Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

RANCANG BANGUN RANGKA MESIN PENCACAH LIMBAH KELAPA Rizki Ramdani; Agus Saleh; Lusi Marlina; Buyung Setiyono
Jurnal TEDC Vol 16 No 2 (2022): JURNAL TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.108 KB)

Abstract

Limbah kelapa dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bermanfaat contohnya; bahan biobriket, kerajinan tangan, media tanam (cocopeat) dan campuran bahan bangunan. Dalam pemanfaatan limbah kelapa, proses awal yang biasanya dilakukan yaitu proses penghancuran limbah kelapa. Penghancuran bertujuan untuk mengubah ukuran limbah menjadi lebih kecil, sehingga memudahkan dalam proses pemanfaatannya nanti. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik membuat suatu mesin pencacah limbah kelapa. Batasan penelitian ini yaitu, hanya membahas mengenai bagian rangka mesin saja. Tahapan penelitian yang dilakukan yaitu; menentukan spesifikasi awal mesin pencacah limbah kelapa, membuat desain dan pengujian desain rangka mesin menggunakan Solidworks, pembuatan rangka mesin pencacah limbah kelapa dan pengujian mesin pencacah limbah kelapa. Pada pengujian desain rangka mesin menggunakan Solidworks, yang dilakukan adalah Pengujian Tegangan (Stress), Pengujian Perubahan Bentuk (Deformation) dan Pengujian Faktor Keamanan (Factor of Safety/FOS)
PERANCANGAN MEKANISME ALAT ANGKUT PERALATAN INDUSTRI BERKAPASITAS 10 TON Agus Saleh
Jurnal TEDC Vol 11 No 2 (2017): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.997 KB)

Abstract

Salah satu kegiatan maintenance dalam melakukan bongkar pasang peralatan industri memerlukan mekanisme alat angkut dengan kriteria desain yang memenuhi persyaratan tertentu. Persyaratan untuk memenuhi kriteria tersebut adalah bobot 10 ton. Kriteria lain yang juga menentukan kualitas desain alat angkut adalah ruangan terbatas dan harus terbebas dari percikan api. Perancangan mekanisme alat angkut ini diterapkan pada pompa berdiameter 744 mm dan dengan panjang 6.000 mm. Selama ini kegiatan bongkar pasang untuk mengangkat pompa dilakukan dengan menggunakan Tower Crane dan harus diangkat ke atas setinggi 30 meter. Kelemahan dari Tower Crane ini adalah harus menyewa dengan biaya yang cukup mahal. Oleh sebab itu maka masalah yang akan dipecahkan dalam penelitian ini adalah bagaimana merancang mekanisme alat angkut yang sesuai dengan kondisi di atas. Adapun tujuan yang hendak dicapai adalah melakukan perancangan mekanisme alat angkut dan menganalisis hasil rancangan dengan bantuan software. Lingkup dalam perancangan ini adalah beban yang dianalisis bersifat statik. Pemilihan komponen Engine, Outtriger, Power Pack hidrolik, silinder hidrolik dan rangka kendaraan merujuk pada standar yang disesuaikan dengan beban kerja. Prinsip kerja dari perancangan mekanisme alat angkut ini adalah seperti mekanisme pada Dump Truck. Berdasarkan hasil optimasi dimensi dan analisis tegangan menggunakan software SolidWork dengan jenis material ASTM A36, maka diperoleh faktor keselamatan (FoS) sebesar 5,4 dan 3,6. Dengan demikian, maka mekanisme tersebut dianggap aman karena memiliki faktor keselamatan lebih besar dari satu.
PERANCANGAN TRANSMISI MESIN PENGAYAK PASIR Agus Saleh; Thomas Ryan Hizkhia
Jurnal TEDC Vol 15 No 2 (2021): JURNAL TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.747 KB)

Abstract

Mesin pengolah pasir yang sudah dibuat sebelumnya sudah cukup berfungsi dengan baik. Fungsi dari mesin tersebut hanya untuk mencampur dan memecah bagian-bagian pasir yang mengeras. Kemudian dilakukan pengayakan secara manual. Oleh sebab itu maka perlu ditambahkan dan dibuatkan mesin tersebut dengan menambahkan fungsi sebagai pengayaknya yang digerakan secara otomatis. Alat yang akan dibuat ini terdiri dari rangka, transmisi, ram kawat, dan body. Pada sistem transmisi terdiri dari motor lisrik, sabuk, puli, bearing, dan poros engkol. Dalam perancangan ini meliputi 3 tahap. Pertama, merancang dan mendesain alat menggunakan aplikasi autocad. Kedua, perhitungan dan gambar. Ketiga, pembuatan dan pengujian alat. Mesin ini yang menghasilkan butiran pasir halus dan kasar. Secara otomatis butiran yang halus akan berpisah dengan butiran yang kasar. Proses pengayakan 2 kg pasir didapatkan waktu 3 menit dengan daya rencana 0.3 kW dengan menggunakan motor listrik satu phasa, 220 volt dengan kecepatan putaran 1420 rpm dan 90 watt.
PENGARUH VARIABEL UJI TERHADAP KEAUSAN PAHAT JENIS HSS DENGAN PROSES SEKRAP Agus Saleh
Jurnal TEDC Vol 11 No 1 (2017): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.543 KB)

Abstract

Penelitian dalam kaitannya dengan mencari pengaruh variabel uji terhadap keausan pahat jenis HSS dengan proses Sekrap sudah dilakukan oleh peneliti lain tetapi dengan jenis parameter dan instrument yang berbeda. Eksperimen dilakukan untuk mendapatkan nilai optimum keausan terkecil pada pahat jenis HSS dengan proses Sekrap. Dari hasil pengujian dengan menggunakan algoritma Yates maka diperoleh tiga variabel tidak bebas yaitu Pendingin (P), Kedalaman Makan (KM) dan Kecepatan Langkah (KL). Dari ketiga variabel tersebut maka diperoleh nilai eksperimen menunjukan bahwa Kedalaman Makan 0.18 mm, Pendingin nilai -0.11 mm serta Kecepatan Langkah menunjukan nilai 0,08 mm. Eksperimen lanjutan dilakukan dengan menggunakan Response Surface Methodologi (RSM) dan menguji dua variabel yaitu Pendingin dan Kecepatan Langkah (KL). Setelah melakukan pengujian data optimum yang didapat adalah 0,15 mm dan ini merupakan hasil yang optimum didapat dari proses eksperimen. Kata kunci: keausan, HSS, pemesinan sekrap
RANCANG BANGUN MESIN PEMOTONG MONCONG KEONG SAWAH Agus Saleh; Aditya Karisma
Jurnal TEDC Vol 12 No 1 (2018): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.185 KB)

Abstract

Keong sawah (Pila ampullacea) adalah sejenis siput air yang mudah dijumpai di perairan tawar Asiatropis, seperti di sawah, aliran parit, serta danau. Hewan bercangkang ini dikenal pula sebagai Keong gondang, siput sawah, siput air, atau sawah. Bentuk keong sawah agak menyerupai siput murbai, masih berkerabat, tetapi keong sawah memiliki warna cangkang hijau pekat sampai hitam. Metode perancangan yang digunakan adalah dengan Alur diagram tahapan perancangan dan penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data antara lain wawancara, studi pustaka, dan pengamatan. Perancangan dalam pembuatan mesin pemotong moncong keong sawah ini berguna untuk mempermudah proses pemotongan dari sistem konvensional ke sistem semi otomatis sehingga keamanan pada saat proses pemotongan bisa lebih terjaga dan meningkatkan kuantitas hasil pemotongan. Alat yang digunakan untuk memotong moncong keong sawah menggunakan motor listrik dan pully cutting blade. Bahan pisau mesin pemotong keong sawah ini menggunakan 304 stainles steel, merupakan baja dengan karbon cukup tinggi dan chromium tinggi, kekerasan tinggi maximal 60 hrc sangat tahan karat dan kekerasannya cukup baik. Stainles 304 cukup sulit terserang korosif dan karat sehingga jenis bahan ini sangat cocok untuk bahan pemotong dimana bahan yang akan di potong mengandung air atau lembab salah satunya keong sawah. Kata kunci: keong sawah, motor listrik, stainless
Rancang Bangun Mesin Pengupas Buah Pohon Aren (Kolang-Kaling) Rizki Ramdani; Agus Saleh; Yoddy Agung Nuhgraha; Muhammad Abdul Rofik
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.908 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7545980

Abstract

This research is entitled "Design of the Peeler Palm Fruit on The Machine Making Sugar Palm Fruit ". Young palm fruit that is used as an ingredient to produce palm fruit has a hard skin and seeds that are very tightly attached to the fruit strands, so it takes several processes and a long time to process palm fruit into fruit palm fruit. The production of kolang-kaling is very low due to the application of post-harvest technology for palm fruit that is not optimal, therefore the technology for breaking palm fruit is applied in a way that is easy and safe to use. The design of the peeler on the sugar palm fruit making machine aims to help the community of kolang-kaling entrepreneurs in the process of processing sugar palm fruit which is still simple and takes a long time. The method used in this study uses an experimental method with a combination of qualitative and quantitative approaches while the data analysis technique used uses quantitative techniques. The design of the peeler on this sugar palm fruit machine uses the methods of analysis, design, assembly, and testing of the peeler. This research was conducted from November 2020 to June 2021 in Pasir Munjul Village, Sukatani District, Purwakarta Regency and in the Mechanical Engineering Practice Room TEDC Polytechnic Bandung. The parameters observed were the effective capacity of the tool (kg/hour). The results of the design obtained are a palm fruit crusher with dimensions of 600 mm x 1200 mm x 1000 mm which is integrated with the flattening tool and uses a 3600 rpm combustion motor power with a power of 5.5 HP with the principle of stripping using seven blades that rotate on its axis and the palm fruit rests on the runway gap. The results showed that the effective capacity of the tool was 918 kg/hour with stripping results of 139.5 kg/hour.
STUDI PENURUNAN PRESSURE STEAM PADA AUXILIARY BOILER DI MV. SITU MAS YANG MEMPENGARUHI KINERJA MAIN ENGINE Darmana Eka; Muhamad Rusdiantoro; Agus Saleh
Majalah Ilmiah Gema Maritim Vol 23 No 1 (2021): Gema Maritim Vol 23 No 1 tahun 2021 tanggal 31 Maret 2021
Publisher : Politeknik Bumi Akpelni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.239 KB) | DOI: 10.37612/gema-maritim.v23i1.128

Abstract

Kasus menurunnya tekanan boiler terjadi di kapal MV. Situ Mas. Hal ini mempengarui kebutuhan steam untuk memanaskan HFO, minyal lumas, dan akomodasi menjadi tidak terpenuhi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penyebab menurunnya tekanan boiler dan cara mengatasinya. Penelitian berdasarkan studi kasus di MV. Situ Mas Metode pengumpulan data diperoleh dengan cara observasi langsung di tempat penelitian, diskusi maupun wawancara dengan crew kapal dan studi pustaka yang bersumber dari instruction manual maupun standard operasional prosedur. Dari data data tersebut kemudian dilakukan analisis dengan pendekatan kualitatif diskriptif. Hasil studi menunjukkan penurunan pressure steam pada auxiliary boiler di MV. Situ Mas disebabkan oleh kegagalan pembakaran akibat bahan bakar boiler jenis HFO yang tercampur air yang berawal dari minyak kotor yang berada didalam Fuel Oil Leak Tank di transfer ke Settling Tank. Hal ini akibat kekurangtepatan analisa pengambilan keputusan yang mengunakan kembali minyak dari fuel oil leak tank. Upaya mengatasi hal tersebut dengan memindah jenis bahan bakar dari HFO ke MDO dan di drain sisa air yang ada di pipa bahan bakar
RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH LIMBAH KELAPA Rizki Ramdani; Agus Saleh; Adittya Prajas
Jurnal TEDC Vol 16 No 3 (2022): JURNAL TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coconut fiber and shells are often considered as waste and thrown away. Several studies say that in fact, coconut waste can be processed into useful products. Coconut waste can be used as material for biobriquettes, handicrafts, planting media and mixtures for building materials. Of course, the use of coconut waste to become a useful product, must go through a processing process first. To help the process, it can be done with the application of technology. The technology in question is in the form of a coconut waste chopping machine. It aims to make the processing more effective in terms of time and safer. Based on these reasons, the author is interested in making a coconut waste chopper machine. Broadly speaking, the stages in the manufacture of coconut waste chopping machines start from the design stage, the manufacture & assembly stage and the testing stage. Based on the test results, it is known that the power generated by the coconut waste chopper machine is 5.5 HP at 3600 rpm rotation. The capacity obtained from the coconut waste chopping machine is 20.4 Kg/hour.