Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

EFEKTIVITAS ELEKTRONIK PERAWAT PENDAMPING STUNTING TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG STUNTING DI DESA PUNGGING KECAMATAN PUNGGING KABUPATEN MOJOKERTO: THE EFFECTIVENESS OF ELECTRONIC STUNTING COMPANION NURSES ON MOTHER'S KNOWLEDGE AND ATTITUDES REGARDING STUNTING IN PUNGGING VILLAGE, PUNGGING DISTRICT, MOJOKERTO DISTRICT Widiyawati, Rina; Fibriana, Linda Presti
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v6i1.208

Abstract

Abstrak Stunting menurut WHO adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai (Akashi NU,2024). Sebagai upaya menekan terjadinya stunting diperlukan perhatian khusus bagi ibu hamil dan anak (dalam masa kehidupan 1000 hari pertama).Pemerintah Kabupaten Mojokerto berhasil menurunkan angka stunting dari 27,4% dari tahun 2022 menjadi 11,6% di tahun 2023. Pemerintah Kabupaten Mojokerto telah berhasil mencapai di bawah target nasional angka prevalensi stunting , namun  Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berkomitmen untuk menurunkan angka kasus stunting hingga 0%. Hasil penelitian lain menunjukkan bahwa kejadian stunting dipengaruhi oleh pengetahuan ibu dan salah satu penyebab kurangnya pengetahuan ibu adalah tidak semua ibu pergi ke posyandu untuk mendapatkan informasi (Ramdhani et al, 2020). Hasil survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang dirilis Maret 2019, total populasi penduduk Indonesia sebanyak 264,16 juta orang. Dari total populasi itu, sebanyak 64,8% penduduk sudah melek terhadap Internet, atau sebanyak 171,17 juta orang. Dari sisi penggunanya, terungkap bahwa penggunaan smartphone (ponsel) menjadi alat yang sangat dominan sebagai alat untuk akses internet setiap hari, yakni mencapai 93,9%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas pendidikan kesehatan melalui media ektronik perawat pendamping stunting (e-peramping) terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang stunting di Desa Pungging Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto. Metode penelitian menggunakan quasi-experimental design dengan pendekatan rancangan pretest- posttest control group design. Total sampel pada penelitian ini sebanyak 60 orang dengan jumlah responden sebanyak 30 orang pada masing-masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Peramping (elektronik perawat pendamping stunting)  meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu tentang stunting. Pada kelompok perlakuan diperoleh hasil yang signifikan antara pretest dan postest baik pada pengetahuan dan sikap ibu dengan nilai p 0,000. Dapat disimpulkan bahwa E-Peramping merupakan media yang efektif mempengaruhi pengetahuan dan sikap ibu tentang stunting.   Abstract According to WHO, stunting is a growth and development disorder experienced by children due to poor nutrition, recurrent infections and inadequate psychosocial stimulation (Akashi NU, 2024). In an effort to reduce the occurrence of stunting, special attention is needed for pregnant women and children (in the first 1000 days of life). The Mojokerto Regency Government has succeeded in reducing the stunting rate from 27.4% in 2022 to 11.6% in 2023. The Mojokerto Regency Government has managed to reach below the national target for stunting prevalence rates, but the Mojokerto Regency Government continues to be committed to reducing the number of stunting cases to 0%. The results of other research show that the incidence of stunting is influenced by mothers' knowledge and one of the causes of mothers' lack of knowledge is that not all mothers go to posyandu to get information (Ramdhani et al, 2020). The results of a survey conducted by the Indonesian Internet Service Providers Association (APJII) which was released in March 2019, showed that the total population of Indonesia was 264.16 million people. Of the total population, 64.8% of the population is Internet literate, or 171.17 million people. From the user side, it was revealed that the use of smartphones (cell phones) is the most dominant tool for internet access every day, reaching 93.9%. This research aims to see the effectiveness of health education through electronic media for stunting assistant nurses (e-peramping) on mothers' knowledge and attitudes about stunting in Pungging Village, Pungging District, Mojokerto Regency. The research method uses quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design approach. The total sample in this study was 60 people with 30 respondents in each group. The research results showed that E-Peramping (electronic stunting companion nurse) increased mothers' knowledge and attitudes about stunting. In the treatment group, significant results were obtained between the pretest and posttest on both maternal knowledge and attitudes with a p value of 0.000. It can be concluded that E-Peramping is an effective media in influencing mothers' knowledge and attitudes about stunting.
Pemeriksaan Kesehatan Serta Sosialisasi Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak untuk Mencegah Stunting Anik Supriani; Nanik Nur Rosyidah; Herlina Herlina; Yulianto Yulianto; Rina Widiyawati; Rachmad Sholeh; Fahrur Rijal Ardiyanto
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2022): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v2i3.704

Abstract

Stunting merupakan salah satu kondisi gagal tumbuh pada anak dimana tinggi badan anak <-2SD menurut tabelZ-score WHO. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab utama masalah stuntingpada anak, salah satunya yaitu ketidakoptimalan praktik pemberian makan anak. Tujuan Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu tentang pencegahan stuntingmelalui edukasi praktik pemberian makan yang tepat berdasarkan rekomendasi WHO. Sebanyak 40 ibu yang memiliki anak Balita ikut dalam kegiatan PKM. Metode pelaksanaan PKM yaitu sosialisasi yang dikombinasikan dengan survei secara kuantitatif tentang pelaksanaan praktek pemberian yang dilakukan oleh ibu berdasarkan indikator praktik pemberian makan menurut rekomendasi WHO. Hasil PKM menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre dan posttest peserta setelah diberikan sosialisasi di Dusun Mojoranu, Kecamatan Sooko (P<0,001), 90 % ibu mengalami peningkatan pengetahuan. Pemahaman ibu yang memiliki anak Balita tentang pencegahan stunting melalui pemberian makanan yang tepat dapat menurunkan risiko masalah stunting di Indonesia.
HUBUNGAN LAMA MENJALANI HEMODIALISIS DENGAN GAMBARAN DIRI PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK Periwi, Dewi Indah; Widiyawati, Rina; Muthoharoh, Siti
Jurnal Keperawatan Vol. 19 No. 1 (2026): Volume 19, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/jk.v19i1.649

Abstract

Pasien dengan penyakit ginjal kronik (PGK) yang menjalani terapi hemodialisis secara rutin dan jangka panjang menghadapi tantangan adaptasi terhadap perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang berdampak signifikan pada persepsi terhadap diri mereka sendiri atau gambaran diri. Sifat terapi yang invasif, rutin, dan berkelanjutan seumur hidup menuntut ketahanan psikologis yang tinggi. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi (lama) menjalani hemodialisis dengan gambaran diri pada pasien PGK di Rumah Sakit Sido Waras Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan jumlah responden sebanyak 21 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner gambaran diri, dan data dianalisis menggunakan uji korelasi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (47,7%) telah menjalani hemodialisis lebih dari 24 bulan, dan sebagian besar (71,4%) memiliki gambaran diri yang negatif. Analisis deskriptif mengindikasikan adanya selisih persentase melebihi 10%, yang mengisyaratkan adanya hubungan signifikan antara variabel durasi hemodialisis dan gambaran diri pasien. Temuan penelitian menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara lamanya terapi hemodialisis dengan perubahan gambaran diri pada pasien PGK, di mana semakin lama durasi terapi, kecenderungan mengalami gambaran diri negatif semakin meningkat. Perubahan tersebut didorong oleh faktor kompleks seperti kelelahan kronis, keterbatasan dalam aktivitas sosial, pembatasan asupan cairan yang ketat, serta perasaan ketergantungan pada mesin dialisis. Implikasinya, intervensi holistik yang tidak hanya berfokus pada aspek medis tetapi juga dukungan psikososial dan konseling gambaran diri sangat diperlukan sebagai bagian integral dari tata laksana pasien hemodialisis jangka panjang
The Correlation Between Family Support and Adherence Level in Wound Care of Diabetes Mellitus Patients at the Surgical Department of Dian Husada Hospital Siti Muthoharoh; Rina Widiyawati; Henny Chrisya Monicha
Jurnal Midpro Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is a group of metabolic diseases characterized by an increase in blood glucose levels due to abnormalities in insulin secretion. One of the complications of diabetes mellitus is diabetic ulcers, and adherence to wound care is crucial to accelerate healing. However, patients with diabetic ulcers often fail to adhere to treatment, highlighting the need for family support to boost patient motivation. The purpose of this study is to investigate the relationship between family support and adherence to wound care in patients with diabetic ulcers. The design in this study was a correlational analytic design with a cross-sectional approach. The population of this study consisted of all patients with diabetic ulcers undergoing wound care at the Surgical Clinic of Dian Husada Hospital Mojokerto. The study 48 respondents, who were selected using total sampling. The results showed that family support for wound care among diabetes mellitus patients at the Surgical Clinic of Dian Husada Hospital Mojokerto was categorized as moderately adherent and less adherent, with 20 and 21 respondents respectively, representing 41.7% and 43.8%. The hypothesis test cross-tabulation analysis with a significance value of < α = 0.05 indicated a significant relationship between family support and adherence among diabetes mellitus patients. In providing wound care at the Surgical Clinic of Dian Husada Hospital Mojokerto, it is recommended that nurses involve the patient's family during the wound care process and facilitate family members in providing support to their loved ones undergoing  treatment.  This  can  help  boost  patient  motivation  and adherence to treatment.    
PROGRAM RUMAH SABUN SEBAGAI UPAYA BERBASIS MASYARAKAT DALAM MENGATASI PERMASALAHAN STUNTING Nasrul Hadi Purwanto; Riska Aprilia Wardani; Rina Widiyawati
Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Vol. 8 No. 1 (2026): Periode Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/abdimas.v8i1.7422

Abstract

The problem of stunting that occurs in the community tends to occur due to the inability of the community, especially families, to meet the nutritional needs of toddlers during growth and development. To resolve this problem, one effort that can be done is to stimulate the community, especially families of stunted toddlers, to become economically empowered. One of these efforts is by providing productive skills combined with education related to stunting. The implementation method of the activity is focused on a collaborative and practical approach, starting with coordination with the Village Government to identify participants, followed by entrepreneurship training that includes interactive lectures on stunting and hands-on training in making dish soap, laundry soap, and softener. Through this method, the activity aims to create new sources of income for families as a practical step in stunting prevention efforts. The Rumah Sabun community service activity has succeeded in improving the technical skills of 23 participants in producing dish soap, laundry soap, and softener, which previously did not have any at all. The evaluation results showed a significant increase, where 34.8% of participants (8 people) were categorized as capable and 65.2% (15 people) were categorized as quite capable, so that there were no longer any unskilled participants. As a form of sustainability, this program goes beyond training and has also pioneered the formation of community-based entrepreneurial groups, assisted by the village government and academic volunteers. This collaboration also facilitates local product marketing, ensuring that this activity is not only a successful empowerment intervention but also creates a sustainable micro-enterprise ecosystem to support family economic growth, a strategic step in stunting prevention.
Upaya Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 6 – 12 Bulan Dengan Baby massage Di Desa Pungging Kecamatan Pungging Mojosari – Mojokerto Rina Widiyawati; Titiek Idayanti
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.60

Abstract

Masa bayi merupakan tahapan dimana pertumbuhan yang sangat cepat, dimulai bayi itu lahir hingga nanti berusia satu tahun. Bayi dianggap sebagai periode kritis dalam pertumbuhan karena merupakan periode dimana dasar-dasar dari awal kehidupannya. Masa bayi dikatakan sebagai golden age atau masa keemasan karena pada masa ini pertumbuhan tubuh berlangsung dengan pesat. Beberapa faktor yang mempengaruhi proses pertumbuhan bayi, baik berat badan maupun tinggi badan diantaranya adalah keturunan dan lingkungan. Faktor keturunan atau genetik ini berhubungan gen yang diberikan dari seseorang ayah dan ibu pada anaknya. Faktor lingkungan (environment) terdiri dari lingkungan biologis, fisik sosial dan psikologis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan kepada semua ibu di Desa Pungging yang memiliki bayi usia 6 – 12 bulan. Kegiatan ini dilakukan di Balai Desa Pungging Mojosari – Mojokerto. Sebelum kegiatan dimulai, tim penyuluh memberikan kuesioner yang berisi tentang apakah ibu sudah mengetahui baby massage, hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang baby massage. Selanjutnya kegiatan ini dimulai dengan memberikan penyuluhan tentang upaya peningkatan berat badan bayi dengan baby massage. Setelah audiens (ibu-ibu) menerima materi, diadakan sesi tanya jawab bagi ibu – ibu yang masih belum mengerti dan paham tentang baby massage. Setelah itu dilakukan pratikum oleh tim penyuluh dengan metode demonstrasi di depan semua audiens (ibu-ibu) tentang cara melakukan baby massage yang benar agar dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan bayi terutama peningkatan berat badan bayi. Setelah metode demonstrasi selesai, tim penyuluh menunjuk beberapa ibu secara acak untuk mempraktikkan cara melakukan baby massage. Setelah acara selesai dilakukan evaluasi dengan membagikan kuesioner untuk diisi oleh ibu – ibu guna mengetahui sejauh mana keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan. Keberhasilan dari kegiatan ini, diharapkan ibu – ibu dapat memahami dan dapat mengaplikasikan baby massage secara mandiri dirumah setiap hari dan rutin kepada bayinya, sehingga dapat menunjang pertumbuhan bayi terutama pada peningkatan berat badan bayi