipelajari serta menghubungkannya dengan kehidupan nyata sehingga dapat mendorong siswa untuk dapat menerapkan materi tersebut dalam kehidupan mereka. Perkembangan kognitif adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam memecahkan suatu permasalahan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah model pembelajaran CTL berpengaruh terhadap perkembangan kognitif pada anak kelompok B di TK Rahmat Surabaya.Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran CTL terhadap perkembangan kognitif anak TK B di TK Rahmat Surabaya.Pendekatan penelitian adalah kuantitatif model penelitian eksperimental, dimana peneliti memberikan perlakuan berupa pembelajaran dengan menggunakan model CTL dan melakukan observasi dalam kegiatan pembelajaran serta melakukan pengukuran sebelum dan sesudah pemberian teratment. Populasi penelitian ini sejumlah 44 anak, penelitian dilakukan dengan menggunakan desain eksperimen model Quasi Ekperimental, dimana desain ini mempunyai kelompok kontrol tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel luar yang mempengaruhi eksperimen. Penelitian ini menggunakan Non Equivalent Kontrol Grup Design, dimana kelompok eksperimen dan kelompok kontol tidak dipilih secara random (Sugiono, 2014) .Instrumen pengumpulan data menggunakan test dan teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis (menggunakan uji t). Berdasarkan hasil analisis, terdapat pengaruh penggunaan model CTL terhadap perkembangan kognitif anak keolompok B di TK Rahmat Surabaya. Terbukti dari nilai thitung .453 > nilai ttabel 2.074 dengan signifikasi 0.002 < 0.05 oleh karenanya H0 ditolak, artinya terdapat perbedaan yang signifikan perkembangan kognitif antara sebelum dan sesudah penerapan metode CTL.
Implementasi Reward dan Punishment dalam Mengembangkan Kemampuan Kognitif Anak Kelompok A di RA Dwi Savitri Surabaya Rr. Agustien Lilawati
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 8 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.794 KB) | DOI: 10.29062/seling.v8i2.1230

Abstract

Kognitif adalah kemampuan belajar atau berfikir atau kecerdasan yaitu kemampuan untuk mempelajari keterampilan dan konsep baru, keterampilan untuk memahami apa yang terjadi di lingkungannya, serta keterampilan menggunakan daya ingat dan penyelesaian soal-soal sederhana. Pemberian stimulus dari pendidik berupa pemberian apresiasi dan hukuman akan sangat mempengaruhi cara berpikir peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Reward dan Punishment dalam mengembangkan kemampuan kognitif peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi tehnik. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Implementasi Reward dalam mengembangkan kemampuan kognitif peserta didik dilakukan dengan memberikan Reward dalam bentuk pujian, pemberian bintang serta memberikan apresiasi dalam bentuk hadiah. (2) Implementasi Punishment dalam mengembangkan kemampuan kognitif peserta didik dilakukan dengan cara memberi peringatan secara bertahap, memberi teguran spontan memberikan sanksi hukuman, penerapan Punishment yang bersifat mendidik dan memberi jera pada anak tetapi tidak membahayakan anak. (3) Evaluasi implementasi Reward dan Punishment dalam meningkatkan kemampuan kognitif adalah dengan menggunakan evaluasi proses, dimana penilaian yang dilakukan di saat proses pembelajaran berlangsung dengan mengamati kognitif peserta didik sehari-hari ketika berada di lingkungan sekolah.