Andi Mayasari Usman
Universitas Nasional

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Tingkat Stress Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Jurangmangu Barat Tangerang Selatan Dinar Alfira; Andi Mayasari Usman; Nita Sukamti
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i9.9139

Abstract

ABSTRACK Exclusive breastfeeding is breastfeeding from mothers to their babies who are given only breast milk for 6 months without additional food either in the form of liquids such as formula milk, honey and water, or in the form of solid foods such as bananas, tim, biscuits, etc. . Psychological conditions can affect the production and flow of breast milk, caused by discomfort in its new state. 54.17% of mothers with psychological disorders (stress) experienced breast milk difficulties due to fatigue after giving birth, mothers were afraid to mobilize so they were lazy to breastfeed and decided to give formula milk to their babies. The goals is to determine the relationship between stress levels and exclusive breastfeeding among infants aged 0-6 months in RW 11 Jurangmangu Barat Tangerang Selatan.The design of this study is a descriptive analytic with a cross sectional approach. The sample in this study were 46 mothers with babies aged 0-6 months using the Nonprobability Sampling technique. The instruments used were the DASS 21 questionnaire and the Exclusive Breastfeeding Questionnaire. Data were analyzed with the Chi Square Statistical Test. The results of the study determined that there was a relationship between stress levels and exclusive breastfeeding in infants aged 0 – 6 Months and obtained a significant p-value = 0.036 (p a or 0.036 0.05). The level of stress experienced by mothers with babies aged 0-6 months can affect exclusive breastfeeding to babies so that it interferes with the growth and development of babies during their growth period. It is hoped that the results of this study can help determine the condition of the mother's stress level which can affect exclusive breastfeeding for infants aged 0-6 months. Keywords: Stress Level, Exclusive Breastfeeding, Mother, Infant  ABSTRAK ASI Eksklusif adalah pemberian ASI dari ibu terhadap bayinya yang diberikan ASI saja selama 6 bulan tanpa makanan tambahan baik berupa cairan seperti susu formula, madu, dan air putih, maupun berupa makanan padat seperti pisang, tim, biscuit, dan lain-lain. Kondisi psikologis dapat mempengaruhi produksi dan kelancara ASI, disebabkan oleh rasa tidak nyaman dalam keadaannya yang baru. Sebanyak 54,17% ibu dengan gangguan psikologis (stress) mengalami ketidak lancaran ASI disebabkan rasa kelelahan setelah melahirkan, ibu takut untuk mobilisasi sehingga malas menyusui dan memutuskan memberi susu formula kepada bayinya. Bertujuan untuk mengetahui Hubungan Tingkat Stress Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 0 – 6 Bulan Di RW 11 Jurangmangu Barat. Desain penelitian ini menggunakan Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini  adalah 46 ibu dengan bayi usia 0-6 bulan dengan teknik Nonprobability Sampling. Instrument yang digunakan adalah kuisoner DASS 21 dan kuisoner Pemberian ASI Eksklusif. Data dianalisis dengan Uji Statistik Chi Square. Hasil penelitian menentukan bahwa terdapat hubungan antara Tingkat Stress Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 0 – 6 Bulan diperoleh nilai signifikan p-value = 0,036 dimana (p a atau 0,036 0,05) Tingkat stress yang dialami oleh ibu dengan bayi usia 0-6 bulan dapat mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif kepada bayi sehingga mengganggu tumbuh kembang bayi selama masa pertumbuhan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu mengetahui kondisi tingkat stress ibu yang dapat mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif untuk bayi dengan usia 0-6 bulan. Kata Kunci: Tingkat Stress, Pemberian ASI Eksklusif, Ibu, Bayi.
Hubungan Tingkat Stress dan Pola Makan dengan Kejadian Gastritis Pada Remaja di SMP Perjuangan Informatika Terpadu Depok Merrin Merrin; Cholisah Suralaga; Andi Mayasari Usman
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i11.14205

Abstract

ABSTRACT Gastritis is a disease that is often with ulcers, gastritis occurs due to inflammation of the gastric mucosa due to irritation or usually due to infection that makes blisters and wounds to the stomach resulting in inflammation called gastritis. The results of the researcher's interview at SMP Perjuangan Informatika Terpadu Depok, obtained from 10 adolescents there were 7 adolescents who had a history of gastritis due to several factors, one of which was stress and diet. The aim of this research was to determine the relationship between eating habits and stress levels with the incidence of stomach ulcers in teenagers at Perjuangan Informatika Terpadu Depok Middle School. This research uses cross-sectional methodology, quantitative methodology, and analytical descriptive research design. Penelitian ini menggunakan metodologi cross-sectional, desain penelitian deskriptif analitis, dan pendekatan kuantitatif. Temuan menunjukkan bahwa stres sedang (64%), pola makan yang buruk (56%) dan maag (67,3%) merupakan distribusi frekuensi mayoritas. Berdasarkan analisis bivariat, kejadian maag berhubungan dengan tingkat stres (P value = 0,002) dan pola makan (P value = 0,000). Terjadinya maag berkorelasi signifikan dengan kebiasaan makan dan tingkat stres. Keywords: Gastritis, Diet, Adolescents, Stress level  ABSTRAK Gastritis adalah suatu kondisi yang sering terjadi bersamaan dengan maag. Maag disebabkan oleh iritasi atau peradangan pada mukosa lambung yang berhubungan dengan infeksi, sehingga mengakibatkan lambung melepuh dan rusak, yang kemudian disebut maag. Hasil wawancara peneliti di SMP Perjuangan informatika terpadu depok, didapatkan dari 10 remaja terdapat 7 remaja yang memiliki riwayat gastritis karena beberapa faktor, salah satunya stress dan pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan, “Seberapa umumkah penyakit maag terjadi pada remaja di SMP Perjuangan Informatika Terpadu Depok?” dengan menyelidiki korelasi antara tingkat stres, kebiasaan makan yang tidak sehat, dan kejadian maag. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi penelitian deskriptif analitis, metodologi kuantitatif, dan penelitian cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi frekuensi tingkat mayoritas stress sedang (64%), pola makan tidak baik (56%) dan gastritis (67,3%). Berdasarkan analisis bivariat, kejadian maag berkorelasi dengan pola makan (P value = 0,000) dan tingkat stres (P value = 0,002). Terjadinya maag berkorelasi signifikan dengan kebiasaan makan dan tingkat stres. Kata Kunci: Gastritis, Pola Makan, Remaja, Tingkat stress