Budi Setiyana
Laboratory for Surface Technology and Tribology, Faculty of Engineering Technology, University of Twente Drienerloolaan 5, Postbus 217, 7500 AE, Enschede, The Netherlands

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS CONTACT STRESS DAN BENDING STRESS PADA SPUR GEAR MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA DAN TEORITIS DENGAN VARIASI JENIS MATERIAL Sanilo, Ruben; Setiyana, Budi; Tauviqirrahman, Mohammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan roda gigi semakin beragam dalam banyak kondisi memungkinkan adanya material-material baru yang digunakan untuk menyesuaikan lingkungan tempat kerja. Material seperti kuningan, aluminium, dan nilon menjadi alternative material baru untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan membandingkan material-material roda gigi dengan metode perhitungan Hertz, Lewis, dan metode elemen hingga untuk mengetahui besaran tekanan kontak, tegangan lentur, dan torsi kritis dari sebuah material. Roda gigi pinion diberikan torsi tertentu yang bervariasi pada bagian poros agar menghasilkan tegangan dan tekanan pad agigi yang berkontak dengan gigi roda gigi pasangannya. Tekanan kontak roda gigi berdasarkan metode Hertz dan ANSYS akan bervariasi sesuai dari material seperti pada baja karbon senilei 86,62 MPa, kuningan 60,99 MPa, dan nilon 7,79 MPa pada torsi 10 Nm. Torsi kritis didapatkan dengan menghitung kembali torsi pada saat tegangan atau tekanan mencapai nilai kekuatan luluh material uji. Kegagalan roda gigi material baja karbon dan kuningan akan mengalami deformasi pada daerah kontak sementara nilon akan terdeformasi pada daerah kaki gigi.
RANCANG BANGUN ALAT ANTROPOMETRI STADIOMETER DIGITAL BERBASIS SENSOR MIKROKONTROLER Mahendra, Arya; Ismail, Rifky; Setiyana, Budi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anthropometry adalah ilmu yang mempelajari tentang pengukuran tubuh manusia. Stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak adalah permasalahan kesehatan yang serius di beberapa negara berkembang termasuk di Indonesia, oleh karena itu dalam penelitian ini peneliti akan melakukan rancang bangun alat antropometri berupa stadiometer yang berbasis sensor mikrokontroler dengan memperhatikan kebutuhan anak, orangtua, dan tenaga kesehatan. Metode penelitian kali ini dimulai dengan identifikasi kebutuhan pelanggan, penetapan spesifikasi target, penyusunan dan pemilihan konsep desain, pembuatan prototipe dan pengujian prototipe. Stadiometer yang dirancang dengan baik, mudah digunakan, dan terjangkau dapat membantu meningkatkan akurasi pengukuran panjang anak dan mendeteksi dini adanya gangguan pertumbuhan. Dengan demikian, diharapkan dapat mencegah atau mengurangi angka stunting pada anak di Indonesia. Dalam penelitian ini, peneliti berharap dapat menghasilkan prototipe stadiometer yang akurat sesuai standar pengukuran, aman, nyaman dan mudah digunakan, serta terjangkau. Stadiometer ini juga diharapkan dapat mudah untuk dibawa, digunakan dan fitur tambahan yang dapat meningkatkan efektifitas pengukuran dan pencegahan stunting di Indonesia.
RANCANG BANGUN INFANTOMETER DIGITAL BERBASIS SENSOR MIKROKONTROLER Ikhsan, Muhammad; Ismail, Rifky; Setiyana, Budi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan bayi merupakan proses fisiologis yang kompleks, yang dipengaruhi oleh faktor genetik, nutrisi, dan lingkungan. Faktor-faktor ini memengaruhi tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala bayi selama periode pertumbuhan awal mereka, jika perkembangannya tidak normal makan anak tersebut dapat diklasifikasikan terkena stunting. Stunting merupakan merupakan kondisi gagal tumbuh secara normal yang ditandai dengan tinggi badan yang tidak sesuai dengan usia anak. Stunting dapat diukur salah satunya berdasarkan tingginya yang dapat diukur dengan infantometer. Infantometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur panjang atau tinggi badan bayi. Metode pertama dari penelitian ini yaitu tahap identifikasi kebutuhan, pada tahap ini didapat data kebutuhan untuk digitalisasi alat supaya memudahkan pengukuran, fitur untuk menklasifikasikan stunting dan  fitur untuk mengukur tinggi, berat dan lingkar kepala dalam satu alat. Dari kebutuhan tersebut didapat sembilan respon teknis yang akan digunakan untuk menentukan spesifikasi. Spesifikasi yang dibuat yaitu fitur untuk pengukuran tinggi,berat dan lingkar kepala, kemudian menggunakan sensor load cell untuk berat dan potentiometer multiturn untuk pengukuran panjang setelah itu memiliki klasifikasi stunting, memiliki panjang alat yang dapat disesuaikan. Dilakukan juga perbandingan dengan produk yang sudah ada untuk mengetahui dimensi rata-rata dan fitur yang sudah ada. Produksi prototype alat dilakukan setelah memilih desain dari beberapa konsep desain yang dibuat. Prototype ini sudah dapat mengklasifikasikan stunting dengan nilai -3/-2/-1/0/1/2/3, memiliki panjang yang dapat disesuaikan 45 cm sampai 100 cm dan dapat mengukur tinggi, berat dan lingkar kepala. Kelemahan alat ini ada pada pengukuran lingkar kepala yang berada setelah stopper kepala, ketika mengukur harus melepas stopper kepala dahulu.
Chemical composition and antibacterial activity of coconut-shell liquid smoke to maintain the texture of fresh meat Purwantisari, Susiana; Jannah, Siti Nur; Fikri, Dzakiyya Nabilla; Wulandari, Sukma Aulia; Yohana, Eflita; Setiyana, Budi; Ardiansari, Anindya; Amal, Daffa Ikhlasul; Ariyanto, Hermawan Dwi
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.afssaae.2024.007.02.8

Abstract

This research focused on the evaluation of raw broiler chicken meat texture and pathogenic antibacterial effect under the treatment of grade 2 coconut-shell liquid smoke (CSLS) as a food preservative. Compound identification of grade 2 CSLS was conducted using the GC-MS method. The main chemical compounds of CSLS were polyunsaturated fatty acid derivates, fatty acid and phenol. The evaluation of texture was conducted on raw broiler chicken meat under the treatment of grade 2 CSLS during storage at 25 ℃ for 7 days. The effect of antibacterial activity of grade 2 CSLS with different concentration (i.e., 5%, 25%, 50%, and 75%) were tested using Gram-positive bacteria on several pathogenic bacteria such as L. monocytogenes, S. aureus, P. Aeruginosa, and E. coli. The results indicated that grade 2 CSLS influenced the inhibited zone of L. monocytogenes, S. aureus, P. Aeruginosa, and E. coli respectively with linear correlation. The optimal concentration of grade 2 CSLS resulted in a concentration of 50%, which was the most optimal against L. monocytogenes, S. aureus, P. Aeruginosa, and E. coli as pathogenic bacteria strains.
Pengaruh Program Latihan Resistensi Pita Elastis terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Ekstremitas Atas dan Bawah pada Lansia Sarkopenia Mustofa, Rizal; Ismail, Rifky; Julianti, Hari Peni; Setiyana, Budi
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 13 No. 1 (2026): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36408/mhjcm.v13i1.1401

Abstract

BACKGROUND : Prevention and treatment of sarcopenia are important to achieve physical health in aging, including maintaining the physical ability to live independently and carry out daily activities. AIMS :  To determine the effect of a muscle-strengthening exercise program using elastic bands for 8 weeks in order to increasing muscle strength in elderly people with sarcopenia. Arm muscles (biceps and triceps) and leg muscles (quadriceps and gastrocnemius) were measured. METHOD : An intervention study with a one-group pre- and post-test design. Subjects were taken from the elderly home by as many as five women and five men. Subjects were given strengthening exercises using elastic bands in as many as 2 sets; each set was done in as many as 10 movements, and each movement was given a rest interval of 30 seconds. The elastic band strengthening exercise program was carried out three times per week, with a period of eight weeks, so that the total training was 24 sessions. Changes in muscle strength were measured using a MicroFET2 hand-held dynamometer. Furthermore, the results of muscle measurements were tested using the paired-samples T test to determine the difference in muscle strength between before and after doing the exercise program. RESULT : Female and male subjects had an insignificant average age of 68.80 ± 5.12 years for women and 68.60 ± 5.64 years for men. The average BMI value in women and men had an ideal value of 24.38 ± 2.89 kg/m2 and 24.82 ± 5.65 kg/m2. The right limbs in the biceps, triceps, quadriceps, and gastrocnemius muscles each experienced an increase in muscle strength during the intervention, namely 2.67 kg, 2.14 kg, 1.99 kg, and 1.87 kg. Then for the left limbs, the biceps, triceps, quadriceps, and gastrocnemius muscles also experienced an increase, namely 2.96 kg, 1.42 kg, 2.28 kg, and 2.51 kg. The intervention carried out in this study can significantly increase upper limb and lower limb muscle strength (p<.05). CONCLUSION : Resistance training using elastic bands routinely for 8 weeks can increase the strength of the biceps, triceps, quadriceps, and gastrocnemius muscles. This exercise can also reduce the risk of sarcopenia and improve the quality of life for the elderly. This exercise program can be a recommendation for intervention because it is economical and easy to do independently at home.