Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pendampingan perencanaan Pembangunan Gedung kesenian dan budaya Desa payung kecamatan weleri kabupaten kendal Jawa tengah Malik Annasir, M. Abdul; Firman, Annas; Tisnawati, Tisnawati; Kumalasari, Dwi; Rabbani, Nauval; Chassy Arsenna, Ariel; Eva Nurdiati, Rani
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v8i2.3602

Abstract

Arts and culture buildings are one of the infrastructures needed by a village, because apart from being able to preserve culture and art, they can also increase cooperation. Before construction, buildings or public infrastructure must be planned properly according to predetermined specifications, therefore the planning process must be in accordance with the needs or desires of the village. Payung Village, which is one of the villages in Weleri District, Kendal Regency, plans to build an arts and culture building which will function as a place to increase art appreciation, entertainment education, accommodate performing arts which are the cultural products of a culture or society so as to stimulate and awaken creativity. artists and cultural figures in collecting and developing cultural values. In order for the planning to comply with the specifications, it is necessary to provide assistance in making the design and budget plan so that the building to be built will be in accordance with the expectations of the village government and the community. Keywords: Building, Design, RAB
Pendampingan Perencanaan Pembangunan Rehab Kantor Kelurahan Proyonanggan Tengah, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang Kumalasari, Dwi; Rabbani, Nauval; Firman, Annas; Annasir, M. Abdul Malik; Haris, Muhammad Naoval; Nurdiati, Rani Eva; Fadhillah, Naela
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i4.10914

Abstract

Kelurahan sebagai unit administrasi pemerintahan terkecil memiliki peran penting dalam pelayanan publik di tingkat lokal. Oleh karena itu, keberadaan kantor kelurahan yang layak dan fungsional menjadi krusial dalam menunjang efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Kantor Kelurahan Proyonanggan Tengah, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang mengalami beberapa kerusakan struktural serta kekurangan fasilitas ruang pelayanan, seperti ruang administrasi, ruang tunggu, dan ruang PKK. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, dilakukan pendampingan teknis untuk merancang rehabilitasi kantor kelurahan yang mencakup penyusunan desain arsitektural dan struktur bangunan serta perencanaan anggaran biaya konstruksi. Metode yang digunakan meliputi tahap pra-perencanaan, pengembangan perencanaan, hingga penyusunan dokumen perencanaan akhir. Hasil dari kegiatan ini adalah tersusunnya gambar kerja lengkap dan dokumen RAB (Rencana Anggaran Biaya) yang dapat digunakan sebagai pedoman pelaksanaan rehabilitasi fisik. Selain memberikan solusi atas keterbatasan ruang pelayanan, kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman pihak kelurahan terkait perencanaan pembangunan yang efisien dan sesuai standar teknis.
Pendampingan Pengawasan Pembangunan Masjid Sheiik Mohideen Desa Payung Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal Firman, Annas; Kumalasari, Dwi; Wati, Tisna; Annasir, Malik; Rabbani, Nauval; Imawan, Adhe; Latifah, Evi
PENA ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/abdms.v5i1.3902

Abstract

Planning for mosque construction is based on local conditions by taking into account population structure and community procedures or patterns (SNI 03-1733-2004). However, not only in terms of planning, but in terms of supervising the implementation of mosque construction, experts are also needed who are familiar with building construction so that supervisors can direct construction workers in carrying out construction in accordance with planning documents. Construction of the Sheiik Mohideen Mosque on Jalan KH. Abdul Wahab RT. 001 RW. 002 Payung Village, Weleri District, Kendal Regency requires experts who are able to supervise the implementation of the construction of the Sheiik Mohideen Mosque so that the mosque that is built will be in accordance with the plans and wishes of the residents. Therefore, assistance in supervising the implementation of the construction of the Sheiik Mohideen mosque in Payung Village, Weleri District, Kendal Regency is needed, so that the mosque is built in accordance with the planning, the quality of the building is good, and the construction time is effective because the implementation of the mosque building is in accordance with the planning and produces a building of good quality. worthy. So the mosque construction committee collaborated with the service team from the Construction Engineering Study Program to provide assistance in supervising the construction of the Sheiik Mohideen Mosque. The methods used in this supervisory assistance include initial assistance, surveys, discussions and supervision. The result of this service activity is that the mosque has been built according to the planning and wishes of the residents with good quality and the right implementation time. 
Perhitungan Biaya Pelaksanaan Konstruksi Pelat Lantai Beton dan Panel Lantai Pada Proyek Puskesmas Petungkriyono Kabupaten Pekalongan Kumalasari, Dwi; Muhammad, Rizqi Ihsan Nur; Firman, Annas; Tisnawati, Tisnawati; Annasir, Muhammad Abdul Malik; Rabbani, Nauval; Adiyaksa, Anindita Baskoro
Pena: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol. 38 No. 1 (2024): PENA MARET 2024
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v38i1.4395

Abstract

Perkembangan teknologi pada dunia konstruksi memberikan kemudahan dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Bermacam usaha dilakukan untuk mempercepat dan memudahkan tanpa mengurangi kualitas dari pekerjaan, bahan bangunan, dan konstruksinya. Termasuk dalam pelaksanaan pekerjaan pelat lantai dengan menggunakan panel lantai untuk mempercepat dan memudahkan pekerjaan pelat lantai bangunan bertingkat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perbandingan anggaran biaya pekerjaan pelat beton konvensional dengan panel lantai dan mengetahui selisih biaya pekerjaan pelat lantai beton konvensional dan panel lantai. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan Puskesmas Petungkriyono Kabupaten Pekalongan. Hasil dari penelitian ini yaitu biaya pelaksanaan panel lantai lebih murah yaitu sebesar Rp 96.814.615,65 dibandingkan dengan pelat konvensional dengan nilai Rp 162.879.434,07 dengan selisih biaya sebesar Rp. 66.064.818,42 atau sekitar 59,44% lebih murah menggunakan panel lantai dibandingkan pelat lantai beton konvensional. Kata Kunci : Pelat lantai beton konvensional, panel lantai, perbandingan anggaran biaya, selisih biaya
STUDI PENGARUH PEMANFAATAN LIMBAH BATU BARA PADA KUAT TEKAN BETON Rabbani, Nauval; Tisnawati; Kumalasari, Dwi; Firman, Annas; Malik Annasir, Muhammad Abdul; Agung Wahyudi , Pribadi
SEMINAR TEKNOLOGI MAJALENGKA (STIMA) Vol 8 (2024): STIMA 8.0 : Menuju Kesinambungan : Inovasi dan Adaptasi Teknologi untuk Pembangunan Be
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/stima.v8i0.1213

Abstract

Kota Pekalongan dan sekitarnya memiliki banyak pabrik tekstil yang menggunakan bahan batu bara. Dalam penelitian ini memanfaatkan limbah tersebut dalam pembuatan beton. Penelitian dirancang dengan mensubstitusi sebagian pasir dengan fly ash dan bottom ash. Komposisi dasar campuran beton digunakan 1 semen : 2 pasir : 3 agregat kasar. Proporsi substitusi pada campuran sebesar 10%, 15%, 20%, dan 25%. Benda uji dibuat sesuai dengan standar yang berlaku dalam bentuk silinder 15 x 30 cm. Uji kuat tekan dilakukan setelah benda uji dilakukan perendaman dalam air selama 28 hari. Dari hasil uji kuat tekan, benda uji mengalami fluktuasi hasil. Pada campuran 10% substitusi mengalami penurunan sebesar 2,3% dibanding beton normal, namun pada campuran 15% mengalami kenaikan kuat tekan sebesar 15,16% terhadap beton normal. Kuat tekan optimal didapatkan pada campuran 25% dengan nilai rata-rata 21,89 MPa.
ZONASI JENIS MATERIAL DAN POTENSI AMBLESAN LAHAN SEBAGAI INSTRUMEN MITIGASI TATA RUANG WILAYAH DI KOTA SEMARANG Firman, Annas; Agung, Pribadi; Rabbani, Nauval; Malik, Muhammad; Kumalasari, Dwi; Tisnawati; Zaenul, Reza
SEMINAR TEKNOLOGI MAJALENGKA (STIMA) Vol 8 (2024): STIMA 8.0 : Menuju Kesinambungan : Inovasi dan Adaptasi Teknologi untuk Pembangunan Be
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/stima.v8i0.1234

Abstract

Kemampuan lahan untuk pemanfaatan ruang selama ini berdasarkan perhitungan kemampuan lahan untuk pertanian dan dari aspek fisik lahan, belum terkait kemampuan lahan ditinjau dari karakteristik massa tanah pembentuk hamparan lahan yang menjadi faktor penentu seluruh faktor kemampuan lahan. Karakteristik massa tanah lebih ditentukan oleh stratigrafi massa tanah di bawah permukaan fisik yaitu komposisi jenis material, distribusi perlapisan, konsistensi dan densitas massa tanah yang menentukan potensi amblesan. Tuntutan tata ruang Kota Semarang sebagai ibukota Jawa Tengah diperlukan wilayah-wilayah yang siap untuk dibangun sarana dan prasarana kota. Kecenderungan demikian yang menyebabkan terus diadakan usaha-usaha rekayasa lahan dan wilayah rawan untuk konstruksi menjadi daerah-daerah yang harus siap dibangun lengkap dengan prasarananya. Rekayasa lahan dan perencanaan konstruksi sangat dipengaruhi karakteristik tanah setempat yang sangat beragam kondisinya, sehingga efektifitasnya akan diperoleh jika telah diketahui pasti sifat-sifat tanah tertentu pada zona-zona tertentu dalam hubungannya dengan stratifikasi kemampuan lahan. Penelitian dilakukan di Kota Semarang, secara geografis terletak di antara 6°50' – 7°10' LS dan 109°50' – 110°35' BT terletak di kawasan pantai utara pulau Jawa. Penelitian dengan pengeboran, sondir, diskripsi strata lapisan tanah pada seluruh titik uji tersebar di wilayah Kota Semarang dan selanjutnya disusun peta zona material lahan. Sampel tanah tidak terganggu dari bor dianalisis di laboratorium untuk mengetahui parameter karakteristik fisik tanah guna menganalisis potensi amblesan dengan indikator kemampuan / daya dukung lahan, besar dan lama waktu amblesan. Dari penelitian ini diperoleh zonasi jenis material dan potensi amblesan lahan yang dapat digunakan sebagai instrumen mitigasi tata ruang wilayah di Kota Semarang
PENGARUH CURING AIR LAUT TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN AGREGAT HALUS ABU BATU Tisnawati, Tisnawati; Kumalasari, Dwi; Rabbani, Nauval; Abdul Malik Annasir, Muhammad; Firman, Annas; Trilaksono, Fizal
SEMINAR TEKNOLOGI MAJALENGKA (STIMA) Vol 8 (2024): STIMA 8.0 : Menuju Kesinambungan : Inovasi dan Adaptasi Teknologi untuk Pembangunan Be
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Based on the source, aggregates can be divided into two, namely natural and artificial. Along with the increasing development of infrastructure using concrete structures, the demand for fine aggregate in the form of sand has also increased, so innovations have emerged to use artificial fine aggregate in the form of stone ash. Stone ash is a material that comes from the process of breaking down and filtering natural rock produced from crushed stone industry waste with a size of less than 0.5 cm. Stone ash was chosen as a building block for concrete because Pekalongan City frequently experiences tidal floods, resulting in the flooding of old and newly built buildings, such as roads and houses made of concrete. Concrete structures generally harden quickly and dry easily, therefore concrete curing is carried out so that the water content of the concrete does not decrease quickly, thereby producing good quality concrete. The concrete curing process is an important method for maintaining concrete quality because it not only maintains the moisture content on the inside or surface of the concrete, but also ensures that the concrete produced is of the desired quality. This research was carried out using experimental methods and was carried out at the Construction Engineering Laboratory, Pekalongan University. The objects of this research include testing materials with fine aggregate in the form of stone ash and making concrete samples to determine the effect of seawater curing on the compressive strength of concrete. The compressive strength results for well water treatment were 18,064 MPa for 14 day old concrete and 22,867 MPa for 28 day old concrete. Meanwhile, concrete treatment with sea water has a compressive strength of 16,400 MPa for 14 day old concrete and 20,416 MPa for 28 day old concrete. From these results it can be concluded that treating concrete with sea water can affect the compressive strength value of concrete. Keywords: Compressive Strength, Rock Ash, Sea Water
PENGARUH KOMPOSISI PERBANDINGAN DAN WAKTU PERAWATAN DENGAN MENGGUNAKAN AIR LAUT TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR Latifah, Evi; Zulfa, Naila; Rokhmawati, Tri Indah; Tisnawati; Kumalasari, Dwi
SEMINAR TEKNOLOGI MAJALENGKA (STIMA) Vol 8 (2024): STIMA 8.0 : Menuju Kesinambungan : Inovasi dan Adaptasi Teknologi untuk Pembangunan Be
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A mortar is a combination of fine aggregate (usually sand), an adhesive (usually cement), and water (usually in a certain proportion). Mortar is used as a coating for outside walls in non-structural constructions, and as a species for walls and foundations in structural constructions. The purpose of this study is to analyze the impact of sea water on the compressive strength of mortar when treated using various ways. This study follows SNI 03-6825-2002 for producing and evaluating mortar's compressive strength using a 1:3 and 1:4 mortar mixture ratio. The cube-shaped mortar test item has a circumference of 5 cm x 5 cm x 5 cm and contains 36 samples in total. For treatment ages of seven, fourteen, or twenty-eight days of therapy, saltwater and artesian well water are used to soak mortar. At the 28-day mark, the compressive strength of mortar with a 1:3 ratio of artesian well water to sea water reaches 33.1 MPa and 25.5 MPa, respectively. An increase in compressive strength was seen with increasing age in the 1:3 mixture composition, but a reduction was observed at 14 days in the 1:4 mixture composition using artesian well water and sea water.
Analisis Perbandingan Kuat Tekan Mortar Menggunakan Agregat Halus Padas Giling Weleri Dengan Pasir Muntilan Annas Firman; Tisnawati, Tisnawati; Kumalasari, Dwi; Malik A, M. Abdul; Zulfan, M. Dwi; Hariyanto, Hariyanto
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/mz/2025-2/1004

Abstract

Mortar adalah bahan perekat yang digunakan dalam konstruksi untuk menghubungkan dan mengikat bahan bangunan seperti batu bata, batu, blok beton, atau bahan lainnya menjadi satu kesatuan yang kokoh. Di kawasan Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah adalah  salah satu penghasil padas giling dengan kualitas cukup baik. Material ini berpotensi digunakan sebagai pengganti pasir atau agregat halus dalam campuran mortar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan padas giling sebagai substitusi agregat halus dalam campuran mortar, sehingga dapat menjadi inovasi alternatif pada masa mendatang. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimental dimana data diperoleh melalui serangkaian pengujian. Benda uji yang dibuat adalah mortar kubus berukuran 5 x 5 x 5 cm dengan perbandingan campuran 1S : 4PG; 1S: 3PG: 1PS; 1S : 2PG : 2PS; 1S: 1PG : 3PS dan 1 S: 4 PS. Benda uji tersebut di uji pada umur perawatan 14 dan 28 hari dengan FAS (Faktor Air Semen) sebesar 0,5 mengacu pada SNI 6882:2014 tentang mortar pada pasangan dinding. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mortar dengan material pasir padas giling weleri cenderung berada dibawah material pasir muntilan. Dengan campuran pasir padas giling weleri dengan perbandingan 1S : 4PG mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu nilai uji tekan pada umur 14 hari sebesar  136,82 Kg/cm² sedangkan umur 28 hari sebesar 203,2 Kg/cm² dengan prosentasi kenaikan 48,51 %.