Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Perkembangan Interaksi Sosial-Edukasi Anak pada Novel Si Anak Spesial Karya Tere Liye Eka Nova Ali Vardani; Yerry Mijianti
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 1 (2023): JANUARI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i1.6721

Abstract

Interaksi sosial tersusun dalam wujud tindakan, berdasarkan norma sosial dan nilai yang berlaku di lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang (1) bentuk interaksi antara ayah, ibu, dan anak, (2) bentuk interaksi antara ayah dan anak, (3) bentuk interaksi antara ibu dan anak dalam novel Si Anak Spesial karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan peneliti sebagai instrumen kunci. Data dan sumber data dalam penelitian ini berupa teks meliputi monolog, dialog, dan narasi yang menggambarkan tingkah laku, perkataan tokoh, sifat, dan perbuatan difokuskan pada bentuk interaksi dalam keluarga pada novel Si Anak Spesial Karya Tere Liye. Teknik pengumpulan data meliputi pereduksian data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data meliputi keajegan pengamatan, ketekunan pengamatan, dan pemeriksaan teman sejawat. Hasilnya: (1) terdapat tujuh data bentuk interaksi antara ayah, ibu, dan anak berupa marah, takut, dan memilihkan sekolah, (2) terdapat tiga belas data bentuk interaksi antara ayah dan anak berupa kesal, marah, nasihat, suap. (3) terdapat dua puluh empat data bentuk interaksi antara ibu dan anak berupa membantu ibu dan marah. Kesimpulannya adalah interaksi antara orang tua dan anak salah satu hal utama untuk dijalankan guna merangsang perkembangan anak, khususnya perkembangan kognitif dan bahasa anak. 
PENYULUHAN BERBICARA DENGAN TETANGGA DI LINGKUNGAN KRAJAN TIMUR KABUPATEN JEMBER Yerry Mijianti; Badrut Tamami
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 5 No 1 (2023): DedikasiMU Maret 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v5i1.4875

Abstract

Masyarakat di Rukun Tetangga 2 Lingkungan Krajan Timur Kelurahan Sumbersari Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur terdiri dari etnis Cina, suku Jawa, dan suku Madura. Masing-masing memiliki norma budaya untuk dianut saat berinteraksi. Masalah yang ditemukan pada ibu-ibu di RT 2 Lingkungan Krajan Timur adalah kurangnya kemampuan komunikasi bertetangga dalam kegiatan bermasyarakat. Kegiatan ini dilakukan dengan enam tahapan, yaitu observasi, perumusan masalah, studi literature dan studi lapangan, pembuatan materi, sosialisasi, serta feedback. Penyuluhan terhadap ibu-ibu RT 2 Lingkungan Krajan Timur dilakukan menggunakan metode sosialisasi secara tatap muka langsung. Ibu-ibu di RT 2 Lingkungan Krajan Timur Kelurahan Sumbersari Kecamatan Sumbersai Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur dapat menerapkan kegiatan komunikasi antartetangga sesuai dengan kesantunan berbahasa, konsep dan etika bertetangga, serta memiliki kemampuan menyelesaikan konflik antartetangga sesuai dengan materi yang telah disampaikan oleh tim pengabdi dari Universitas Muhammadiyah Jember.
Educational Values in the Diversity of Javanese Traditional Ceremonies among Pendalungan Community Yerry Mijianti
Jurnal Javanologi Vol 5, No 1 (2021): Javanologi Volume 5 No. 1: Desember
Publisher : Pusat Unggulan Ipteks Javanologi Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/javanologi.v5i1.67949

Abstract

This study aims to describe educational values in the diversity of Javanese traditional ceremonies among Pendalungan community. The design chosen was ethnography. Ethnographic study is carried out in six stages, namely (1) formulating problems, (2) selecting cases, (3) obtaining entry points, (4) collecting data, (5) analyzing data, and (6) reporting findings. Subjects and locations for the study were determined with purposive sampling technique. The subjects are people who are considered to have quality and are able to provide information about Javanese traditional ceremonies. The study was conducted in seven sub-districts, namely Wuluhan, Umbulsari, Sukowono, Tanggul, Tempurejo, Ambulu, and Pakusari. Data were collected by means of observation, interviews, documentation, and audio-visual materials. The data were analyzed in six stages, namely: (1) organizing and preparing the data for analysis, (2) carefully reading all the data, (3) coding the data, (4) describing the data, (5) representing the data in a qualitative narrative, and (6) interpreting data. The validity of the data is obtained by extending working time and observing and triangulating methods, sources, and theories. As a result, the Javanese traditional ceremonies performed by the Pendalungan community are very diverse because the character of the Pendalungan community, one of which is open to change and easy to adapt, makes the implementation of Javanese traditional ceremonies adapted to environmental conditions, natural conditions, tools, materials, and performers of the ceremonies. The diversity in the implementation of Javanese traditional ceremonies by the Pendalungan community has values, namely religious, nationalist, independent, mutual cooperation, and integrity
Pelatihan Penerapan Metode Tahsin Dan Musyafahah Untuk Santri Tahfiz Di Pondok Modern Muhammadiyah Jember Badrut - Tamami; Yerry - Mijianti
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v4i2.18468

Abstract

Abstrak  Metode tahsin digunakan untuk menghafal Al- Qur’an baik secara lafal, makhorijul huruf, dan tajwid dengan mengulang-ulang di depan guru.  Metode musyafahah dilakukan dengan cara seorang murid berhadapan secara langsung dengan guru untuk setor hasil hafalan sampai lancar. Program metode tahsin dan musyafahah ini merupakan sebuah pelatihan dalam menghafal dan memahami makna Al-Qur’an menggunakan cara klasik secara istikomah dan penuh keseriusan sesuai kata dan huruf  kemudian merangkai kata tersebut menjadikan sebuah kalimat yang utuh. Tujuan penerapan metode ini adalah meningkatkan daya ingat santri tahfidz menghafalkan Al-Qur’an di Pondok Modern Muhammadiyah Pakusari Jember. Hasilnya, penerapan metode tahsin dan musyafahah dalam pembelajaran menghafal Al-Qur’an memunculkan sistem simbiosis mutualisme antara guru dan murid. Dalam melaksanakan metode tahsin dan musyafahah perlu adanya kerjasama antara santri dengan ustaz/ustazah. Ustaz/ustazah menyimak sekaligus membenarkan bacaan yang salah. Santri sungguh-sungguh menghafalkan ayat dan surah Al-Qur’an sekaligus membenarkan makhorujil huruf dan tajwid dari ayat hafalannya melalui sorogan atau bergantian. Kesimpulannya, keseriusan, keistiqomahan, metode serta strategi yang tepat, dan peran ustaz/ustazah yang berkualifikasi dan berkualitas dibutuhkan dalam memelajari dan mendalami Al-Qur’an baik dari segi hafalan, artikulasi, dan pemaknaan. Kata Kunci: metode tahsin, metode musyafahah, santri tahfiz
Makna Simbolik Makanan Khas Bakalan: Studi Etnografi Dzarna; Yerry Mijianti; Erika Shinta Dewi
BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2022): BELAJAR BAHASA : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v7i1.6

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui makna simbol pada prosesi bakalan atau lamaran. Bakalan merupakan salah satu budaya masyarakat dan prosesi tersebut menjadi sebuah tradisi masyarakat etnis Madura dan etnis Jawa. Berbeda etnis tentu keduanya memiliki cara pandang yang berbeda sehingga makanan yang dibawa pihak laki-laki yang memiliki makna simbolik kurang dimengerti oleh keluarga perempuan. Makanan yang dibawa pada umumnya menjadi sajian, suguhan dan oleh-oleh untuk keluarga pihak perempuan, namun di dalamnya terdapat makna simbolik yang menggambarkan perasaan dan tujuan. Pentingnya mengkaji makna simbol agar masyarakat etnis Jawa dan Madura saling mengetahui makna simbolik di dalmnya sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. Jenis penelitian yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Metode tersebut terdapat beberapa tahapan yaitu menggolangkan data dengan mengajukan pertanyaan pada informan, kemudian analisis wawancara, analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponen dan yang terakhir analisis data pada metode linguistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makanan khas bakalan tidak hanya sebagai sajian, suguhan dan oleh-oleh melainkan menjadikan makanan sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan dan tujuan. Dalam masyarakat budaya (Jawa dan Madura) menyampaikan pesan secara langsung dirasa “tabu” dan kurang sopan sehingga menggunakan makanan sebagai alat komunikasi. Semua makanan yang dibawa merupakan bentuk perasaan setia, bahagia, bentuk penghormatan, dan memiliki maksud dan tujuan. Penyajiannya juga dengan bentuk yang cantik dan menarik dengan warna-warni yang mencolok.