Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengembangan E-BOOK Cerita Bergambar Untuk Menstimulasi Keterlambatan Berbicara Pada Anak Usia Dini Halimah Nur Fa'izah; I Wayan Sutama; Nur Anisa
Jurnal Ilmiah POTENSIA Vol 9 No 2 (2024): JULI
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jip.9.2.249-258

Abstract

Tujuan penelitian dan pengembangan ini menghasilkan “E-Book Cerita Bergambar” yang dapat menstimulasi keterlambatan berbicara pada anak usia 4-6 tahun yang sangat layak untuk digunakan. Penelitian ini menggunakan metode yaitu penelitian dan pengembangan atau (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE yaitu Analysis (Analisis), Design (Perencanaan), Development (Pengembangan), Implementation (Penerapan), and Evaluation (Evaluasi). Uji coba kelompok kecil dilaksanakan pada satu sekolah, sedangkan kelompok besar dilaksanakan pada tiga sekolah. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan e-book cerita bergambar dapat dikatakan bahwa sangat layak dari segi materi dan media dengan persentase skor masing-masing 96% dan 94%. Hasil dari validasi oleh ahli materi dan ahli media berada pada kategori sangat layak dengan keterangan sangat baik untuk digunakan. Sementara itu, hasil uji coba kelompok kecil dan kelompok besar dinilai sangat layak dengan persentase skor masing masing uji coba kelompok kecil sebesar 80% dan uji coba kelompok besar sebesar 83%, dengan persentase skor kumulatif sebesar 92,5%, dari hasil uji coba produk pada kelompok kecil dan kelompok besar tersebut menyatakan bahwa anak dapat mengucapkan kosakata dengan baik dan tepat, serta anak dapat melakukan pengulangan kata yang sesuai. Berdasarkan hal tersebut, maka produk yang dikembangkan oleh peneliti sangat layak untuk digunakan dalam menstimulasi keterlambatan berbicara pada anak usia 4-6 tahun.
Mitraria Learning Media to Stimulate Critical Thinking Skills in Children Aged 5-6 Years Ajeng Larasati; I Wayan Sutama; Nur Anisa
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v14i1.23254

Abstract

The 21st century demands 4C skills, including critical thinking, but these skills are still low in children aged 5–6 years, such as in Bintang Pertiwi Kindergarten and Pembina Bengalon 1 Kindergarten. Teacher-centered learning models and the lack of interactive media influence this condition. This study aims to develop and test the feasibility of an Android-based educational game, Mitraria, to stimulate children's critical thinking. The method used is R&D with the ADDIE model. In small group trials and also large group trials that researchers conducted on May 30–June 6, 2025, the Mitraria game showed a significant increase in results. Based on the trial results in this study, it states that the Mitraria game is very suitable/feasible and effective for use as an alternative medium to stimulate critical thinking skills in children aged 5–6 years, as well as providing an interactive, fun, and relevant learning experience with technological developments.
Perbedaan Persepsi Guru dan Orang Tua Terhadap Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak Usia 4-5 Tahun Selama Pembelajaran Daring Melalui Video Conference Dwi Tanti Nugraheni; I Wayan Sutama; Dwi Tanti Nugraheni; I Wayan Sutama; Nur Anisa
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i12022p54-63

Abstract

Abstract: The implementation of online learning is considered ineffective because learning tends to be in a visual and written style, and is not interactive because most schools use the assignment method. One that can be implemented in early childhood education is video conferencing. In this way, teachers and children who are accompanied by parents seem to be able to meet face-to-face as usual. It has interaction and communication with children so that children’s expressive language skills can develop. Teachers and parents have an opinion about the abilities of children. The purpose of this research was to find out the differences in perceptions between teachers and parents on children’s expressive language skills with online learning via video conference. This research uses a quantitative approach with the type of comparative research. The variables used in this study is the children’s expressive language skills from the perception of teachers and parents. The sampling technique is purposive sampling with a total sample consisting of 16 teachers and 62 parents. This study used a Likert scale and then for hypothesis testing is using an independent sample t-test with the help of SPSS 25. The result from independent sample t-test showed that sig-2 tailed value was 0,022 (sig less than 0,05). So it can be concluded that Ho is rejected and Ha is accepted, the meaning is there are differences in perceptions between teachers and parents of children’s expressive language skills during online learning via video conferencing. Abstrak: Pelaksanaan pembelajaran daring dinilai kurang efektif karena cenderung bergaya visual dan tulisan, serta kurang interaktif sebab mayoritas menggunakan metode pemberian tugas. Salah satu cara yang dapat diimplementasikan di PAUD adalah denggan video conference. Dengan cara tersebut guru dan anak yang didampingi orang tua seolah-olah dapat bertatap muka secara langsung. Terdapat interaksi dan komunikasi dengan anak sehingga kemampuan bahasa ekspresif anak bisa berkembang. Guru dan orang tua memiliki pendapat tentang kemampuan yang dimiliki anak khususnya kemampuan bahasa ekspresif selama pembelajaran daring berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apakah terdapat perbedaan persepsi antara guru dan orang tua terhadap kemampuan bahasa ekspresif anak selama pembelajaran daring dilaksanakan melalui video conference. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian komparatif. Variabel yang digunakan adalah kemampuan bahasa ekspresif anak dari persepsi dari guru serta orang tua. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total sampel terdiri dari 16 guru dan 62 orang tua. Penelitian ini menggunakan skala likert dan untuk menguji hipotesis menggunakan independent sampel t-test dengan bantuan spss 25. Hasil dari uji independent sampel t-test diperoleh nilai sig-2 tailed sebesar 0,022 (sig kurang dari 0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan persepsi antara guru dan orang tua terhadap kemampuan bahasa ekspresif anak selama pembelajaran daring melalui video conference.
Perbedaan Sikap Kemandirian Anak Usia Dini pada Masa Pandemi ditinjau dari Ibu Bekerja dan Ibu Tidak Bekerja di TK Kartika X-5 Pusdik Arhanud Elis Indah Setyowati; Tomas Iriyanto; Elis Indah Setyowati; Tomas Iriyanto; Nur Anisa
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i12022p64-73

Abstract

Abstract: The attitude of independence of early childhood during the pandemic is influenced by two factors, namely the mother's employment status and the mother's level of education. This is due to the lack of support and motivation for children to learn because of the mother's limited time in accompanying children's learning at home. The purpose of this research is to find out the difference in the attitude of independence of children who are cared for by working and non-working mothers during the pandemic at Kartika X-5 Kindergarten of Pusdik Arhanud. Researchers used comparative quantitative research methods. This study has 2 variables, namely the attitude of independence of early childhood and the work status of the mother. The research sample was taken using a proposive sampling technique, meaning that all samples came from a population of 56 respondents consisting of 12 working mothers and 44 non-working mothers at Kartika X-5 Pusdik Arhanud Kindergarten. The data collection technique used a Likert scale which was then analyzed using an independent sample t-test through SPSS 25. The results showed the acquisition of a significance value (α) of 0.05 and obtained p equal to 0.000 and obtained a t-table of 8.068 and P value (0.00 less than 0.05). So Ho is rejected and Ha is accepted, with a mean value of independence of children aged 4-5 years who are cared for by working mothers as much as 71,500 and mothers not working as much as 86.43. This shows that there are differences in the attitude of independence of early childhood during the pandemic in terms of working mothers and mothers not working at Kartika X-5 Kindergarten of Pusdik Arhanud. Abstrak: Sikap kemandirian anak usia dini pada masa pandemi dipengaruhi oleh dua faktor yakni status pekerjaan dan tingkat pendidikan ibu. Hal ini disebabkan anak kurang memperoleh dukungan dan motivasi belajar sebab keterbatasan waktu ibu dalam mendampingi belajar anak di rumah. Tujuan pelaksanaan penelitian guna mengetahui perbedaan sikap kemandirian anak yang diasuh oleh ibu bekerja dan tidak bekerja pada masa pandemi di TK Kartika X-5 Pusdik Arhanud. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif komparatif. Penelitian ini memiliki 2 variabel yaitu sikap kemandirian anak usia dini dan status pekerjaan ibu. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik proposive sampling, artinya seluruh sampel berasal dari populasi dengan jumlah 56 responden yang terdiri dari 12 ibu bekerja dan 44 ibu tidak bekerja di TK Kartika X-5 Pusdik Arhanud. Teknik pengumpulan data mengunakan skala likert yang kemudian di analisis menggunakan uji independent sampel t-test melalui SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan nilai Sig. 2-tailed sebesar 0,000 dan t-tabel sebesar 8,068 sehingga P value (0,00 kurang dari 0,05), maka dapat dinyatakan Ho ditolak dan Ha diterima. Kemudian didukung dengan perolehan nilai mean kemandirian anak usia 4-5 tahun dari ibu bekerja sebanyak 71,500 dan ibu tidak bekerja sebanyak 86,43. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan sikap kemandirian anak usia dini pada masa pandemi ditinjau dari ibu bekerja dan ibu tidak bekerja di TK Kartika X-5 Pusdik Arhanud.
Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Permainan Sirkuit Terowongan Geometri pada Anak Kelompok A di TK Kartika Bojonegoro Novi Dyah Ayu Putri; Tomas Iriyanto; Novi Dyah Ayu Putri; Tomas Iriyanto; Nur Anisa
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.218 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i12021p54-62

Abstract

Abstract: This research aims to (1) implement geometry tunnel circuit games on improving rough motoric skills in children group A at TK Kartika Bojonegoro, (2) improving rough motoric skills in children group A at TK Kartika Bojonegoro through geometry tunnel circuit games. This research used classroom action research with a research model from Kemis and MC Taggart. Each cycle consists of planning, acting and observing, reflecting, and revise plans. This research results showed that through geometry tunnel circuit games, the children group A rough motoric skills at TK Kartika Bojonegoro was increased. This was proved from the pre-action observational result which reached an average 60,83 percent with percentage 38,33 percent. In the cycle I reached an average 67,91 percent with percentage 58,33 percent. While in cycle II reached an average 83,47 percent with percentage 86,11 percent. The children's rough motoric skills in cycle II had increased well and it fulfilled the standard of achievement which was decided from the researcher, that was a minimum of 70 percent. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) menerapkan permainan sirkuit terowongan geometri untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak kelompok A TK Kartika Bojonegoro (2) meningkatkan kemampuan motorik kasar anak kelompok A TK Kartika Bojonegoro melalui permainan sirkuit terowongan geometri. Rancangan penelitian ini berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model siklus Kemmis dan Mc Tanggart yang terdiri dari, tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengamatan, refleksi, dan perbaikan rencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan permainan sirkuit terowongan geometri dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak kelompok A di TK Kartika Bojonegoro. Terbukti pada penelitian pra tindakan mencapai rata-rata 60,83 dengan persentase 38,33 persen, pada siklus I meningkat mencapai rata-rata 67,91 dengan persentase 58,33 persen, sedangkan pada siklus II mencapai rata-rata 83,47 dengan persentase 86,11 persen. Kemampuan motorik kasar anak pada siklus II sudah berkembang sangat baik dan sudah memenuhi standar ketercapaian yang ditetapkan oleh peneliti yaitu minimal 70 persen.
FLASHLIGHT BOOK PETULANGAN SHAFA & SI KETTY: STIMULUS LITERASI NUMERASI ANAK 4-5 TAHUN Sharla Fatisyah; Nur Anisa; tomas iriyanto
Kumara Cendekia Vol 13, No 2 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i2.101159

Abstract

Kemampuan literasi numerasi manusia penting dikembangkan sejak usia dini karena untuk membangun fondasi yang kokoh untuk kehidupan masa depan. Literasi numerasi adalah pemahaman dan penerapan konsep matematika dalam konteks kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku Senter Petualangan Shafa & si Ketty dalam menstimulasi kemampuan literasi numerasi pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, angket, dan observasi. Subjek penelitian terdiri dari ahli materi, ahli bahasa, ahli media, guru, dan anak usia 4-5 tahun sebagai pengguna. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai validasi ahli materi sebesar 98%, ahli bahasa 85%, ahli media 84%, dan ahli pengguna 98%. Hasil uji coba produk pada kelompok kecil menunjukkan nilai 95%, sementara uji coba kelompok besar sebesar 87%. Berdasarkan hasil uji kevaliditasan dan kelayakan, buku ini direkomendasikan sebagai media pembelajaran yang efektif untuk menstimulasi kemampuan literasi numerasi anak usia dini, khususnya pada rentang usia 4-5 tahun.
PENGEMBANGAN MEDIA GEOTRICKIDS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI ANAK USIA 5-6 TAHUN Septia Fajar Saputri; Ahmad Samawi; Nur Anisa
Kumara Cendekia Vol 13, No 2 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i2.101555

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan media pembelajaran pengenalan bentuk geometri pada anak usia 5-6 tahun. Lembaga TK masih menggunakan media konvensional, seperti poster bentuk geometri, balok bentuk geometri dan LKA. Seiring perkembangan zaman, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan secara optimal dalam pemgembangan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menghasilkan media GEOTRICKIDS yang layak dalam mengenalkan bentuk geometri anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE. Subjek penelitian adalah anak kelompok B di TK Pertiwi Wonotirto 02, TK Al Hidayah Satreyan 01, dan TK Al Hidayah Satreyan 02. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Pengolahan data menggunakan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini mendapatkan hasil penilaian media GEOTRICKIDS sebesar 94,5% dari dua ahli materi, 93,7% dari dua ahli media dan 93,7% dari tiga ahli pembelajaran. Hasil akumulasi uji coba kelompok kecil mendapat hasil sebesar 93,6%. Masuk ke tahap uji coba kelompok besar, hasil akumulasinya sebesar 95,4%. Berdasarkan hasil tersebut, media GEOTRICKIDS masuk dalam kategori sangat layak untuk mengenalkan bentuk geometri pada anak usia 5-6 tahun.
WORKSHOP PENGEMBANGAN INOVASI PENDIDIKAN PRASEKOLAHBERBASIS MASTERY PROGRESIF Retno Tri Wulandari; Wida Rahayuningtyas; Evania Yafie; Nur Anisa
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v6i12023p10-17

Abstract

Salah satu tanda keberhasilan dalam pengelolaan sekolah tampak pada kemampuannya dalam mengembangkan program kegiatan bagi keberlangsungan proses belajar siswa. Pengembangan program kegiatan berbasis mastery progresif adalah salah satu model penyusunan program sekolah. Penggunaan pendekatan pembelajaran andragogy dalam proses pelatihan dengan metode pair and sharing melalui aktivitas tanya jawab, diskusi, praktik penyusunan dan pendampingan pelaksanaan program hingga mengahasilkan peningkatan wawasan dan kemampuan peserta pelatihan dalam menyusun dan mengimplementasikan program kegiatan sekolah berbasis mastery progresif di sekolah. Kesimpulan yang diperoleh bahwasannya kemampuan guru PAUD menyusun program kegiatan berbasis mastery progresif meningkat setelah mengikuti workshop.
Pemanfaatan Model-Model Boneka untuk Pengembangan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini Usep Kustiawan; Wuri Astuti; Nur Anisa
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v6i12023p74-80

Abstract

Guru-guru PAUD di Gugus 9 Kecamatan Sukun Kota Malang dalam menjalankan tugasnya belum memiliki pengetahuan dan keterampilan pengembangan desain dan pembuatan model-model boneka sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan efektifitas dan kualitas pembelajaran bahasa di PAUD.Tujuan kegiatan pelatihan diharapkan guru-guru PAUD di Gugus 9 Kecamatan Sukun Kota Malang memiliki pengetahuan dan keterampilan pengembangan desain dan pembuatan model-model boneka sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan efektifitas dan kualitas pembelajaran bahasa di TK. Metode yang digunakan dalam pelatihan meliputi: (1) Ceramah dan Tanya jawab untuk menyampaikan materi pengembangan kemampuan berbahasa dan teknik membuat model-model boneka; (2) Demonstrasi untuk memperagakan tahap-tahap teknik pembuatan boneka; (3) Pemberian tugas latihan secara berkelompok untuk membuat satu paket model boneka dan simulasi pemanfaatan model-model boneka dalam pembelajaran yang sesungguhnya di lembaga PAUD. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu produk berupa desain produksi dan model model boneka jari dan boneka tangan yang meliputi: (1). TK PKK Bandulan: Desain Produksi dan Model Boneka Jari Tema tentang Profesi serta Desain Produksi dan Model Boneka Tangan Tema tentang Alam Semesta; (2). TK AGAPE: Desain Produksi dan Model Boneka Jari Tema tentang Keluarga serta Desain Produksi dan Model Boneka Tangan Tema tentang Tanaman; (3). TK PLUS KIDS: Desain Produksi dan Model Boneka Jari Tema tentang Alat Transportasi serta Desain Produksi dan Model Boneka Tangan Tema tentang Binatang.
Pelatihan Pembukuan Keuangan untuk Pengelola Lembaga PAUD Nur Anisa; Rizka Furqorina; Leni Gonadi; Retno Tri Wulandari
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v3i22020p136-139

Abstract

Pengelola lembaga PAUD di Kota Batu masih mengalami kesulitan dalam melakukan administrasi pembukuan keuangan. Hal tersebut berdampak pada pengelolaan lembaga PAUD untuk melakukan administrasi pembukuan keuangan dan menghasilkan laporan keuangan yang tidak memenuhi Standar Pembiayaan Pendidikan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatnya wawasan dan keterampilan pengelola PAUD di Kota Batu tentang proses melaksanakan pembukuan keuangan lembaga pendidikan anak usia dini. Metode yang digunakan dalam pelatihan meliputi: 1) ceramah dan tanya jawab untuk menyampaikan materi konsep dasar pembukuan lembaga PAUD; dan 2) Praktik dan pendampingan pengisian buku administrasi yang diperlukan dalam pembukuan keuangan. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu 80 persen pengelola PAUD memahami tentang materi dan dapat mengelola pembukuan keuangan lembaga pendidikan anak usia dini.