Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : METAMORFOSA Journal of Biological Sciences

Struktur Komunitas Plankton di Pantai Samuh, Nusa Dua, Bali Dewa Adi Putra; Ni Luh Watiniasih; Ayu Putu Wiweka Krisna Dewi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2022.v09.i02.p09

Abstract

Plankton merupakan organisme yang hidupnya melayang-layang di perairan yang pergerakannya dipengaruhi oleh arus. Keberadaan plankton di suatu perairan dapat digunakan sebagai bioindikator karena memiliki tingkat kepekaan tinggi dan juga dipengaruhi oleh perubahan kondisi perairan. Perubahan-perubahan kondisi perairan dapat diakibatkan oleh adanya aktivitas masyarakat. Salah satu pantai yang banyak memiliki aktivitas masyakarat yaitu Pantai Samuh. Penelitian ini dilakukan pada bulan September-Oktober 2021 di Pantai Samuh. Terdapat 3 stasiun pengamatan yaitu stasiun I diperuntukkan sebagai pendaratan kapal, stasiun II umumnya digunakan sebagai tempat rekreasi dan aktifitas masyarakat berwisata, stasiun III diperuntukkan sebagai kawasan perhotelan. Metode yang digunakan mentode deskriptif kuantitatif. Penentuan stasiun dilakukan dengan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil pengamatan fitoplankton yang didapatkan di Pantai Samuh sebanyak 4 kelas yakni Bacillariophceae (13 genus), Zygnemophyceae (1 genus), Cyanophyceae (2 genus) dan Dinophyceae (1 genus). Zooplankton yang di temukan di Pantai Samuh sebanyak 4 kelas yaitu Hexanauplia (1 genus), Branchiopoda (1 genus), Crustacea (1 genus) dan Monogonta (1 Genus). Nilai kelimpahan rata-rata fitoplankton yaitu sebesar 347 dan nilai kelimpahan rata-rata zooplankton yaitu sebesar 25, nilai indeks keanekaragaman rata-rata fitoplankton sebesar 1,56 dan nilai indeks keanekaragaman rata-rata zooplankton sebesar 0,79, nilai keseragaman rata-rata fitoplankton yaitu sebesar 0,72dan nilai keseragaman rata-rata zooplankton yaitu sebesar 0,96, nilai dominansi rata-rata fitoplankton yaitu sebesar 0,31 dan nilai dominansi rata-rata zooplankton yaitu sebesar 0,51.
Analisis Kualitas Air Di Sungai Telagawaja Kabupaten Karangasem, Bali Juan Aldo Jaya Pradipta Sitepu; Ni Luh Watiniasih; Ayu Putu Wiweka Krisna Dewi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i01.p16

Abstract

Sungai Telagawaja adalah salah satu sungai alami dengan panorama alam dan persawahan yang menarik, sehingga beberapa bagian lahan mulai beralih fungsi menjadi kawasan penunjang pariwisata maupun pemukiman. Akibat dari alih fungsi lahan ini menyebabkan penurunan kualitas air dari Sungai Telagawaja. Penurunan kualitas air ini menyebabkan menurunya daya guna, hasil guna, produktivitas, daya dukung dan daya tampung dari Sungai Telagawaja. Selain dari alih fungi lahan, kegiatan pertanian yang menggunkan pupuk pada lahan pertanian secara berlebihan, serta pemeliharaan hewan ternak disekitar sungai yang membuang limbah kotorannya langsung tanpa pengolahan limbah, memperburuk kondisi air Sungai Telagawaja. Sehingga diperlukan kajian mengenai kondisi Sungai Telagawaja terkini. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Febuari 2021. Lokasi pengambilan data bertempat di perairan Sungai Telagawaja dengan 3 tiitk pengambilan sampel. Paramater yang diamati meliputi suhu, TSS, TDS, ph, DO, COD, BOD, dan fecal coli. Hasil parameter yang didapat dianalisis dengan metode STORET untuk baku mutu kelas 1 untuk peruntukan air minum berdasarkan Peraturan Peraturan Gubernur Bali Nomor 16 Tahun 2016 Tentang Standar Baku Mutu Lingkungan (Baku Mutu Kualitas Air Berdasarkan Kelas). Hasil yang didapatkan di ketiga titik pengambilan sampel Sungai Telagawaja termasuk pada kondisi buruk. Nilai untuk masing bagian sungai yaitu pada bagian hulu Sungai Telagawaja dengan skor -40, pada bagian tengah Sungai Telagawaja dengan skor -38, dan pada bagian hilir Sungai Telagawaja dengan skor -40. Ketiga skor yang didapat melebih nilai skor 31 yang artinya kondisi air di Sungai Telagawaja dalam kondisi buruk atau dalam kondisi tercemar berat.