Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Strategies To Accelerate The Reduction Of Stunting Prevalence Through Mapping The Physical, Biological And Socio-Cultural Environment At Risk With The Trias Epidemiology Approach Jaya Maulana; Nur Lulu Fitriyani; Santoso Tri Nugroho; M. Luhur Pangestu
Journal of Public Health Indonesian Vol. 1 No. 5 (2025): JANUARY-JHH
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/msnj2g74

Abstract

Stunting is a serious problem that must be addressed because it has an impact on the quality of human resources that will be dated. The prevalence of stunting cases in Indonesia in 2022 has decreased compared to 2021, which was 21.6%. However, this figure is still above the government's expectations which determine a decrease of up to 14% in 2024. This determination requires comprehensive handling from various parties in reducing the incidence of stunting and preparing a better next generation. This study aims to determine environmental factors that are risk factors for stunting in Pekalongan City through the trias epidemiological approach. This study is a mixed methods study  using an explanatory sequential design with a case control approach. The independent variables to be studied include host and environment variables. The data obtained will be analyzed bivariate and multivalent with data reduction and drawing conclusions from qualitative data. Furthermore, the results of the mix methods analysis  will be included in the SWOT analysis to formulate a strategy to accelerate the reduction of stunting prevalence in Pekalongan City.
The The Effect of Repositioning During Phototherapy on the Degree of Jaundice in Neonates: Pengaruh Alih Baring Selama Fototerapi terhadap Derajat Ikterus pada Neonatus Norisme, Devi; siwi sri; Santoso Tri Nugroho
PENA NURSING Vol 3 No 03 (2025): PENA NURSING
Publisher : LPPM UNIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Ikterus pada bayi baru lahir, dalam kondisi tertentu, memerlukan fototerapi sebagai pengobatan. Alih baring selama fototerapi merupakan upaya untuk meningkatkan efektivitas fototerapi. Tujuan: Untuk menentukan pengaruh alih baring selama fototerapi terhadap derajat ikterus pada bayi baru lahir. Metode: Studi ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan kelompok kontrol. Metode Kramer digunakan untuk menilai dan mengamati derajat ikterus pada lima tingkat. Sampel dalam studi ini terdiri dari 32 neonatus yang dipilih berdasarkan sampling kuota dan dibagi menjadi kelompok intervensi (fototerapi dengan alih baring) di Rumah Sakit “A” (nama samaran) di Kota Pekalongan dan kelompok kontrol (fototerapi tanpa alih baring) di Rumah Sakit “B” (nama samaran) di Kabupaten Batang, keduanya merupakan kota dan kabupaten yang bersebelahan. Hasil dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank dan Uji Mann Whitney U. Hasil: Pada kelompok intervensi, terdapat perbedaan yang signifikan dalam derajat ikterus antara nilai pra-tes (4,37+0,619) dan pasca-tes (0,19+0,403) dengan nilai p<0,001. Pada kelompok kontrol, terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat keparahan ikterus antara nilai pra-tes (3,94+0,443) dan pasca-tes (0,63+0,500) dengan nilai p < 0,001. Berdasarkan Uji Mann Whitney U, terdapat perbedaan yang signifikan dalam derajat ikterus pada perbedaan nilai pra-tes dan pasca-tes antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai p <0,001. Kesimpulan: Terdapat efek alih baring selama fototerapi terhadap penurunan derajat ikterus pada neonatus, yang dapat digunakan sebagai dasar untuk prosedur fototerapi standar di rumah sakit.