Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Perkembangan Interaksi Sosial-Edukasi Anak pada Novel Si Anak Spesial Karya Tere Liye Eka Nova Ali Vardani; Yerry Mijianti
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 1 (2023): JANUARI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i1.6721

Abstract

Interaksi sosial tersusun dalam wujud tindakan, berdasarkan norma sosial dan nilai yang berlaku di lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang (1) bentuk interaksi antara ayah, ibu, dan anak, (2) bentuk interaksi antara ayah dan anak, (3) bentuk interaksi antara ibu dan anak dalam novel Si Anak Spesial karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan peneliti sebagai instrumen kunci. Data dan sumber data dalam penelitian ini berupa teks meliputi monolog, dialog, dan narasi yang menggambarkan tingkah laku, perkataan tokoh, sifat, dan perbuatan difokuskan pada bentuk interaksi dalam keluarga pada novel Si Anak Spesial Karya Tere Liye. Teknik pengumpulan data meliputi pereduksian data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data meliputi keajegan pengamatan, ketekunan pengamatan, dan pemeriksaan teman sejawat. Hasilnya: (1) terdapat tujuh data bentuk interaksi antara ayah, ibu, dan anak berupa marah, takut, dan memilihkan sekolah, (2) terdapat tiga belas data bentuk interaksi antara ayah dan anak berupa kesal, marah, nasihat, suap. (3) terdapat dua puluh empat data bentuk interaksi antara ibu dan anak berupa membantu ibu dan marah. Kesimpulannya adalah interaksi antara orang tua dan anak salah satu hal utama untuk dijalankan guna merangsang perkembangan anak, khususnya perkembangan kognitif dan bahasa anak. 
PENYULUHAN BERBICARA DENGAN TETANGGA DI LINGKUNGAN KRAJAN TIMUR KABUPATEN JEMBER Yerry Mijianti; Badrut Tamami
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 5 No 1 (2023): DedikasiMU Maret 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v5i1.4875

Abstract

Masyarakat di Rukun Tetangga 2 Lingkungan Krajan Timur Kelurahan Sumbersari Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur terdiri dari etnis Cina, suku Jawa, dan suku Madura. Masing-masing memiliki norma budaya untuk dianut saat berinteraksi. Masalah yang ditemukan pada ibu-ibu di RT 2 Lingkungan Krajan Timur adalah kurangnya kemampuan komunikasi bertetangga dalam kegiatan bermasyarakat. Kegiatan ini dilakukan dengan enam tahapan, yaitu observasi, perumusan masalah, studi literature dan studi lapangan, pembuatan materi, sosialisasi, serta feedback. Penyuluhan terhadap ibu-ibu RT 2 Lingkungan Krajan Timur dilakukan menggunakan metode sosialisasi secara tatap muka langsung. Ibu-ibu di RT 2 Lingkungan Krajan Timur Kelurahan Sumbersari Kecamatan Sumbersai Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur dapat menerapkan kegiatan komunikasi antartetangga sesuai dengan kesantunan berbahasa, konsep dan etika bertetangga, serta memiliki kemampuan menyelesaikan konflik antartetangga sesuai dengan materi yang telah disampaikan oleh tim pengabdi dari Universitas Muhammadiyah Jember.
Pelatihan Penerapan Metode Tahsin Dan Musyafahah Untuk Santri Tahfiz Di Pondok Modern Muhammadiyah Jember Badrut - Tamami; Yerry - Mijianti
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v4i2.18468

Abstract

Abstrak  Metode tahsin digunakan untuk menghafal Al- Qur’an baik secara lafal, makhorijul huruf, dan tajwid dengan mengulang-ulang di depan guru.  Metode musyafahah dilakukan dengan cara seorang murid berhadapan secara langsung dengan guru untuk setor hasil hafalan sampai lancar. Program metode tahsin dan musyafahah ini merupakan sebuah pelatihan dalam menghafal dan memahami makna Al-Qur’an menggunakan cara klasik secara istikomah dan penuh keseriusan sesuai kata dan huruf  kemudian merangkai kata tersebut menjadikan sebuah kalimat yang utuh. Tujuan penerapan metode ini adalah meningkatkan daya ingat santri tahfidz menghafalkan Al-Qur’an di Pondok Modern Muhammadiyah Pakusari Jember. Hasilnya, penerapan metode tahsin dan musyafahah dalam pembelajaran menghafal Al-Qur’an memunculkan sistem simbiosis mutualisme antara guru dan murid. Dalam melaksanakan metode tahsin dan musyafahah perlu adanya kerjasama antara santri dengan ustaz/ustazah. Ustaz/ustazah menyimak sekaligus membenarkan bacaan yang salah. Santri sungguh-sungguh menghafalkan ayat dan surah Al-Qur’an sekaligus membenarkan makhorujil huruf dan tajwid dari ayat hafalannya melalui sorogan atau bergantian. Kesimpulannya, keseriusan, keistiqomahan, metode serta strategi yang tepat, dan peran ustaz/ustazah yang berkualifikasi dan berkualitas dibutuhkan dalam memelajari dan mendalami Al-Qur’an baik dari segi hafalan, artikulasi, dan pemaknaan. Kata Kunci: metode tahsin, metode musyafahah, santri tahfiz
Makna Simbolik Makanan Khas Bakalan: Studi Etnografi Dzarna; Yerry Mijianti; Erika Shinta Dewi
BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2022): BELAJAR BAHASA : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v7i1.6

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui makna simbol pada prosesi bakalan atau lamaran. Bakalan merupakan salah satu budaya masyarakat dan prosesi tersebut menjadi sebuah tradisi masyarakat etnis Madura dan etnis Jawa. Berbeda etnis tentu keduanya memiliki cara pandang yang berbeda sehingga makanan yang dibawa pihak laki-laki yang memiliki makna simbolik kurang dimengerti oleh keluarga perempuan. Makanan yang dibawa pada umumnya menjadi sajian, suguhan dan oleh-oleh untuk keluarga pihak perempuan, namun di dalamnya terdapat makna simbolik yang menggambarkan perasaan dan tujuan. Pentingnya mengkaji makna simbol agar masyarakat etnis Jawa dan Madura saling mengetahui makna simbolik di dalmnya sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. Jenis penelitian yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Metode tersebut terdapat beberapa tahapan yaitu menggolangkan data dengan mengajukan pertanyaan pada informan, kemudian analisis wawancara, analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponen dan yang terakhir analisis data pada metode linguistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makanan khas bakalan tidak hanya sebagai sajian, suguhan dan oleh-oleh melainkan menjadikan makanan sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan dan tujuan. Dalam masyarakat budaya (Jawa dan Madura) menyampaikan pesan secara langsung dirasa “tabu” dan kurang sopan sehingga menggunakan makanan sebagai alat komunikasi. Semua makanan yang dibawa merupakan bentuk perasaan setia, bahagia, bentuk penghormatan, dan memiliki maksud dan tujuan. Penyajiannya juga dengan bentuk yang cantik dan menarik dengan warna-warni yang mencolok.
PENGGUNAAN UMPATAN PADA PLAYER GAME MOBILE LEGENDS Tazqiyah Presty Laksita; Fitri Amilia; Yerry Mijianti
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i2.898

Abstract

The aim of this research is to describe forms based on references used by Mobile Legends players. This research uses qualitative research. This research data is in the form of words or phrases containing swear words based on the form of condition references, references to animal names, references to body parts, references to kinship, references to professions, references to activities, references to spirits, and references to objects. The data source used in this research is speech in the comments column that contains swear words, which has been provided by Moonton. The form of speech is taken from comments in the photo album provided, and also the message column in the Mobile Legends game. The data collection technique in this research is documentation in the form of listening and note-taking techniques. The data collection instrument used was the researcher himself. This research uses an extralingual matching method with a continuous contrast comparison technique. The application of the comparative technique in this research is that the researcher will compare the differences between the forms of swearing they use. In this case, data analysis is presented by describing the forms of swearing used by Mobile Legends Game Players.
PENERAPAN METODE PENGAJARAN SQ3R DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA SMP Belva Yulvia Doviani; Fitri Amilia; Yerry Mijianti; Dina Merdeka Citraningrum
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/w76xrq86

Abstract

Pada persiapan penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode pengajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas VII di SMPN 3 Ambulu. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah rendahnya kemampuan siswa dalam memahami teks bacaan, yang disebabkan oleh kurangnya metode pembelajaran yang interaktif. Metode SQ3R dipilih karena pendekatannya yang sistematis dan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman membaca. Perencanaan penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes hasil belajar, baik pre-test maupun post-test. Penerapan metode ini juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan motivasi membaca. Dengan demikian, metode SQ3R dapat direkomendasikan sebagai strategi efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman di tingkat sekolah menengah pertama
Simbol Lokal dalam Lagu Karya Didi Kempot: Analisis Semiotika Ayunda Putri Nazarrina; Dzarna Dzarna; Yerry Mijianti
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 2 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i2.8417

Abstract

This study aims to analyze the denotative, connotative, and mythological meanings of local symbols in Didi Kempot's song lyrics using Roland Barthes' semiotic approach. The method used is descriptive qualitative with a focus on interpreting the meaning of the lyric text. Data collection techniques were carried out through documentation of song lyrics containing local symbols such as Stasiun Balapan, Cidro, Suket Teki, Sewu Kuto, and Pamer Bojo, as well as literature studies from scientific sources relevant to Javanese culture and semiotic theory. The analysis was carried out by tracing linguistic elements in the lyric text that function as symbols of Javanese culture through Barthes's three levels of meaning: denotation (literal meaning), connotation (emotional and cultural meaning), and myth (ideological meaning). The results of the study show that at the denotative level, the symbols depict concrete objects such as stations, terminals, and traditional foods. At the connotative level, these symbols contain emotional meanings related to separation, betrayal, and life's struggles. Meanwhile, at the mythical level, these symbols reflect the Javanese people's view of life, which is receptive, patient, and upholds human values. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis makna denotatif, konotatif, dan mitologis dari simbol-simbol lokal dalam lirik lagu Didi Kempot menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan fokus pada penafsiran makna teks lirik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi lirik lagu yang mengandung simbol lokal seperti Stasiun Balapan, Cidro, Suket Teki, Sewu Kuto, dan Pamer Bojo, serta studi kepustakaan dari sumber-sumber ilmiah yang relevan dengan budaya Jawa dan teori semiotika. Analisis dilakukan dengan menelusuri unsur linguistik dalam teks lirik yang berfungsi sebagai simbol budaya Jawa melalui tiga tingkatan makna Barthes: denotasi (makna literal), konotasi (makna emosional dan kultural), dan mitos (makna ideologis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotatif, simbol-simbol tersebut menggambarkan objek konkret seperti stasiun, terminal, dan makanan tradisional. Pada tingkat konotatif, simbol-simbol ini mengandung makna emosional yang berkaitan dengan perpisahan, pengkhianatan, dan perjuangan hidup. Sedangkan pada tingkat mitos, simbol-simbol tersebut merefleksikan pandangan hidup masyarakat Jawa yang nrimo, sabar, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
FEMENISME WACANA SARA MILLS PADA NOVEL DEWI LESTARI AROMA KARSA Yerry Mijianti; Desi Karolina Saragih; Sumarlam Sumarlam
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i1.5785

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan ketidak adilan gender femenisme dalam Novel Dewi Letari Aroma Karsa dimana Laki-laki dianggap sebagai pihak yang mampu berpikir logis, abstrak, dan analitis. Sedangkan perempuan adalah makhluk yang emosional, penyayang dan pemelihara. Konsep semacam ini berdampak pada kehidupan pribadi dan publik perempuan. Metode yang digunakan untuk menganalisa wacana kritis (Critical Discourse Analysis) pendekatan model Sara Mills menjelaskan posisi subjek-objek, serta bagaimana pembaca ditempatkan dalam teks dengan pengamatan Novel Aroma Karsa dengan pengumpulan data isi teks dialog dalam novel. Hasil penelitian Subjek penceritaan dalam novel Aroma Karsa adalah pengarang (perempuan). Objek penceritaan dalam novel Aroma Karsa adalah Raras Prayagung, Jati Wesi, dan Tanaya Suma. (2) Novel Aroma Karsa menempatkan khalayak sebagai perempuan karena pengarang adalah seorang perempuan. Teks ini ditujukan pada pembaca perempuan. Pembaca menempatkan dirinya pada posisi perempuan.
IMPLIKATUR PERCAKAPAN SISWA DAN GURU DI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) NEGERI TAMANAGUNG Elisa Kurnia Putri; Hasan Suaedi; Yerry Mijianti
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i2.9191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk lingual dan makna dari bentuk implikatur guru dan siswa berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Tamanagung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa percakapan atau tuturan antar guru dan siswa berkebutuhan khusus yang mengandung implikatur. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap, rekam, dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data model Miles dan Hubermen. Aktivitas dalam menganalisis data yaitu: reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian berupa bentuk lingual kalimat pernyataan dan bentuk lingual kalimat perintah. Makna implikatur pada penelitian ini meliputi: meminta, menginformasikan, melaporkan, dan memerintah.Kata kunci: Implikatur, siswa, guru, Sekolah Luar Biasa
Educational Values in the Diversity of Javanese Traditional Ceremonies among Pendalungan Community Yerry Mijianti
Javanologi: International Journal of Javanese Studies Vol 5, No 1 (2021): Javanologi Volume 5 No. 1: December
Publisher : Pusat Unggulan Ipteks Javanologi Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/javanologi.v5i1.67949

Abstract

This study aims to describe educational values in the diversity of Javanese traditional ceremonies among Pendalungan community. The design chosen was ethnography. Ethnographic study is carried out in six stages, namely (1) formulating problems, (2) selecting cases, (3) obtaining entry points, (4) collecting data, (5) analyzing data, and (6) reporting findings. Subjects and locations for the study were determined with purposive sampling technique. The subjects are people who are considered to have quality and are able to provide information about Javanese traditional ceremonies. The study was conducted in seven sub-districts, namely Wuluhan, Umbulsari, Sukowono, Tanggul, Tempurejo, Ambulu, and Pakusari. Data were collected by means of observation, interviews, documentation, and audio-visual materials. The data were analyzed in six stages, namely: (1) organizing and preparing the data for analysis, (2) carefully reading all the data, (3) coding the data, (4) describing the data, (5) representing the data in a qualitative narrative, and (6) interpreting data. The validity of the data is obtained by extending working time and observing and triangulating methods, sources, and theories. As a result, the Javanese traditional ceremonies performed by the Pendalungan community are very diverse because the character of the Pendalungan community, one of which is open to change and easy to adapt, makes the implementation of Javanese traditional ceremonies adapted to environmental conditions, natural conditions, tools, materials, and performers of the ceremonies. The diversity in the implementation of Javanese traditional ceremonies by the Pendalungan community has values, namely religious, nationalist, independent, mutual cooperation, and integrity