Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Syariat Islam dan Kemaslahatan Manusia di Era New Normal pada Kegiataan Keagamaan dan Pendidikan H. Usman, Mukran; Aswar, Aswar; Irawan, Andi Wahyu
FENOMENA FENOMENA VOL 12 NO. 1, 2020
Publisher : LP2M IAIN Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/fj.v12i1.2456

Abstract

Shari'a is a rule or law that is sourced from Allah Ta'ala to be a guide to human life so that it impacts on the benefit of life, both personally and socially. The Shari'a of Allah Ta'ala, everything is benefit and there is no evil, although sometimes it is considered bad by humans, but in essence is good for humans themselves. This study aims to explore the harmony of Islamic law on the benefit of humans in the midst of the Covid-19 outbreak. The details are aimed at giving explanations and religious insights that are washatiyah (moderate) from a number of suggestions in the form of a prohibition or restriction by the government regarding religious activities and education carried out face to face when the Covid-19 outbreak occurred. The research method used is the library research method with a phenomenological and normative approach. The issues studied are sourced from literacy which has a relation to the focus of the research, obtained from reading turats, research results and others. The results showed that the government's prohibition on termination and restriction in religious and educational activities during the Covid-19 period, such as: restrictions on religious and educational activities carried out face-to-face, were cases permitted in the Shari'a for human benefit.
The Meaning of Being a School Counselor (Phenomenology Studies on Fresh Graduate) Irawan, Andi Wahyu
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v9i2.2124

Abstract

This study aims to determine the meaning of being a guidance and counseling teacher at Samarinda Senior High School. This research used a qualitative approach with phenomenological methods. The research subjects were selected using purposive sampling criteria with fresh graduates and serving no more than one year, honorary status, not more than 25 years old, and working in a high school in Samarinda. Data collection techniques used in-depth interviews and were analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) techniques. The analysis technique seeks to find the meanings of being a School Counselor. The results showed two main themes. Namely, the School Counselor is interpreted as a calling and to enjoy comfort. The sub-theme of vocation is not profit-oriented, realizing the future of students, and religious beliefs. The sub-theme of enjoying comfort is feeling comfortable when students are helped, enjoying being parents for students, and getting life lessons. Suggestions from this study are expected to be a reference in helping counseling teachers in the process of interpreting their work through positive environmental conditioning to increase their productivity at work
INTEGRASI PEMIKIRAN ARUNG BILA DALAM BIMBINGAN KONSELING MULTIBUDAYA (KAJIAN HERMENEUTIKA GADAMERIAN) Aswar Aswar; Andi Wahyu Irawan; Rury Muslifar
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 17, No 2 (2020): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hisbah.2020.172-06

Abstract

Penelitian sebelumnya memilih ragam nilai budaya yang diadopsi dalam bimbingan konseling. Penelitian ini juga meningkatkan kekayaan budaya Indonesia yang masih perlu dieksplorasi dalam mengembangkan khasanah keilmuan. Atas dasar itu pula, diperlukan penelitian yang progresif dalam meng-konstruksi budaya menjadi keilmuan bimbingan konseling. Tujuan penelitian ini untuk mengintegrasi integrasikan Arung Bila dalam bimbingan konseling multibudaya. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif germamerian hermeneutika. Teks yang dianalisis adalah percobaan Arung Bilang. Hasil penelitian yang membuktikan adanya hakekat manusia, pribadi sehat, pribadi bermasalah, dan kriteria konselor multibudaya dalam perdebatan Arung Bila. Hakekat manusia yaitu (1) manusia pada dasarnya memiliki kemampuan adaptif struktur,mappasinrupa (ibarat / menyerupakan), artinya mampu beranalogi, berlogika, dan berpikir rasional, dan (4) manusia yang memiliki kemampuan dalam membedakan = mappasitinaja / memantaskan sesuatu. Pribadi sehat yaitu kejujuran, perkataan benar-benar ketetapan, rasa malu dikembalikan keteguhan, dan akal sehat kemurahan hati. Pribadi bermasalah yaitu mencoba semena-mena, pembohong, serakah, dan pemarah. Kriteria konselor multibudaya yaitu paham adat, cendikiawan, tegas, bertakwa, paham rapang (analogi), dan paham kode etik / aturan. Sebagai saran, diperlukan penelitian lanjutan dengan menemukan yang ada dalam menemukan aspek yang diperkirakan, seperti prosedur persetujuan, hubungan konselor dan konseli, atau pengubahan tingkah laku. 
KARAKTER IDEAL KONSELI DALAM PRAKTEK KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DESA Rury Muslifar; Andi Wahyu Irawan
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v2i1.1470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kearifan lokal desa Melan yang akan dijadikan sebagai indikator dalam menentukan karakter ideal konseli atau siswa. Praktek kearifan lokal masyarakat desa Melan dalam mempertahankan dan melestarikan hutan ditengah maraknya perkebunan sawit dan tambang merupakan sesuatu yang menarik untuk diteliti jika dibandingkan dengan daerah disekitarnya yang kondisi hutannya sudah memprihatinkan. Sebagai kandidat kampung iklim plus di Kalimantan Timur, desa Melan memiliki praktek kearifan lokal yang perlu untuk didentifikasi dan diadopsi dalam pendidikan sebagai upaya solutif terhadap dampak negatif perkembangan teknologi. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif etnografi. Hasil penelitian menunjukkan pribadi ideal konseli dalam praktek kearifan lokal desa Melan yaitu (1) pribadi yang setiakawan, (2) memiliki keyakinan pada tuhan, ruh, manusia dan alam, dan (3) kebiasaan hidup sederhana. Saran dari penelitian ini diharapkan dijadikan sebagai rekomendasi dalam merancang indikator pribadi ideal konseli atau siswa di desa Melan hingga skala tingkat Kecamatan Long Mesangat.
Female Spellcasters: Mandar Women Existence in Mantra Zuhriah; Andi Wahyu Irawan
Salasika Vol 3 No 2 (2020): Salasika (Indonesian Journal of Gender, Women, Child, and Social Inclusion's Stud
Publisher : Asosiasi Pusat Studi Wanita/Gender & Anak Indonesia (ASWGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2379.947 KB) | DOI: 10.36625/sj.v3i2.72

Abstract

Mantra is a series of words in the form of chanting prayers and hopes containing supernatural powers used to achieve certain goals. It is considered a part of the literary work of culture and presents in various aspects of life. In Mandar, mantras are often said by spellcasters. This study tried to narrate the role of women who cast a spell (positive) in preserving the ritual traditions of religion and culture in their daily lives and their existence as spellcasters. The research adopted the ethnography method. Data were obtained through interviews, discussions, observation, participation, and documentation in the form of notes, amulets, ancient manuscripts, photographs, and some other supporting data. The research was conducted in Polewali Mandar, WestSulawesi, where many women are part of society who are still chanting spells both orally and in writing. The results showed that mantras preserve their existence as they are passed down from generation to generation to formulate the future identity of the Mandar tribe.
Karakter Ideal dalam Pappaseng Bugis : Implikasi Bagi Layanan Bimbingan Konseling Fitriana Fitriana; Andi Wahyu Irawan; Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Mimbar
Publisher : Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/mimbar.v7i1.614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter ideal konseli dalam pappaseng Bugis dan implikasinya bagi layanan bimbingan konseling. Pappaseng Bugis dinilai memiliki nilai-nilai arif yang menjadi indikator karakter ideal manusia. Konseli atau siswa sebagai sasaran layanan dalam bimbingan konseling, merupakan pribadi yang membutuhkan bantuan dari konselor sekolah (guru bimbingan konseling). Atas dasar itu, maka perlu indikator dalam menilai karakter ideal konseli. Metode penelitian kualitatif hermeneutika Gadamerian digunakan untuk menelusuri pappaseng Bugis. Teks pappaseng Bugis dianalisis dengan menggunakan pendekatan khas hermeneutika Gadamerian. Hasil peneiltian menunjukkan bahwa Nilai-nilai dalam pappaseng Bugis yang menjadi indikator pribadi ideal adalah adalah Siri dan Pesse ( Harga Diri dan Empaty), Awaraningeng (Keberaniaan), Reso (Etos kerja), Alempureng (Kejujuran), Getteng (Keteguhan), Solidaritas, Teppe’ ri Dewataeatausara’ (Kepercayaan terhadap Tuhan), Abulo Sibatang (Persatuan), dan Appasitinajang (Keselarasan). Karakter ideal tersebut berimplikasi terhadap karakter ideal konseli dalam layanan bimbingan konseling, sebagaimana pandangan bahwa konseli juga adalah manusia. Nilai tersebut bisa menjadi pertimbangan dan rekomendasi dalam pelaksanaan konseling lintas budaya.
Makna Menjadi Guru Bimbingan Konseling (Studi Fenomenologi Terhadap Fresh Graduate) Andi Wahyu Irawan; Aswar
JKI (Jurnal Konseling Indonesia) Vol. 5 No. 2 (2020): Jurnal Konseling Indonesia
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.039 KB) | DOI: 10.21067/jki.v5i2.4368

Abstract

The research subjects were selected using purposive sampling in the criteria of fresh graduate and served as honorary teacher no more than one year, no more than 25 years old, and worked in a high school in the city of Samarinda. Data collected techniques were in-depth interviews and analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) techniques. The analysis technique sought to find meaning themes to become counseling guidance teachers. The results show three main themes, those are counseling guidance teachers interpreted as: 1) a soul calling; 2) to enjoy comfort; and 3) as a part-time job. The sub-theme of: 1) the soul calling is not profit oriented, realizing the future of students, and religious beliefs. The sub-theme of: 2) enjoy comfort that is a sense of comfort when students are helped, enjoy being parents for students, and to get life lessons. The sub-theme of: 3) part-time job is waiting to become civil servants and not easily laid off. Suggestion from this study are excepted to be a reference in helping counseling teachers in the process of valuing their work throught positive environmental conditioning to increase their productivity at work.
EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK KONTRAK PERILAKU UNTUK MENGURANGI PERILAKU BERMAIN GAME ONLINE DI RUMAH (Studi Eksperimen Kuasi Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 15 Palu) Mardi Lestari; Nurul Fitriah Aras; Nur Fauziah; Andi Wahyu Irawan; Muhammad Junaedi Mahyuddin
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2021): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2021.v6i2.202-212

Abstract

Permasalahan utama penelitian ini adalah kebiasaan bermain game online oleh siswa di rumah. Tujuan utama penelitian ini adalah menjelaskan efektivitas layanan konseling kelompok kontrak perilaku untuk mengurangi perilaku bermain game online di rumah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan model One Grup Pretest-Posttes Design. Sampel penelitian ini menggunakan metode purposive sampling sebanyak 6 orang siswa SMP Negeri 15 Palu. Data hasil angket analisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan inferensial berdasarkan rumus Wilcoxon sign rank test. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa  perilaku bermain game online di rumah sebelum mengikuti layanan konseling kelompok kontrak perilaku, antara lain: 6 siswa yaitu MAB, MRA, YL, J, MR dan MRT memiliki intensitas tinggi bermain game online di rumah. Setelah diberikan layanan konseling kelompok kontrak perilaku, 3 siswa berinisial MRA, YL dan MRT memiliki perilaku bermain game online  tinggi, 3 siswa yaitu MAB, MR, dan J memiliki perilaku bermain game online rendah. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa perilaku bermain game online di rumah setelah mengikuti layanan konseling kelompok kontrak perilaku lebih rendah dibanding sebelum mengikuti layanan konseling kelompok kontrak perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok kontrak perilaku efektif untuk mengurangi perilaku bermain game online di rumah.
Mengapa Anak Muda Mau Menjadi Guru ? Analisis Resiliensi pada Guru di Samarinda Andi Wahyu Irawan; Bakhrudin All Habsy; Mardi Lestari; Nurul Fitriah Aras; Dwi Sona
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2021): September - December
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.4.3.2021.1365

Abstract

Indonesia mengalami defisit tenaga guru sebanyak 1 juta guru dalam kurun waktu empat tahun mulai dari tahun 2020 sampai dengan 2024. Defisit tenaga guru di Indonesia dipengaruhi tingginya tingkat pensiun dan rendahnya minat generasi muda untuk menjadi guru, yang berdampak pada kualitas pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam resiliensi profesi guru honorer bidang bimbingan dan konseling di Indonesia. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan tipe penelitian naratif. Subjek penelitian ditentukan secara purposif melalui pertimbangan sebagai berikut: (1) Guru honorer bidang bimbingan dan konseling di Samarinda, (2) Guru honorer bidang bimbingan dan konseling yang berusia dibawah 27 tahun, (3) Guru honorer bidang bimbingan dan konseling yang telah mengajar minimal satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi guru dipengaruhi oleh pertimbangan nilai agama, keunggulan, dan harga diri.
Petuah Asera Temmallaiseng : Menegaskan Identitas Sosial Suku Bugis di Samarinda dan Implikasinya Terhadap Konseling Model KIPAS Rury Muslifar; Andi Wahyu Irawan
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 6 No. 1 (2022): Volume 6 Number 1, May 2022
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v6n1.p5-12

Abstract

Migran Bugis di Samarinda hidup secara komunal dan tersebar. Identitas mereka kemudian bergeser seiring dengan pertemuan identitas lain dan perkembangan teknologi. Stigma orang bugis ‘kasar’ mencerminkan pergeseran identitas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan petuah bugis asera temmalaiseng (sembilan tak terpisahkan) sebagai suatu identitas sosial orang bugis dan implikasinya terhadap konseling model KIPAS. Penelitian kualitatif gadamerian digunakan untuk menafsirkan petuah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petuah asera temmalaiseng menunjukkan identitas sosial orang bugis untuk : menghindari dua hal yaitu jangan mencela kesukaan orang lain dan jangan menghitung harta milik orang lain. Katakan satu hal ; katakan hal yang wajar yang bisa menyenangkan orang lain. Lakukan dua hal ; lakukan hal yang bisa memperbaiki orang lain dan lakukanlah sesuatu dengan prilaku yang baik dan tak tersanggah/terbantahkan. Ingat dua hal ; ingatlah kebaikan orang kepada kita dan ingatlah kesalahanmu kepada orang lain. Lupakan dua hal ; lupakan kebaikanmu kepada orang lain dan lupakan kesalahan orang lain kepada kita. Implikasi konseling model KIPAS sebagai salah satu pendekatan konseling yang mengutamakan sisi positif manusia, menegaskan bahwa dalam petuah tersebut, individu diajarkan untuk berfikir positif, bersikap positif, berkata positif, dan berperilaku positif. Sebagai salah satu tema bahasan dalam konseling model KIPAS, penelitian ini perlu dikembangkan dengan pendekatan yang lebih teknis melalui tahapan-tahapan konseling model KIPAS (Konseling Intensif Progresif Adaptif Struktural).