Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : LINK

PENDAMPINGAN PROSES TRANSFORMASI SISTEM PENJAJARAN REKAM MEDIS MENGGUNAKAN TERMINAL DIGIT FILING Kori Puspita Ningsih; Angga Eko Pramono; Dian Budi Santoso; Laili Rahmatul Ilmi; Heri Hernawan
Jurnal LINK Vol 17, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2899.993 KB) | DOI: 10.31983/link.v17i1.6819

Abstract

Puskesmas sebagai penyedia sarana pelayanan kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat dan akurat. Oleh karena itu, puskesmas harus mampu mengelola rekam medis dengan baik sehingga rekam medis dapat disediakan dengan cepat dan tepat saat dibutuhkan. Puskesmas Gondokusuman 2 Kota Yogyakarta menerapkan sistem penyimpanan berkas rekam medis berdasarkan wilayah. Adanya peningkatan signifikan pada kunjungan pasien baru dari luar daerah menyebabkan penumpukan berkas rekam medis pada satu lokasi saja. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah melakukan transformasi sistem penjajaran rekam medis menggunakan TDF. Metode dalam kegiatan ini dengan pendekatan difusi ipteks, melalui rangkaian kegiatan penyuluhan, pelatihan dan demonstrasi sistem penjajaran rekam medis, pengadaan sarana proses transformasi sistem penjajaran berupa rak kayu serta pendampingan proses transformasi dari penjajaran rekam medis berdasarkan wilayah menjadi TDF dengan sasaran petugas rekam medis yang dilaksanakan selama 3 bulan. Hasil pengabdian ini adalah penerapan Terminal Digit Filing yang mampu menyimpan rekam medis tersebar ke dalam semua section rak penyimpanan, sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan penjajaran rekam medis. Diharapkan program evaluasi dan monitoring pendampingan proses transformasi sistem penjajaran TDF dapat dilakukan pada program PKM berikutnya untuk menjamin keberhasilan proses transformasi
Early Warning System, Solusi Digital Mitigasi Risiko Dalam Transformasi Integrasi Layanan Kesehatan Primer Ningsih, Kori Puspita; Choerun Asnawi; Heri Hernawan; Pramono, Angga Eko; Nur Rokhman
Jurnal LINK Vol 21 No 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v21i2.13907

Abstract

Integration of Primary Health Services is a priority program in primary health care facilities to support health transformation in Indonesia. The priority issues at community health centers (Puskesmas) within the Bantul Health Office area include a lack of understanding among health workers regarding health service risk management, and the use of manual forms for risk management reporting, which does not utilize information technology. Risk management plays a crucial role in preventing program failure, particularly in the implementation of Integration of Primary Health Services at Bantul Community Health Centers, which began in 2024. The Community Service (PKM) activities comprised risk management training and the dissemination of research results for a prototype risk mitigation calculator application based on an Early Warning System (EWS) dashboard, conducted through lectures, practical exercises, and discussions. Overall, the PKM implementation proceeded smoothly and in an orderly manner. The pre-test and post-test results of 27 participants showed an increase in the level of community empowerment in the knowledge aspect with an average score of 21, where the average initial score of 69.9 during the pre-test increased to 90.9 during the post-test. Participants were also able to simulate the use of the application, including installation, data input, output interpretation, and form printing, according to their respective access levels. Through this increased empowerment of partners, it is expected that Bantul community health centers will be able to properly document their risk management processes, which will enable the optimal implementation of the Integration of Primary Health Care program.