Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ESTIMASI NILAI K DALAM PENENTUAN VOLUME JAM PERENCANAAN DI KOTA BITUNG Sendow, Theo Kurniawan
TEKNO Vol 8, No 52 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perencanaan Geometrik Jalan dikenal itilah nilai k. Adapun estimasi nilai k dalam menentukan volumejam perencanaan dihitung berdasarkan volume arus lalu lintas, kemudian untuk mengetahui arus lalu lintas yang adamaka perlu dilakukan penelitian. Ruas jalan yang dijadikan obyek dalam penelitian adalah ruas jalan Piere Tendeanyang berlokasi di Kelurahan Manembo-nembo berbatasan dengan Kelurahan Sagerat, jalan Wolter Mongisidi yangberlokasi di depan PT. Megabelia Bitung, jalan Walanda Maramis yang berlokasi di depan KODIM 1310 MadidirUnet Bitung, dan jalan Sam Ratulangi yang tepatnya berada di depan Rumah Sakit Angkatan Laut Bitung.Menggunakan metode chi kuadrat maka dapat diperkirakan nilai k yang akan digunakan pada perencanaan, yangmenurut MKJI berkisar antara 0,08 – 0,12 untuk kota Bitung. Dan nilai chi kuadrat yang terkecil yang didapat darihasil perhitungan rumus itulah yang merupakan sebagai nilai k atau faktor k.Dari hasil analisa data nilai VJP yang didapat dari volume jam sibuk, untuk Jl. Piere Tendean setelah dirataratakanadalah berjumlah 870 smp/jam, dan untuk Jl. Wolter Mongisidi berjumlah 1325 smp/jam, Jl. WalandaMaramis berjumlah 1622 smp/jam dan yang terakhir Jl. Sam Ratulangi berjumlah 2079 smp/jam. Dan nilai k ataufaktor k dari hasil perhitungan didapat nilai k yang terkecil dimana merupakan nilai chi kuadrat yang paling rendahyaitu 0,72 dengan nilai k yaitu 0,07 yang lebih kecil dari nilai k yang ditentukan. Ini disebabkan karena ukuran lebarruas jalan di Kota Bitung lebih besar daripada volume lalu lintas yang ada.Kata Kunci : , LHR, Geometrik Jalan, Faktor K dan chi kuadrat
PEMETAAN JARINGAN JALAN KAWASAN PERKOTAAN TONDANO Sendow, Theo Kurniawan
TEKNO Vol 8, No 53 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan Kawasan Perkotaan Tondano, maka segala aktifitas secara perlahan berubah baik pergerakan orang maupun barang. Hal ini berdampak langsung pada penggunaan jaringan jalan yang dalam hal ini pemetaan jaringan jalan. Peta yang ada saat ini tidak akurat lagi untuk digunakan karena ada jalan-jalan baru yang sudah tidak tergambarkan pada peta yang ada. Oleh karena itu, diperlukan penggambaran letak struktur kota yang akurat agar dapat mempermudah bagi para pemakai jalan. Untuk menggambar peta jaringan jalan yang akurat dan cepat maka dapat menggunakan alat Global Positioning System atau GPS. Penggambaran struktur jaringan jalan Kawasan Perkotaan Tondano dilakukan dua tahap yaitu proses pengumpulan data dan proses penggambaran dikomputerisasi. Dalam proses Pengumpulan data lapangan dilakukan survai dengan menggunakan alat GPS di setiap jaringan jalan yang termasuk dalam wilayah Kawasan Perkotaan Tondano. Sedangkan proses penggambaran dikomputerisasi mengunakan beberapa software komputer diantaranya MapSource dan AutoCad 2008, semua data dari alat GPS ditransfer ke komputer kemudian diolah dengan kedua program tersebut. Sebagai perbandingan ketelitian peta hasil penggambaran, digunakan peta Bakosurtanal Kawasan Perkotaan Tondano.Dalam penelitian ini, survai tracking jaringan jalan perlu dilakukan agar dapat menentukan setiap titik-titik koordinat di wilayah Kawasan Perkotaan Tondano. Dalam pengolahan data titik-titik koordinat diperlukan penentuan ruas-ruas jalan di wilayah tersebut. Survai ini dilakukan dalam beberapa tahap, dimulai dari mengkalibrasi alat GPS,penentuan titik koordinat sampai pada penggambaran jaringan jalan. Dari hasil penggambaran tersebut, dapat dilihat adanya perbedaan antara peta Bakosurtanal dengan peta dari alat GPS. Pada peta jaringan jalan dengan menggunakan alat GPS sudah terdapat jalan-jalan baru yang tidak ada dalam peta Bakosurtanal dan juga ada jalan-jalan pada peta Bakosurtanal yang sudah tidak ada karena telah dibangun perumahan atau tempat tinggal. Ketelitian pada peta jaringan jalan dengan alat GPS lebih akurat karena GPS merupakan sistem navigasi yang berbasiskan 24satelit yang menyediakan informasi koordinat posisi, kecepatan dan waktu kepada para pengguna di seluruh dunia.Kata Kunci : Peta, Jaringan Jalan, GPS
MODEL DERAJAT KEJENUHAN DAN KECEPATAN KENDARAAN PADA RUAS JALAN PERKOTAAN PADA RUAS JALAN PIERE TENDEAN Sendow, Theo Kurniawan; Elisabeth, Lintong
TEKNO Vol 11, No 59 (2013): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah lalu lintas seperti tundaan, antrian bahkan kemacetan sudah sering terjadi pada ruas jalan Piere Tendean yang merupakan kawasan komersil di kota Manado. Untuk mengatasi masalah tersebut maka diperlukan suatu langkah-langkah yang sifatnya komprehensif, terpadu dan terencana dengan terlebih dahulu mengkaji karakteristik jalan tersebut seperti kecepatan kendaraan, volume lalu lintas, dan kapasitas, yakni dengan melakukan studi pada ruas jalan tersebut.Studi dilakukan dalam penelitian ini bersifat riset yang dilakukan diruas jalan Piere Tendean selama tujuh hari survey.Studi ini bertujuan untuk menganalisa hubungan derajat kejenuhan akibat pengaruh kecepatan.Derajat kejenuhan adalah perbandingan antara volume lalu lintas dengan kapasitas jalan, secara teoritis besarnya tidak boleh lebih dari 1, yang artinya jika nilai tersebut mendekati 1 maka kondisi jalan tersebut sudah mendekati jenuh.Serta untuk mengetahui tingkat pelayanan jalan tersebut dengan menggunakan pendekatan secara linier dan memilih koefisien determinasi (R2) yang tertinggi selama tujuh hari survey.Pada Ruas Jalan Piere Tendean, hubungan derajat kejenuhan akibat pengaruh kecepatan untuk arah Malalayang ke Pasar 45 selama seminggu dari hasil analisa dan perhitungan didapat nilai koefisien determinasi (R2) terendah yakni 25,50% dan nilai koefisien determinasi (R2) terbesar yaitu 86,53% dengan model persamaan Y = 1,146244 – 0,023009.x dan perbandingan antara thitung = 19,466357 dan ttabel = 2,00105. Untuk arah Pasar 45 ke Malalayang, hubungan derajat kejenuhan akibat pengaruh kecepatan selama seminggu dari hasil analisa dan perhitungan didapat nilai koefisien determinasi (R2) terendah yakni 17,33% dan nilai koefisien determinasi (R2) terbesar yaitu 72,62% dengan model persamaan Y = 0,712415 – 0,012575.x dan perbandingan antara thitung = 12,508237 dan ttabel = 2,00105.Kata kunci : Model, Derajat Kejenuhan dan Kecepatan.
Study of the Implementation of the Occupational Safety and Health Management System (SMK3) in Construction Work Companies in the City of Manado Leidy Magrid Rompas; Steven Lintong; Theo Kurniawan Sendow
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 4 No. 8 (2024): August 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v4i8.11412

Abstract

Occupational Safety and Health (K3) is crucial for companies with high risks of workplace accidents, particularly those involved in construction work. However, many workplace accidents still occur due to inadequate implementation of the Occupational Safety and Health Management System (SMK3). This situation may be influenced by several contributing factors. A comprehensive literature review of previous studies was conducted to identify the factors contributing to the poor implementation of SMK3 in construction companies. The findings suggest that the key factors include compliance with legal regulations, commitment to K3 policies, human and environmental factors, financial constraints, and government support. Based on these findings, a study on the implementation of the Occupational Safety and Health Management System (SMK3) in construction companies in Manado is necessary