Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Radio Resources Allocation Based-on Energy Saving For Lte-advanced System Vinsensius Sigit Widhi Prabowo; Arfianto Fahmi; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

With increasing demand for faster access, then LTE-Advance system (LTE-A) is developed dan released by the fourth generation (4G) mobile system. 3GPP introduced a new technology that is Carrier Aggregation (CA) to support wider transmission bandwidth and spectrum efficiency. With the CA system, every user can be scheduled on multiple carriers. Because of the difference in frequencies for each carrier, there are some differences too in fading and coverage for each carrier. This problem effects the performance of conventional resources allocation algorithm especially mean-greedy algorithm. Then a method to classify users and chunk according to the number of carriers that can be given to the user is proposed. This process is called user chunk grouping (UCG). This process is performed before the mean-greedy algorithms process. Each user is grouped based on the characteristics of each component carrier fading experienced by the user. This scheme is expected to overcome the problem caused by CA system. Through simulation process, the UCG process can improve either fairness system or average throughput according to the ratio of user and bandwidth used in system. Keywords: Carrier Aggregation, Mean-Greedy, User Grouping, LTE-
Analisis Performansi Relay Aided Berdasarkan Algoritma Iterative Pada Komunikasi D2d Underlaying Andi Kahfi Basofi; Nachwan Mufti Adriansyah; Vinsensius Sigit Widhi Prabowo
eProceedings of Engineering Vol 9, No 2 (2022): April 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pesatnya perkembangan teknologi membuat beban trafik menjadi kurang optimal pada BS. Hal itu, komunikasi Device to Device (D2D) dapat mengatasi pesatnya jumlah CU. D2D mampu melakukan komunikasi antar device tanpa melalui BS, tetapi dalam komunikasi D2D masih membutuhkan daya yang optimal untuk melakukan komunikasi antar device Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan penggunaan relay pada komunikasi D2D dengan alokasi sumber daya berdasarkan algoritma iterative. Kemudian akan di analisis berdasarkan parameter sumrate, spectral efficiency, dan power efficiency. Hasil dari parameter performansi tersebut dibandingkan dengan skema komunikasi half duplex dan full duplex. Pada skema komunikasi D2D menggunakan relay mendapatkan nilai sumrate sebesar 1,486 x 107 bps, spectral efficiency sebesar 14,860 bps/Hz, dan power efficiency sebesar 2,255 x 104. Berdasarkan hasil yang di dapatkan bahwa penggunaan relay menggunakan alokasi sumber daya dengan algoritma iterative dapat mengoptimalkan komunikasi D2D dan jika dibandingkan dengan skema komunikasi half duplex dan full duplex, skema komunikasi relay aided lebih unggul berdasarkan nilai sumrate dan spectral efficiency. Kata Kunci : Device to Device, Relay Aided, Half Duplex, Full Duplex Abstract The rapid development of technology makes the traffic load less than optimal on the BS. Therefore, Device to Device (D2D) communication can overcome the rapid number of CUs. D2D is able to communicate between devices without going through the BS, but in D2D communication still requires optimal power to communicate between devices . Therefore, this study proposes the use of relays in D2D communication with resource allocation based on an iterative. Then will be analyzed based on the parameters sumrate, spectral efficiency, and power efficiency. The results of these performance parameters are compared with half duplex and full duplex. In the D2D communication scheme using relay value sumrate 1,486 x 107 bps, spectral efficiency is 14,860 bps/Hz, and power efficiency 2,255 x 104. Based on the results obtained that the use of relays using resource allocation with an iterative can optimize D2D communication and when compared with half duplex and full duplexcommunication schemes, relay aided are superior based on sumrate and spectral efficiency. Keywords: Device to Device, Relay Aided, Half Duplex, Full Duplex
Analisis Performansi Algoritma Qos Aware Resource Allocation Untuk Sistem Komunikasi Device To Device Sarah Dhia Amani; Nachwan Mufti Adiriansyah; Vinsensius Sigit Widhi Prabowo
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi Information and Communication Technology (ICT) yang semakin cepat membuat komunikasi kini bisa semakin lebih mudah, cepat, dan efektif diiringi dengan peningkatan jumlah pengguna seluler yang menyebabkan kepadatan trafik komunikasi dalam jaringan seluler juga semakin meningkat. Untuk mengatasi kepadatan trafik komunikasi dalam jaringan seluler tersebut penelitian ini mengusulkan penggunaan komunikasi Device-to Device (D2D). Komunikasi D2D ialah salah satu fitur dalam teknologi 5G yang membuat komunikasi dapat dilakukan langsung antara dua pengguna ponsel tanpa melalui evolved Node B (eNB) sehingga bisa menurunkan kepadatan trafik komunikasi, meningkatkan efisiensi energi, dan meningkatkan efisiensi spektral. Penelitian ini melakukan pemodelan dan analisis menggunakan algoritma heuristik QoS-Aware Resource Allocation (QARA) untuk mengalokasi kanal dan pemilihan mode komunikasi agar dapat meningkatkan throughput untuk pengguna komunikasi D2D, dan menjamin QoS dari pengguna komunikasi selular dan komunikasi D2D. Dari data dan hasil yang didapatkan bisa disimpulkan bahwa Algoritma QARA untuk komunikasi D2D memiliki hasil lebih baik dari Algoritma Greedy dan Algoritma Random. Hal ini ditandai dengan hasil analisis yang menghasilkan parameter performansi yang lebih baik pada hal sum rate, spectral efficiency, throughput,dan energy efficiency. Kata Kunci : Device-to-Device (D2D), QoS-Aware Resource Allocation (QARA) algorithm, Signal to Interference plus Noise Ratio (SINR), Throughput. Abstract The development of Information and Communication Technology is fast or making communication can now be easier, faster and more effective and is accompanied by the increase in the number of cellular users which causes the increase in communication traffic at cellular networks. To overcome the increase in communication traffic at cellular networks this research proposes the uses of the Device-to-Device (D2D) communication system. D2D communication is one of the features in 5G technology, where communication is directly between two mobile users instead of going through the evolved Node B (eNB) such that it can reduce communication traffic densit, improve energy efficiency, improve spectral efficiency. This research models and evaluates the QoS-Aware Resource Allocation (QARA) heuristic algorithm for channel allocation and communication mode selection to increases throughput for users of D2D communication, and ensures QoS for cellular communication users and D2D communications. From the data and results obtained, it can be concluded that the QARA algorithm for D2D communication has better results than the Greedy algorithm and the Random Algorithm. This is indicated by the results of the analysis which produce better performance parameters such as sum rate, spectral efficiency, throughput, and energy efficiency. Keywords: Device-to-Device (D2D), a QoS-Aware Resource Allocation (QARA) algorithm, Signal to Interference plus Noise Ratio (SINR), Throughput.
Analisis Kinerja Algoritma Hypergraph Coloring Untuk Alokasi Sumber Daya Pada Sistem Komuniasi D2D Muhammad Fawwaz Nesta Radha; Nachwan Mufti Adriansyah; Vinsensius Sigit Widhi Prabowo
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya aktivitas masyarakat harus terhubung dengan internet, membuat pekerjaan lebih mudah. Banyaknya penggunaan internet memiliki dampak pada komunikasi seluler. Dengan kata lain dapat menyebabkan jumlah pengguna seluler bertambah. Seiring dengan meningkatnya pengguna seluler dapat menyebabkan peningkatan beban trafik jaringan data yang pesat. Dalam meningkatnya pengguna seluler, diberikan solusi yaitu komunikasi Device-To-Device (D2D). Namun, komunikasi D2D memiliki permasalahan dasar yaitu interferensi antar seluler saat tidak dialokasikan dengan benar. Jika interferensi antar seluler tidak diatasi dengan baik, maka komunikasi D2D dapat merusak kualitas komunikasi pengguna lainnya. Oleh karena itu diusulkan penelitian ini untuk mengatasi masalah tersebut dengan sistem komunikasi D2D underlay. Pada penelitian ini menggunakan dua algoritma sebagai pengalokasian resources yaitu algoritma graph coloring dan algoritma greedy. Berdasarkan hasil simulasi yang telah dilakukan diperoleh hasil terbaik yaitu pada sumrate sebesar 90.0248 Mbps, dan fairness total 0.8395. Kata Kunci — device-to-device, radius cell, greedy, graph coloring
Simulasi Pengalokasian Sumber Daya Pada Komunikasi Menggunakan Algoritma Heuristik Pada Skema Underlay D2D Communication Claudia Sofiana Tamba; Arfianto Fahmi; Vinsensius Sigit Widhi Prabowo
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah pengguna seluler secara signifikan menimbulkan peningkatan kepadatan trafik komunikasi dalam jaringan seluler, sehingga diperlukan adanya penambahan kapasitas jaringan. Komunikasi D2D merupakan fitur yang mampu melayani komunikasi peer to peer sehingga pasangan D2D dapat berkomunikasi secara langsung tanpa harus melewati Base Transceiver Station (BTS) dengan cara menggunakan kembali sumber daya dari celuller user. Komunikasi D2D menyebabkan interferensi penerapan komunikasi D2D dapat menimbulkan interferensi terhadap komunikasi telepon seluler konvensional. Sehingga untuk mengurangi interferensi yang terjadi saat pengalokasian sumber daya diperlukan resource allocation secara tepat. Pada Tugas Akhir ini akan dilakukan simulasi alokasi sumber daya menggunakan algoritma heuristic dan algoritma greedy, algoritma minimum interference dengan algoritma random allocation sebagai pembandingnya. Algoritma diujikan pada dua skenario yaitu variasi jumlah pasangan D2D dan variasi jarak radius sel. Kemudian nilai sumrate, efisiensi spektral, efisiensi energi dan fairness yang didapat dari hasil simulasi dibandingkan untuk menentukan algoritma yang paling optimal. Algoritma greedy memiliki nilai sumrate, efisiensi spektral, efisiensi energi yang lebih unggul dan performansi algoritma heuristic tidak jauh berbeda dengan algoritma greedy Sementara Algoritma heuristic memberikan solusi untuk membagi resource secara adil kepada pasangan D2D dibuktikan dengan nilai fairness yang lebih baik daripada algoritma yang lainnya dan lebih cocok digunakan ketika terjadi tingkat complexity tinggi.Kata Kunci : resource allocation, device to device, heuristic, greedy, minimum interference, random allocation
Analisis Penggunaan Algoritma Alokasi Sumber Daya Berbasis Bipartite Matching Untuk Sistem Komunikasi Device-to-device Rifqi Naufal Julian; Nachwan Mufti Adiriansyah; Vinsensius Sigit Widhi Prabowo
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dewasa ini, teknologi semakin berkembang khususnya pada dunia telekomunikasi. Perkembangan telekomunikasi ini ditandai dengan meningkatnya kebutuhan berkomunikasi menggunakan smartphone. Meningkatnya kebutuhan berkomunikasi, maka trafik data akan semakin tinggi yang menyebabkan permasalahan laju data dan efisiensi daya. Pada Celular User (CU) saat berkomunikasi perangkat harus mengirimkan sinyal melalui Base Station(BS) atau evolved Node B (eNB). Device to device (D2D) merupakan teknologi komunikasi yang menghubungkan langsung antar perangkat tanpa harus mengirimkan sinyal ke eNB. Dalam menyikapi permasalahan interferensi, perlu dilakukan resource allocation agar sumber daya dapat dipakai secara bersamaan dengan mempertahankan Quality of Service (QoS) pada komunikasi D2D. Pengalokasian sumber daya dilakukan pada jaringan komunikasi underlaying. Sistem pengalokasian sumber daya hanya diperhitunghkan pada arah downlink. Algoritma yang diajukan pada tugas akhir ini adalah Bipartite Matching, bertujuan untuk melakukan perbandingan pengukuran performansi sum rate, data rate rata-rata, fairness, efisiensi energi dan efisiensi spektral kemudian dibandingkan dengan algoritma Greedy dan Random Allocation pada satu sel dengan menambahkan sebanyak-banyaknya pasangan D2D. Tugas akhir ini membuktikan melalui hasil simulasi bahwa algoritma Bipartite Matching dengan metode maksimisasi Hungarian memperoleh system sum rate yang lebih unggul dibandingkan kedua algoritma pembandingnya. Pada hasil simulasi yang dilakukan pada tugas akhir ini, algoritma yang diajukan merupakan solusi pada keadaan tingkat kepadatan user yang tinggi dalam suatu sistem komunikasi. Kata kunci : Device-to-device, Underlaying, Downlink, Resource Allocation Bipartite Matching, Greedy, Random Allocation Abstract Nowadays, technology is growing especially in telecommunication. This telecommunications development is marked by the increasing use of smartphones to communicate. The more increasing need to communicate, then the data traffic will be higher which causes data rates and power efficiency problems. While communicating with Celular Users (CU), the devices have to send signals through Base Stations (BSs) or evolved Node B (eNB) on Long Term Evolution (LTE) communications that requires a lot of power. Device to device (D2D) is a communications technology which connects each device directly without sending the signal to eNB. {To overcoming the interference problem, resource allocation needs to be done, so that resources can be used simultaneously while maintaining Quality of Service (QoS) D2D communication is carried out. Resource allocation is carried out on an underlaying communication network. Resource allocation system to downlink direction. The algorithm proposed in this final project is Bipartite Matching, where the algorithm aims to make comparison of performace measurement sum-rate (amount of data rate), average of data rate, fairness, energy efficiency and spectral efficiency then compared with Greedy and Random Allocation algorithm in one cell by adding as many D2D pairs as possible. This final project has given prove with the simulation results that the Bipartite Matching algorithm with Hungarian maximization method gets a system sum-rate that is more superior than two comparison algorithms. In the results of simulations performed in this final project, the proposed algorithm is a solution in a state of high user density in a communication system. Keywords : Device-to-device, Underlaying, Downlink, Resource Allocation Bipartite Matching, Greedy, Random Allocation
Algoritma Alokasi Sumber Daya Radio pada Sistem Komunikasi Nirkabel menggunakan Genetika dan Metode Clustering Utama, Ilham Khairullah; Meylani, Linda; Prabowo, Vinsensius Sigit Widhi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah pada alokasi menjadi semakin kompleks seiring dengan peningkatan permintaan layanan data. Dengan meningkatnya permintaan layanan data maka solusi untuk masalah ini adalah melakukan alokasi sumber daya agar dapat digunakan secara bersamaan sambil mempertahankan Quality of Service (QoS). Penelitian ini mengusulkan sebuah metode untuk alokasi sumber daya radio pada sistem komunikasi menggunakan algoritma genetika. Metode ini menggabungkan teknik clustering dan penentuan posisi relay untuk meningkatkan efisiensi dan performa jaringan. Algoritma genetika digunakan untuk mengolah populasi solusi potensial melalui proses seleksi, crossover, dan mutasi, dengan tujuan menemukan solusi optimal secara bertahap. Teknik clustering, khususnya K-Means dan hard clustering, diterapkan untuk mengelompokkan pengguna berdasarkan karakteristik yang serupa seperti kualitas sinyal dan kebutuhan bandwidth. Hasil simulasi menunjukkan bahwa metode yang diusulkan mampu menghasilkan alokasi sumber daya yang lebih optimal dibandingkan dengan metode konvensional, terutama dalam hal throughput dan efisiensi spektrum. Hasil dari simulasi menunjukkan bahwa metode clustering K-Means dapat memberikan solusi yang seimbang antara fairness alokasi sumber daya dengan peningkatan kinerja yang substansial. Metode ini berhasil meningkatkan secara signifikan kapasitas sistem yang diukur dari data rate sebesar 2.5%, sum rate sebesar 2.64%, serta power efficiency sebesar 2.86%, tanpa mengorbankan prinsip keadilan yang menjadi perhatian utama dalam desain sistem komunikasi. Kata kunci— Algoritma genetika, Hard clustering, K-means clustering, Resource block.
Website Monitoring Cuaca Real Time Pada Smart Weather Station Ningrum, Nadhifah Puspita; Adriansyah, Nachwan Mufti; Prabowo, Vinsensius Sigit Widhi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim dan cuaca memiliki dampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk keamanan nasional, geopolitik, dan produksi pangan. Untuk mengatasi tantangan ini, sebuah sistem monitoring cuaca berbasis website telah dikembangkan, yang memungkinkan pemantauan cuaca secara real-time. Sistem ini menggunakan Smart Weather Station dengan sensor canggih yang terhubung ke mikrokontroler ESP32 untuk mengumpulkan data cuaca seperti suhu, kelembaban, tekanan udara, dan curah hujan. Data yang dikumpulkan kemudian diunggah ke server cloud dan dapat diakses melalui website, memberikan informasi cuaca yang terkini kepada pengguna. Website ini dibangun dengan menggunakan teknologi HTML, CSS, dan JavaScript untuk memastikan tampilan yang menarik dan fungsionalitas yang optimal. Pengujian performa dilakukan menggunakan Google PageSpeed Insights dan GTmetrix untuk mengevaluasi kecepatan akses, responsivitas, dan kualitas website, dengan hasil yang menunjukkan performa dan struktur website yang baik. Hasil pengembangan dan pengujian ini diharapkan dapat mendukung upaya mitigasi dampak perubahan iklim dan cuaca, serta memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih baik terkait kondisi cuaca. Kata kunci— Iot, Realtime, System Usability Scale (SUS)
Rancang Bangun Weather Station Menggunakan Koneksi Wifi Berbasis ESP32 Hikmah, Indah Nurul; Adriansyah, Nachwan Mufti; Prabowo, Vinsensius Sigit Widhi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim yang semakin nyata berdampak besar pada berbagai aspek kehidupan, termasuk keamanan nasional, geopolitik, dan produksi pangan. Oleh karena itu, pemantauan cuaca secara realtime menjadi sangat penting. Sebagai solusi, telah dikembangkan sistem Weather Station yang terintegrasi dengan aplikasi mobile dan situs web. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 bersama dengan sensor DHT11 untuk mengukur suhu dan kelembaban, sensor BMP180 untuk tekanan udara, serta sensor raindrop untuk mendeteksi curah hujan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini mampu menyediakan data cuaca dengan akurasi tinggi, latency rendah, dan biaya yang efisien. Hasil uji pada akurasi menunjukkan nilai rata-rata 89,44% untuk parameter suhu, 78,15% untuk parameter kelembaban, 99,73% untuk parameter tekanan, dan keberhasilan mendeteksi air untuk parameter hujan dengan pendeteksian lebih optimal pada cuaca normal. Kata kunci— Akurasi, Internet of Things, Sensor, Weather Station.
Aplikasi Monitoring Data Cuaca pada Smart Weather Station Menggunakan MIT App Inventor Sari, Nunung Puspa; Adriansyah, Nachwan Mufti; Prabowo, Vinsensius Sigit Widhi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini, melakukan pengembangan dan pengujian aplikasi Skycast yang dapat memonitoring cuaca secara realtime dengan menggunakan perangkat IoT berbasis ESP32 yang dilengkapi dengan berbagai sensor seperti sensor BMP180 untuk tekanan udara, sensor DHT11 untuk suhu dan kelembaban serta sensor raindrop untuk curah hujan. Data yang didapatkan disimpan dan diakses pada Firebase Realtime Database. Aplikasi memudahkan pengguna untuk mengakses data cuaca secara langsung menggunakan android, pengujian yang dilakukan menggunakan beberapa scenario untuk memastikan fungsional aplikasi, kecepatan respon terhadap perubahan data pada sensor, serta kemampuan aplikasi dalam menampilkan data-data histori dan data realtime dengan akurasi tinggi yang menunjukkan bahwa aplikasi ini efektif dan memenuhi kebutuhan pengguna sesuai dengan Tingkat efektivitas yang diperoleh yaitu 71% Dimana untuk pencapaiannya dinilai efektif yang diukur menggunakan metode System Usability Scale (SUS). Meskipun terdapat beberapa aspek yang masih bisa ditingkatkan untuk memperbaiki pengalaman pengguna dalam menggunakan aplikasi serta meningkatkan skor SUS di penelitian berikutnya. Kata kunci— IoT, Realtime, System Usability Scale (SUS)