Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Improved Basic Motion Learning Through Ball Modification Media as a Means of Learning to Pass Under Volleyball Made Linaldo; Hartati Hartati; Syafaruddin Syafaruddin; Iyakrus Iyakrus
Halaman Olahraga Nusantara : Jurnal Ilmu Keolahragaan Vol 5, No 1 (2022): Halaman Olahraga Nusantara (Jurnal Ilmu Keolahragaan)
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.108 KB) | DOI: 10.31851/hon.v5i1.6347

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pembelajaran gerak dasar melalui modifikasi bola sebagai alat bantu belajar passing bawah pada siswa kelas V SDN 35 Kecamatan Talang Kelapa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model kemmis dan taggart, yaitu melalui tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Objek penelitian adalah siswa kelas V SDN 35 Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin. Pengumpulan data menggunakan lembar evaluasi hasil belajar afektif, psikomotorik dan kognitif materi gerak dasar teknik passing bawah bola voli. Analisis data menggunakan analisis persentase. Hasilnya menunjukkan bahwa: a) Terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar gerak dasar permainan bola melalui modifikasi bola sebagai alat peraga pembelajaran passing bawah pada siswa kelas V SDN 35 Kecamatan Talang Kelapa sebanyak sebanyak 17 orang atau 57% dari data pra siklus sebelumnya yaitu sebanyak 9 orang yang tuntas belajar atau 30%.b) Terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar bola voli dasar melalui modifikasi bola sebagai alat bantu untuk belajar passing bawah pada siswa kelas V Kecamatan Talang Kelapa yang berjumlah 17 orang atau 57% meningkat menjadi 27 orang atau 90% dari total 30 siswa. Temuan penelitian terdapat peningkatan pembelajaran gerak dasar melalui modifikasi bola sebagai alat bantu belajar passing bawah pada siswa kelas V SDN 35 Kecamatan Talang Kelapa.
Pengembangan Alat Ukur Tes Kelincahan Berbasis Teknologi Sensor Infrared Al Akbar Rahmat Ramadhan; Iyakrus Iyakrus; Wahyu Indra Bayu; Syafaruddin Syafaruddin; Herri Yusfi
Bravo's : Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Vol 10, No 4 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/bravos.v10i4.2777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu rancangan produk awal alat ukur tes kelincahan berbasis teknologi sensor infrared dengan pembaharuan alat ukur tes kelincahan menggunakan stopwatch. Alat ini bisa digunakan pada tiga item tes kelincahan yaitu Boomerang Run, T test, dan Ilionest test. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) dari Borg and Gall dengan sepuluh langkah penelitian. Subjek penelitian ini atlet futsal SMP Negeri 57 Palembang yang telah divalidasi, direvisi, dan uji coba skala kecil dan besar. Validasi ahli terdapat tiga orang ahli tes dan pengukuran olahraga menggunakan angket dari berbagai macam pertanyaan. Dari tiga orang ahli tersebut 98% alat ukur tes kelincahan berbasis teknologi sensor layak digunakan sebagai alat bantu ukur tes kelincahan. Hal tersebut diperkuat dengan hasil dari validasi ahli tes dan pengukuran olahraga terdapat rata-rata 98% layak digunakan. Dan juga diperkuat dengan hasil statistic uji nomalitas, uji maan whitney, uji homogenitas, dan uji paired sample t test, dimana data tersebut diambil pada saat uji coba skala kecil dan besar.
SURVEI KONDISI FISIK ATLET SENAM LANTAI DI CLUB GYMNASTIC PERSANI PALEMBANG SUMATERA SELATAN Mukhammad Faisol Ade Prastian; Syafaruddin Syafaruddin; Iyakrus Iyakrus
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.22378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik atlet senam lantai di Club Gymnastic Persani Palembang Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey dengan pengambilan data adalah kuantitatif dengan metode analisis pendekatan deskriptif. Hasil penelitian survei kondisi fisik atlet senam lantai Club Gymnastic Persani Palembang Sumatera Selatan di kategorikan baik sekali hal ini di buktikan dengan hasil tes yang di dominasi baik sekali 15 orang (75%), dan di kategorikan baik 5 orang (25%). Maka dari pengambilan 4 tes tersebut dapat di simpulkan bahwa kondisi fisik para atlet senam lantai di Club Gymnastic Persani Palembang Sumatera Selatan di kagtegorikan sangat baik dan dari beberapa tes memang para atlet senam lantai memiliki kemampuan yang sangat baik dalam melakukan tes dan pada saat pengambilan tes para atlet bersiap untuk kejuaraan pra pon jadi para atlet dalam kondisi yang sangat baik sekali dan mempunyai motivasi yang sangat bagus meskipun memang ada beberapa atlet yang sedikit kesulitan karena baru bergabung di club. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa hasil survey tes kondisi fisik atlet enam lantai di Club Gymnastic Persani Palembang Sumatera Selatan memberikan dampak yang sangat positif bagi pelatih dan atlet. Pelatih dapat membantu dalam membuat dan menyusun ulang program latihan yang sudah ada dan bagi atlet dapat meningkatkan motivasi dalam meraih prestasi
LATIHAN MENGGUNAKAN KARET BAN TERHADAP TENDANGAN SABIT PADA EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT Silvi Aryanti; Dwi Prasetyo; Syafaruddin Syafaruddin
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 13 No. 1 (2024): June: Jurnal Pendidikan Olah Raga
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpo.v13i1.5874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Latihan Menggunakan Karet Ban Terhadap Kecepatan Tendangan Sabit Pada Siswa Ekstrakurikuler Pencak Silat Madrasah Aliyah Negeri 1 Ogan Ilir. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 30 orang dengan metode quasi-experiment berupa one-group pretest-posttest design. Dari hasil pengolahan data menunjukan bahwa pada pretest diperoleh 20 tendangan sebagai data terbesar, sedangkan data terkecil diperoleh 10 tendangan. Hasil posttest diperoleh 22 tendangan sebagai data terbesar dan data terkecil diperoleh 12. Setelah siswa melakukan latihan menggunakan karet ban selama 6 minggu, hasil uji hipotesis informasi dari perhitungan terukur uji t mendapatkan hasil 6.375. Tercatat dari tabel distribusi t dengan dk (30-2) menunjukan bahwa Tingkat kepastian 95% (0,05). Standar pengujian spekulasi mengakui H1 jika terhitung (6.357) t-tabel (1,70) terdapat perbedaan besar antara pretest dan posttest. uji dengan teori H0 ditolak dan spekulasi H1 diakui, artikulasi H1 adalah terdapat pengaruh latihan menggunakan ban karet terhadap kecepatan tendangan sabit pencak silat. Implikasi dari penelitian ini adalah latihan menggunakan ban karet dapat digunakan untuk salah satu program latihan meningkatkan kecepatan tendangan sabit.
Pendampingan pengukuran kebugaran jasmani berbasis penilaian mandiri melalui aplikasi Sriwijaya Bugar Wahyu Indra Bayu; Herri Yusfi; Syafaruddin Syafaruddin; Iyakrus Iyakrus; Meirizal Usra
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v3i22023p108-114

Abstract

Tes kebugaran jasmani sangat penting untuk dilakukan oleh guru terhadap persta didik, hal ini untuk mengetahui tingkat kebugaran Jasmani masing-masing peserta didik. Tingkat kebugaran jasmani merupakan indikator awal untuk menyatakan bahwa seseorang dapat disebut sehat secara jasmani. Namun, saat ini tes keburagan jasmani hanya dilakukan oleh guru Pendidikan Jasmani apabila ada kegiatan yang menyertainya. Pendampingan kepada guru Pendidikan Jasmani untuk dapat melakukan tes kebugaran jasmani yang baik dan benar sangat diperlukan, tentunya sebagai pengumpul data kebugaran jasmani. Aplikasi Sriwijaya Bugar juga dikenalkan sebagai sarana penilaian mandiri oleh peserta didik yang nantinya hasil dari tes kebugaran Jasmani oleh masing-masing peserta didik dapat diketahui secara langsung. Dampak dari kegiatan ini adalah semakin bertumbuhnya pengetahuan guru Pendidikan Jasmani terkait dengan tes kebugaran jasmani yang baik dan benar. Terlebih lagi saat ini telah ada Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai pedoman baku dalam melaksanakan tes kebugaran jasmani. Harapannya, aplikasi Sriwijaya Bugar dan TKPN dapat berjalan beriringan untuk dapat menjadi Big Data Kebugaran Jasmani di Indonesia.
Mini volleyball games using plastic balls improve passing learning outcomes for grade IV elementary school M. Zainudin; Destriani Destriani; Syafaruddin Syafaruddin
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 23, No 3 (2024): October
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multilateral.v23i3.19195

Abstract

This research aims to improve the learning outcomes of passing under volleyball using plastic balls for class VI students at 14 North Indralaya State Elementary School. This research is Classroom Action Research which consists of two cycles and each cycle consists of two meetings. This research took place at 14 North Indralaya State Elementary School. The subjects of this research were class VI students at 14 North Indralaya State Elementary School. The instrument in this research is to record students' psychomotor aspect scores during ongoing learning, and the results of students' performance in passing a volleyball with a plastic ball. Based on the results of observations, discussions and research results, it can be concluded that learning to pass down using a plastic ball in class VI students at 14 North Indralaya State Elementary School. Over two cycles it can improve student learning outcomes. This can be proven from the research results which show that the completeness of learning outcomes based on KKM, in the first cycle of students who completed it reached 58% and the average score was 58.62, then it increased in the second cycle of action, students who completed it reached 86% with an average score of the class average reached 86.20.
Survey on fitness levels of wushu athletes at garuda fighting camp Palembang M. Robby Alza; Syafaruddin Syafaruddin; Syamsuramel Syamsuramel
Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2023): Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/altius.v12i2.30

Abstract

This research aims to determine the level of physical fitness of wushu athletes at the Garuda Fighting Camp Palembang club. The type of research used in this research is quantitative descriptive using survey methods through tests and measurements. The sample used in this research was 20 Garuda Fighting Camp wushu athletes aged between 16 and 19 years. This research uses a total sampling method, namely a sampling method where the number of samples and population used are the same. The data collection technique in this research uses a survey method and an aerobic endurance measurement test technique using the Indonesian Physical Fitness Test (TKJI) research results menu suggest that in the speed test component (60 m running) the athlete has a score of 7.50 which is in the good category. In the abdominal muscle strength component (Sit ups) male athletes had an average of 51.30, which is in the very good category. The athlete's hand muscle strength component (Pull ups) has a value of 12,750 which is in the medium category. The athlete's leg muscle explosive power component (vertical jump) has a value of 43.80, which is in the very poor category. The endurance component (1200 meter running) has a value of 6.9350 in the poor category. From the results of this research it can be concluded that the physical condition of the Garuda Fighting Camp Palembang club wushu athletes aged 16-19 is overall in the medium category, and still needs to be improved so that wushu athletes have better speed, strength, muscle endurance, explosive power and lung and heart endurance.
Influence of Squat Jump Training on Leg Power in State Middle School Muhammad Hidayat; Syamsuramel Syamsuramel; Syafaruddin Syafaruddin
Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2023): Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/altius.v12i2.31

Abstract

This research aimed to investigate the impact of squat jump training on lower limb muscle power in the extracurricular futsal activities of State Middle School 29 Palembang. The research method employed a quasi-experimental approach using a "pretest and posttest one group" design. The sample for this study comprised 30 participants, and the research instrument used was the vertical jump test. The data processing and analysis involved assessing data normality and hypothesis testing using the T-test formula. The pretest results showed an average score of 18.1, while the posttest average was 31.8. Upon conducting the T-test, the calculated t-value was 16.54, and the critical t-value was 1.70. This indicated that the calculated t-value (t) was significantly higher than the critical t-value (t-table) at a 95% confidence level (α = 0.05) with a sample size of 30. The implications of this study suggest that squat jump training has a significant impact on lower limb muscle power in the extracurricular futsal activities of State Middle School 29 Palembang. The findings provide valuable insights for educators and trainers involved in enhancing the athletic performance of students in futsal and similar sports. Further research can explore the specific training regimens and techniques that yield the most substantial improvements in lower limb muscle power, contributing to the overall development of young athletes in the context of extracurricular activities.