Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Buana Informatika

Validasi Tanda Tangan Presensi Mahasiswa Menggunakan Magnified Gradient Function Backpropagation Veliana, Rosalin; Setiawan, Hendry
Jurnal Buana Informatika Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Attending students usually sign their names in the attendance list for every lecture and then, at the end of every lecture, the attendance list is recapitulated. Attendance recording system should be designed with good validation capability so that the data it obtains is liable. This project tries to create a student attendance data recapitulation system by employing an artificial neural network. The method used is the Magnified Gradient Function Backpropagation (MGF-Prop) because it can identify data pattern well. In this system, the data pattern studied is the pattern of signature and student ID number. In the programming, artificial intelligence, image processing, and data mining concept are also used. This system is developed using Visual Basic.NET, which can lighten the process of attendance data recapitulation. This system is tested by using 20 sample data with 94% signature recognition success rate and 97% success rate in student ID number recognition. This success percentage can still vary depending on the option chosen in the learning process. Keywords: signatures, presence, artificial neural network, magnified gradient function, ID number. Abstrak. Mahasiswa-mahasiswa yang hadir akan membubuhkan tanda tangan pada daftar kehadiran pada setiap perkuliahan yang diikutinya, lalu pada akhir perkuliahan akan dilakukan rekap presensi. Sistem presensi kehadiran harus dirancang dengan kemampuan validasi dengan baik agar data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pada naskah ini penulis membuat sistem pemrosesan rekap data presensi mengunakan jaringan saraf tiruan, metode yang digunakan adalah Magnified Gradient Function Backpropagation (MGF-Prop) karena dapat dengan baik mengenali pola data. Dalam sistem ini, pola data yang akan dikenali adalah pola tanda tangan dan nomor induk. Dalam pemrogramannya, digunakan pula konsep pengolahan citra dan data mining. Sistem yang dikembangkan dengan Visual Basic.NET ini, dapat mempermudah proses rekap data presensi. Sistem ini diuji coba menggunakan 20 data sampel dengan tingkat persentase keberhasilan rata-rata mengenali tanda tangan mencapai 94% serta nomor induk dengan tingkat keberhasilan 97%. Persentase keberhasilan tersebut dapat berubah tergantung pada opsi yang digunakan dalam proses pembelajaran.Kata kunci: tanda tangan, presensi, jaringan saraf tiruan, magnified gradient function, nomor induk.
Implementasi Algoritma Kunang-Kunang Untuk Penjadwalan Mata Kuliah di Universitas Ma Chung Setiawan, Hendry; Hanafi, Lo Hanjaya; Prilianti, Kestrilia Rega
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.867 KB)

Abstract

Abstract. Course scheduling is considered as a complex matter because the generated schedule must guarantee that there are no clashes of classes, lecturers, and students’ schedules. At Ma Chung University, course scheduling is still accomplished manually. Due to the limited number of rooms and lecturers r, resource sharing system is applied. This causes complication in manual scheduling. Firefly algorithm is implemented in this application to schedule the course automatically. A schedule solution is represented as a firefly. Firefly with lower light intensity will move toward firefly with higher light intensity, so that a better solution is found. Based on a scheduling test, the best light intensity value of firefly is reached when firefly algorithm’s parameters, β0 and γ, are given 1 and 10 with light intensity value of 0,0003831. Keywords: course, firefly algorithm, scheduling  Abstrak. Penjadwalan mata kuliah merupakan hal yang kompleks karena jadwal yang dihasilkan tidak hanya menjamin jadwal pertemuan semua kelas dan dosen tidak bentrok, tetapi juga menjamin jadwal pertemuan semua mahasiswa tidak bentrok. Penjadwalan mata kuliah di Universitas Ma Chung masih dilakukan secara manual. Karena jumlah kelas dan dosen yang dimiliki terbatas, maka diterapkan sistem resource sharing. Sistem resource sharing ini membuat proses penjadwalan yang dilakukan secara manual menjadi lebih rumit. Algoritma yang digunakan untuk penjadwalan mata kuliah pada aplikasi ini adalah algoritma kunang-kunang. Sebuah solusi jadwal mata kuliah dalam algoritma kunang-kunang direpresentasikan sebagai seekor kunang-kunang. Kunang-kunang dengan intensitas cahaya yang lebih rendah akan bergerak menuju kunang-kunang yang lebih terang sehingga mampu didapatkan solusi jadwal mata kuliah yang lebih baik. Berdasarkan hasil uji coba, nilai intensitas cahaya terbaik didapatkan ketika parameter algoritma kunang-kunang, β0 dimasukkan 1 dan γ dimasukkan 10 hingga didapatkan intensitas sebesar 0,0003831. Kata Kunci: algoritma kunang-kunang, mata kuliah, penjadwalan
Implementasi Algoritma Kunang-Kunang Untuk Penjadwalan Mata Kuliah di Universitas Ma Chung Setiawan, Hendry; Hanafi, Lo Hanjaya; Prilianti, Kestrilia Rega
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.867 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v6i4.459

Abstract

Abstract. Course scheduling is considered as a complex matter because the generated schedule must guarantee that there are no clashes of classes, lecturers, and students’ schedules. At Ma Chung University, course scheduling is still accomplished manually. Due to the limited number of rooms and lecturers r, resource sharing system is applied. This causes complication in manual scheduling. Firefly algorithm is implemented in this application to schedule the course automatically. A schedule solution is represented as a firefly. Firefly with lower light intensity will move toward firefly with higher light intensity, so that a better solution is found. Based on a scheduling test, the best light intensity value of firefly is reached when firefly algorithm’s parameters, β0 and γ, are given 1 and 10 with light intensity value of 0,0003831. Keywords: course, firefly algorithm, scheduling  Abstrak. Penjadwalan mata kuliah merupakan hal yang kompleks karena jadwal yang dihasilkan tidak hanya menjamin jadwal pertemuan semua kelas dan dosen tidak bentrok, tetapi juga menjamin jadwal pertemuan semua mahasiswa tidak bentrok. Penjadwalan mata kuliah di Universitas Ma Chung masih dilakukan secara manual. Karena jumlah kelas dan dosen yang dimiliki terbatas, maka diterapkan sistem resource sharing. Sistem resource sharing ini membuat proses penjadwalan yang dilakukan secara manual menjadi lebih rumit. Algoritma yang digunakan untuk penjadwalan mata kuliah pada aplikasi ini adalah algoritma kunang-kunang. Sebuah solusi jadwal mata kuliah dalam algoritma kunang-kunang direpresentasikan sebagai seekor kunang-kunang. Kunang-kunang dengan intensitas cahaya yang lebih rendah akan bergerak menuju kunang-kunang yang lebih terang sehingga mampu didapatkan solusi jadwal mata kuliah yang lebih baik. Berdasarkan hasil uji coba, nilai intensitas cahaya terbaik didapatkan ketika parameter algoritma kunang-kunang, β0 dimasukkan 1 dan γ dimasukkan 10 hingga didapatkan intensitas sebesar 0,0003831. Kata Kunci: algoritma kunang-kunang, mata kuliah, penjadwalan
Validasi Tanda Tangan Presensi Mahasiswa Menggunakan Magnified Gradient Function Backpropagation Veliana, Rosalin; Setiawan, Hendry
Jurnal Buana Informatika Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v4i1.330

Abstract

Abstract. Attending students usually sign their names in the attendance list for every lecture and then, at the end of every lecture, the attendance list is recapitulated. Attendance recording system should be designed with good validation capability so that the data it obtains is liable. This project tries to create a student attendance data recapitulation system by employing an artificial neural network. The method used is the Magnified Gradient Function Backpropagation (MGF-Prop) because it can identify data pattern well. In this system, the data pattern studied is the pattern of signature and student ID number. In the programming, artificial intelligence, image processing, and data mining concept are also used. This system is developed using Visual Basic.NET, which can lighten the process of attendance data recapitulation. This system is tested by using 20 sample data with 94% signature recognition success rate and 97% success rate in student ID number recognition. This success percentage can still vary depending on the option chosen in the learning process. Keywords: signatures, presence, artificial neural network, magnified gradient function, ID number. Abstrak. Mahasiswa-mahasiswa yang hadir akan membubuhkan tanda tangan pada daftar kehadiran pada setiap perkuliahan yang diikutinya, lalu pada akhir perkuliahan akan dilakukan rekap presensi. Sistem presensi kehadiran harus dirancang dengan kemampuan validasi dengan baik agar data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pada naskah ini penulis membuat sistem pemrosesan rekap data presensi mengunakan jaringan saraf tiruan, metode yang digunakan adalah Magnified Gradient Function Backpropagation (MGF-Prop) karena dapat dengan baik mengenali pola data. Dalam sistem ini, pola data yang akan dikenali adalah pola tanda tangan dan nomor induk. Dalam pemrogramannya, digunakan pula konsep pengolahan citra dan data mining. Sistem yang dikembangkan dengan Visual Basic.NET ini, dapat mempermudah proses rekap data presensi. Sistem ini diuji coba menggunakan 20 data sampel dengan tingkat persentase keberhasilan rata-rata mengenali tanda tangan mencapai 94% serta nomor induk dengan tingkat keberhasilan 97%. Persentase keberhasilan tersebut dapat berubah tergantung pada opsi yang digunakan dalam proses pembelajaran.Kata kunci: tanda tangan, presensi, jaringan saraf tiruan, magnified gradient function, nomor induk.
Implemantasi Differential Evolution untuk Optimasi Jadwal Produksi Setiawan, Hendry; Tan, Dewi Fandelia; Prilianti, Kestrilia Rega
Jurnal Buana Informatika Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.645 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v9i2.1716

Abstract

Abstract. Scheduling is one of the important things that needs to be considered by any company. A good scheduling process can improve the effectiveness and efficiency of production systems at the company. The problem often occured in this field is a delay in working orders from the deadline and the production of defective products (afal) is still many. The limited ability of the operator to divide the job on the machine causes mistakes of scheduling. To solve that problem, an application was developed to optimize the production schedule automatically. This application was made by implementing the differential evolution algorithm. This production scheduling solution will be represented in vector form. Each vector will be calculated fitness value by the criteria of time and minimum afal. This process will achieve the best vector that provides an optimal schedule. The testing results show that the application can optimize the schedule of production with the average of accuracy rate reaching 99,54%. The scheduling results using differential evolution algorithm can reduce 8,19% of afal, and 97,51% of computing time. Keywords: afal, differential evolution, schedulling.Abstrak. Penjadwalan merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan oleh setiap perusahaan. Penjadwalan yang baik akan meningkatkan efisiensi dan efektifitas dari perusahaan tersebut. Permasalahan yang sering terjadi adalah masih sering terjadinya keterlambatan dalam pengerjaan pesanan dari batas waktu yang ditentukan dan kerusakan produksi (afal) yang dihasilkan masih sangat tinggi. Hal ini dikarenakan terbatasnya kemampuan operator dalam membagi job pada mesin, sehingga memungkinkan terjadinya kesalahan penjadwalan. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, dibuat sebuah aplikasi yang dapat melakukan optimasi jadwal produksi secara otomatis. Aplikasi ini dibuat dengan mengimplementasikan algoritma differential evolution. Solusi penjadwalan produksi ini akan direpresentasikan dalam bentuk vektor. Setiap vektor akan dihitung nilai fitness dengan kriteria minimasi waktu dan afal. Proses ini akan dilakukan hingga mencapai vektor terbaik yang mampu memberikan jadwal yang optimal. Hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa aplikasi dapat melakukan optimasi jadwal produksi dengan rata-rata tingkat keakuratan mencapai 99,54%. Hasil penjadwalan menggunakan algoritma differential evolution dapat menurunkan afal sebesar 8,19%, dan waktu komputasi sebesar 97,51%. Kata Kunci: afal, algoritma differential evolution, penjadwalan.
REKOMENDASI PEMILIHAN BARANG PADA PARCEL DENGAN ALGORITMA HARMONY SEARCH Setiawan, Hendry; Wardojo, Kevin Putra; Kelana, Oesman Hendra
Jurnal Buana Informatika Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.247 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v10i2.2332

Abstract

Abstract. A parcel containing a variety of items, is a gift given to someone who has a relationship with the giver. The contents of the parcel vary, can be in the form of food, drinks, cakes, fruit, sweets, and others. In some supermarkets, generally before the commemoration of a certain day, Parcel has been provided with various contents in the price that has been set. But commonly the buyers want to package the Parcel with different content and price. To facilitate the search for the contents of the parcel based on these prices, the Harmony Search algorithm is used. Search development is carried out with consideration of basket size, item categories, and percentages of each category Evaluation of the aesthetic value sought is the minimum value of the difference in price set with the total search price obtained. The test results show the best aesthetic value is obtained at the value of Harmony Memory Consideration Rate (HMCR) of 0,95 with an average aesthetic percentage of 0,2691%.Keywords: aesthetic function, harmony search algorithms, parcelAbstrak. Parcel yang berisi berbagai macam barang, merupakan suatu hadiah yang diberikan kepada seseorang yang memiliki relasi dengan pemberinya. Isi dari parcel bervariasi, dapat berupa makanan, minuman, kue, buah, permen, maupun yang lain. Pada beberapa toko swalayan umumnya menjelang peringatan hari tertentu telah menyediakan Parcel dengan variasi isi di dalamnya dengan harga yang telah ditetapkan. Namun tidak jarang pembeli yang ingin mengemas Parcel mempunyai pandangan yang berbeda dengan isi parcel serta harga yang telah ditetapkan. Untuk memudahkan pencarian isi parcel yang berdasarkan harga tersebut maka digunakan algoritma Harmony Search. Pengembangan pencarian dilakukan dengan pertimbangan ukuran keranjang, kategori barang, serta prosentase masing-masing kategori. Evaluasi nilai aesthetic yang dicari adalah nilai minimum dari selisih harga yang ditetapkan dengan total harga pencarian yang didapatkan. Hasil pengujian menunjukkan nilai aesthetic terbaik didapatkan pada nilai Harmony Memory Consideration Rate (HMCR) 0,95 dengan presentase rata-rata aesthetic sebesar 0,2691%.Kata Kunci: algoritma harmony search, fungsi aesthetic, parcel
Validasi Tanda Tangan Presensi Mahasiswa Menggunakan Magnified Gradient Function Backpropagation Rosalin Veliana; Hendry Setiawan
Jurnal Buana Informatika Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v4i1.330

Abstract

Abstract. Attending students usually sign their names in the attendance list for every lecture and then, at the end of every lecture, the attendance list is recapitulated. Attendance recording system should be designed with good validation capability so that the data it obtains is liable. This project tries to create a student attendance data recapitulation system by employing an artificial neural network. The method used is the Magnified Gradient Function Backpropagation (MGF-Prop) because it can identify data pattern well. In this system, the data pattern studied is the pattern of signature and student ID number. In the programming, artificial intelligence, image processing, and data mining concept are also used. This system is developed using Visual Basic.NET, which can lighten the process of attendance data recapitulation. This system is tested by using 20 sample data with 94% signature recognition success rate and 97% success rate in student ID number recognition. This success percentage can still vary depending on the option chosen in the learning process. Keywords: signatures, presence, artificial neural network, magnified gradient function, ID number. Abstrak. Mahasiswa-mahasiswa yang hadir akan membubuhkan tanda tangan pada daftar kehadiran pada setiap perkuliahan yang diikutinya, lalu pada akhir perkuliahan akan dilakukan rekap presensi. Sistem presensi kehadiran harus dirancang dengan kemampuan validasi dengan baik agar data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pada naskah ini penulis membuat sistem pemrosesan rekap data presensi mengunakan jaringan saraf tiruan, metode yang digunakan adalah Magnified Gradient Function Backpropagation (MGF-Prop) karena dapat dengan baik mengenali pola data. Dalam sistem ini, pola data yang akan dikenali adalah pola tanda tangan dan nomor induk. Dalam pemrogramannya, digunakan pula konsep pengolahan citra dan data mining. Sistem yang dikembangkan dengan Visual Basic.NET ini, dapat mempermudah proses rekap data presensi. Sistem ini diuji coba menggunakan 20 data sampel dengan tingkat persentase keberhasilan rata-rata mengenali tanda tangan mencapai 94% serta nomor induk dengan tingkat keberhasilan 97%. Persentase keberhasilan tersebut dapat berubah tergantung pada opsi yang digunakan dalam proses pembelajaran.Kata kunci: tanda tangan, presensi, jaringan saraf tiruan, magnified gradient function, nomor induk.
Implementasi Algoritma Kunang-Kunang Untuk Penjadwalan Mata Kuliah di Universitas Ma Chung Hendry Setiawan; Lo Hanjaya Hanafi; Kestrilia Rega Prilianti
Jurnal Buana Informatika Vol. 6 No. 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v6i4.459

Abstract

Abstract. Course scheduling is considered as a complex matter because the generated schedule must guarantee that there are no clashes of classes, lecturers, and students’ schedules. At Ma Chung University, course scheduling is still accomplished manually. Due to the limited number of rooms and lecturers r, resource sharing system is applied. This causes complication in manual scheduling. Firefly algorithm is implemented in this application to schedule the course automatically. A schedule solution is represented as a firefly. Firefly with lower light intensity will move toward firefly with higher light intensity, so that a better solution is found. Based on a scheduling test, the best light intensity value of firefly is reached when firefly algorithm’s parameters, β0 and γ, are given 1 and 10 with light intensity value of 0,0003831. Keywords: course, firefly algorithm, scheduling  Abstrak. Penjadwalan mata kuliah merupakan hal yang kompleks karena jadwal yang dihasilkan tidak hanya menjamin jadwal pertemuan semua kelas dan dosen tidak bentrok, tetapi juga menjamin jadwal pertemuan semua mahasiswa tidak bentrok. Penjadwalan mata kuliah di Universitas Ma Chung masih dilakukan secara manual. Karena jumlah kelas dan dosen yang dimiliki terbatas, maka diterapkan sistem resource sharing. Sistem resource sharing ini membuat proses penjadwalan yang dilakukan secara manual menjadi lebih rumit. Algoritma yang digunakan untuk penjadwalan mata kuliah pada aplikasi ini adalah algoritma kunang-kunang. Sebuah solusi jadwal mata kuliah dalam algoritma kunang-kunang direpresentasikan sebagai seekor kunang-kunang. Kunang-kunang dengan intensitas cahaya yang lebih rendah akan bergerak menuju kunang-kunang yang lebih terang sehingga mampu didapatkan solusi jadwal mata kuliah yang lebih baik. Berdasarkan hasil uji coba, nilai intensitas cahaya terbaik didapatkan ketika parameter algoritma kunang-kunang, β0 dimasukkan 1 dan γ dimasukkan 10 hingga didapatkan intensitas sebesar 0,0003831. Kata Kunci: algoritma kunang-kunang, mata kuliah, penjadwalan