Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Filsafat Pendidikan Dalam Mengembangkan Karakter Siswa: Landasan Nilai Dan Implementasinya Di Era Digital Sofi Khonisatur Rohmah; Dya Qurotul A’yun
Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa Vol. 3 No. 1 (2025): Bhinneka
Publisher : Universitas Palan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/bhinneka.v3i1.1196

Abstract

Education in the digital era faces big challenges in forming students' character due to the influence of technology and social media which influence the way of thinking and understanding moral values. This article discusses the contribution of educational philosophy in developing student character by emphasizing the importance of moral and ethical values in education. The study was carried out using the literature study method with descriptive-analytic analysis. Educational theories, such as Ki Hadjar Dewantara's views, are the main basis for designing holistic educational strategies to shape student character. Implementing an educational philosophy in the digital era requires innovation, such as wise use of technology and strategies to overcome the negative influence of social media. This research concludes that the integration of educational philosophy values in learning practices can help create students who are not only academically intelligent, but also moral, responsible, and sensitive to social and technological change. Pendidikan di era digital menghadapi tantangan besar dalam pembentukan karakter siswa akibat pengaruh teknologi dan media sosial yang mempengaruhi cara berpikir, serta memahami nilai-nilai moral. Artikel ini membahas kontribusi filsafat pendidikan dalam mengembangkan karakter siswa dengan menekanakan pentingnya nilai-nilai moral dan etika dalam pendidikan. Kajian dilakukan memalui Metode studi pustaka dengan analisi deskriptif-analitik. Teori-teori pendidikan, seperti pandangan Ki Hadjar Dewantara, menjadi landasan utama dalam merancang strategi pendidikan yang holistic untuk membentuk karakter siswa. Implementasi filsafat pendidikan di era digital memerlukan inovasi, seperti pemanfaatan teknologi secara bijak dan strategi untuk mengatasi pengaruh negative media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrase nilai-nilai filsafat pendidikan dalam praktik pembelajaran dapat membantu menciptakan siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bermoral, bertanggung jawab, dan peka terhadap perubahan sosial dan teknologi.
KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM PENERAPAN NILAI-NILAI LUHUR PENDIDIKAN KARAKTER KI HAJAR DEWANTARA Sabrina Maghfirli Islami; Dya Qurotul A’yun
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 12 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i12.1348

Abstract

Pendidikan karakter pada anak usia sekolah dasar memiliki peran penting dalam menciptakan generasi yang berakhlak mulia dan berkepribadian unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran orang tua dalam menerapkan nilai-nilai pendidikan karakter berdasarkan prinsip Ki Hajar Dewantara serta menggali kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data diperoleh melalui kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua menjalankan lima peran utama dalam membentuk karakter anak: sebagai pendidik, fasilitator, pengawas, motivator, dan teladan. Sebagai pendidik, orang tua mengajarkan nilai-nilai moral dan membimbing penggunaan teknologi secara bijaksana. Sebagai fasilitator, mereka mendukung anak dalam mengembangkan kecerdasan sosial. Pengawasan yang cermat terhadap penggunaan teknologi diperlukan untuk mencegah dampak buruk. Dalam perannya sebagai motivator, orang tua dapat memberikan apresiasi untuk mendorong rasa percaya diri anak. Keteladanan dalam tindakan sehari-hari juga menjadi elemen penting dalam membangun karakter anak. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kolaborasi antara sekolah dan keluarga melalui forum komunikasi dan program parenting untuk mengoptimalkan efektivitas pendidikan karakter.
PENERAPAN FILSAFAT PENDIDIKAN PRAGMATISME DALAM MEMBENTUK KARAKTER DEMOKRASI SISWA NAFIATUL KHOIR; DYA QUROTUL A’YUN
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 2 No. 2 (2024): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v2i2.325

Abstract

Pragmatisme, sebagai filsafat yang menekankan tindakan praktis dan manfaat nyata, relevan dalam pendidikan untuk membentuk karakter demokrasi siswa. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan prinsip-prinsip pragmatisme, seperti partisipasi aktif, diskusi terbuka, pengembangan keterampilan kritis, dan kurikulum fleksibel, dalam mendukung pembelajaran yang relevan dan inklusif. Menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis kajian literatur, penelitian ini menganalisis strategi pembelajaran seperti learning by doing dan problem solving yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pragmatisme mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai demokrasi melalui pembelajaran berbasis pengalaman. Pendekatan ini memperkuat keterampilan berpikir kritis, partisipasi demokratis, dan penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan sosial. Dampaknya tidak hanya membentuk individu yang bertanggung jawab, tetapi juga mendukung terciptanya masyarakat inklusif dan adaptif. Penelitian merekomendasikan kurikulum fleksibel, pelatihan guru sebagai fasilitator, dan sistem evaluasi dinamis untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran berbasis pragmatisme.
ANALISIS KONSEP PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN KARAKTER SISWA DEVIE AGUSTIN RAMAZHANA; DYA QUROTUL A’YUN
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 2 No. 2 (2024): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v2i2.331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam perspektif pendidikan karakter siswa, serta relevansi dan penerapan nilai-nilai yang diajarkan oleh beliau dalam membentuk karakter siswa di era modern. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis dokumen, yang melibatkan literatur ilmiah dan jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter menurut Ki Hajar Dewantara menekankan pada pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam pembentukan karakter siswa, yang dikenal dengan konsep Tri Pusat Pendidikan. Konsep ini didukung oleh prinsip Trikon, yang meliputi kontinuitas, konsentrisitas, dan konvergensi, untuk memastikan perkembangan karakter yang selaras dengan nilai budaya bangsa dan global. Ki Hajar Dewantara juga menekankan keteladanan sebagai dasar pendidikan, yang tercermin dalam semboyan "Ing ngarsa sung tuladha," "Ing madya mangun karsa," dan "Tut wuri handayani." Kesimpulannya, pendidikan karakter yang berlandaskan pada pemikiran Ki Hajar Dewantara relevan untuk membentuk generasi yang berakhlak mulia, dengan integrasi prinsip-prinsip tersebut dalam pendidikan di keluarga, sekolah, dan masyarakat.
PROGRESIVISME SEBAGAI ALTERNATIF PENDIDIKAN INKLUSIF MUSFITHAH SARI; DYA QUROTUL A’YUN
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 2 No. 3 (2024): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v2i3.335

Abstract

Progresivisme adalah aliran yang menekankan bahwa pendidikan tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan kepada siswa, melainkan harus meliputi berbagai aktivitas yang bertujuan untuk melatih kemampuan berpikir mereka secara komprehensif. Pendidikan inklusif merupakan sebuah hak yang melekat pada setiap individu. Metode yang dipergunakan adalah kualitatif yakni berdasarkan metode penelitian kepustakaan dengan menggabungkan beberapa jurnal artikel dalam mendapatkan hasil penelitian. Tujuan dari pembuatan artikel ini adalah mengetahui aliran progresivisme sangat berpengaruh dan menjadi alternatif bagi pendidikan inklusif. Diperoleh hasil dalam kerangka pendidikan inklusif, progresivisme memberikan kesempatan bagi metode pengajaran yang responsif, kerja sama, dan dapat disesuaikan, sehingga setiap siswa diberikan peluang untuk tumbuh secara maksimal.
Analisis Dampak Pencemaran Tanah Akibat Limbah Deterjen Terhadap Lingkungan Hidup Masyarakat Di Daerah Pedesaan Bayu Sabilha Naufal; Dya Qurotul A’yun
Student Research Journal Vol. 2 No. 3 (2024): Juni:Student Research Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/srjyappi.v2i3.1320

Abstract

Soil pollution due to detergent waste is an increasingly worrying environmental problem, especially in rural areas. Detergent waste that is disposed of carelessly contains chemicals such as phosphates, surfactants and bleaching agents which can damage the soil ecosystem, disturb microorganisms and reduce soil quality. This research aims to analyze the impact of soil pollution due to detergent waste on the living environment of communities in rural areas. This research method uses literature study, which is a research approach using written sources to collect data. This research includes analysis of books, scientific journals, articles and other documents in order to gain an in-depth understanding of the topics discussed. The results of the research show that soil in rural areas exposed to detergent waste experiences a significant decline in quality, characterized by reduced soil fertility and disturbance. plant health. In addition, a correlation was found between the level of soil pollution and an increase in health problems among the population, such as skin diseases and respiratory problems. Public awareness of the dangers of detergent waste is still low, so educational efforts and the implementation of better waste management strategies are needed. This research emphasizes the importance of intervention from the government and environmental organizations to mitigate pollution and improve the welfare of rural communities.
PENGARUH E-LKPD “SI ELMA” (GRAVITASI ELASTISITAS DAN MAGNET) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV SDN BANYUAJUH 2 BANGKALAN Roudhotul Jannah, Alifia; Dya Qurotul A’yun
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 4 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024 In Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i4.20415

Abstract

The purpose of the study is to know the effect of the use of E-LKPD "SI ELMA" to the critical thinking skills of students in solving problems and conclude in elementary school. This research uses quantitative research model. However, this study also uses pre-experimental experimental one group pretest-posttest experiment. The results showed that there was a difference between the average pretest and posttest. The average pretest is 50.08 and posttest is 74.40. The test results for improving critical thinking skills are of 0,000 significance. Based on the criterion it can be concluded Ha accepted there is a significant difference between pretest and postest in improving the critical thinking skills of students in stylish materials, elasticity, magnetic and gravity
PERAN FILSAFAT DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN UNTUK MENDUKUNG SDGS Anisa Nur Fadila; Dya Qurotul A’yun
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v6i1.5011

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana filsafat dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam konteks pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dengan menganalisis berbagai literatur dan studi kasus, artikel ini akan mengidentifikasi peran sentral filsafat dalam merumuskan tujuan pendidikan, merancang kurikulum, serta membentuk karakter peserta didik. Selain itu, artikel ini juga akan membahas tantangan dan peluang dalam mengintegrasikan perspektif filosofis ke dalam praktik pendidikan sehari-hari.
Memahami Nilai-Nilai Pancasila Sila Keempat di Kelas 4 SDN Gili Barat Guna Membangun Karakter dan Kebangsaan Danar Rizky Rananda; Dya Qurotul A’yun
Garuda: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Dan Filsafat Vol. 1 No. 4 (2023): Desember: GARUDA: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/garuda.v1i4.2087

Abstract

This research examines more closely how to understand the values ​​of the Fourth Pancasila in the philosophy of elementary school (SD) education in grade 4 at SDN Gili Barat in order to shape character and nationality. This research aims to analyze the practice of the four values ​​of Pancasila in the context of basic education and their impact on the development of students' personality and national awareness through a case study at SDN Giri Barat grade 4. The research methods used include classroom observations, interviews with grade 4 homeroom teachers, as well as school policy documentation. . The research results found that SDN Gili Barat thoroughly implemented the values ​​of the Fourth Pancasila in the learning process and school activities. A deep understanding of these values ​​will create an environment that supports the development of student character, including honesty, justice, courage and a spirit of mutual cooperation. Apart from that, this implementation also actively contributes to instilling national awareness and teaching students to love and appreciate Indonesia's cultural diversity. This research provides valuable insight for educators, researchers and educational practitioners to better understand the role of the Fourth Pancasila values ​​in shaping the character and nationality of students at the elementary school level. The implications of these findings can be used as a basis for developing more effective and sustainable educational strategies at the basic education level.
Pengaruh Metode Karyawisata Berkearifan Lokal Madura Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa UPTD SDN 2 Tambaan di Daerah Wisata Pantai Camplong Dya Qurotul A’yun; Ika Dian Rahmawati; Dya Qurotul A’yun; Ika Dian Rahmawati; Evy Maya Stefany
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i122022p1141-1150

Abstract

Abstract: This study is aimed at knowing the implementation of field study for critical thinking skills and how far students can think critically on Science. This study is a quantitative descriptive using one group pretest-posttest experimental design. The subjects were 26 students of Tambaan Camplong Sampang Elementary School. To analyze the data, there are two techniques conducted. The first data analyzed is the qualitative descriptive on independent variable (field study method) which were collected through observation and interview. The second data analyzed is the dependent variable (critical thinking skills) which is analyzed using inferential parametric statistic, namely t-test one sample test. The data were collected from an essay test. The results of independent variable analysis show that 95 percent of the students agreed with the implementation of field study method. They also comprehended the materials which was indicated by asking questions, re-explained the materials, answered the worksheets which source was from questions about field study implementation, and drew a conclusion based on their own observation towards a particular object during the field study. They also found the materials explained by their teacher directly during the field study and thought that it was more interesting, funnier, and more meaningful. Moreover, the results of dependent variable analysis show that the mean of pretest is 56.67 with St.deviation 7.188, and the mean of posttest is 86.15 with St.deviation 5.940. In addition, the result of t-test shows that sig (2-tailed) 0.000 less than α (0.05), meaning that the students’ critical thinking skills is more than 70 percent of the expected criteria. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan metode karyawisata terhadap kemampuan berpikir kritis dan seberapa tinggi kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA. Jenis penelitin ini deskriptif kuantitatif dengan desain eksperimen one grup pretest-postest. Sampel yang digunakan sebanyak 26 siswa SDN Tambaan Camplong Sampang. Teknik analisis data pertama deskriptif kualitatif pada variabel bebas yakni metode karyawisata dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara, teknik analisis data kedua menggunakan statistik inferensial parametrik uji-t one simple test pada variabel terikat berpikir kritis dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes tulis uraian. Hasil analisis variabel bebas metode karyawisata dapat disimpulkan bahwa 95 persen siswa setuju pada penerapan metode karyawisata, siswa memahami materi dengan cara berani bertanya, mampu menyampaikan kembali informasi dari materi yang telah diterima, dapat menjawab LKS yang bersumber dari pertanyaan- pertanyaan sekitar pelaksanaan karyawisata, menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan mereka sendiri terhadap objek ketika dilaksanakan karyawisata, menemukan secara langsung materi yang dijelaskan oleh guru sehingga pembelajaran menarik dan menyenangkan, dan lebih bermakna. Hasil analisis variabel terikat berpikir kritis mean pretes 56,67 dengan St deviation 7,118 dan mean postes 86,15 dengan St deviation 5,940 sedangkan uji-t Sig (2-tailed) 0,000 kurang dari α (0,05) artinya kemampuan berpikir kritis siswa lebih dari 70 persen dari kriteria yang diharapkan.