Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI KINERJA DIRECT CURRENT-BIASED OPTICAL ORTHOGONAL FREQUENCY DIVISION MULTIPLEXING (DCO-OFDM) TERHADAP SKALABILITAS SISTEM VISIBLE LIGHT COMMUNICATION Brian Pamukti; Vinsensius Sigit Widhi Prabowo
TEKTRIKA Vol 4 No 1 (2019): TEKTRIKA Vol.4 No.1 2019
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v4i1.1774

Abstract

Direct Current-biased Optical Orthogonal Frequency Division Multiplexing (DCO-OFDM) dengan penambahantegangan 3 V dilakukan menutupi loss 3 dB pada Asymmetrical Clipping Optical-OFDM (ACO-OFDM). Pengujianterhadap dampak dari perubahan posisi penerima terhadap kinerja dianalisis dengan mengubah sudut antarapengirim dan penerima. DCO-OFDM berbeda dengan sistem OFDM pada komunikasi seluler yang menggunakanfrekuensi radio dan nilai sinyal bipolar. Hasil simulasi komputer menunjukan bahwa jarak paling jauh daripengirim ke penerima yang dihasilkan dari sudut 24 adalah 2,413 m atau sama dengan area seluas 1,05 m2.
ANALISA PENGGUNAAN SKEMA KONTROL DAYA BERBASIS WATERFILLING DAN ALGORITMA ALOKASI MEAN-GREEDY PADA SISTEM LONG TERM EVOLUTION (LTE) Vinsensius Sigit Widhi Prabowo; Brian Pamukti
TEKTRIKA Vol 4 No 2 (2019): TEKTRIKA Vol.4 No.2 2019
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v4i2.2882

Abstract

Sistem komunikasi nirkabel diharapkan menjadi suatu sistem yang dapat menyajikan kualitas layanan yang cepat,handal,dane?sien. Olehkarenaitu,diperlukanskemamanajemensumberdayayangbaikuntukmencapai parameter performansi tersebut. Penelitian ini berfokus pada skema manajemen sumber daya pada sistem Long Term Evolution yang tidak hanya mengejar parameter performansi dasar seperti e?siensi spektral dan fairness sistem, tetapi juga mempertimbangkan aspek e?siensi energi. Penambahan skema kontrol daya water?lling digunakanpadaalgoritmaalokasimeangreedyuntukmengaturdayapadatiap-tiapresourceblock(RB).2Skema yang digunakan adalah normal water?lling (NWF) yang memberikan daya lebih pada user dengan kondisi kanal buruk dan Inverse Water?lling (IWF) yang mengalokasikan daya lebih pada user dengan kondisi kanal baik. Dari hasil simulasi didapatkan skema NWF menaikkan fairness sistem sebesar 10% tetapi menurunkan nilai e?siensi spektral sebesar 1,02 bps/Hz, dan menurunkan e?siensi energi sebesar 68,75 kbps/Watt. Sebaliknya, skema IWF meningkatkan e?siensi spektral sebanyak 1,42 bps/Hz, dan meningkatkan e?siensi energi sebanyak 205,67 kbps/Watt, tetapi fairness sistem menurun sebesar 11%. Dapat disimpulkan, skema NWF baik untuk sistem yang mengedepankan keadilan sistem dan stabilitas koneksi,sedangkan skema IWF lebih sesuai diterapkan pada sistem yang mengedepankan efisiensi. KataKunci: ,,,