Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Ulil Albab

Analisis Struktur Komunitas Ikan Karang di Teluk Penerusan, Sumber Kima, Buleleng, Bali Muhammad Fakhri Ramadhani; Dwi Budi Wiyanto; I Gusti Ngurah Putra Dirgayusa
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 8: Juli 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i8.2046

Abstract

Keberadaan komunitas ikan karang menjadi dapat menjadi cerminan dari kondisi kesehatan ekosistem terumbu karang. Demografi terumbukarang cenderung berbeda terhadap kondisi tempat hidupnya dimana salah satunya dipengaruhi oleh kedalaman perairan, yang dapat berimplikasi terhadap perbedaan komunitas ikan karang yang berasosiasi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menentukan perbedaan komunitas ikan karang yang dilihat berdasarkan nilai kelimpahan, indeks struktur komunitas (keanekaragaman, keseragaman dan dominansi), serta biomassanya yang disandingkan dengan kondisi lingkungan perairan. Metode pengamatan visual sensus digunakan dalam pengamatan ikan karang pada 8 stasiun, dengan luas area pengamatan 350 m2 per stasiun. Hasil pengamatan menunjukkan jumlah spesies ikan karang sebanyak 45 spesies, dengan tiga keluarga dominan: Pomacentridae, Achanturidae dan Chaetodonidae. Terdapat satu spesies ikan karang yang sangat jarang ditemukan Chrysiptera tricincta. Nilai indeks struktur komunitas juga tidak berbeda jauh antar stasiun pengamatan dan masih tergolong baik. Biomassa ikan karang memiliki interval nilai yang cukup berbeda dengan kisaran nilai 87-446 kg/ha. Banyaknya ikan dari keluarga acanthuridae yang ditemukan menjadi kontributor utama terhadap tingginya nilai biomassa ikan karang. Kondisi perairan masih mendukung kehidupan dari komunitas ikan karang. Hasil riset memberikan gambaran terkait kondisi komunitas ikan karang, sehingga dapat dijadikan pedoman dalam pengelolaan sumberdaya perikanan, khususnya pada ekosistem terkait.
Tourism Suitability Index at Mengening Beach, Badung Regency, Bali Br Sitepu, Fany Ekaristy; I Gusti Ngurah Putra Dirgayusa; I Gede Surya Indrawan
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 3: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i3.7992

Abstract

The Tourism Suitability Index (IKW) shows the assessment of an area regarding the level of suitability/feasibility to become a tourist attraction. An important aspect in the use of natural resources for tourism activities is the suitability of tourism and strategies for its development. The research aims to determine the value of the Tourism Suitability Index (IKW) and development strategies that can be used for management at Mengening Beach, Badung Regency, Bali. Data collection was carried out in April-May 2024 at three observation stations. Data collection uses primary and secondary data. Primary data is based on observations of beach type parameters, beach width, depth, beach slope, current speed, water brightness, bottom water material, land cover, availability of clean water, dangerous biota as well as questionnaire interviews with beach visitors using purposive sampling techniques. Data analysis uses the results of IKW measurements and SWOT analysis. Based on IKW calculations at three points, namely station I of 2,195, station II of 2,475, and station III of 2,475. The total analysis value of 2.0 ≤ IKW < 2.5 is included in the appropriate category. The strategy that can be applied at Mengening Beach in developing beach tourism is the SO (Strength-Opportunity) strategy, which involves external management at Mengening Beach, optimizing the use of social media and adding tourist attractions at Mengening Beach.
Komposisi Hasil Tangkapan Longline di Pelabuhan Benoa, Provinsi Bali Wattimena, Adolf Krisna Mahendra; Dirgayusa, I Gusti Ngurah Putra; Puspitha, Ni Luh Putu Ria
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 3: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i3.8037

Abstract

Tuna longline fishing was first introduced tothe Indonesian people around 1954, pioneered by theCenter for Marine Fisheries, and for the first time in1962, long line tuna fishing was attemptedcommercially by BPU Fisheries. Fisheries.Longlinetuna fisheries in Indonesia, especially in the IndianOcean, began to develop since the establishment of thestate company PT (Persero) Fisheries Samudra Besarin 1972 which is located in Benoa, Bali. Benoa Harboris the main port in Bali Province and is one of thebases for the distribution of tuna fish in Indonesiaapart from Muara Baru (Jakarta), Pelabuhan Ratu(West Java) and Cilacap (Central Java). As one of themain tuna fishing ports, Benoa Harbor is the base forindustrial scale tuna fishing vessels operating in thewaters of the Indian Ocean.