Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

STRATEGI DAN KREATIVITAS GURU DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PAI DI KELAS X SMA NEGERI 2 SINJAI Nofaris Manti; Hardianto Rahman; Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Al-Ilmi: Jurnal Riset Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2020): Volume 01 Nomor 01 September 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAI Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-ilmi.v1i1.406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dan kreativitas yang dilakukan oleh guru matapelajaran PAI dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik pada kelas X SMA Negeri 2 Sinjai.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan naturalistic.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan pencatatan dokumen. Hasilpenelitian dapat disimpulkan sebagai berikut, 1) Strategi yang dilakukan guru dalam prosespembelajaran mampu mengatasi kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik, hal tersebut dapatdiketahui dari perolehan hasil belajar peserta didik yang mengalami peningkatan dari tes pertamadan tes kedua. Kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik adalah pencapaian hasil belajaryang rendah atau Under Achiever dan lambat dalam belajar atau Slow Rearner. strategi yangdilakukan guru adalah melakukan pengumpulan data, pengolahan data, diagnosa, prognosa,treatmen dan evaluasi terhadap kesulitan belajar peserta didik. 2) Kreativitas yang dilakukan olehguru merupakan lanjutan dari strategi yang telah ditetapkan berupa, penerapan metodepembelajaran yang variatif, pelaksanaan kompetisi belajar, pemberian penghargaan, motivasi danapresiasi serta memberikan, penugasan
TAREQAT KHALWATIYAH SAMMAN DI DESA TONGKE-TONGKE KEC. SINJAI TIMUR (Eksistensi dan Penyebaran Ajarannya) Anis Anis; Desi Alawiyah; Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Mimbar
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/mimbar.v6i2.431

Abstract

In this study, the implementation of Friday Prayers and Sermons at Sinjai (Phenomenon of Hanging Out outside the Mosque during Khutbah), there are two frameworks that are the focus of research, namely: first, analysis of the conception of the implementation of Friday prayers and sermons based on the arguments of the Qur'an. 'an- Hadith, the paradigm of Friday prayers and sermons from the perspective of religious fiqh schools. Second, the habit of hanging out outside the mosque during the sermon. This study seeks to find the problem that causes this phenomenon to become a reality that tends to be traditional in all mosques where Friday prayers are held in Sinjai Regency. This research uses a qualitative approach to sociological, anthropological, and theological theories. In addition, in the discussion of this research there will be recommendations for problem solutions or alternative steps that can be achieved overcoming the problem. So the results of this study suggest that the Friday Prayers and the Khutbah are an inseparable part of the worship procession on Friday. The existence of the sermon in the Friday prayer procession is very clear in terms of the basis of the arguments and wisdom contained therein for the Muslims. Therefore, the implementation of the prayer procession and Friday sermons requires management from the mosque administrators / ta'mir. For this reason, it is important to have a written concept regarding the planning, implementation and evaluation of the implementation of Friday prayers and sermons. In addition, a mosque as a center of worship for Muslims as well as a gathering place requires adequate facilities. Adequate facilities in the mosque will make the congregation feel at home. The problem of providing facilities in each mosque is usually constrained by the capacity of the mosque's funding. However, this can be overcome with the effort of the mosque administrators to the donors, both individuals and certain institutions for the provision of facilities. One thing to note is that most mosques are built based on community self-help.
Karakter Ideal dalam Pappaseng Bugis : Implikasi Bagi Layanan Bimbingan Konseling Fitriana Fitriana; Andi Wahyu Irawan; Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Mimbar
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/mimbar.v7i1.614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter ideal konseli dalam pappaseng Bugis dan implikasinya bagi layanan bimbingan konseling. Pappaseng Bugis dinilai memiliki nilai-nilai arif yang menjadi indikator karakter ideal manusia. Konseli atau siswa sebagai sasaran layanan dalam bimbingan konseling, merupakan pribadi yang membutuhkan bantuan dari konselor sekolah (guru bimbingan konseling). Atas dasar itu, maka perlu indikator dalam menilai karakter ideal konseli. Metode penelitian kualitatif hermeneutika Gadamerian digunakan untuk menelusuri pappaseng Bugis. Teks pappaseng Bugis dianalisis dengan menggunakan pendekatan khas hermeneutika Gadamerian. Hasil peneiltian menunjukkan bahwa Nilai-nilai dalam pappaseng Bugis yang menjadi indikator pribadi ideal adalah adalah Siri dan Pesse ( Harga Diri dan Empaty), Awaraningeng (Keberaniaan), Reso (Etos kerja), Alempureng (Kejujuran), Getteng (Keteguhan), Solidaritas, Teppe’ ri Dewataeatausara’ (Kepercayaan terhadap Tuhan), Abulo Sibatang (Persatuan), dan Appasitinajang (Keselarasan). Karakter ideal tersebut berimplikasi terhadap karakter ideal konseli dalam layanan bimbingan konseling, sebagaimana pandangan bahwa konseli juga adalah manusia. Nilai tersebut bisa menjadi pertimbangan dan rekomendasi dalam pelaksanaan konseling lintas budaya.